
Sesuai ucapan Daddy radit tadi Amanda tidak langsung ke rumah sakit,melainkan memeriksa dulu Adara sedangkan yang lainnya sudah ke kantor dan alister ke rumah sakit.
Dan hari ini Raymond terpaksa tidak masuk kerja sekalipun Adara memaksa nya dan mengatakan dia baik² saja,tapi Raymond tetap pada pendirian nya ingin menjaga mereka sendiri.
Sehingga Reza ke perusahaan bersama sang papa tangan kanan Henry dulu dan sekalian memberikan informasi tentang batalnya pertunangan Raymond dan Amanda.
ceklek
" Kaka jauh dulu, Amanda mau periksa Kaka ipar " ujar Amanda setelah masuk di ikuti opa ,Oma,Henry dan Elvi.
" cih ,menyusahkan saja " gerutu Raymond.
" mandi dulu son " ujar Henry.
" setelah ini dad " Henry mengaguk.
" kamu mau USG " Amanda mengaguk " kalian ke luar " tunjuknya pada dua laki² beda usia membuat sang ketua emosi.
" hei kamu mengusir opa " tanya opa Radit.
" tentu ,opa orang lain begitu juga Daddy jadi ke luar ,jika kalian tidak ke luar pemeriksaan tidak akan terjadi " ucap Raymond menatap tajam opa dan Daddy nya.
" Daddy/by ke luar " opa Radit dan Henry menatap tajam ke dua istrinya .
" kalian mau ke luar atau tidur di luar " Daddy radit dan Henry mendengus kesal kalau sudah seperti ini mereka memilih ke luar.
" dasar cucu tidak ada adab " gerutu opa Radit sebelum ke luar.
" perut istri ku lebih indah dari pada perut dia " ucap Henry ketus lalu ke luar dari ruangan itu bersama Daddy radit.
" sialan anak itu,selalu saja membuatku darah tinggi " umpat Daddy radit kesal.
" sekarang boleh Amanda periksa ?" tanya Amanda lembut
seperti nya Kaka begitu mencintai dia sangat posesif batin Amanda tersenyum miris
"iya " ujar Raymond singkat
" maaf iya Kaka ipar " Adara mengagguk,jika boleh jujur sebenarnya dia tidak nyaman seperti ini tapi mau gimana lagi.
Amanda menyibakan pakaian Adara, lalu bagian bawahnya di tutup pakai selimut,setelah itu dia menuangkan gel di perut Adara sebelum akhirnya nanti melakukan USG
" Kaka ipar tenang saja iya " Adara mengaguk
Amanda mulai memeriksa Adara dengan lembut sambil menatap ke arah monitor.
Oma ellena dan Elvi menatap layar monitor bukan hal baru bagi mereka,apa lagi Elvi yang sudah melahirkan anak 5 orang sekaligus kembar,jadi dia sangat tahu begitu juga Oma ellena .
" semuanya baik, tapi Kaka ipar harus banyak istirahat mengingat salah satunya ada yang lemah tapi tidak selemah kemarin sore, banyak makan buah iya,sayur juga " Adara mengaguk , sedangkan Raymond duduk di samping nya sambil menggegam tangan Adara
" jangan dulu melakukan pekerjaan yang berat, untuk sementara cukup istirahat sampai kandungannya benar² kuat " lanjutnya lagi
" kau dengar bukan !! jika sampai kau seperti pagi tadi aku akan membunuhmu " ucap Raymond kesal ,Adara hanya menunduk saja.
Amanda tersenyum miring melihat perlakuan Raymond pada Adara,bisa di lihat jika Raymond mengkhawatirkan istrinya bukan hanya calon anak kembar nya.
Amanda membersihkan perut Adara ,setelah itu menutup kembali perut nya " sebelum makan siang ,berikan dia buah dulu kak " ujar Amanda, Raymond mengaguk
" boleh saya istirahat di kamar saja " ujar Adara menatap Amanda
" kaka ipar tidak suka di sini " Adara mengaguk " bau obat kepala ku pusing " Amanda mengaguk paham, lalu dia mengambil sarung tangan , alkohol,kapas, plester dan wadah untuk bekas infus
" tahan sedikit iya ini tidak sakit " Adara mengaguk,untuk pertama kalinya dia harus seperti ini ,jika biasanya dia hanya akan minum obat ketika sakit itu pun harus terpaksa dari pada akhirnya harus ke rumah sakit.
