
Alice telah tinggal di negeri Elf selama sebulan. Ia telah meningkatkan kultivasinya ke tahap akhir ranah golden core.
Sepuluh hari lamanya ia habiskan untuk mengasingkan dirinya di dalam Yggdrasil.
Awalnya ia hanya ingin mencari kebenaran tentang identitas Elysia, namun setelah mempertimbangkan akan begitu banyaknya energi murni di dalam Yggdrasil, Alice pun meminta izin pada Sylph untuk menstabilkan dantian nya sekaligus meningkatkan kultivasinya hingga ke tahap akhir Golden Core.
Setelah sepuluh hari berlalu begitu saja, Alice mendatangi Sylph. Lalu ia bertanya tentang identitas sebenarnya dari Elysia.
Tanpa pikir panjang Sylph menjawab pertanyaan Alice. Ia tidak memilik keraguan pada gadis manusia di depannya. Para spirit memiliki ketertarikan padanya, terlebih lagi dia adalah pahlawan yang telah menyelamatkan negeri elf dan Yggdrasil.
Sylph memberikan begitu banyak pengetahuan baru pada Alice. Sebuah informasi yang bahkan tidak akan ditemukan di buku atau catatan sejarah manapun.
Sylph berkata pada Alice kalau dia sebenarnya telah hidup sangat lama bahkan sebelum Erebos menginjakkan kakinya di Aria.
Sylph telah menyaksikan perubahan zaman layaknya burung api abadi dari timur yang tidak mengenal kematian dan akan selalu hidup kembali.
Sylph mungkin tidak mengenal Chaos, Nyx atau Erebos kala itu. Namun saat Aria diciptakan oleh Dewa Chaos dan menunjuk Dewi Gaia sebagai pengurusnya, Yggdrasil pun lahir dari berkah Dewi Gaia.
Benih-benih kecil yang berasal dari jiwa Gaia itu tersebar di seluruh penjuru Aria. Pohon Yggdrasil yang ada di tanah elf hanyalah salah satunya. Masih ada enam lainnya yang tersebar di benua-benua lainnya yang jauh dari benua Regnum ataupun Arkham. Gaia menggunakan Yggdrasil sebagai pasak dan media pemurnian.
Karena Chaos menciptakan begitu banyak ras di Aria, Gaia tidak ingin ada ketidakseimbangan yang mendominasi di dalamnya.
Sebagai Spirit yang tumbuh kuat dari pohon Yggdrasil. Sylph pun diberikan tugas sebagai penjaga atau dijuluki Guardian dari Yggdrasil. Tentunya dia hanyalah salah satu dari ketujuh Guardian yang lahir di sisi Yggdrasil lainnya.
Yggdrasil kecil tumbuh menjadi pohon kokoh yang menjulang ke langit. Energinya begitu murni dan sangat banyak sampai makhluk yang hidup begitu jauhnya masih bisa mendapatkan manfaat dari energi itu.
Di zaman itu, hyuman dianggap sebagai ras terlemah dan tentu saja sampai sekarang mereka masih dianggap seperti itu oleh ras lain. Tapi alasan sebenarnya bukan karena itu.
Ras elf pertama yang lahir karena kemurahan hati Gaia adalah Silver elf. Ciri khas mereka adalah rambut mereka yang berwarna perak.
Silver elf juga dikenal sebagai pelayan dewa. Mereka adalah makhluk ciptaan Chaos yang bisa dibilang dekat dengan para dewa. Karena ketekunan dan kepercayaan mereka pada Sang Dewa, Gaia pun memberikan mereka berkah yang melimpah.
Mereka pun terlahir dengan generasi yang istimewa. Kekuatan fisik mereka sebanding dengan ras binatang. Mana dan kemampuan sihir mereka jauh di atas ras iblis. Mereka benar-benar ras yang berdiri di sisi Dewi Gaia.
Sayangnya, karena perbedaan yang begitu jauh itulah membuat mereka melupakan status mereka dan malah menganggap diri mereka spesial di antara ras-ras lainnya.
Silver elf menjadi angkuh dan tamak. Mereka seolah-olah ingin berdiri di atas puncak. Perbudakan paksa, pembantaian atas ras lainnya atau kelakuan keji lainnya. Mereka tidak peduli karena mereka melihat orang lain bagaikan seekor lalat kotor.
Itu adalah salah satu sejarah kelam yang dimana membuat para elf kini menjadi ras yang tertutup. Ya, bahkan sampai sekarang sifat sombong dari leluhur mereka masih tertanam dalam diri keturunan mereka.
