
pagi harinya Raymond terbangun lebih dulu padahal ini baru pukul 06.00 karena dia harus kembali ke hotel padahal dia baru saja tidur 2 jam yang lalu ,sedangkan Adara masih terlelap di bawah selimut tebal itu tanpa sehelai benang pun
Ray sekilas menatap wajah Adara tanpa polesan sedikit pun
" cantik " gumam Raymond lalu berdiri dari duduknya dan masuk dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket karena pergulatan semalam
setelah selesai Raymond meninggalkan kamar itu dan ternyata dia sudah di tunggu Reza
" kita langsung ke hotel " ucap Raymond saat sudah di dekat Reza
" iya kak, apa nona Adara masih tidur " Raymond hanya mengaguk sebagai jawaban
" apa rehan belum bangun " tanya Raymond saat mereka menuju lift
" sudah kak,dia lagi olahraga " Raymond mengaguk
" selesai kan Mereka dengan cepat " Reza mengaguk paham apa yang sedang di bahas Raymond
" iya kak sedikit lagi " ucap Reza lalu mereka masuk dalam kotak persegi itu
setelah itu Raymond kembali terdiam dan menyandarkan punggungnya nya dalam lift tangannya di masukan di saku celananya dan matanya terpejam
Reza bisa melihat jika Raymond kurang kurang tidur dan dia sudah bisa tebak apa yang membuat nya kurang tidur bahkan tadi sang nyonya tidak ikut turun
" jangan memikirkan nya za " Reza menelan ludahnya paksa saat Raymond tau isi pikirannya
" iya kak, maaf " Raymond hanya diam saja
hingga akhirnya suara pintu terbuka membuat Raymond harus membuka matanya dan ke luar dari kotak itu menuju mobil mereka
Raymond menarik napasnya saat sudah masuk dalam mobil
" apa ada yang Kaka pikirkan " tanya Reza menatap Raymond yang duduk di samping nya
" aku juga bingung za "ucap Raymond menatap ke arah luar
Reza tidak bertanya kembali dia memilih menjalankan mobilnya ke luar dari are apartemen itu
sepanjang perjalan hanya ada keheningan, sesekali Reza melihat Raymond yang selalu menghela napasnya tapi dia tidak berani bertanya terlalu jauh
hingga akhirnya mereka sudah sampai di hotel tempat pertunangan Ray dan Amada semalam
" apa mereka sudah di sana " tanya Raymond
" mungkin belum semua kak " jawab Reza ,lalu mereka turun dari mobil dan masuk dalam hotel
tujuan mereka resort hotel mereka akan sarapan bersama sebelum nantinya akan kembali ke rumah masing²
" Lo kalian dari mana " tanya Jeje yang mengalihkan pandangan semua yang ada di meja makan itu termaksud Amanda
ternyata mereka sudah berkumpul tinggal menunggu Henry dan Elvi
" semalam balik ke rumah Pi,Karena ada berkas yang harus di periksa " ujar Raymond mengelak
" ini hari libur,kenapa harus bekerja " ucap Alan
" agar tidak menumpuk yah " ucap Raymond lagi
sedangkan Reza memilih duduk di samping Aqila membuat Jose mendengus kesal
" ingat sudah tua " cibir Xavier saat melihat wajah kesal papanya
" pikirkan kehidupan mu, jangan mengurus papa terus " celetuk Jose kesal
" Kaka saja masih sendiri " sindir Xavier
" kalau aku sendiri kenapa ? apa kau ingin mengajakku menikah pastikan tongkatmu kuat " ucap Reza sinis
PLak
" sakit ma " keluh Reza mengelus lengannya yang di pukul Aqila
" rasakan ,makanya punya mulut di jaga jangan kaya lambe Turah " ucap Xavier
" mulai besok perusahaan akan aku ambil, dan kamu siap² jadi gembel " ucap Reza menekan ucapan nya
" apa kalian tidak lelah ,setiap bertemu selalu berdebat " ucap Henry yang baru datang bersama Elvi
" dan apa kamu juga tidak lelah setiap malam lembur hingga pagi harus meminta jatah lagi " cibir Davin yang melihat rambut mereka berdua masih basah
" itu bagian dari ibadah " ucap Henry lalu duduk di kursinya begitu juga Elvi
" ibadah seperti yang yang kau bahas, bahkan shalat pun kamu tidak " cibir Jeje kesal
" bukannya kita sama ,jangan merasa suci je bahkan Kamu tidak berani menghamili Ana karena takut puasa 2 bulan seperti dulu dan itu membuat mu seperti orang gila " ucap Henry ketus
" apa kalian akan membahas itu terus ,jika masih ingin membahas itu lebih baik kalian kembali ke kamar dan melakukan nya , dasar orang tua otak 36cc " ucap rif'at ketus
Raymond dan yang lainnya hanya diam saja, karena itu sudah biasa bagi mereka jika sudah berkumpul
jika bukan urusan ranjang apa lagi yang mereka bahas perusahaan itu hanya sebagian dari pembahasan mereka lebih dominan urusan ranjang
