
" Apa yang kalian bahas " Tanya Raymond yang baru datang bersama ke dua anaknya di ikuti Adara di belakang .
Jeje langsung berdiri mengambil baby Ed , begitu juga Alan mengambil baby El .
Raymond merentangkan tangannya dan Adara paham itu dia langsung menyabut tangan sang suami .
" Ela akan menikah apa kalian akan terus memonopoli cucuku !! Dulu anak²ku sekarang cucu ku " Ujar Henry kesal .
" syahzani belum " Ujar Alan agar dia tidak ikut di salahkan .
" jika belum , nikahkan agar kamu punya cucu " Pungkas Daddy Radit .
" Ela saja dulu , Syahzani nanti saja " Jawab Alan tenang sambil memainkan tangan baby El .
" Sekalian saja agar repotnya satu kali tidak berulang² sakit kepala mommy ,baru selesai satu ,nanti satunya lagi " Ujar mommy Ellena .
" Ela setuju Oma ,Kaka Rifat, syahzani sama Rifat " Ujar Ela kesenangan .
" Iya lebih baik seperti itu " Ujar Elvi setuju .
" Kaka Reza kita tidak ikutan " Reza menatap Raine yang sudah tersenyum.
" Kenapa harus menunggu mereka ,mau sekarang pun aku bisa " senyuman Raine semakin lebar .
" Tapi kalaupun ada bukan kamu orang nya " Raine langsung berubah kesal lalu menatap Reza " Aku doakan suatu saat Kaka akan mengemis sama Raine " Reza hanya menaikan bahunya acuh .
" Kamu tidak menyukai Raine Za " Tanya Jeje .
" Bukan tidak suka ayah ,tapi coba ayah lihat dan bedakan sama mommy,mami,ibu,mama ,dan bunda dia beda sendiri !! Reza jadi bingung apa benar dia anak mommy takutnya dia anak orang yang tertukar " Ujar Reza .
" Apa kaak tidak bisa lihat wajah ku sama dengan kak Radhi dan yang lainnya. " Ujar Raine sambil menatap Reza .
" Itu yang buat aku bingung ,Kaka Queen sangat kalem ,lembut sedangkan " Reza menatap Raine dari atas sampai bawah " Bar² ,kaya cacing kepanasan ,lembut tidak kalem apa lagi. "Lanjutnya lagi sambil menaikan alisnya.
" Keseringan dekat dengan Kaka Ray jadi mulutnya sama " Ujar Radhi lirih , tapi masih bisa di dengar oleh Raymond .
" Reza kirim dia dua bulan di Australia untuk memantau perusahaan di sana setelah itu kirim dia di Malaysia 3 bulan " Ujar Raymond menatap datar Radhi .
" Kaka bercanda kan " Tahta Radhi kaget dan panik .
" Apa pernah kau melihat ku bercanda "
mati kamu Radhi batin Radhi menangis dalam hati .
" Kaka ipar " Radhi menatap Adara memohon sambil melirik vania .
" Honey " panggil Adara lembut .
" Apa ?? Mau kamu yang aku kirim ke sana " Adara langsung menggeleng cepat bahkan di ikuti dengan gerakan tangannya .
" Jangan menakuti adikmu son " Ujar Jeje tertawa kecil .
" Aku tidak menakutinya Pi " Ujar Raymond .
" Mommy " Radhi menatap elvi yang menjadi senjata nya terkahir .
"Ray jangan membuat Adikmu terlalu lama di luar " Ujar Elvi .
" Di luar " Raymond menaikan alisnya sebelah " Di sana dia tinggal di hotel bukan di luar " Jawab Raymond .
Di tengah perdebatan mereka tiba tangisan twins membuat mereka garis terhenti .
Dengan sigap Nany langsung memberikan botol susu kepada Elsa dan Ana .
" Haus iya sayang " Ujar Elsa lembut sambil memberikan botol susu pada baby El .
" Kuat betul isapnya " Ujar Jeje saat melihat baby Ed dengan kuat mengisap cempeng susunya .
" Kaka tidak serius kan " Tanya Radhi memelas mengungkit kembali tentang harus di kirim jauh dan berpisah dengan sang kekasih .
"Kamu tetap ke sana seminggu " Ujar Raymond tenang .
" Kaka Reza saja " Ujar Radhi .
" Dia asisten ku Rad " Radhi menekuk wajahnya .
" Hanya seminggu bukan setahun " Ujar Raymond kesal .
" Kau bisa memuaskan dirimu malam ini , karena besok siang kamu harus berangkat " Pungkas Raymond membuat Radhi melotot kan matanya .
" be-sok " Tanya Radhi gugup ,bahkan Vania pun kaget .
" Apa mau malam ini " Radhi langsung menggeleng cepat .
" Kenapa mendadak kasih taunya " Ujar Radhi kesal .
" Apa menurut mu ada hal mendadak yang di beritahu dari jauh hari " Ujar Raymond menaikan alisnya sebelah.
"Dia selalu mempunyai jawaban " Ujar Radhi kesal .
" Apa ada Masahlah " Tanya Opa Radit.
