Gorgeous Jewel

Gorgeous Jewel
Bab IV Chapter 125



"Mama, kabutnya makin tebal." Ucap Echidna.


Alice, Echidna juga Fee terus menyusuri sisi sungai. Beberapa kali mereka sempat bertarung melawan monster-monster yang menyerang mereka. Setelah lama berjalan, keduanya pun memasuki kabut pembatas wilayah kerajaan Elf.


Kabut aneh yang mengelilingi kerajaan elf sebagai pembatas antara kerajaan mereka dengan dunia luar.


"Lost Forest. Sesuai dengan namanya, bahkan aku kesulitan menemukan celah dan titik pusat dari formasi aneh ini. Setelah melepaskan kesadaran jiwaku, aku tahu ternyata kabut ini terbentuk secara alami dengan bantuan dari pohon Yggdrasil yang mana diperkuat oleh sebuah lingkaran sihir dari seseorang yang hebat." Gumam Alice dalam benaknya.


Sulit dipercaya bahwa dirinya terjebak dalam sebuah formasi sihir. Apakah itu karena susunan formasi teknik para Immortal berbeda dengan para penyihir?


Alice sekali lagi melepaskan teknik kesadaran jiwanya setelah berjalan beberapa langka, namun hasilnya tetap nihil. "Ini percuma. Seolah ada dinding pembatas yang menutup rapat letak dari titik pusat lingkaran sihirnya."


Echidna tampak sedikit gelisah. Dia tidak takut, hanya saja mencari titik lingkaran sihir itu sudah cukup untuk membuatnya mati karena bosan. "Kenapa mama tidak membiarkan aku saja yang melakukannya." Gerutunya dalam benaknya.


Echidna mengerutkan bibirnya. "Humph! Kalau dengan kekuatan ku pasti aku bisa melenyapkan kabut menjengkelkan ini hanya dengan sekali kipas dari sayapku."


Alice berbalik melirik putrinya yang berwajah masam. Ia mengusap kepala Echidna dengan lembut. "Kita tidak boleh merusak apa yang bukan milik kita. Ingat! Kabut ini adalah salah satu sistem pertahanan penting bagi ras elf." Bujuknya pelan, terdengar masuk akal di telinganya, Echidna menurut dengan patuh.


"Sedikit lagi kok. Aku pasti bisa menemukannya." Echidna menganggukkan kepalanya dua kali.


Fee turut bersuara menimpali pernyataan Alice dengan idenya. "Apakah kau butuh bantuan ku. Aku bisa menemukannya untukmu kalau kau mau. Tentunya dengan kemampuan Clairvoyance ku."


"Tidak masalah. Aku juga sekalian ingin mempelajari teknik pertahanan dari pohon Yggdrasil ini."


Sedikit langkah baginya untuk melihat susunan formasi yang serumit ini. Alice sudah pasti tertarik untuk memecahkannya.


Mereka terus berjalan melewati ranting dan pepohonan. Sesekali mereka terkadang bertemu dengan hewan buas atau monster yang bernasib sama dengan mereka.


Alice telah banyak menandai batang pohon setiap dia melewati mereka. Dia juga terkadang melepaskan energi Qi untuk mendeteksi perubahan Mana yang terjadi dalam hutan itu.


"Kurasa disini. Aku merasakan sesuatu yang mengganggu gelombang Qi ku berasal dari sini." Jelasnya sambil mengamati bekas batang pohon tua yang telah terpotong.


"Seperti kata pepatah, tempat terbaik untuk menyembunyikan sebuah pohon adalah di dalam hutan." Gumamnya sambil melihat sisa batang pohon tua itu.


Alice mengulurkan tangannya perlahan, mencoba meraih sisa batang pohon itu. Saat tangannya menyentuh sisi bekas potongan pohon itu, sebuah cahaya putih kecil melewati sudut matanya.


"Anak manusia........Kumohon......Selamatkan...... Negeri elf....." Tiba-tiba saja terdengar suara pelan yang samar-samar berbunyi hingga ke dalam kepalanya.


"Mama..? Ada apa?" Echidna heran melihat Alice yang tiba-tiba diam mematung. Fee yang peka ketika melihat tatapan kosong dari mata Alice, tahu kalau ada sesuatu yang baru saja terjadi.


"Apakah kau menemukan sesuatu?" Tanya Fee.


Alice sadar kalau baru saja ia melamun tanpa ia ketahui. "Y-ya. Aku tiba-tiba mendengar suara seseorang. Apakah kalian juga mendengarnya?" Echidna dan Fee menggelengkan kepalanya bersamaan.


Fee menyipitkan matanya. Spontan ia menggunakan Clairvoyance nya untuk melihat sekeliling mereka, namun tidak ada siapapun selain mereka bertiga di dalam hutan itu. Yah, berempat dengan Nyx yang kadang-kadang muncul tiba-tiba..


