
Entah darimana Walton mendapatkan kekuatan itu. Perasaan gusar dan tidak tenang membuat Iris menjadi lebih waspada terhadapnya. Seolah Mana yang mengalir disekelilingnya telah tercemar dan tidak stabil.
Walton tertawa lebar lalu menatap tajam ke arah Iris "Kali ini...Kali ini...kau akan tamat." Ucapnya lalu ia kembali tertawa.
Iris tiba-tiba kehilangan ketenangannya ketika Walton menatapnya. Ia langsung menyerang walton dengan beberapa sihir listrik.
Setelah menembakkan bola listrik bertubi-tubi pada area yang sama. Walton memasang wajah kecewa "Sepertinya kekuatan dari Kebanggaan Strongfort hanya seperti ini saja." Katanya lalu ia terkekeh.
Iris mendecihkan lidahnya. Serangannya jelas mengenai Walton, tapi kali ini tidak sama seperti sebelumnya. Pelindung sihir Walton seperti memantulkan serangan-serangan Iris.
"Karena kau sudah selesai bagaimana kalau aku pemanasan sebentar." Kata Walton. Lalu ia mengangkat salah satu tangannya ke atas.
[Tornado] [Gale] Kemudian ia menarik tangannya ke bawah menyentuh lantai. [Air Bomb]
Seketika arena dipenuhi dengan tekanan angin yang luar biasa. Para penonton terbelalak melihat sihir dahsyat itu. Apakah Iris sanggup bertahan?
Alice cemas ketika merasakan sejumlah energi besar berkumpul tiba-tiba di atas arena. " Iris..."
Iris menengok ke langit dan melihat pusaran-pusaran tornado turun memenuhi arena langsung. "Apakah pelindungnya rusak?"
Benar saja. Dengan kekuatan Walton yang sebanding dengan penyihir tingkat 5 mampu merusak pelindung sihir yang melingkupi arena. para penonton terkejut ketika mereka mendengar suara retakan besar dan ledakan angin yang menghantam tubuh mereka. Mereka panik tapi Sang Raja segera mengutus beberapa penyihir yang mendampinginya untuk membuat pelindung sihir yang baru.
Empat orang ahli sihir di keempat penjuru saling menyatukan kekuatan mereka untuk melingkupi arena dengan sihir pembatas.
"Dia membatasi ruang gerakku." Gumam Iris ketika melihat beberapa pusaran tornado kecil berkumpul di arena.
Tidak berhenti disitu saja. Sihir Walton [Air bomb] membuat Iris harus menghindar dengan baik agar ia tak salah langkah dan terhisap masuk ke dalam tornado itu.
"Apakah kau menyukainya?" Walton menyeringai.
"Sihirnya semakin kuat. Ini terasa seperti dia melompat ke tingkat 5 begitu saja. Menggunakan katalis atau apapun itu untuk bisa melakukan ini. Aku yakin tubuhnya akan menderita kerugian besar setelah batas waktunya habis." Benak Iris selagi ia menghindari serangan-serangan Walton.
Sekalipun Iris menyerang, Ia takkan bisa menembus pertahanan Walton. Semua serangannya sia-sia dan hanya menghabiskan Mana. Tapi dengan situasinya saat ini, Iris tak tahu sampai kapan ia bisa mengulur waktu.
"Apakah kau seekor kelinci yang hanya bisa melompat kesana-kemari? [Gale] Melompatlah sebanyak yang kau mau." Sihir Walton membuat Iris semakin kewalahan.
Iris mulai kelelahan, sepertinya ia tak bisa bertahan lebih lama lagi.
"Aku tidak bisa menyerah sekarang. Sedikit lagi, pasti sedikit lagi." Gumamnya sambil terengah-engah.
Meski kadang ia berhasil menghindari serangan Walton tapi ada juga sihir yang berhasil mengenainya, oleh karena itu, Iris terpaksa membuat [Aegis] menggunakan sisa Mananya dan perlahan Mana milik Iris mulai di ujung tanduk.
Ia tak ingin menimbulkan konflik dengan menara penyihir dan keluarga Strongfort pada keluarga kerajaan.
"Cukup Sampai Disini!" Suara Lantang itu seolah mengehentikan waktu membuat semua yang hadir diam.
"Tuan Greck, karena kemampuan dan kehebatan anda. Sang Raja kagum dan memutuskan untuk membuat anda menjadi pemenangnya."
Iris kaget mendengar pernyataan itu, ia ingin membantah apa yang ksatria itu katakan tapi sebelum ia mengangkat suara, ksatria itu sudah lebih dulu melarangnya untuk berbicara. Iris menggigit bibir bawahnya dengan kesal. Dalam benaknya ia tahu kalau sesungguhnya dirinya sudah mencapai batas.
"Para peserta, kalian telah berjuang dan menunjukkan kemampuan kalian. Sebuah kehormatan telah di berikan kepada keluarga kalian." Ucap ksatria itu masih dengan suara yang lantang.
"OMONG KOSONG!" Ucapan Walton yang menyela ksatria itu membuatnya mengambil perhatian semua orang. "Aku tidak peduli dengan kemenangan itu lagi. Aku hanya ingin satu hal. Ya, aku ingin membunuhnya." Walton menatapnya Iris dengan tajam dan penuh amarah.
Iris dan para penonton terkejut. Bagaimana bisa dia menentang perintah Raja? Lagi pula ini hanya pertandingan kompetisi antar akademi bukan ajang pertaruhan nyawa.
"Walton Greck! Apakah kau menentang perintah Raja?" Tanya jelas dari Ksatria itu.
Walton mundur selangkah merasakan tekanan dari tatapan dan Aura dari kstaria itu. Ia menggertakkan giginya dan berkata "K-Kalian sekumpulan orang bodoh. Dengan kekuatan ku yang sekarang tidak akan ada yang bisa menghalangiku."
Mimik dan matanya sudah tidak jernih lagi. Alice dari kursi penonton melihat kalau tingkah Walton semakin aneh. "Apakah sudah waktunya?" Gumamnya.
Yang Alice maksud adalah efek samping dari peningkatan kemampuan Walton secara mendadak dalam jumlah yang besar.
Walton tertawa lepas seperti ia kehilangan kewarasannya. Ia tersungkur dan berlutut di atas tanah.
"Kalian... Kalian manusia rendahan, jangan harap untuk bisa hidup."
Sepasang sayap keluar dan merobek punggungnya, tak hanya itu, sebuah tanduk pun ikut tumbuh dari salah satu sisi kepalanya.
Orang-orang yang hadir dan menyaksikan hal mengerikan itu mulai panik. Ketakutan mulai memenuhi tempat itu ketika seseorang tiba-tiba berteriak.
"IBLIS!!!"
Teriak seseorang dari kursi penonton sontak membuat yang lainnya segera berlari meninggalkan kursi mereka.
Melihat penonton kocar-kacir, Kstaria itu berteriak dengan keras untuk membuat mereka tenang dan kembali ke kursinya masing-masing
"Kalian tak perlu khawatir, arena ini telah di batasi. Ahli sihir kerajaan adalah penyihir tingkat 5. Jika situasi memburuk kami akan mengevakuasi kalian secepat mungkin." Jelasnya.
"Benarkah? Apa menurutmu aku hanya sendirian saja? Tentu kau begitu yakin jika itu hanya kekuatan saja." Walton menyeringai dan dengan cepat dua orang berjubah coklat telah berdiri di kedua sisinya.