Gaia kecewa dengan tindakan mereka. Kekejaman Silver elf terus berlarut-larut. Sang Dewi pun marah. Para Silver bukannya sadar setelah mendapatkan peringatan langsung dari Gaia, tapi mereka malah memberontak. Mereka menjadi lebih ganas dan mencoba menghabisi ras lainnya. Terutama ras hyuman yang merupakan sasaran empuk bagi mereka.
Chaos tidak mengatakan apapun tentang itu.
Gaia tidak berharap hal seperti itu terjadi. Para dewa-dewi sangat menyayangkan perilaku mereka. Meskipun diantara mereka ada yang menikmati pertunjukan itu tapi tetap saja, bagi mahkluk fana yang diciptakan oleh Chaos dengan banyak kekurangan, itu mengganggu pandangan mereka karena mencoba untuk meniru perilaku dewa-dewi.
Aku bisa merasakan energi yang ada di langit menjadi sedikit kacau, begitulah kata Sylph setelah ia menceritakan kisah itu.
Cerita itu terpotong. Sylph tidak bisa melanggar tabu untuk membicarakan kehendak dewa-dewi. Walaupun Alice penasaran akan keputusan apa yang para dewa ambil, tapi dia tidak bisa memaksa Sylph.
Sylph kembali melanjutkan ceritanya tentang Silver elf dan Dewi Gaia.
Silver elf mendapatkan hukuman dan berkah Sang Dewi di cabut dari mereka.
Kemurnian keturunan mereka perlahan menurun. Semenjak itulah, High elf, Dwarf dan elf lainnya lahir. Namun ada satu elf yang berbeda, yakni Dark elf. Mereka satu-satunya suku yang mendapatkan bantuan kekuatan dari Dewi Bulan Artemis.
Awalnya mereka dipandang sebelah mata, karena para elf lainnya berpikir kalau mereka merupakan sebuah kutukan atau jelmaan dari ras iblis. Tapi seiring waktu berlalu, seseorang pun datang di antara mereka dan menepis semua rumor buruk itu. Hubungan Dark elf dan para suku elf lainnya pun menjadi lebih harmonis.
Ketika Silver elf mengalami kemunduran. Sebuah retakan terjadi di langit. Sylph mengira itu adalah perbuatan sengaja para dewa makanya dia tidak menghiraukannya. Sebelum akhirnya ia sadar kalau retakan itu adalah awal dari sebuah malapetaka.
Beberapa tahun kemudian setelah retakan itu terlihat di langit. Energi hitam pekat yang menyesakkan tiba-tiba muncul. Pilar merah gelap itu menjulang menembus awan. Walaupun jauh tapi energi jahatnya begitu terasa. Saat itulah era dimana Raja iblis Thypon lahir.
Kekacauan melanda seluruh Aria.
Sylph menyaksikan kejadian itu dengan kedua matanya.
Bahkan para elf yang bersembunyi di balik lebatnya hutan tak luput dari malapetaka itu.
Para pejuang dari setiap ras tewas di tangannya. Bahkan pejuang kuat dari ras Silver elf pun tidak berkutik melawan seorang wanita yang dikenal sebagai tangan kanan Thypon.
Semuanya kacau dan mereka pun diliputi keputusasaan. Ras yang tidak kuat menahan kejamnya Thypon memilih untuk tunduk dan setia di bawahnya.
Hingga akhirnya seorang laki-laki misterius muncul yang tidak disangka-sangka siapa dan dari mana asal-usulnya. Laki-laki itu begitu kuat bahkan sampai bisa memenggal raja iblis dengan mudah.
Tepatnya masih di benua Arkham tak jauh dari Pegunungan Drakelight tempat para naga bersarang. Disitulah Raja iblis pertama di Aria tewas di tangan pahlawan itu.
~
"Apakah kau benar-benar akan pergi?" Helian bertanya sedikit cemberut pada Elysia.
"Iya. Aku akan pergi menemani ibuku."
"Tidak bisakah kau tinggal beberapa hari lagi?"
Elysia adalah sahabatnya. Satu-satunya orang yang sangat dekat dengannya. Dia sudah menganggapnya seperti saudarinya sendiri.
Helian kehilanganmu sedikit semangatnya saat Elysia memutuskan untuk meninggalkan kerajaan elf.
"Jangan murung begitu, aku pasti akan berkunjung sesekali kok." Ia meyakinkan Helian dengan lembut.
Dengan kekuatannya yang sekarang mungkin ia belum bisa mewujudkan kata-katanya. Karena itulah ia akan berlatih lebih keras untuk bisa menguasai kemampuan barunya.
Sebelum Alice memasuki pengasingannya, ia menyadari sesuatu pada teknik Elysia ketika ia memanggil sabitnya.
Alice berkali-kali menyuruh Elysia untuk memasukkan dan mengeluarkan sabitnya. Dengan penglihatannya yang jeli, Alice akhirnya paham akan kemampuan Elysia yang sebenarnya.
