ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
Ketakutan Adara .



Setelah memastikan Adara tidur , Raymond langsung memanggil Nany di kamar twins untuk menjaga Anak² dan Adara karena mereka tidur di kasur king size bersama istrinya .


Raymond ke luar dari kamar dengan pelan ,lalu turun ke bawah karena dia yakin orang lagi menunggu nya .


" Maaf Ray harus bantu Adara tidur " Ucap Raymond .


Mereka menatap ke sumber suara lalu mengaguk .


" Gimana keadaan istri mu " Raymond menghela napas panjang lalu duduk di samping Henry .


" Entahlah ,Ray sendiri bingung " Ujar Raymond sendu .


"Lalu apa yang kamu ingin lakukan " Tanya Jeje .


" Aku yang akan membunuh wanita itu dengan tangan ku sendiri " Ujar Raymond dingin .


" Kabari mertuamu mereka harus tahu " Raymond mengaguk " Aku sudah kirim pesan pada Daniel besok baru mereka ke sini ,karena aku melarang mereka Jika sekarang di luar belum aman " Ujar Raymond .


" Kamu urus dulu istri mu yang lainnya biar kami yang urus " Ujar Alan .


" Biarkan Ray yang menghabisi mereka " Alan mengagukan kepalanya .


" Apa yang akan kamu lakukan " Tanya Jose .


" Aku akan membua...."


" TUAN "


" Dara " Raymond langsung berlari kearah kamar saat mendengar teriakan Nany di susul yang lainnya .


" Baby hei ini aku " Ujar Raymond panik, bahkan dia tidak peduli pada tangisan twins yang mungkin kaget .


"Bawa anak² ke kamar bawah " Titah Henry,Nany langsung menggendong twins membawa mereka ke kamar Opa dan Oma nya .


" Baby hei " Raymond memeluk Adara yang terus meracau tidak jelas .


" Jangan pergi aku takut " Ujar Adara lirih .


" Maaf ,sudah meninggal kan mu maaf baby " Ucap Raymond sambil mengelus punggung Adara .


" Adara " Panggil Davin.


" Ayah " Cicit Adara dengan mata yang berembun.


"Jangan takut ,kamu didalam rumah tidak ada orang lain kamu aman " Adara menatap sekeliling nya .


Hingga matanya berhenti di balkon kamar yang memang dari kaca sekalipun tertutup tirai .


" Kau ingin ada penjaga berdiri di sana " Ujar davin .


" Aku akan menyuruh penjaga di sana " Adara menggeleng .


" Lalu apa " Tanya Raymond lembut .


" Jangan pergi " Raymond mengaguk .


" Istirahat lah son,kami ke luar dulu "Ucap Daddy Radit.


" Iya Opa " Jawab Raymond .


" Jika butuh papa , telepon Daddy " Ujar Henry menepuk pundak sang anak .


" Iya Dad " Jawab Raymond .


" Papa sama ayah akan tidur di sini jadi jangan sungkan untuk menelpon " Ujar Jose .


" Iya Pa , terimakasih " Ucap Raymond .


" istirahat juga son " Ujar Alan .


" Iya ayah,kalian juga istirahat nanti besok saja di pikirkan " Ucap Raymond .


" Tidak usah memikirkan kami, pikirkan keadaan istri mu saja " Ujar Jeje .


" Iya Pi " Jawab Raymond.


Lalu mereka ke luar dari kamar itu nanti besok saja baru mereka pikirkan gimana nanti akhir nya .


" Kenapa hm " Tanya Raymond lembut .


" Dari mana " Tanya Adara tanpa melepaskan pelukannya.


" Bicara sama Daddy dan yang lainnya " Ujar Raymond


" Ayo tidur lagi " lanjutnya lagi sambil merebahkan tubuh Adara .


CUP


" Jangan takut ada aku " Adar hanya diam saja tapi dia memeluk suaminya dengan erat .


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Pagi harinya di kediaman Raymond tampak ramai karena Aqila dan Nabilla menyusul suami mereka ke rumah besar itu .


kareana memang mereka tidak pulang semalam memilih tidur di rumah itu .


