
Setelah melumpuhkan You Nian, Qin Ao Shuang mengurungnya di dalam ruangan rahasia miliknya.
Zhou Yun yang kala itu terus mengikuti Qin Ao Shuang akhirnya sudah tahu apa maksud di balik tujuan wanita licik itu. Ia ingin menyerap Jiwa dan kultivasi You Nian sebagai jalan pintas untuk memperkuat dirinya. Zhou Yun juga terkejut karena identitas Qin Ao Shuang yang sebenarnya adalah putri dari pemimpin kultus demonic yang pernah gurunya bunuh. Salah satu motif Qin Ao Shuang ternyata adalah balas dendam.
Dalam detik-detik terakhirnya, You Nian sempat melihat murid kesayangannya dan Qin Ao Shuang saling merangkul mesra dan itulah sebabnya sampai saat ini dia masih menyimpan kenangan pahit itu.
"Aku tahu mungkin sulit bagi guru untuk memaafkan ku. Maafkan murid mu yang tidak berbakti ini." Zhou Yun menunduk dengan lantang. "Wanita itu, dia sengaja melakukan semua itu untuk menarik keluar kebencian guru sehingga dia merasa puas melihat keputusasaan mu."
Alice tidak menyangka, ternyata wanita yang berpuluh-puluh tahun dekat dengannya itu merupakan seekor ular yang sedari dulu menunggu untuk menerkamnya.
Zhou Yun kembali melanjutkan, dari sini ia berharap gurunya tidak terjebak dalam emosi masa lalunya lagi. Dalam hatinya, kematian gurunya terjadi karena kecerobohannya. Zhou merasa kalau dialah yang telah membuat gurunya menderita.
Setelah menyiapkan susunan formasi jiwa salah satu teknik terlarang peninggalan kultusnya. Qin Ao Shuang menutup diri dalam ruangan rahasianya bersama dengan You Nian yang sudah tak berdaya.
Zhou Yun tahu kalau ini adalah kesempatan terakhirnya. Demi saat ini, dia harus menggunakan teknik itu.
Zhou Yun dengan kekuatan mental dan tubuhnya berusaha sekuat tenaga untuk lepas dari pengaruh pil itu. Dia mengangkat telapak tangannya dan memukul area perutnya untuk mengacaukan dantiannya.
Zhou Yun muntah darah, ia lalu menotok beberapa titik di bagian kepalanya untuk menahan pengaruh pil itu walau hanya untuk beberapa saat.
Dia segera menyelinap masuk ke dalam ruangan rahasia Qin Ao Shuang.
Saat melihat gurunya berada di tengah-tengah sebuah susunan formasi aneh yang di lukis menggunakan darah, amarah Zhou Yun seketika mendidih.
Ia melirik Qin Ao Shuang yang tengah duduk bersila di luar formasi.
Zhou Yun yakin saat melihat punggung wanita itu yang tampak tenang dan tenggelam dalam semedinya.
"Sekarang saatnya." Batinnya.
Ia melompat ke luar lalu menghunuskan pedangnya ke arah punggung Qin Ao Shuang. Qin Ao Shuang sempat menyadari hawa membunuh yang tipis itu. Ia membuka matanya dan dengan cepat menghindar.
Pedang Zhou Yun gagal menusuk tembus jantung musuhnya. Ia hanya berhasil melukai pundak Qin Ao Shuang.
"K-kau!?" Qin Ao Shuang terkejut karena tidak menyangka Zhou Yun bisa lepas dari pengaruh pil pengalih jiwa dan raga nya bahkan setelah ia meningkat dosisnya.
Zhou Yun tidak ingin basa-basi dan membuang waktu. Ia melemparkan pedangnya pada Qin Ao Shuang lalu melesat ke arah gurunya. Qin Ao Shuang menangkis pedang dengan Qi itu. Ia berdecak saat melihat Zhou Yun telah berdiri di samping You Nian.
Zhou Yun berhasil merebut gurunya. Ia menggendongnya di atas pundaknya dan menjauh dari lingkaran darah itu.
"Sekarang tinggal membawa guru keluar dari tempat ini. Tapi.."
Satu jalur masuk dan satu jalur keluar.
Qin Ao Shuang tertawa dingin. Ia berdiri menghalau mereka di depan pintu keluar.
"Untuk bisa lepas dari pengaruh pil pengalih jiwa dan raga itu dengan paksa, kau pasti kehilangan banyak kekuatanmu. Serahkan dia dan aku akan membiarkanmu hidup." Jelasnya.
