Remember Me, Baby.

Remember Me, Baby.
Jamuan makan malam



Hari sudah malam ketika Andrew dan Keiko kembali ke mansion. Setelah pulang dari rumah sakit tadi, Keiko meminta Andrew mengantarnya ke salah satu pusat perbelanjaan untuk membelikan hadiah untuk ayah mertuanya. Setelah berkeliling hampir satu jam, ia akhirnya menjatuhkan pilihan pada sebuah jam tangan dengan model yang sedikit antik, bertahtakan batu permata di tiap titik penunjuk waktunya. Harganya luar biasa fantastis, tapi Keiko merasa itu masih kurang untuk membalas semua kebaikan dan keramahan Marco Roux yang telah menyambutnya dengan tangan terbuka.


Saat mobil memasuki pelataran, Andrew dan Keiko cukup terkejut melihat lampu di halaman dan bagian dalam mansion terang benderang, terlihat seperti sedang ada perayaan besar di kediaman itu. Kerlip lampu dan buket bunga terlihat sangat mencolok.


Keiko menoleh ke arah Andrew dengan heran dan bertanya, “Apakah ada yang sedang berulang tahun?”


Andrew yang tak kalah terkejutnya hanya menggeleng pelan dan menjawab, “Aku tidak tahu. Ayah tidak memberitahukan apa pun kepadaku.”


Mobil memutari kolam renang dan berhenti di depan pintu. Suara gelak tawa yang penuh keceriaan bergema dari ruang tamu. Dari balik lapisan kaca, Andrew dan Keiko bisa melihat jelas Marco Roux sedang bersulang dengan semua orang. Bahkan dari kejauhan wajahnya yang memerah terlihat dengan jelas.


“Sepertinya ayah sudah mabuk,” gumam Keiko sambil memperhatikan tingkah ayah mertuanya yang terlihat sedikit konyol.


Alis Andrew bertaut di kening. Keiko benar, sepertinya ayahnya sudah mabuk. Ia mendesah pelan dan mengait lengan Keiko, berjalan berdampingan masuk ke ruangan yang semarak itu. Bahkan para pelayan dan pengawal memegang gelas wine dan memakan camilan yang ada.


“Tuan Muda, Anda sudah pulang!” seru si Tua Alfred yang tampak sama mabuknya seperti Marco Roux.


Marco Roux yang sudah melihat kedatangan anak dan menantunya segera mengangkat kedua tangannya ke udara. Dua orang pelayan yang berjaga di dekat pintu segera menekan konfeti di tangan mereka, membuat potongan kertas yang mengilap berhamburan di udara disertai suara yang memekakkan telinga, menyatu dengan sorak dan tepuk tangan semua orang yang ada dalam ruangan itu.


“Selamat datang, pengantin baru!” seru Marco Roux sambil bertepuk tangan dengan semangat.


“Kami sudah menunggu kepulangan kalian sejak tadi,” lanjutnya lagi seraya berjalan sempoyongan ke arah putranya.


Andrew bergegas maju untuk memapah ayahnya dan menegur, “Ayah, apa yang kamu lakukan?”


“Ayah sangat bahagia, Andrew ... benar-benar sangat bahagia ... hari ini semua orang harus berpesta. Aku sudah tidak sabar menunggu hingga minggu depan untuk resepsi, jadi malam ini mari kita semua minum sampai mabuk!”


Pria tua itu tertarih kembali menuju meja bundar yang terisi dengan aneka kudapan, wine, cocktail, dan aneka jenis minuman beralkohol lainnya. Ia mengambil sebuah gelas dan mengisinya dengan champagne, lalu menyodorkannya kepada Andrew.


“Kalian harus bersulang denganku,” gumam Marco Roux dengan suara serak tapi terdengar sangat bersemangat.


Andrew terdiam sesaat, mempertimbangkan untuk menolak permintaan ayahnya, tapi kemudian hanya bisa mendesah pelan dan menerima gelas itu.


Marco Roux kemudian mengambil segelas anggur merah khusus yang sudah ia siapkan sebelumnya. Anggur itu memiliki rasa yang lebih lembut dan ringan dengan kadar alkohol rendah, kemudian menghampiri Keiko.


“Putriku tidak boleh minum terlalu banyak alkohol,” gumamnya seraya menyerahkannya kepada Keiko.


Ia lalu menuangkan segelas minuman untuk dirinya sendiri, lalu mengangkatnya tinggi-tinggi sambil berseru, “Aku berharap kalian berbahagia, saling mencintai sampai maut memisahkan, diberkati dengan anak-anak yang lucu dan sehat. Bersulang!”


“Kami bersulang untuk Ayah, semoga diberikan kesehatan dan umur panjang!”


Andrew dan Keiko mengangkat gelas mereka dan meminum isinya sampai habis. Marco Roux mendesah puas dan menggerakkan tangannya sebagai isyarat agar anak dan menantunya mengikuti ke aula utama.


“Kemari, cepat kemari ... aku sudah meminta koki untuk memasak hidangan tradisional milik kita, istrimu harus mencicipi semuanya,” ujar Marco Roux seraya duduk di kursi.


Ia lalu memberi perintah kepada kepala pelayan, “Cepat sajikan hidangannya sekarang.”


