ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
kekuatan Adara



sesuai janjinya Raymond pulang lebih awal dari biasanya


sesampainya di rumah dia langsung mencium kening dan perut Adara


lalu bergegas membersihkan diri sebelum bergabung di bawah bersama orang tuanya yang sedang menonton tv sedang kan Adara memilih di kamar


karena belum terbiasa dengan keluarga suaminya itu jadi dia masih merasa tidak enak bergabung


seperti biasanya Adara akan menyiapkan pakaian untuk Raymond setelah itu dia kembali duduk di sofa sambil menunggu Raymond selesai .


tidak berselang lama Raymond ke luar hanya dengan lilitan handuk ,adara langsung menunduk kepalanya padahal dia sudah melihat lebih dari itu tapi entah mengapa dia masih saja malu


sedangkan Raymond hanya melewati nya begitu saja !!


merasa Raymond sudah masuk di walk in close Adara memilih memainkan HP nya kembali


hingga Raymond sudah berdiri di samping nya Adara tidak menyadari nya karena fokus pada HP nya


Raymond mengepalkan tangannya saat adara masih saja menyimpan fotonya dengan andika


hebm


Adara langsung membalikan badannya kaget lalu mematikan layarnya hpnya dan menyimpan nya


" sabar sedikit lagi setelah itu kamu bisa kembali dengan nya jika masih mencintainya " ucap Raymond lalu ke luar dari kamar itu meninggal Adara sendiri


Adara hanya menarik napasnya kasar lalu mengambil kembali HP nya menghapus semua foto nya bersama Andika karena memang itu tujuan nya tadi


" istrimu mana Ray " tanya Elvi bingung saat melihat Raymond hanya turun sendirian


" di kamar " ujar Raymond datar lalu duduk di sofa singel


" Queen sama rif'at belum pulang " tanya Raymond


" belum, kamu terlalu cepat pulang nya " Raymond menatap Henry kesal


" memang benar kan !! lihatlah bahkan jam kantor pun belum sampai " Raymond memilih diam


" kamu pulang sendiri nak " Raymond mengaguk


" Reza " tanyanya lagi


" masih di kantor , menyelesaikan pekerjaan " Elvi mengaguk


" maaf " Elvi menatap Adara


" sini sayang ,kenapa meminta maaf " ucap Elvi lembut


" tidak papa mom " ujar Adara lalu duduk di samping ibu mertua nya


sedangkan Raymond hanya fokus pada HP nya tanpa peduli dengan kedatangan Adara


" son " Raymond menatap Henry, lalu menyimpan HP nya


" gimana tadi pemeriksaan nya ?? maaf tadi mommy Tidak ikut waktunya mampet " ujar Elvi tersenyum


" semuanya baik mom tidak ada masalah " ujar Adara lembut


" syukur lah, jaga kesehatan nya iya,jika kamu menginginkan sesuatu katakan saja tidak perlu sungkan atau menunggu Raymond katakan saja " adara mengaguk


" iya mom , terimakasih " Elvi membalas nya dengan senyuman


tidak berselang lama suara Queen dan rif'at terdengar dari arah luar


" tumben mereka pulang cepat " gumam Elvi


" kalau pulang telat mommy akan marah " ujar Raymond


" selamat sore semuanya ,sore kakak ipar " ucap Queen tersenyum


" mandi dulu baru ke sini " ujar Henry menatap ke dua anaknya


" ah iya tadi Amanda ke perusahaan Kaka iya " Raymond hanya mengaguk sedang kan rif'at langsung ke kamarnya setelah mendengar jawaban Raymond


" Queen ke atas dulu " ucap Queen ,Elvi dan Henry mengaguk


jadi dia bersama nona Amanda batin Adara tersenyum dalam hati


" kamu kenapa sayang " tanya Elvi saat melihat Adara melamun


" ah tidak papa mom " ujar Adara tersenyum


" Ray ke ruangan kerja dulu dad mom " ujar Raymond berdiri


" kenapa kerja terus, ini di rumah nak " ujar Elvi


" hanya sebentar mom " Elvi membuang napasnya kasar


" baiklah " Raymond langsung ke ruangan kerjanya setelah mendapat izin dari Elvi


Henry hanya bisa memejamkan matanya melihat sikap anaknya , lalu dia menatap Adara yang berusaha tetap tersenyum agar orang tidak melihat nya sedang terluka


" Daddy ke kamar dulu,mommy temani saja dia " Elvi mengaguk tersenyum


" apa ada masalah " tanya Elvi


" tidak ada mom, Adara hanya belum terbiasa saja maaf jika sikap Adara membuat keluarga risih " ujar adara


" tidak papa sayang, kami paham koh jangan sungkan anggap saja kami keluarga mu sendiri " Adara tersenyum


" terimakasih ,sudah menerima Adara di keluarga mommy " Elvi mengelus lengan menantu nya


" iya mom ,aku usahakan " ucap Adara tersenyum


setelah itu mereka kembali bercerita,entah apa yang mereka bahas yang jelas cerita nya mengalir begitu saja di antara mereka tanpa rasa canggung