Raymond memeluk Adara ,saat melihat Adara memejamkan matanya " sebentar saja iya " Adara mengaguk .
mommy ellena dan Elvi tersenyum melihat sikap lembut Raymond tapi merasa kasian pada Amanda tapi Elvi bersyukur setidaknya ada yang lebih mencintai Amanda begitu juga mommy ellena
" sudah, ingat Kaka ipar harus istirahat jangan melakukan apa pun, biarkan pelayan yang melakukan semuanya yang ingin Kaka ipar ingin kan " ucap Amanda sambil merapikan alatnya
" terimakasih nona Amanda " Amanda hanya mengaguk " sekarang aku ke rumah sakit ,jika ada masalah telepon saja " ujar amanda
" makasih Manda " amanda hanya tersenyum ,lalu ke luar dari ruangan itu
" mandi dulu sayang ,Adara biar mommy dan Oma yang temani " Raymond mengaguk
sedangkan di luar ruangan Daddy radit dan Henry sudah menahan Amanda ,membuat wanita itu kesal
" semuanya baik² saja ,Kaka ipar hanya butuh waktu istirahat dan tidak melakukan apa pun " ujar Amanda
" bagaimana keadaan cicitku " amanda mendengus kesal
" opa Amanda harus ke rumah sakit, mereka baik ² saja makanya Amanda bilang dia harus istirahat karena keadaan nya masih lemah tapi tidak seperti kemarin " ujar Amanda emosi
ceklek
" Lo belum pergi Nda " Amanda melirik dua pria yang kini menahannya " Amanda banyak pasien opa dad jangan menahannya terlalu lama " ujar Raymond lalu meninggalkan mereka begitu saja
" opa bisa membayar mu banyak ......
" Amanda pergi dad ,opa by " Amanda langsung berlari ke luar dari rumah itu sebelum sang opa menyelesaikan ucapannya
" hei anaknya Davin sialan kembali kamu " umpat Daddy Radit sambil berteriak,Henry hanya membuang napas panjang
" ayo kita masuk ,cucu ku tidak ada yang becus biar satu orang " lanjut nya lagi sambil menarik tangan Henry untuk masuk dalam ruangan Adara
ceklek
" ini masih pagi kenapa harus teriak² "
Baru saja membuka pintu dan mereka belum masuk tapi sudah mendapatkan siraman rohani oleh sang ratu karena ulah Daddy radit
" aku tidak peduli " ucap Daddy radit masuk begitu saja
" dara putih apa kamu sudah baikan " tanya Daddy radit
" su- dah tuan " ucap Adara gugup , mommy ellena mendengus kesal lalu menatap suaminya
" Adara dad " Daddy radit hanya menaikan bahunya
" sudah jangan terlalu banyak yang di pikirkan mereka memang seperti ini tapi mereka baik koh " ujar mommy ellena lembut , Adara mengagguk
" iya nyonya " ujar adara
" panggil Oma saja iya sama dengan yang lainnya ,dan panggil ke dua orang ini opa dan Daddy " ucap mommy ellena
" i-ya nyo....ma " ujar Adara gugup
" tidak Papa pelan² saja " ujar Elvi , sedangkan dua pria itu sudah duduk di sofa sambil memperhatikan interaksi mereka
" mereka ketemu di mana " tanya Daddy radit
" awalnya dia menolong Ray dad, tapi sialnya malah dia yang kena jebakan karena ulah kotor rekan bisnis nya " ucap Henry
" apa karena itu alasan nya mereka menikah " Henry mengaguk
" awalnya dia menolak tidak ingin menikah ,dan menganggap kejadian itu musibah, tapi Ray mengancamnya untuk membongkar paksa panti asuhan tepat dia di besarkan sehingga dia mau menikah ,karena Raymond takut jika apa yang terjadi malam itu membuahkan hasil ,dan benar tebakannya sekarang dia hamil langsung dua " ujar Henry
" lalu selama ini mereka tinggal di mana " tanya Daddy radit
" awalnya di apartemen Ray, tapi mungkin dia tau aku menyuruh seseorang untuk mengikuti nya sehingga di memindahkan nya di apartemen dekat perusahaan dan selama itu juga dia tidak bertemu dengannya dan untuk ngidam nya dan yang lainnya rehan yang Memenuhi nya dan pelayannya " ucap Henry
" pintar sekali anak itu, bahkan aku belum bergerak dia sudah tau semua nya , menyebalkan sekali " gerutu Henry kesal
" bahkan sebelum nya di berkerja jadi sekretaris nya " lanjutnya lagi
" lalu apa yang akan kamu lakukan selanjutnya " tanya Daddy radit
" resepsi tapi tunggu setelah masalah Raymond dan Amanda reda,jika kita melakukan sekarang pasti banyak yang menyerang nya dan itu akan mengganggu nya dan membuat kandungan nya lemah kembali " ujar Henry
" kita umumkan pertunangan Rif dan manda " Henry menggeleng cepat
" itu akan membuat Amanda dan rif'at di hujat dad , mereka akan mengira jika ke dua anak itu selingkuh di belakang Raymond dan melakukan hubungan terlarang, Daddy tau kan netizen sekarang omongan melebih pedasnya bakso Jontor " terang Henry
" lalu Radhi " Henry menyandarkan tubuhnya di sofa " nanti aku bicara dengannya nanti karena besok dia akan pergi " Daddy radit mengaguk
" apa mereka akan tinggal di sini " Henry mengaguk " jika aku tidak memaksa mereka mungkin sekarang mereka di apartemen " ujar Henry
setelah itu kedua orang tua beda generasi itu kembali terdiam tapi mata mereka fokus pada ke tiga wanita yang sedang mengobrol lebih tepatnya mommy ellena dan Elvi saja karena Adara hanya menjawab ala kadarnya .