"Benar kata Elysia. Cepat atau lambat dia pasti bisa menggunakan kemampuannya dengan baik."
Ketika Elysia memanggil sabitnya, ternyata benda itu tidak semata-mata muncul begitu saja. Sabit Elysia muncul dari sebuah celah dimensi yang kecil.
Saat Alice menelitinya, ia merasakan kalau kemampuan itu pernah ia lihat sebelumnya. Saat itulah Nyx tiba-tiba memberitahukannya kalau itu adalah salah satu kemampuan Erebos.
Setiap dewa memang handal dalam melakukan perpindahan ruang dan waktu secara singkat, tapi itu membutuhkan cukup banyak tenaga.
Sebagai Dewa Kegelapan sebelum ia akhirnya jatuh dan menjadi Dewa Jahat, Erebos adalah satu-satunya yang ahli dalam merobek ruang dan waktu selain Nyx. Kemampuannya bahkan semakin kuat setelah ia turun ke Aria. Erebos bisa berpindah-pindah kemana saja sesuka hatinya hanya dengan sedikit tenaga. Bahkan dia masih menggunakan kemampuannya itu untuk menyebarkan kekacauan.
"Pantas saja aku kesulitan melacaknya." Pikir Alice. "Tapi setelah aku memasuki Immortal Realm, aku sudah bisa merasakan jejak terakhir dari energinya. Aku sudah menentukan koordinasinya arahnya sebelum energi itu perlahan menghilang."
Semua indera Alice menjadi jauh lebih tajam setelah ia memasuki Immortal Realm. Kekuatan dan lautan jiwanya juga semakin luas dan kokoh.
"Dengan kekuatanku yang sekarang, aku yakin bisa menghadapinya. Tapi aku tidak menyangka akan adanya variabel lain selain Erebos. Setelah mendengar cerita Sylph, aku bisa menyimpulkan kalau retakan dimensi itu bukanlah sesuatu yang Erebos buat sendirian. Sylph mengatakan kalau para dewa selain Chaos tidak bisa ikut campur secara langsung dalam urusan makhluk fana. Chaos telah menetapkan hukum ini saat ia menciptakan Aria. Namun berdasarkan cerita Sylph, aku yakin kalau Erebos berhasil menciptakan raja iblis dan monster-monster kuno sebagai bawahannya karena adanya bantuan dari kekuatan lain."
Setelah mengucapkan perpisahan pada Helian, Alice menemui Orgon.
Setelah mendapatkan ranting dari Yggdrasil, Alice tidak tahu harus menggunakannya untuk apa. Ranting itu sangat kuat namun juga terlihat begitu rapuh. Ia pun memutuskan untuk membawanya pada Orgon.
Orgon terbelalak karena melihat benda ajaib itu. Ia tidak menyangka akan melihat ranting suci Yggdrasil di depan matanya.
Orgon tidak akan terkejut kalau itu hanya ranting jatuh walaupun itu bekas patahan dari pohon Yggdrasil. Karena saat Yggdrasil menjatuhkan rantingnya, itu tidak jauh berbeda dengan ranting pohon biasa. Namun apa yang Alice bawa adalah sesuatu yang berbeda. Memang ranting di tangan Alice terlihat patah, namun Mana yang ada di dalamnya begitu banyak dan itulah yang membuatnya sangat kuat.
Orgon mungkin bisa meleburkannya menjadi material untuk membuat senjata walau akan memakan waktu lama. Tapi dia butuh bijih logam yang cocok menyatukan energi dari ranting itu.
Alice pun mengeluarkan pedang Lin Zhou Yun dan membuat keraguan Orgon hilang. Orgon dengan senang hati menerima permintaan Alice. Ia membutuhkan waktu hampir sebulan untuk menyelesaikan maha karyanya itu.
Pedang panjang yang memilki bilah cukup tipis dan kecil, tidak seperti pedang panjang lainnya. Warnanya begitu jernih dan akan bersinar di bawah rembulan. Saat Alice mengayunkannya, ia bisa merasakan keselarasan kalau pedang itu seolah-olah memang dibuat untuknya. Gagangnya yang berwarna perak juga tampak indah. Pedang itu seperti mengenali Alice sebagai pemiliknya begitupun sebaliknya.
Orgon berbaik hati untuk membiarkan Alice menamai pedang itu.
Alice terdiam sejenak, ia teringat akan rembulan indah yang terpantul di danau yang ada di dalam istananya. Danau itu membawa kenangan indah antara dirinya dan muridnya. Tempat yang hangat meski udara dingin menerpa.
"Aku menamainya...Pedang Cahaya Rembulan."