Gorgeous Jewel

Gorgeous Jewel
Bab III Chapter 81



Dalam sebuah ruang makan dengan meja yang panjang tepat di tengah ruangan itu, seorang deemon pria berambut abu-abu dari suku vampir sedang menikmati makanannya. Deemon itu mengiris potongan daging di atas piringnya perlahan sambil ia melirik ke arah pintu.


Tak lama kemudian seseorang masuk, berjalan dengan pelan dan menunduk hingga ia berdiri di ujung sebelah yang satunya.


"Maaf, Tuan." Kata pria itu. Sosok pria yang baru saja masuk itu adalah salah seorang dari ras naga.


"Kyrant Volge. Apa yang membuatmu terlambat?" Tanya pria yang duduk di ujung meja itu dengan nada dingin dan ekspresi kesal.


Kyrant terdiam sejenak. Dia merasa malu untuk mengatakan jawabannya namun seperti itulah memang faktanya. Seorang deemon wanita dari suku oni yang terlihat lemah di matanya mampu membuatnya kewalahan.


Kyrant tetap menunduk sambil berkata penuh keraguan. "Wanita itu...dia jauh lebih kuat dari yang saya perkirakan."


Mendengar alasan yang seperti tidak masuk di akalnya, deemon pria itu melempar pisau makan dan melesat melewati sudut mata Kyrant. Lemparan yang begitu cepat itu memberikan sedikit luka gores di pipinya. Pisau makan itu tertancap dengan kuat pada pintu di belakang Kyrant.


"Apakah ras naga mu sudah benar-benar kehilangan kekuatannya?! Menurutmu omong kosong seperti apa itu?" Pria itu mengelap bibirnya dengan pelan lalu ia berdiri. "Sekali lagi aku bertanya padamu. Apakah kau bisa melakukan rencana itu?!" Lanjutnya bertanya dengan nada tegas.


Kyrant segera menekuk lututnya di hadapan deemon itu. "Tentu Tuan. Sebelumnya adalah kesalahan saya karena terlalu menganggap remeh wanita itu. Selanjutnya, saya pasti bisa mendapatkan anak itu."


Pria itu mengangguk lalu berjalan melewati Kyrant. Seorang pelayan pria bergegas membuka pintu di depannya dan mempersilahkan pria itu lewat sambil membungkuk sedikit.


"Beberapa hari lagi kita akan menjalankan rencananya. Ingat Kyrant, Ini juga demi ras nagamu."


Pria itu meninggalkan Kyrant seorang diri dalam ruangan itu. Kyrant berjalan mendekati dinding lalu memukulnya. "Sial! Jika bukan karena segel budak ini...!" Kyrant melihat simbol di punggung tangannya yang merupakan segel perbudakan. Ia mendecihkan lidahnya setelah meluapkan amarahnya pada tembok.


Ras naga yang begitu kuat dan angkuh adalah satu-satunya ras yang sulit untuk diajak berhubungan. Karena kekuatan mereka yang jauh lebih besar dari ras lainnya, ras naga selalu memandang ras selain mereka dengan rendah. Sikap dan pandangan mereka terhadap ras lainnya tidak jauh berbeda dengan para Elf.


Entah apa yang terjadi pada Kyrant sampai dirinya bisa mendapatkan segel budak itu.


Adapun mengenai segel budak di benua Arkham memiliki pengaruh yang lebih kuat ketimbang yang ada di dunia manusia. Sangking kuatnya bahkan segel budak itu bisa mempengaruhi mental dan memori seseorang, meskipun hal itu membutuhkan waktu untuk melakukannya.


~


Setelah mengumpulkan hasil buruan yang ia dapatkan saat diperjalanan menuju kota Demonscar pada serikat pemburu, Alice pun naik tingkat menjadi seorang pemburu peringkat platinum. Kini dirinya sudah bisa mengakses isi perpustakaan lebih leluasa. Mudahnya lagi, Alice telah mendapatkan banyak kebijakan setelah naik peringkat. Tapi baginya, kenaikan tingkat itu bukan lagi menjadi tujuannya. Alice saat ini masih bimbang tentang apakah atau bagaimana ia bertemu dengan Sang Raja iblis.


Saat ini Alice sedang berada di wilayah pinggiran kota tepatnya pada sebuah lapangan kosong. Alice merasa membutuhkan waktu menyendiri untuk memikirkan banyak hal. Entah tentang jalan pulangnya atau pun putrinya.