" Hanya masalah kecil Opa " Jawab Radit.
" Jika kecil kenapa bukan Kaka saja " Ujar Radhi .
" Kau salah mengajaknya berdebat boy " Ujar Jeje tersenyum kuda .
" Jika hanya masalah kecil minta orang di sana yang selesai kan " Radhi tersenyum menang " Tidak itu sebagai hukuman " Ujar Raymond cepat .
" Kita harus ke pemakaman kakek dan nenek mu , bagaimana pun kita harus ke sana " Raymond mendengus kesal lalu menatap tajam Radhi yang tersenyum kuda .
" Kapan " Tanya Raymond
" kosong kan jadwalmu setelah makan siang " ujar Opa Radit .
" Adara belum sembuh " Ujar Raymond .
" Kita bisa pakai helikopter jika kamu takut " Ujar Opa Radit.
" itu lebih baik " Ujar Raymond .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
" Apa kampung nya jauh " Tanya Adara ,kini mereka sedang di kamar bersama Twins.
" Lumayan kalau pakai mobil bisa 4 atau 5 jam " Ujar Raymond .
" Apa tidak papa bawa mereka " Tanya Adara menatap ke dua anaknya .
" Tidak papa, Opa pasti sudah menyiapkan semuanya di sana ,jadi tidak perlu khawatir " Ujar Raymond .
" Apa yang harus aku siapkan " Tanya Adara bingung .
" keperluan twins saja tapi nanti Nany yang siapkan karena mereka juga akan ikut nantinya " Ujar Raymond .
" Apa nanti kita langsung pulang " Tanya Adara lagi .
" Nanti kita lihat besok jika memungkinkan kita pulang kalau tidak kita tidur di sana " Ujar Raymond .
" di rumah keluarga mu " Tanya Adara polos .
" Kelurga ku siapa ?? keluargaku yang kamu lihat di sekeliling ku , paling kita nginap di rumah nenek " Ujar Raymond .
" selain mereka Tidak ada lagi " Raymond mengaguk " Ada bagian mommy tapi Daddy tidak menyukai mereka entahlah hanya mereka yang tahu masalahnya " Ujar Raymond .
" iya sudah jangan di pikirkan orang seperti itu " Ujar Adara mengakhiri pembicaraan,karena takut nanti suaminya sedih .
" Kenapa " Tanya Raymond saat melihat Adara menatap ke dua anaknya yang tertidur di atas tempat tidur mereka .
" Tidak papa !! Aku hanya berpikir saja apa aku harus bersyukur atau tidak dengan pertemuan kita dulu ,di mana karena itu aku bertemu ke dua orang tuaku dan bisa di berikan dua malaikat kecil seperti mereka " Ujar Adara tanpa melepaskan tatapan mereka .
" Jika dulu aku tidak mengancam mu mungkin aku tidak akan bertemu dengan mereka ,dan bisa saja kamu menggugurkan nya " Adara mengaguk membetulkan .
" Iya bisa saja ,karena kejadian itu mengingat kan ku pada mereka " Ujar Adara memutar memory nya .
" Kalau sekarang " Adara menggeleng " kehadiran mereka menjadi obat semenjak aku di katakan hamil " Ujar Adara jujur.
" Aku berharap sampai besar pun nanti mereka selalu merengek dan manja padaku sekali pun mereka sudah menikah ,karena itu dulu aku tidak pernah rasakan " Ujar Adara lembut .
" Lakukan yang membuatmu bahagia " Ucap Raymond memeluk Adara dari belakang .
" Lihat baby Ed dia nangis jika hanya haus dan penuh popok nya ,beda dengan baby El setiap saat akan menangis yang entahlah yang membuatnya nangis " Ujar Adara tertawa kecil .
" Dia sama seperti Queen ,Radhi dan Raine dulu cengeng " Ucap Raymond .
" Radhi " Raymond mengaguk " dia seperti mommy makanya dia lembut hanya wajahnya saja seperti Daddy " Terang Raymond .
Adara tertawa kecil karena memang sifat Radhi jauh berbeda antara suaminya dan Rifat yang tergolong dingin .
" Biarkan mereka di sini iya " Raymond mengaguk .
" Ayo istirahat besok pagi aku ke perusahaan dulu nanti pulang saat jam makan siang " Ujar Raymond .
" Iya " Ujar Adara lalu membaringkan tubuhnya setelah mengatur tempat tidur anaknya .
Di mana baby Ed bersama nya sedangkan baby El bersama Raymond .
" good night Baby, jagoan ,angel " Ujar Raymond lalu mencium mereka satu persatu .
" Malam juga Daddy " Jawab Adara mewakili anak²nya .
Raymond mengangkat tubuh baby El lalu di letakan di dadanya dan menggeser badannya agar dekat dengan baby Ed dan istri nya .
Adara hanya tertawa kecil saja melihat tingkah suaminya yang tidak bisa jauh dari anak²nya dan Adara menyukai itu .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
DUKUNG TERUS RAYMOND DAN ADARA
LIKE
KOMENT
VOTE
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😘😘😘😘