Tapi orang yang di tunggu belum memperlihatkan batang hidungnya lebih tepatnya belum turun ke bawah untuk bergabung .


Bahkan Twins sudah berada di meja makan bersama yang lainnya .


" Kita makan saja ,nanti pelayan yang mengantar kan ke kamar " Ujar Daddy Radit memecah keheningan .


" Baiklah " Jawab mommy Ellena mulai melayani suaminya begitu juga yang lainnya .


Hingga beberapa menit mereka menunggu akhirnya Raymond dan Adara ikut bergabung bersama mereka .


" Mama Papa " Sedangkan yang di panggil hanya membalas nya dengan senyuman .


" Gimana keadaan mu " Tanya Marni lembut .


" Sudah baikan Ma " Jawab Adara lalu duduk di kursi makan begitu juga Raymond .


" Syukurlah " Jawab Marni sambil mengelus dadanya .


" Kau yakin baik² saja " Tanya Davin


" Iya ayah, Adara sudah lebih baik " Ujar Adara, Davin hanya mengelas napas panjang .


Karena dia bisa lihat jika Adara hanya pura² dan dia tidak ingin orang-orang terbebani karena nya .


Davin menatap Raymond lalu menggeleng , Raymond mengaguk mengerti.


" Mau aku suapin " Adara menatap sang suami lalu menggeleng " sendiri saja " jawab Adara .


" Kalau begitu sendok makan nya " Adara mengaguk lalu menyendok makanan nya mb


Meja makan itu tampak hening hanya ada suara garpu dan sendok saja .


Tidak ada yang berani membuka suara apa lagi membahas yang terjadi kemarin sore .


Mereka bertingkah seolah tidak ada yang terjadi tentang kemarin .


Setelah selesai sarapan semua orang pergi bekerja hanya meninggalkan Raymond bahkan Daddy Radit dan Henry pun ikut pergi .


" Mas Tidak pergi " Tanya Adara bingung .


" Aku lelah baby, badanku sakit " Keluh Raymond .


" Iya sudah aku urut ayo " Raymond mengagukan kepalanya .


Sedangkan yang lainnya hanya diam saja, Marni menatap sendu ke arah anaknya yang menyembunyikan rasa takut nya.


karena beberapa kali dia menatap ke arah lain seolah dia melihat seseorang .


" Adara pasti baik² saja " Ujar mommy Ellena menatap ibu Adara .


" Iya Bu, aku hanya sedih saja " Ucap Marni.


" Iya semua orang sedih ,orang yang biasanya ceria tiba² diam " Ujar mommy Ellena.


" Kita ke taman yuk ,di belakang adem " Adara menggeleng cepat " Kenapa hm " Tanya Raymond lembut tapi Adara hanya diam .


" Ada aku ayo " Adara meremas pakaian nya kuat " Baiklah kita di sini saja " Ujar Raymond menghela napas panjang.


" Jangan di paksakan nak " Ujar Elsa , Raymond mengaguk saja .


" Mau main sama twins " Tawar Raymond lagi.


Dia sengaja mengalikan pikiran istri nya agar tidak memikirkan tentang kejadian kemarin atau mengingat nya .


Karena Davin berpesan agar dia tidak membiarkan istrinya sendirian karena saat ini Adara masih merasa takut karena mereka bisa melihat jika Adara kadang Tidak nyaman .


" Bawa mereka ke sini saja " Ujar Adara .


" Biar Mama yang ambil " Ujar Marni .


" Aqila ikut Tante " Marni mengaguk lalu mereka naik ke atas ke kamar Twins .


" Kamu lihat apa ??" Tanya Raymond saat Adara menatap kebelakang.


" Tidak mas " Jawab Adara .


Mommy Ellena dan yang lainnya hanya bisa menghela napasnya panjang.


Lagi² Adara berbohong tentang keadaan nya sekarang,Meraka sendiri bingung alasan nya apa .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


DUKUNG TERUS NAUFAL DAN QUEEN


LIKE


KOMENT


VOTE


JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😘😘


"