"Aku merasakan gejolak energi yang aneh dalam dirimu. Energi apa itu?" Tanya Nyx tiba-tiba melalui lautan kesadarannya. Kepekaan Nyx terhadap sekitarnya termasuk aliran energi Mana telah kembali semenjak ia memulihkan kondisinya.


"Bagaimana caramu mendapatkannya?"


"Aku menyebutnya Qi."


"Qi...?" Nyx sama sekali tidak pernah mendengarnya. Qi itu apa? Tanya Nyx pada dirinya.


"Ya. Itulah rahasia ku. Berbeda dengan orang-orang di luar sana. Aku mempelajari energi Qi ini setelah aku kehilangan Mana Heart ku. Aku terjebak dalam ketidakberdayaan. Maka dari itu, demi melindungi keluarga ku dan orang di sekitarku. Aku berlatih keras untuk bisa sampai seperti sekarang ini." Jelas Alice, meski sebenarnya ia masih menyembunyikan tentang reinkarnasinya.


"Hmm...jadi Qi itulah energi aneh yang ku rasakan waktu itu. Lalu bagaimana caramu mengumpulkan energi itu?"


"Kurasa untuk mereka yang memiliki Mana Heart, akan sulit untuk melakukannya. Namun kemungkinannya tidaklah nol. Karena energi Qi tidak jauh berbeda dengan Mana yang ada di udara. Kau hanya perlu merasakannya, memahaminya dan menyerapnya masuk ke dalam tubuhmu. Selain itu cara mengalirkannya di dalam tubuh pun berbeda. Qi tidak mengalir dari jantung ke seluruh tubuh melainkan dari beberapa titik dalam tubuh yang di sebut Dantian. Dari sanalah Qi yang diserap akan dialirkan ke seluruh tubuh sebagai tenaga."


Nyx mendengung sambil mengangguk. "Begitu rupanya. Dari penjelasanmu aku sedikit mengerti. Memang sulit bagi mereka yang memiliki Mana Heart. Para penyihir yang sudah terbiasa menyimpan dan mengalirkan Mana melalui jantung mereka tentu tidak akan bisa melupakan hal ini dan melakukan metode lainnya secara bersamaan. Terlebih lagi mereka harus bisa memahami Qi seperti mereka mulai mengenal Mana. Oh. Aku hampir saja lupa. Apa hubungan mu dengan gadis kecil itu?"


"Seperti yang kau lihat. Dia putriku."


"Hah?! Hmm...Dari penampilan, kalian memang mirip bahkan aku bisa membayangkan dirimu pada waktu kecil setelah melihatnya. Tapi... bukankah kau baru berumur..." Nyx mengangkat jarinya sambil menghitung perlahan sambil mengingat berapa lama ia memulihkan dirinya.


"Ceritanya cukup panjang. Aku pun tidak tahu kenapa penampilannya sama sepertiku. Yang berbeda diantara kami hanyalah warna rambut dan mata. Awalnya aku sedikit berat hati saat ia memanggilku mama. Tapi, setelah diperhatikan, dia begitu menggemaskan."


Nyx melihat Alice dengan pandangan heran sekaligus tidak percaya. "Menggemaskan? Apa kau tidak sadar betapa mengerikannya kekuatan yang ada dalam dirinya itu?"


"Aku tahu, selama ini aku sendiri curiga dan selalu bertanya-tanya tentang identitasnya. Tapi Echidna tidak memiliki ingatan apapun tentang dirinya saat pertama kali kami bertemu."


Nyx menghela nafas beratnya. "Baiklah, karena dia menganggap mu sebagai ibunya, kurasa itu bagus juga. Aku bahkan hampir mengira kalau dia adalah sosok dewi yang turun ke Aria dengan kekuatannya itu."


"Apakah dia memang sekuat itu?"


Seolah Nyx mengacungkan telunjuknya tepat ke hadapan Alice. "Ya. Meski tak seperti dewa superior seperti kami, tapi kau perlu tahu kalau entitas dewa sendiri sudah cukup untuk mengguncang Aria."


"Begitu rupanya."


Alice diam sebentar. Haruskah ia melakukan penerobosan? Tapi dimana? Di benua Demonscar tidak ada tempat yang aman baginya untuk melakukan penerobosannya. Lonjakan energi itu pasti akan menarik para deemon dan monster yang sangat kuat. Jika sekali saja ia terganggu di tengah prosesnya. Maka ia akan terputus dari jalur kultivasinya atau lebih buruknya, dia akan kehilangan segalanya. Berdasarkan hasil pemikirannya beberapa hari ini. Ia merasa kalau Erebos memiliki kaitan erat dengan orang dibalik layar yang waktu itu mengawasinya.