"Dengan kondisiku, aku tidak bisa mengalahkannya dan walaupun aku berhasil keluar membawa guru, dia pasti akan memerintahkan bonekanya untuk mengejar kami." Pikir Zhou Yun.
Tidak ada jalan lain. Ketimbang melihat jiwa gurunya lenyap di tangan wanita itu dan raganya menderita karena menjadi mainannya. Zhou Yun pun membaringkan gurunya di lantai.
"Apa yang ingin kau lakukan?" Qin Ao Shuang menatap heran pria itu. Apakah dia sebegitu bodohnya dan memilih untuk bertarung.
"Aku tidak akan membiarkan rencana licik mu berhasil." Kata Zhou Yun.
Zhou Yun memejamkan matanya. Ia memusatkan konsentrasinya pada dantiannya. Perlahan, Zhou Yun menggerakkan aliran Qi dalam dirinya secara terbalik.
Qin Ao Shuang terbelalak saat merasakan aura aneh yang keluar dari tubuh pria di depannya itu. Energinya bergetar tidak stabil dan sangat kacau.
"Kau! Jangan bilang kau ingin mengorbankan hidupmu demi wanita itu?!" Qin Ao Shuang mulai panik. Murid You Nian itu benar-benar gila. Kalau sampai dia meledakkan dirinya disini, maka dia tidak akan berhasil mendapatkan jiwa You Nian.
Qin Ao Shuang menggigit jarinya. Padahal ia sudah lama menyiapkan rencana ini. Mengambil jiwa wanita itu untuk menyiksanya selamanya dan menghalanginya memasuki roda reinkarnasi.
Zhou Yun tersenyum sinis. Demi gurunya, Zhou Yun sengaja membuat dirinya berada dalam kondisi Qi Deviation.
"Setelah meneliti pil pengalih jiwa dan raga milikmu. Aku akhirnya menemukan rahasianya. Pil pengalih jiwa dan raga tidak jauh berbeda dengan serangga iblis penanda jiwa. Energi Qi yang digunakan dalam pembuatan pil itulah yang merupakan kuncinya agar mereka mematuhi mu. Jadi, selama kau mati dan energi Qi mu lenyap maka mereka akan bebas dari pengaruh mu."
Qin Ao Shuang mengerutkan keningnya kesal. Ia tidak menyangka Zhou Yun bisa mengetahui rahasia pil itu sampai begitu detailnya.
" Heh! Lalu apa? Apakah kau yakin bisa menangkap ku dengan keadaan seperti itu?"
" Tidak. Tapi karena itulah aku akan membawamu dalam kehancuran ini."
Zhou Yun mengambil sebuah pil penguat tubuh dari sakunya. Ia menelannya lalu menerjang cepat ke arah Qin Ao Shuang. Qin Ao Shuang bergidik, ia ingin melompat mundur, tapi kakinya tiba-tiba saja menjadi berat. Ia menunduk dan melihat jimat formasi yang membatasi pergerakannya.
Saat Qin Ao Shuang mengangkat kepalanya, Zhou Yun sudah ada di depan matanya. Ledakan hebat dari Qi deviation Zhou Yun tak bisa ia hindari. Ruangan itu pun hancur luluh lantak.
"Maafkan murid ini yang tidak bisa menyelamatkan mu."
Alice tidak menyangka bahwa demi dirinya Zhou Yun rela mengorbankan nyawanya dengan melakukan Qi Deviation.
"Angkat wajahmu." Ucap Alice.
Zhou Yun pun mengangkat wajahnya dan melihat kedua mata gurunya yang sembab.
Ternyata dia tidak dikhianati oleh pria itu, dia, tidak dikhianati oleh adiknya. Semua yang terjadi karena wanita licik yang ia anggap sebagai sahabat. Alice memeluk Zhou Yun dengan erat. Luka hati yang selalu menghantuinya kini lenyap, tabir hitam dari masa lalunya itu akhirnya hilang.
"Guru..." Zhou Yun sedikit terkejut ketika Alice tiba-tiba memeluknya. Rasanya hangat dan nyaman. Sudah dari dulu ia ingin melakukan ini. Memendam perasaannya dan hanya bisa berharap untuk terus berada disisinya, itu sudah cukup baginya.
"Sayangnya aku tidak bisa menjadi lebih egois lagi." Meski hanya sekejap, Zhou Yun sudah puas. Setidaknya ia bisa melihat orang yang ia hargai, ia hormati dan ia cintai baik-baik saja.