Gorgeous Jewel

Gorgeous Jewel
Bab IV Chapter 168



Alice mengeluarkan pedang Lin Zhou Yun dari cincin dimensinya.


"Seperti yang ku duga. Pedang ini memiliki banyak energi murni di dalamnya. Ini seperti pedang suci yang mampu membunuh setiap unsur kejahatan." Gumamnya saat ia merasakan energi dalam pedang itu.


Pedang milik pahlawan kuno yang telah ditempa dengan sangat baik yang telah membunuh begitu banyak pasukan raja iblis Thypon. Pedang itu merupakan sebuah mimpi buruk bagi musuhnya. Walaupun bilahnya sudah tumpul dan karatan dimakan usia, tapi energi yang begitu banyak masih tersimpan di dalamnya.


Mata Alice menyipit ketika terlintas sesuatu di pikirannya.


"Elysia dan pedang ini... Sepertinya aku sudah tahu apa yang Erebos rencanakan. Semua peristiwa ini ternyata memiliki hubungan satu sama lain."


Dengan banyaknya trik dan tipu muslihat. Alice menduga kalau Erebos belum sepenuhnya pulih dari luka yang ia terima kala melawan Lin Zhou Yun. Hal itu karena Erebos sampai sekarang hanya menggunakan orang lain sebagai pion dan menjalankan semua rencananya di belakang layar. Sampai sekarang, dia masih bersembunyi di suatu tempat.


Tapi di lain hal, Alice yakin kalau kemungkinan besar kekuatan Erebos sudah jauh melampaui para ahli manapun di dunia ini.


Dari tindak-tanduknya selama ini, Alice bisa merasakan kalau Dewa Jahat itu memiliki rencana besar di dalam genggamannya.


"Erebos sengaja menyegel tempat ini agar tidak ada siapapun yang bisa mengambil pedang Lin Zhou Yun. Lalu kemudian dia membuat tipuan dengan mencemari Yggdrasil dengan kristal hitam untuk menguras energi murninya. Tapi tujuan sebenarnya adalah Elysia. Dia pasti telah lama menunggu momen dimana Elysia mengorbankan dirinya ke dalam Yggdrasil. Saat gadis itu telah terjebak di dalam ilusinya, dia perlahan-lahan akan merusak jiwanya dan menjadikannya sebagai boneka miliknya."


Mengingat simbol di tangan Elysia dan kalimatnya yang ingin menjadikan gadis itu sebagai utusannya. Alice yakin kalau Erebos akan memanfaatkan Elysia untuk mengambil pedang Lin Zhou Yun.


Tidak hanya dari kalangan ras iblis dan manusia saja. Tapi Erebos juga mencoba menciptakan pengikut dari kalangan elf. Terlebih lagi, jika seandainya rencananya berhasil. Maka dia akan memiliki seorang utusan yang memegang pedang suci milik pahlawan kuno.


Akan tetapi...Walau Alice bisa berasumsi seperti itu, namun ada satu hal yang masih membuatnya bertanya-tanya, yaitu tentang identitas asli dari Elysia.


"Erebos pasti tahu tentang identitas asli dari Elysia. Gadis itu memiliki rambut perak yang tidak dimiliki oleh elf lainnya. Selain itu, konsentrasi dan kapasitas Mana yang ia miliki juga jauh berbeda. Aku bisa merasakannya saat melihat perkembangannya ketika aku melatihnya. Dia adalah anak ajaib."


Sebelumnya, Alice telah menanyakan hal itu pada Elysia dan Helian. Namun, informasi tentang asal-usul Elysia masih menjadi misteri. Sehari sebelumnya juga, dia sudah pernah mencari artikel tentang suku selain elf yang ada saat ini di perpustakaan kerajaan, namun Alice tidak menemukan apapun.


Highelf, Elf, Dark elf, Dwarf dan para peri. Tidak ada lagi suku selain mereka.


Menurut ibunya, ayah Elysia telah tiada saat dia berumur dua tahun. Bahkan ibunya jarang mengungkit atau bercerita banyak tentangnya.


Elysia Silvya de Argent putri dari Silvanna de Argent. Selain dari kedua nama itu. Tidak ada informasi lain yang bisa Alice dapatkan.


Itu seperti....ada sesuatu yang berusaha untuk disembunyikan. Pikir Alice.


Satu-satunya orang yang paling mengenal negeri elf yang belum ia tanyai adalah Sylph. Dia telah lama berada di tanah ini sebagai pelindung Yggdrasil. Tentu saja dia mengetahui satu atau dua hal mengenai asal-usul Elysia.


"Lupakan itu. Sekarang aku harus fokus untuk menaikkan tingkat kultivasi ku dan menerobos ke alam selanjutnya."


Alice pun mulai menepis topik tentang Elysia dan sebagainya. Ia mulai berkonsentrasi untuk menyerap energi yang ada pada pedang di hadapannya dan juga energi alam di sekitarnya.


Beruntungnya. Dia mendapatkan tempat yang sangat cocok untuk berkultivasi. Tanah Wasteland menyimpan begitu banyak energi alam setelah ia mencabut pedang Lin Zhou Yun. Juga dia memiliki Echidna yang menjaganya di luar.


Alice lega, ia bisa berkultivasi dengan tenang tanpa adanya hambatan.


Dengan satu tarikan nafas, ia bisa merasakan seluruh meridian nya membara. Tubuhnya memanas karena lonjakan energi yang begitu banyak.


Sudah sangat lama semenjak ia naik ke ranah Heaven Refining dan kali ini ia akan akan mencoba untuk menembus ke ranah Divine Refining.


