
Di salah satu gedung pencakar langit kota Paris, seorang pria berkacamata berdiri di dekat jendela kaca. Ia memperhatikan keramaian di bawah dengan dengan tatapan menerawang. Seluruh dunianya jungkir balik dalam sekejap. Kehidupannya yang mapan dan stabil di Jepang menghilang dalam satu malam, bahkan tunangannya kini menikah dengan orang lain, nama dan marganya pun berubah, seluruh identitas dirinya sudah lenyap saat ia menghilang di Zeotrope dalam keadaan terluka.
Untunglah ia masih bisa menggunakan identitas barunya untuk mengakusisi perusahaan dan saham yang dimilikinya atas nama Kobayashi Hiro, yeah ... tentu saja atas bantuan Andrew Roux. Pria itu tampaknya sengaja menjeratnya dengan semua kebaikan itu agar ia benar-benar tidak bisa berkutik lagi.
“Tuan Hansel, apakah rapat sudah bisa dimulai?” Seorang wanita berpakaian formal yang sejak tadi menunggu dengan gelisah di dekat pintu akhirnya membuka suara. Ini adalah kali pertama mereka harus melakukan rapat dengan wakil dari perusahaan lain yang ingin bekerja sama dengan Injan Production, tapi CEO mereka malah melamun dan menghabiskan berbungkus-bungkus rokok dalam ruangannya.
Pria itu mendengkus dan mengambil pemantik di atas meja kerjanya. Ya. Sekarang namanya adalah Hansel Roux, konyol dan menjijikkan, tapi ia harus menerima itu kalau ingin tetap hidup.
“Betty, kamu bilang besok sepupuku akan mengadakan resepsi pernikahan di mana?”
Sekretaris yang tidak siap mendengar pertanyaan yang tidak ada korelasinya dengan rapat perusahaan itu tercengang, tapi kemudian mendapatkan kembali kesadarannya dengan cepat dan menjawab, “Di Ballroom Hotel Le Bristol, Tuan. Waktu dan tempatnya tertera di undangan elektronik yang terkirim ke email Anda.”
Hansel mengernyit dan menunjukkan ekspresi jijik. Melihat nama pengantin yang tertera di undangan membuat matanya sakit, bagaimana ia bisa membaca isinya sampai selesai?
Kening Betty ikut berkerut dalam. Aneh, mengapa atasannya terlihat tidak senang mendengar berita pernikahan sepupunya? Orang asing pun ikut gembira mengetahui kabar pernikahan yang konon katanya akan diadakan secara megah itu. Tidak tanggung-tanggung, Phoenix.Co mengundang semua orang untuk datang dan menikmati jamuan makan yang disediakan di hotel Le Bristol. Dua blok jalan di sepanjang rute itu ditutup secara khusus demi kepentingan acara pernikahan itu. Tentu saja tidak ditutup secara cuma-cuma, Keluarga Roux membayar kompensasi dengan harga yang fantasis untuk setiap bangunan dan toko yang ditutup demi kepentingan acara itu. Siapa yang bisa menolaknya?
“Apakah semua orang sudah berkumpul di ruang rapat?” tanya Hansel, kemudian mengisap rokoknya dalam-dalam.
Betty menghela napas dan memejamkan mata sebentar. Ia lalu mengangkat telunjuknya dan menjawab, “Sejak satu jam yang lalu, Tuan Hansel.”
Benar-benar aneh. Ia mendengar rumor dari rekan kerjanya tentang Andrew Roux yang baru saja menjalankan Phoenix.Co selama enam hari, mereka bilang Andrew sangat disiplin dan tegas, semua pekerjaan diselesaikan tepat waktu. Seluruh jajaran direksi bahkan diharuskan untuk stand by di ruangan sebelum rapat dimulai. Namun, lihatlah sikap sepupunya ini, sungguh bagaikan langit dan bumi. Kalau begini caranya, mereka bisa kehilangan klien sebelum memulai kerja sama.
“Kenapa tidak memberitahuku?” tegur Hansel sambil mematikan rokoknya dan meraih map berisi berkas yang ada di atas meja.
Betty tersenyum kaku tapi tidak menjawab, ia tahu itu hanya akan membuang-buang energinya saja. Ia berjalan dalam diam di belakang bosnya yang sudah lebih dulu keluar dan berjalan menuju ruangan untuk rapat di lantai 9. Seorang Manajer Pemasaran dan Kepala Divisi Humas langsung menarik napas lega ketika melihatnya masuk bersama CEO Hansel. Dilihat dari ekspresi wajah mereka, sepertinya sudah berusaha sangat keras untuk membuat tamu tidak pergi dari ruang rapat. Betty memberikan tatapan penuh ucapan terima kasih, lalu segera membagikan modul kepada semua orang yang ada di dalam ruangan.
Akan tetapi, sekarang yang harus ia lakukan adalah mempersiapkan diri untuk pergi ke resepsi Andrew dan Keiko besok. Mungkin di sana ia bisa bertemu beberapa pejabat atau orang penting yang dapat mempermudah karirnya. Sudah kepalang tanggung, sekalian saja manfaatkan identitas barunya sebagai anggota keluarga Roux, pasti akan sangat mudah mendapatkan koneksi.
“Tuan, lampiran notulen rapat sudah saya kirim ke email Anda.”
Teguran Betty membawa kesadaran Hansel kembali. Ia menoleh ke arah sekretarisnya itu dan menjawab, “Baik. Terima kasih untuk kerja keras kalian semua hari ini. Aturlah jamuan makan malam untuk semua orang hari ini, aku yang traktir.”
Betty semringah. Tidak sia-sia ia mempertahankan kesabarannya sepanjang hari ini. Siapa yang tidak suka party? Gratis pula. Gadis itu bergegas keluar dan memberitahukan kabar gembira itu kepada semua kepala bagian.
Di dalam ruang rapat yang sudah kosong, tersisa Hansel seorang. Pria itu membuka ponselnya dan membuka undangan elektronik di emailnya. Sebuah foto dalam bentuk hologram langsung melayang di udara ketika ia membuka tautan yang ada. Gaun putih yang dikenakan oleh Keiko berkilau terlihat sangat kontras dengan setelan tuxedo hitam milik Andrew. Kontras tapi serasi. Sorot mata yang saling menatap itu jelas menunjukkan bahwa mereka saling mencintai, juga sangat bahagia.
Hansel meremas ponselnya hingga buku-buku jarinya memutih. Ia ingin meneriaki dunia yang dirasanya sungguh tidak adil, tapi itu tidak akan mengubah apa pun, bukan?
Sepertinya memang sudah waktunya untuk melepaskan ....
***
Untuk top fans-nya Mr. and Mrs. Roux yg level gold, otor punya kejutan untuk kalian ketika cerita ini berakhir. Terima kasih tak terhingga untuk kalian yang selalu support dlm bentuk like,vote, dan komen.
Salam sayang ❤
B.S.