Gorgeous Jewel

Gorgeous Jewel
Bab III Chapter 80



Pria itu mengerahkan seluruh kekuatannya untuk bisa lepas dari tekanan aura milik Alice. Pria itu lalu melayangkan tinjunya yang sudah dia lapisi dengan mana. Alice mengelak, tinju pria itu meleset dan melepaskan energi mananya di udara. Saat serangannya gagal, pria itu kemudian berteriak keras layaknya raungan hewan ganas.


[ War! Cry! ] [ Rampage! ]


Tubuhnya tiba-tiba saja diselimuti oleh energi mana yang membara. Urat nadinya menjadi tegang di sekujur tubuhnya namun bukan itu yang menarik perhatian Alice. Alice menyipitkan matanya dan melihat gejolak mana yang begitu besar yang terpancar dari pria di hadapannya.


"Wanita lemah! Tahukah kau kesalahan apa yang sudah kau perbuat hah?!" Katanya dengan tegas dan nada menggertak.


Alice sama sekali tak bergeming bahkan ekspresi wajahnya tetap sama. Karena tekanan aura yang baru saja meledak itu, Echidna yang jauh dari mereka ikut merasakannya, lalu dia lekas berdiri dan berlari ke arah tempat itu.


Sementara itu, setelah pria itu lepas dari tekanan Alice dan mampu bergerak leluasa. Ia melancarkan pukulan dan tendangan bertubi-tubi pada Alice. Sayangnya, tak satupun dari serangannya berhasil menyentuh Alice. Meski begitu Alice tidak menganggap remeh pria yang sedang melawannya. Satu serangan yang dihasilkan dari pria itu bisa menghancurkan dinding dungeon yang begitu kokoh. Walau gerakan yang pria itu miliki sederhana dan mudah ditebak, tapi Alice harus berhati-hati dengan daya ledak dari gumpalan mana yang ada di tinjunya.


Serangan pria itu sama dengan pedang aura yang dimiliki oleh seorang Sword Master yang mampu menggunakan mana untuk melapisi pedangnya dan menebas dari jarak jauh.


Semakin pria itu menyerang semakin kesal ia dibuat oleh Alice. Wanita yang ia anggap lemah itu terus mengelak dengan lihai seolah wanita itu tahu kemana dirinya akan menyerang selanjutnya.


"Berhentilah menghindar dan terima serangan ku ini!" Teriaknya geram.


Alice mendengus heran. "Apakah sangking kesalnya, dia sampai kehilangan akal sehatnya? Orang mana yang akan tinggal diam kalau dia tahu akan dipukul?." Batinnya mengejek pria itu.


"Mama!" Teriak suara Echidna terdengar cukup dekat dari tempat itu.


Setibanya di tempat itu dimana gelombang energi kuat itu berasal, Echidna mendapati seorang pria sedang berhadapan dengan mamanya. Dimatanya, pria itu di selimuti oleh energi yang begitu padat dan dia merasakan kebencian dan hawa membunuh dari pria itu yang ditujukan pada mamanya.


Pria itu berbalik dan melihat Echidna. Ia mendecihkan lidahnya kesal. "Sial!" Pria itu lalu mengeluarkan sesuatu dari sakunya yang merupakan sebuah gulungan sihir teleportasi.


Melihat sebuah gerbang portal kecil muncul dari belakang pria itu, firasat Alice tidak enak. Ia dengan cepat bergerak ingin menahan pria itu tapi sayang sekali, portal kecil itu begitu cepat menarik pria itu dan dia pun lenyap begitu saja.


Alice terdiam sejenak dan melihat genggaman tangannya yang kosong. Ia membuka tutup telapak tangannya dua kali, lalu mengepal dan meremasnya kuat-kuat. Seseorang sedang mengincar putrinya. Pikirnya. Amarahnya memupuk sedikit demi sedikit.


~


Ketika hari telah menjadi sangat gelap dimana orang-orang terlelap dalam tidur mereka. Alice menyandarkan kepalanya pada jendela sambil melihat Echidna yang tertidur begitu pulas. Ia masih terjaga, selain ia memikirkan jalan pulangnya, Alice juga harus mencari tahu tentang orang yang mengawasinya.