Koki dan pelayan segera mengeluarkan hidangan satu per satu, menatanya dengan apik di atas meja. Asap yang mengepul dan aroma yang menguar membuat air liur Keiko hampir menetes. Diam-diam ia menghela napas lega. Untung tadi ia menolak ketika Andrew mengajaknya untuk makan malam di luar. Ia pikir akan lebih baik jika mereka makan malam bersama di rumah. Syukurlah ia membuat keputusan yang tepat.


Mata Keiko berbinar. Ia pernah mencicipi masakan khas Prancis di restoran, dan rasanya sungguh luar biasa. Kali ini, semua hidangan di atas meja tampaknya tak kalah lezat dibandingkan menu yang pernah dicobanya. Ia tidak bisa menyebutkan nama semua menu yang ada di atas meja, tapi setidaknya itu ada Beef Burguignon, Cassoulet, Ratatouille, Foie Gras, Coq au Vin, Bouillabaisse, Soupe a l’oignon, Confit de Canard, dan Crème Brulee. Benar-benar hidangan khas Prancis yang kaya akan rempah.


Teringat kotak hadiah yang dibelinya, Keiko segera membuka tasnya dan mengeluarkan kotak putih dengan pita biru tua di atasnya. Ia menyerahkan benda itu kepada ayah mertuanya sambil berkata, “Ayah, aku harap kamu suka.”


“Apa ini?” tanya Marco sambil menerima bungkusan yang diserahkan kepadanya.


“Itu adalah ucapan terima kasihku karena sudah diterima dengan baik di sini. Mungkin nilainya tidak seberapa, tapi—“


“Omong kosong apa?” sela Marco Roux dengan wajah bercahaya, “Alfred, kamu lihat ... menantuku yang terbaik. Dia bahkan membelikanku hadiah. Kamu bilang, apakah aku sangat beruntung?"


“Terima kasih, Putriku ... kamu adalah cahaya di rumah ini. Sudah bertahun-tahun tempat ini dalam gulita, kamu datang dan menjadi penerang ....” Mata Marco Roux berkaca-kaca. Ia pikir akan mati sebelum melihat putranya menikah, tapi sekarang ... rasanya masih seperti mimpi.


“Ayah, jangan merusak suasana. Kamu ingin membuat semua orang menangis dan menyalahkanku?” tegur Andrew sambil mengulas senyum, “Bukankah tadi Ayah berkata sangat bahagia? Kenapa sekarang seperti ingin menangis seperti itu?”


“Itu semua karena kamu, anak bodoh! Membuatku cemas selama bertahun-tahun,” balas Marco Roux sambil memelototi putranya, “Sudah ... sudah, ayo makan ... putriku pasti lapar, ‘kan? Andrew, ambilkan makanan untuk istrimu. Beri dia hati angsa dan daging sapi itu ... bagus sekali, makan yang banyak ...."


Marco Roux mempersilakan semua orang yang ada dalam ruangan itu untuk turut dalam perjamuan yang ia adakan. Penampilannya yang terlihat berantakan tapi penuh kegembiraan itu membuat semua orang di sekitarnya ikut merasakan aura positif, dan dalam diam mereka sepakat, Sakamoto Keiko adalah cahaya ....


***


Note:


Beef Burguignon terbuat dari daging sapi dengan tekstur lembut dan direbus dalam anggur merah sehingga cita rasanya lebih khas dan mewah.


Bumbu: bawang putih, bawang merah, jamur dan aneka rempah segar.



Cassoulet terbuat dari sosis dan kacang putih yang dimasak dalam satu panci. Cassoulet menyerupai sup, tapi kuahnya lebih kental.



Ratatouille terdiri dari bermacam-macam sayuran seperti bay leave, thyme dan dedaunan lainnya. Umumnya sajian ini disantap bersama nasi, roti, atau kentang. Tapi, sekarang sering dijadikan saus untuk pasta, dicampur dengan omelet dan masih banyak lagi.



Foie Gras adalah hati angsa atau bebek yang dibuat pasta. Proses pengolahannya bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari digoreng, dipanggang atau dibakar bersama saus khas Perancis, atau dicampurkan ke dalam sandwich.



Coq au Vin, adalah paha ayam yang dimasak dengan anggur merah dalam waktu lama. Bahan lain yang digunakan, yaitu irisan jamur, lardon dan terkadang bawang putih.



Bouillabaisse, semacam sup ikan. Ikan disajikan secara terpisah dengan saus rouille serta roti panggang yang bisa ditambahkan ke dalam sup.



Soupe a l’oignon, terbuat dari rebusan kuah kaldu sapi kental yang dicampur dengan potongan bawang putih, dipresentasikan dengan suwiran daging ayam dan keju parut sebagai penambah cita rasa.



Confit de Canard, daging bebek yang dimatangkan selama 36 jam, diberi campuran bawang putih, garam dan thyme yang dimarinasi selama 24 jam lebih supaya aromanya bisa terserap. Daging bebek bisa digoreng atau dipanggang sebelum dihidangkan bersama kentang dan bawang putih.



Crème Brulee, terbuat dari campuran susu, vanila dan buah-buahan yang dimasak dalam oven. Teksturnya lembut dengan rasa yang manis dan segar.



Sumber:


https://www.google.com/amp/s/www.gotravelly.com/blog/makanan-khas-perancis/