Untuk menerobos ke alam Divine Refining, seorang kultivator harus bisa melepaskan diri dari apa yang memberatkan dan mengikat hati mereka. Semua yang ada di dunia fana tidak lagi memiliki arti yang mendalam bagi mereka. Jika tidak perasaan itu hanya akan menjadi iblis hati yang akan mengekang dan menahan mereka. Dalam kasus buruknya, seseorang bahkan bisa jatuh ke jalan yang salah saat mereka gagal.


Alice telah merelakan kepergian Lin Zhou Yun. Dia telah menepati janjinya dan melepaskan rasa berat di hatinya. Walaupun melupakannya itu hal yang sulit, namun ini adalah lembaran baru yang harus ia buka.


Namun sebagai seorang reinkarnator yang berasal dari dunia modern sebelum ia berpindah ke dunia para kultivator, Alice memiliki metodenya sendiri.


Tidak ada yang perlu dibuang, jangan melepaskan apa yang berarti bagimu. Jika itu penting, jadikanlah sebagai alasan untuk membentuk tekad dan melangkah maju.


Melepaskan bukan berarti melupakan. Merelakan bukan berarti meninggalkan.


Dengan pemikiran itu, Alice berhasil menaiki puncak kejayaannya di kehidupan keduanya. Ia tidak serta-merta membuang semuanya. Dengan satu tujuan yang pasti, Alice membulatkan tekadnya dan menerobos setiap ranah satu demi satu


Nafasnya begitu stabil dan pikirannya sangatlah tenang.


Alice telah lama menyimpan banyak energi dalam dirinya untuk melakukan penerobosan. Dia hanya tidak menemukan waktu dan tempat yang tepat sebelumnya.


Tadinya seharusnya seperti itu...


Namun Alice merasa ia tidak boleh berhenti di situ saja.


Ia tetap menyerap energi alam disekitarnya dan memaksa dirinya untuk menembus ke ranah yang lebih tinggi yaitu Immortal Realm. Alice tidak mengelakkan resiko bagaimana jika seandainya ia gagal.


Kegagalan berkultivasi untuk menerobos ke ranah yang lebih tinggi bisa membuat meridian dan pondasi kultivasinya hancur.


"Aku bisa merasakan akan adanya bencana besar yang akan terjadi nanti. Erebos pasti tidak akan tinggal diam karena aku terus menggagalkan rencananya. Oleh karena itu, aku harus menjadi lebih kuat. Sampai aku yakin bisa mengalahkan tubuh aslinya."


Alice bersikukuh untuk memasuki alam Immortal Realm.


Pada alam Immortal Realm seorang kultivator sudah bisa di sebut sebagai sosok abadi. Dengan masa hidup yang jauh lebih lama daripada manusia biasa. Tubuh mereka juga telah sepenuhnya terlepas dari hukum dunia fana.


Alam Immortal Realm terdiri dari tiga tahapan. Dimana setiap tahapannya memilki perbedaan bak langit dan bumi.


Tahapan pertama dalam ranah Immortal Realm adalah Golden Core, selanjutnya adalah Holy Saint Core dan tahap terakhirnya yakni Mahayana.


Ketika telah melewati Mahayana maka selanjutnya adalah alam Immortal Venerable. Sama seperti ranah Immortal Realm. Pada tingkatan Immortal Venerable juga memiliki tiga tahapan yang harus dilalui seorang kultivator untuk mencapai alam selanjutnya.


Perjuangan Alice masih cukup panjang untuk mengembalikan kekuatannya seperti di kehidupan sebelumnya.


~


Langit tiba-tiba menjadi aneh.


Perhatian Echidna teralihkan dari Selena. Ia tidak jadi menghukumnya.


Echidna mendongak dan melihat kepulan awan hitam di langit yang datang berkumpul di atas gua.


Fluktuasi energi bahkan menjadi tak terkendali mengalir masuk ke dalam gua.


"Mama..." Panggilnya pelan penuh kecemasan.


Gemuruh guntur mulai berbunyi nyaring. Petir dan kilat terlihat menyambar dari balik awan hitam.


Apa yang terjadi?


Dari kejauhan Sylph, Helian, Asiya dan Elysia serta para ahli lainnya bisa merasakan fenomena alam yang mengerikan itu.


Di keheningan dan gelapnya fajar, para warga terbangun.


Bulu kuduk mereka merinding saat melihat ke langit. Mereka lekas masuk kembali dan bersembunyi ke dalam rumah mereka.


Para prajurit pun bersiaga.


Orang-orang menengadahkan kepala mereka dan melihat awan hitam itu melayang dan berkumpul menuju Wasteland.


Saat itu, sebelum mentari terbit, mata semua orang telah terbuka lebar.


Elysia segera mengganti piyamanya dan berlari keluar.


"Ely! Kau mau kemana?" Tanya Helian yang melihat raut wajah panik Elysia.


"Aku mau mencari ibuku." Elysia berlari begitu saja.


Tidak ada yang tahu pasti penyebab keanehan fenomena alam itu. Sebaliknya, Elysia yakin kalau apa yang terjadi saat ini adalah karena perbuatan ibunya.


Fluktuasi gelombang energi itu begitu besar. Apa yang membuatnya panik karena energi itu terasa akrab baginya.


Semua energi alam tertarik pada satu tempat. Echidna cemas dan mengira kalau Alice sedang dalam bahaya.


"Ibu..." Panggilnya lirih. Ia terus berlari dengan kencang menuju gerbang kota.