
[ Immortal Technique. Plum Blossom Sword Second Form. Samsara ]
Tidak jauh berbeda dengan Plum Blossom Sword Technique bentuk pertamanya. Pada bentuk kedua dari gerakan itu, sebuah pohon plum besar tiba-tiba muncul dan berdiri tegak di tengah-tengah formasi itu.
Bagaikan musim semi dengan anginnya yang lembut membawa semerbak bau bunga plum yang begitu harum dan menerbangkan kelopak-kelopak indahnya memutari ruangan itu.
Sosok deemon wanita dengan anggun berdiri tepat di bawah pohon itu. Daun yang berguguran menambah kesan mempesona akan keindahan yang tak pernah ada atau seharusnya tak mungkin ada di tanah yang dingin itu.
Samsara, seperti namanya yang memiliki arti yang mencerminkan keabadian. Kelopak-kelopak bunga yang bertebaran itu tak seperti apa yang terlihat di mata mereka. Keindahan yang tampak itu bukanlah sesuatu yang nyata dan sesederhana itu.
Kyrant tersadar dari rasa takjubnya. Ia menggertakkan giginya lalu melirik ke kiri dan ke kanan untuk melihat saudara-saudaranya yang juga diam memandangi pemandangan indah yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka.
"Apa yang kalian lakukan?! Jangan sampai terkecoh! Itu adalah ilusi! Ya. Wanita ini ternyata ahli dalam sihir ilusi." Serunya dengan lantang yang kemudian membangunkan naga yang lainnya.
Para naga itu merasa seolah mereka dipermainkan oleh sihir lemah milik Alice. Mereka tidak terima, bagaimana mungkin mereka bisa teralihkan oleh tipuan belaka.
"Pohon dan bunga itu tampak aneh. Hati-hati, jangan mendekatinya dan cobalah serang dia dari jauh dengan sihir kalian." Lanjut Kyrant.
Para naga mengikuti instruksinya. Mereka pun mulai menembakkan sihir mereka tapi sesuatu yang sungguh mengejutkan membuat mereka kehilangan kata-kata.
Alice memandangi mereka dengan ekspresi datar. Ia tetap berdiri di bawah pohon itu sambil merapatkan dua jarinya. Teknik pedangnya yang digabungkan dengan teknik immortal sungguh memakai banyak tenaga. Tapi ketimbang harus mengalahkan mereka satu persatu, lebih baik baginya membuat susunan formasi pedang dimana dia akan langsung menghabisi mereka sekaligus sembari ia mengisi Qi nya sedikit demi sedikit saat formasi itu aktif.
Ketika dia dihujani dengan bola-bola sihir dari berbagai macam elemen. Alice hanya menutup matanya tanpa bergeser sedikitpun dari tempatnya. Jujur, Fee sendiri tidak tahu akan jurus yang Alice lakukan kali ini. Di dunianya dia belum pernah sekalipun melihat gerakan seaneh itu. Tapi Fee tahu, pohon indah itu merupakan sebuah malapetaka yang sangat berbahaya.
Serangan para naga tiba-tiba saja lenyap sebelum bisa menyentuh Alice seolah mereka dihalangi oleh sesuatu yang tak terlihat.
Alice mendorong tangannya ke depan dan mengarahkan kedua ujung jarinya pada para naga yang ada di depannya matanya.
Para naga tidak tahu apa yang terjadi, namun insting mereka memberitahu mereka untuk segera berlindung. Naga-naga itu kemudian membuat perisai dari sihir dan melindungi tubuh mereka dengan sayap mereka yang besar dan tebal.
"Tidak ada kehidupan tanpa rasa pahit. Penderitaan dengan luka adalah bagian dari siklus hidup dan mati. Roda reinkarnasi akan terulang sampai jiwa mencapai ketenangan abadi."
Sebuah kalimat singkat yang tidak ada yang tahu maknanya itu adalah apa yang baru saja Alice gumamkan. Tapi setelah dia mengatakannya, kelopak-kelopak bunga itu tiba-tiba berhenti di langit untuk sementara dan kembali berhembus mengitari pohon itu.
Energi yang begitu halus namu kuat membuat para naga terdiam termasuk Kyrant. Kelopak-kelopak bunga itu terpecah menjadi potongan-potongan kecil layaknya bunga kering yang diremas. Hanya dalam sekejap mata mereka kemudian terbang melesat menembus perisai dan sayap para naga yang ada dalam ruangan itu.
Bagaikan dihujani oleh ribuan pedang yang setajam dan sekecil jarum, setiap inci dari tubuh, daging dan tulang para naga merasakan perihnya luka dari serangan itu. Pecahan-pecahan kelopak bunga itu merusak sihir mereka, merobek daging dan menembus tulang mereka.