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


" buat Queen dan rif'at saja mom udang nya " ujar Raymond saat Elvi mendekat udang pada Adara


" apa adara ingin makan yang lain " tanya Elvi lembut


" tidak mom,dokter melarang ku makan seafood berlebihan " Elvi mengaguk paham


karena dulu saat hamil Raymond rif'at dan Queen, Davin juga melarang Nya makan seafood terlalu banyak


" makanlah " ujar Raymond, adara mengaguk lalu mengambil sendiri makanan nya


sayang bantu mommy iya batin Adara


Raymond hanya diam saja saat melihat Adara menyodok nasi


" Kaka ipar makan sendiri " Adara mengaguk tersenyum


" bisa " Adara mengaguk lagi " dokter menyuruh ku untuk makan nasi " Ucap Adara lembut


" nanti mual lagi " ujar Queen


" tidak papa " ujar Adara


Henry dan Elvi saling melirik melihat sikap dingin Raymond


" apa ada masalah dad " bisik Elvi ,Henry hanya menaikkan bahu nya tidak tahu


" makan saja " Elvi mengaguk


" boy makan " rif'at mengaguk " iya dad " ujar rif'at


Adara meyakinkan diri untuk memakan nasi sekalipun nantinya akan dia ke luar kan


satu sendok sudah masuk dalam mulutnya dengan sekuat tenaga Adara menelan nya dengan paksa dan menahan nya agar tidak mengeluarkan nya


" Kaka ipar jika tidak bisa jangan di paksa " ujar Queen yang sejak tadi memperhatikan Adara apa lagi Raymond hanya diam saja , Adara hanya mengaguk saja


Raymond menarik piring adara " saya bisa send


" diam, aku hanya tidak ingin anak²ku kenapa² " ucap Raymond ketus


" Raymond " panggil Henry dengan suara sedikit meninggi, sedangkan Adara tersenyum


" tidak papa tuan " ujar Adara


" buka mulutmu " Adara membuka mulutnya,menahan sesak


"dia istri mu, perlakukan dia seperti seorang istri " bentak Henry ,Elvi menahan suaminya untuk kembali bersuara


Raymond hanya diam saja dia memilih memakan makanan nya sambil melihat Adara


Queen menatap iba pada Adara , sedangkan rif'at memilih fokus pada makanan nya begitu juga Reza


hingga makan malam selesai tidak ada yang kembali bersuara


" sayang vitamin mu " tanya Elvi


"di kamar mom ,nanti Adara minum di kamar saja " ujar Adara tersenyum


" iya sudah minum dulu susunya ,mommy tidak tau kamu suka rasa apa jadi mommy buatkan yang rasa coklat " ucap Elvi lembut


" aku suka semuanya koh mom " ucap adara menerima susu buatan ibu mertuanya


" istirahat lah, jangan begadang minum sama vitaminnya " ujar Henry setelah melihat Adara sudah menghabiskan susunya


untuk pertama kalinya Henry berbicara pada Adara dan itu membuat hati Adara tenang


" iya tuan " ujar Adara tersenyum " Adara duluan iya permisi " ucap Adara lalu meninggalkan meja makan


" langsung istirahat sayang " ujar Elvi sebelum adara menjauh


" iya mom " ujar Adara tersenyum lalu melanjutkan langkahnya


" apa Amanda meminta izin padamu sebelum ke perusahaan " tanya Henry to the poin


" tidak dad, rif'at tau dari asisten perawat nya karena tadi rif'at mau ajak Amanda makan siang " ujar rif'at jujur


" apa dia menelpon mu " Raymond mengaguk


" jangan lagi menerima nya, hargai perasaan istri mu apa lagi dia pernah bertunangan dengan mu, dan sekarang dia kekasih adikmu jangan membuat hubungan kalian rusak " ucap Henry tegas


" Ray sudah berjanj


" ingkari janji itu jika menyakiti orang lain, kamu tidak akan di katakan pengecut hanya karena melindungi perasaan orang " potong Henry cepat


" katakan pada media jika hubungan Ray dan Amanda sudah berakhir ,agar mereka tidak terlalu jauh membuat berita yang tidak²" lanjutnya lagi


" iya dad " ujar Reza


" ingat, rif'at sedang berusaha mendapatkan hati Amanda !! bukannya kamu sendiri yang bilang jika rif'at menyukai Amanda dan mengatakan siap untuk di benci rif'at jika Daddy tetap pada keinginan Daddy ,jadi sekarang kembalikan kata² itu padamu !! Daddy tidak menyuruh mu membencinya hanya jaga jarak kalian jangan selalu mengizinkan apa yang di katakan Amanda " ucap Henry


" tidak papa dad jika itu bisa buat Amanda bahagia " ujar rif'at tenang


" kaka mu sudah punya istri yang sekarang sedang hamil, bukan urusan Ray untuk menenangkan atau membahagiakan Amanda, dia punya tanggung jawab yang lebih besar selain itu "ucap Raymond tegas