"Dia pasti sangat kelelahan setelah latihan." Gumamnya sambil ia tersenyum tipis melihat Echidna.


Alice berdiri sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya dan menunduk. Ia menghela nafas panjangnya.


"You Nian! You Nian!"


Alice mengangkat kepalanya terkejut saat ia mendengar seseorang sedang memanggilnya. Ia baru saja melamun sebentar dan tersadar saat suara itu memanggilnya dari dalam kepalanya.


"Ya. Sejak tadi aku memanggilmu namun kau tak menjawab. Apa yang sedang kau pikirkan?"


Alice menjawab suara Nyx dalam hati. "Aku hanya memikirkan seseorang yang sedang mengincar putri ku."


Di atas danau yang begitu jernih dengan suasana sejuk yang menenangkan hati. Nyx sedang duduk dalam gazebo kecil sembari menikmati pemandangan lautan biru di hadapannya.


"P-putri?!" Dia terkejut mendengar Alice sampai-sampai dia harus berdiri dari kursinya. "Perasaan waktu itu dia masihlah seorang gadis belia, bagaimana mungkin dia sudah memiliki seorang putri? Sudah berapa tahun memangnya aku bersemedi untuk memulihkan diriku." Nyx heran dan bertanya-tanya pada dirinya.


"Apapun yang ada dipikiran mu. Itu semua tidak benar." Timpal Alice karena Nyx yang tiba-tiba diam. Alice tahu pasti seorang Nyx sedang berpikir yang tidak-tidak tentang dirinya. Dia selalu saja menyimpulkan sesuatu begitu jauh.


"Oh iya, lupakan tentang itu. Aku akan meminta penjelasan mu nanti. Saat ini ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu dan ini sangatlah penting."


Alice menyipitkan matanya. Informasi apa itu? Nyx yang seorang Dewi Kegelapan tentu tidak membawa sebuah informasi yang tidak berguna. Apalagi saat ia mengatakan kalau itu adalah hal yang sangat penting.


Alice memejamkan matanya lalu masuk ke dalam lautan kesadarannya. Ia segera menemui Nyx.


"Duduklah." Kata Nyx lalu Alice pun duduk di depannya.


Keduanya kini saling berhadapan dan terlihat serius. Nyx melipat kedua pergelangan tangannya di atas meja. Ia mulai bersuara. "Aku merasakan energi yang tidak asing."


"Kapan?" Jawab Alice spontan dengan sangat singkat.


"Sekitar dua hari yang lalu dan hari ini."


Mata Alice bergerak ke kiri dan kenan sembari berpikir. Ia mencoba menarik begitu banyak peristiwa dalam ingatannya untuk mengambil suatu kesimpulan.


"Awalnya aku mengira kalau mungkin itu hanyalah perasaan ku saja karena kekuatan yang mulai pulih yang mana membuatku semakin peka terhadap mana yang ada di sekitarku, maksudku...di sekitar mu. Tapi, saat perasaan energi itu muncul lagi tadi, aku yakin kalau ada seseorang diluar sana yang berhubungan dengan orang itu."


"Orang itu..? Apakah maksudmu...Erebos?"


Nyx mengangguk yang berarti dugaan Alice benar. Namun, seperti yang Nyx ceritakan padanya waktu itu. Erebos merupakan sosok Dewa Jahat dan yang pastinya, Dewa Jahat memiliki energi yang lebih kuat daripada mahluk biasa lainnya. Kalau begitu, bagaimana mungkin dia tidak menyadarinya? Apakah Echidna memiliki kaitan dengan Erebos?


Alice menatap Nyx dengan serius. "Seberapa kuat seorang Dewa yang sebenarnya jika mereka membawa kekuatan maksimal mereka ke dunia ini?" Benaknya.


Sedikit rasa kecewa muncul dalam hatinya. Ia membandingkan dirinya dengan Nyx. Meski tak dalam raga aslinya tapi kekuatan Nyx saat ini begitu jauh darinya. Bagaimana jika kelak ia benar-benar menghadapi Dewa Jahat itu saat kekuatannya belum seberapa.


Alice berpikir kalau ia harus cepat-cepat meningkatkan kultivasinya kembali seperti saat dimasa jayanya dulu.