Fee tidak percaya dengan jurus gadis muda itu. Serangannya begitu mematikan, tidak tahu apa yang akan terjadi padanya jika seandainya dia berada di dalam ruangan yang sama dengan mereka. Tapi... Sepertinya tempat di bawah pohon itu dimana Alice bernaung terlihat sangatlah aman.
Para naga merintih kesakitan, mereka menjerit sekuat-kuatnya seolah mereka berada dalam siksaan yang amat berat. Anehnya, walaupun tulang dan daging mereka terasa di cabik-cabik, mereka tetap hidup.
"K-kekuatan apa sebenarnya ini?!" Kyrant dengan wujud humanoid nya mulai putus asa di atas lututnya yang tersungkur.
Seperti yang Kyrant duga sebelumnya, bahwa teknik yang Alice gunakan hanyalah sebuah ilusi. Memang itu benar, apa yang Alice lakukan hanyalah sebuah ilusi semata. Dalam susunan formasi pedangnya, Alice menggunakan Qi untuk mengacaukan pikiran lawannya. Walau begitu, semua yang terjadi tidak sesederhana itu.
Selain memberikan rasa sakit, Alice juga menyembuhkan mereka lebih cepat dari rangkaian serangannya. Setiap satu kelopak bunga yang melukai musuhnya, maka ia akan menyembuhkannya sebanyak sepuluh kali. Tujuannya bukan untuk menghabisi ras naga melainkan hanya untuk melemahkan mental mereka hingga tahap dimana para naga tak memiliki kekuatan untuk bertarung lagi. Itulah rencananya sehingga ia bisa tetap menghemat energi Qi nya.
Para naga yang tersiksa antara hidup dan mati telah menunjukkan tanda-tanda tak berdaya lagi. Beberapa dari mereka telah tak sadarkan diri, beberapa dari mereka tetap berdiri walau mata dan telinga mereka telah basah karena darah yang mengalir.
Alice membuka matanya. Saat kedua jarinya terpisah, saat itu juga pohon ilusi dan kelopak-kelopak bunga itu lenyap. Alice menghela nafasnya lega. Ia melihat puluhan naga sudah tak memiliki tekad dan kemampuan untuk bertarung.
"Wa-wanita si*lan!!!" Teriak Kyrant dari sudut mata Alice. Tidak disangka ia bisa bertahan dalam serangan itu.
"Wwoaaaaarrgggghhh!!!" Kyrant berteriak dengan sekeras-kerasnya. Dia menggunakan [ War Cry ] [ Berserker ] [ Dragon's Pride ] dan penguatan fisik serta penguatan sihir pada dirinya dan melakukan perubahan wujud.
Wujudnya berubah menjadi seekor naga sungguhan. Tapi tidak menjadi bentuk raksasa, Kyrant seperti manusia dengan tampilan seekor naga. Tubuhnya seperti ogre yang besar namun dengan sisik keras yang menyelimuti kulitnya.
Apa yang Kyrant tunjukkan pada Alice sebenarnya merupakan tampilan sesungguhnya dari ras naga yang telah berevolusi dan mencapai puncaknya. Setidaknya seperti itulah menurut Kyrant dan ajaran para naga.
"Iblis kecil..." Tidak hanya penampilannya saja, bahkan suaranya menjadi lebih sangar. Dadanya terlihat kembang kempis sambil mengeluarkan nafas layaknya uap panas dari mulut dan hidungnya. "Kali ini...!!! Akan ku tunjukkan padamu kekuatan sesungguhnya dari ras naga yang perkasa." Ujarnya menunjuk Alice.
"Bocah kadal. Kau bahkan tidak pantas untuk berdiri di hadapannya. Bagaimana kalau membiarkan Serigala tua ini bermain denganmu."
Fee kembali muncul dari pekatnya bayangan hitam pada salah satu pilar. Ia dengan angkuh berjalan ke sisi Alice sambil mengangkat dagunya."
Saat tadi ia menyelam dalam kegelapan, Fee telah kembali ke wujud serigala pada umumnya. Ia berdiri berhadapan dengan Kyrant.
Alice ingin menghentikannya, ini adalah pertarungannya tapi ketika ia mengulurkan tangannya dan memanggil Fee, Lidahnya berhenti.
"Fee...Seba---"
Bayangan hitam pekat menyelimuti tubuh serigala di hadapannya. Alice tidak tahu apa yang terjadi. Hanya dalam sekejap bayangan hitam itu membesar hingga lebih tinggi dari satu kaki dari kepalanya.
Setelah bayangan itu lenyap, Alice dengan jarinya yang gemetar menunjuk sosok yang saat ini berdiri di hadapannya.
Seorang pria yang terbungkus kulit berwarna putih cemerlang dengan rambut hitam panjang terurai hingga melewati tengkuknya, berdiri dengan tegak di depan matanya. Salah satu yang aneh darinya adalah pria itu memiliki sepasang telinga binatang, telinga seekor serigala dan juga sebuah ekor.