"Aku tidak menemukan apapun. Tidak mungkin ada yang bisa lepas dari mataku ini. Apa mungkin..." Fee menatap jauh ke belakang seolah seolah ia melihat menembus tebalnya kabut. "Lupakan, hutan ini memanglah aneh."


"Apakah itu bagian dari efek lingkaran sihirnya." Pikir Alice.


"Aku sudah melihatnya dan tidak ada apapun di sekitar kita." Jelas Fee.


"Baiklah. Kalau memang seperti itu." Alice dan yang lainnya kembali berjalan melewati sisa potongan pohon itu.


Baru beberapa langkah dari sisa potongan pohon itu. Alice berhenti ketika ia melihat rerumputan hijau tiba-tiba tumbuh lebat di depan kakinya. "Ini...Apa yang terjadi?" Rumput itu setinggi betisnya, mereka tumbuh memanjang terus ke depan seolah membuat sebuah jalan. "Apakah ini... Petunjuk jalannya."


Benar saja. Rerumputan itu tumbuh dan menghilang mengikuti langkah mereka.


Perjalanan mereka menjadi lebih mulus. Mereka terus mengikuti jejak rumput itu tumbuh dan akhirnya mereka bisa melihat bias cahaya terang.


Mereka berhasil keluar dari hutan itu.


Walau begitu, perjalanan mereka tertunda sekali lagi karena sebuah kubah transparan menghalangi langkah mereka untuk menuju lembah yang Zhou Yun maksudkan.


"Tidak ada apapun di dalam sana. Tanah yang tandus dengan pepohonan yang sudah mati. Aku bahkan tidak melihat sehelai daun hijau segar yang tumbuh di dalamnya." Ucap Fee yang segera menggunakan kemampuannya.


Perjalanan mereka kembali terhenti. Tidak tahu apakah Fee memang melihat semua apa yang di balik kubah itu tapi Alice memiliki firasat lain seperti ada sesuatu yang benar-benar harus segera ia selesaikan di dalam sana.


Echidna sudah cukup kehilangan kesabarannya, ia tidak ingin menunggu lama. Ia mengumpulkan tenaganya pada tinjunya lalu memukul kubah pelindung itu dengan sangat kuat.


Daya ledak, suara, bahkan tidak ada satupun dampak reaksi yang terlihat dari serangannya. Echidna kesal dan ingin memukul untuk kedua kalinya, tapi Alice merentangkan tangannya ke hadapan Echidna.


"Hentikan, itu tidak ada gunanya." Alice menyentuh pelindung transparan itu lalu merasakannya.


Ia mengalirkan Qi nya. "Pelindung ini meredam semua serangan, tidak peduli sekuat apapun itu." Lanjutnya, Alice pun memutuskan untuk melihat situasi di sekitar.


Alih-alih mencari lembah yang Zhou Yun katakan, Alice malah menemukan sebuah gumpalan lendir hitam saat mereka mengitari kubah itu.


"Menjijikan. Apaan ini?!" Echidna bahkan tidak ingin menyentuhnya. Ia menggunakan sebuah ranting kayu untuk menyentuh lendir hitam itu.


"Benda hitam ini juga mengeluarkan energi Mana yang gelap sama seperti kristal hitam itu." Tambah Alice.


Fee merasa curiga dengan lendir yang bergerak-gerak itu. Sekali lagi ia menggunakan Clairvoyance untuk melihat semuanya. "Bisa dibilang ini adalah sebuah makhluk hidup namun tidak sepenuhnya bisa dikatakan hidup." Jawab Fee. Mata Fee mulai terasa sedikit perih karena penggunaan kemampuan Clairvoyance yang terlalu sering.


"Apa maksudnya itu?"


"Saat aku menggunakan Clairvoyance ku. Aku bisa melihat betapa berbahayanya Aura yang dipancarkan dari benda ini. Tidak hanya bersifat korosif, tapi juga mampu merusak pikiran orang yang mendekatinya." Jelas Fee.


Alice memandatkan Qi pada salah satu tangannya dam menjadi sebuah pedang, lalu menebas benda hitam itu, tapi serangannya tidak membuat benda itu terbelah melainkan hanya bergoyang-goyang saja seperti sebuah jeli. "Pedang Qi yang mampu membelah baja pun bahkan tidak mempan padanya."


"Dari apa yang ku lihat. Mana gelapnya memiliki efek yang mirip seperti kristal hitam itu. Energi Mana gelap yang menyebar dari tubuh mereka bisa membuat seseorang yang dengan kekuatan yang rendah kehilangan kendali mereka dan mengamuk. Aku rasa mereka akan menjadi seperti para monster itu.


Bulu kuduk Alice seketika berdiri. Marabahaya akan melanda kerajaan elf. Ia tidak ingin campur tangan terlalu jauh. Namun rasa prikemanusiaannya membuat dirinya tidak bisa menolak untuk membiarkan orang-orang yang tidak tahu apapun mati begitu saja.