padahal umur mereka bisa di bilang tinggal menunggu hari nya ,tapi semangat mereka saat bersama istrinya jangan di tanya lagi
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
entahlah Adara bingung tidak biasanya perutnya bunyi sepagi ini batinnya
dia membuka matanya secara perlahan
" ah ternyata sudah pagi " gumam Adara bahkan dia tidak bisa menggerakkan badannya
Adara melirik ke arah samping lalu tersenyum miris
" apa yang aku harapkan " gumam Adara lalu mencoba untuk bangun sekalipun sakit bagian intinya
matanya membulat saat melihat jam yang sudah ada di tangan nya
" apa aku tidur sampai sesiang ini, astaga " pekik Adara kaget pantasan perutnya sudah menjerit minta di isi ternyata sudah siang
" pasti mba Ros akan kebingungan apa mereka sudah sarapan semoga saja sudah " gumam Adara lalu melilit kan selimut di badan nya dan memaksakan untuk bangun dan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya
" syukur ini weekend jika tidak, sudah di pastikan aku akan di tendang dari lantai ruangannya hingga ke bawah " gumam Adara sesampainya di dalam kamar mandi
belum juga hilang keterkejutan nya kini dia harus menelan ludah nya secara paksa saat melihat tubuhnya penuh dengan karya yang di buat Raymond semalam bahkan hampir seluruh tubuh dan lehernya tidak lepas dari jangkauan nya
melihat itu Adara merinding sendiri bahkan dia semalam tidak tau apa yang terjadi karena setelah pelepasan pertama Raymond dia benar² lelah
bukannya dia tidak tau Raymond kembali menggempur nya hanya rasa lelah dan bercampur kenikmatan membuatnya lupa diri
Adara menggeleng kan kepalanya mengingat kegiatan Semalam setelah itu dia tersenyum miris
" aku seperti wanita bayaran yang berkedok istri " ucapnya lirih,
lalu dia memilih mandi air hangat agar cepat selesai karena belum lagi membereskan tempat tidurnya
hanya butuh waktu 35 menit Adara sudah selesai dengan urusan mandi dan urusan bersih² kamarnya
setelah itu dia turun ke bawah sekalipun jalannya sudah seperti bebek tapi Adara memaksa kan turun ke bawah karena merasa tidak enak pada mba Ros dan rehan jika sampai mereka belum sarapan padahal ini sudah menunjukkan pukul 10.55
sebentar lagi akan masuk waktu makan siang bukan !!!
" mba Ros " Rosna yang tengah fokus memasak jadi kaget saat mendengar suara dari arah belakang nya
" maaf mba " ucap adara tersenyum
" tidak papa nyonya " ucap mba rosna
" kalian sudah sarapan " tanya Adara to the poin
" iya nya ,maaf kami tidak menunggu nyonya, kata tuan rehan semalam tuan muda dan asistennya ke sini " ucap mba rosna
Adara mengaguk " kamu masak apa " tanya Adara mengalihkan pembicaraan
" Seperti biasa nyonya ,tapi saya takut tuan muda tidak suka " ujar mba rosna sedikit gugup
" tuan sudah pulang sejak pagi " ucap Adara tersenyum paksa
" berarti bukan hanya tuan Reza yang pulang " Adara mengaguk membetulkan
" sudah sini aku bantu " ucap adara
" tidak usah nyonya ,ini tinggal sedikit lagi " cegah rosna
"lebih baik nyonya makan dulu ,karena sejak pagi nyonya belum makan " lanjutnya lagi
" ini sudah siang mba ,tidak papa sekalian kita makan siang sama² " Ujar Adara
sebenarnya dia sudah lapar sejak di kamar tadi ,tapi mau makan pun nanggung toh sudah masuk waktunya makan siang bukan
jadi lebih baik dia menunggu Rosna memasak dan rehan jadi sekalian makan siang bersama mereka
Adara kembali terdiam di meja makan sambil menatap lurus ke arah kaca besar yang memperlihatkan langit biru
dia menarik napas panjang lalu menjatuhkan kepalanya di atas meja dan tangan nya sebagai bantal
"kenapa sesakit ini " gumamnya lirih
apa aku harus terbiasa dengan keadaan seperti ini batin Adara
aku merindukan anak panti ,apa kabar iya mereka semoga baik² saja lanjutnya lagi
" nyonya "
" nyonya " Adara langsung bangun menatap Rosna
" maaf nyonya " Adara tersenyum mengaguk
" apa sudah masak semua " tanya Adara lembut
" sudah nyonya " jawab Rosna
" iya sudah kamu panggil rehan kita makan sama² " ucap Adara
" baik nyonya " ucap Rosna lalu meninggalkan Adara sendirian di meja makan itu
dan memanggil rehan di apartemen sebelahnya !!
🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