
Seminggu sudah kepergian Reza dari rumah besar itu dan selama itu juga Reza tidak menghubungi Raine .
Walau hanya untuk menanyakan kabar atau pun sudah makan atau belum .
Dan pagi ini lagi² hawa dingin di ruangan makan membuat Adara yang tidak biasa menjadi serba salah kalah dia sendiri bingung .
Dimana penghuni rumah itu lebih memilih diam juga sudah ada Riane hanya dirinya yang bertegur sama dengan wanita bar² itu .
" Jadi Dad ,jemput gadis centil " Henry mengaguk sebagai jawaban .
" Mereka langsung ke sini kan " Kali ini mommy Ellena yang membuka suara .
" Iya mom " Jawab Henry .
Raine mengamati satu persatu keluarga nya yang fokus pada makanan mereka hanya Adara lah yang tersenyum tulus padanya .
Elvi wanita itu semenjak kejadian malam itu dia banyak diam begitu juga Henry .
Mommy Ellena dan Daddy Radit pun begitu mereka seolah mengunci mulutnya jika sudah ada dirinya .
Apa lagi kakak² nya hanya ada Adara dan vania itu pun jika wanita itu ke rumah utama biasanya dia akan berada di paviliun bersama Elsa membuat kue atau memasak dan mengantar kan untuk suaminya ke perusahaan .
" Raymond ke perusahaan Dad " Henry hanya mengaguk .
Henry berdiri mencium pipi mommy Ellena lalu mencium pipi elvi .
setelah itu dia berahli pada Adara istri nya mencium kening dan bibirnya .
" Nanti siang bawakan makanan bawa anak² " Adara mengaguk " Sama Nany " Tanya Adara .
" Iya,Lanjutkan makanmu baru temani mereka " Jawab Raymond .
" Iya mas " Jawab Raymond lalu meninggalkan meja makan itu .
Raine hanya bisa tersenyum kecut lagi² Raymond Tidak mencium atau berpamitan padanya .
" Raine juga ke perusahaan iya dad " Henry menggaguk .
Raine mencium Daddy Radit , mommy Ellena ,Henry dan elvi jika biasanya dia mendapatkan balasan dari Daddy Radit dan Henry kini tidak lagi .
" Kakak ipar " Adara Tersenyum lalu memeluk Raine .
" Kamu pasti bisa, jangan merasa sendiri "Raine mengaguk tersenyum " Makasih " Jawab Raine .
" Riane pamit Dad " Riane langsung pergi meninggalkan meja makan itu dengan perasaan sesak .
" Jangan pulang malam " Ujar Daddy Radit.
" Iya Opa " Jawab Raine
Henry mengelus punggung Elvi saat Raine sudah pergi menjauh .
" Selesaikan makanmu, nanti mereka menunggu lama " Elvi hanya mengaguk saja .
Di dalam mobil Raine hanya bisa menangis ingin sekali dia mencari tempat untuk mengeluarkan semua isi hatinya .
Tapi dia harus keperusahan pekerjaan sudah menunggu nya di sana.
" Kamu bisa Raine " Gumam Raine menyemangati dirinya .
Raine kembali fokus pada jalanan hingga dia sampai di perusahaan di mana Endang sudah menunggunya di depan pintu perusahaan .
Raine turun lalu mobilnya di parkir kan oleh salah satu security .
" Mari Non " Raine mengaguk lalu mengikuti langkah Endang masuk dalam perusahaan hingga mereka menghilang saat sudah masuk dalam kotak besi persegi panjang itu .
" Apa saja jadwalku " Tanya Raine .
" Hanya memeriksa beberapa berkas dan pertemuan dengan klien di luar ,tempatnya sudah di tentukan " Jawab Endang .
" Baiklah " Jawab Raine .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Siang ini sesuai permintaan Raymond Adara dan twins serta Nany langsung ke perusahaan membawakan makanan untuk sang suami sekalian asisten kesayangan suaminya .
Kini mereka sudah sampai di perusahaan semua orang menatap gemas pada kedua bayi itu yang berlalu lalang di loby perusahaan.
" Selamat siang nyonya " Sapa salah satu karyawan .
" Siang aunty cantik " Balas Adara tersenyum .
" lucu sekali "
" Pengen sekali mencium nya "
" Pipinya minta di cubit '
Adara Tersenyum mendengar bisik²an dari karyawan yang ada di situ .
" Kalian tidak makan siang " Tanya Adara lembut .
" Sebentar lagi nyonya " Jawab mereka .
" Jangan lewatkan makan siang biar pekerjaan kalian banyak " Ucap Adara lembut .
" Apa aku memintamu ke sini untuk bercerita dengan mereka " Adara membalikkan badannya Tersenyum .
" Kenapa turun ke bawah kami akan ke atas " Tanya Adara .
" Aku lapar !! Dan kamu asik bergosip " Cibir Raymond lalu mengambil baby Ed dari salah satu Nany .
" Kalian aku gaji mahal untuk bekerja bukan untuk bergosip "
" Maafkan kami tuan " Jawab mereka serempak .
" Sudah ayo ,bukannya kamu lapar " Ujar Adara lembut .
" Kami ke atas dulu iya ,mari " Pamit Adara pada karyawan suaminya .
Karyawan langsung menarik napas panjang saat tuan dan istri serta anak² nya sudah masuk dalam Lift.
" Nyonya Adara bisa betah iya berada di samping tuan "
" Iya bahkan dia tetap santai menghadapi nya "
"Tapi aku suka ,nyonya sangat lembut bahkan pada kita yang hanya seujung kuku baginya "
" Ayo kerja , sebentar lagi waktunya makan siang "
Lalu mereka membubarkan diri menuju devini masing-masing sebelum nantinya akan mengisi perut untuk menambah tenaga .
" Nona Adara " Adara tersenyum saat melihat Reza .
" Hai baby ,uncle kangen " Reza langsung mengambil baby El .
"Kalian makanlah di kantin perusahaan " Ujar Raymond .
" Baik tuan " Jawab Nany lalu mereka kembali masuk dalam Lift setelah peralatan Twins di ambil Reza .
Ceklek .
" Adara siapkan dulu iya mas " Raymond hanya mengaguk lalu membawa baby Ed ke kursi kerjaannya .
Sedang kan Reza membawa baby El ke dekat jendela menatap bagian luar perusahaan dan memperlihatkan pada baby El jika di lihat dari atas .
" Mas Edward jangan di ajak berkerja "
" Biar dia terbiasa baby " Adara hanya menghela napas .
" Dia masih kecil mas ,umurnya baru 3 bulan lebih " Ujar Adara .
"Aku tidak memintanya berkerja hanya menemaniku " Adara memilih diam lalu melanjutkan menyiapkan makanan .
" Lihatlah , orang² kecil bukan jika baby El di bawah pasti uncle tidak bisa tahu jika itu El " Ucap Reza mengajak baby El bicara .
" Jangan membuat anakku takut Za ,jika tidak ingin kamu terjun bebas dari sini ke bawah " Ujar Raymond tanpa membalikkan badannya .
" Ayo makan dulu " Raymond dan Reza langsung menuju sofa .
" Kau yang memasak " Adara mengaguk " Hanya ini saja " Jawabnya sebelum Raymond kembali bersuara .
" Apa Queen sudah di rumah " Adara mengaguk " Iya tadi aku ke sini mas Naufal juga baru datang " Jawab Adara .
Saat mobil mereka berpapasan saat dia akan ke luar dan Naufal masuk .
" Eliza sudah ke luar dari rumah sakit !! Mungkin saja Opa akan memintamu ke rumah " Reza mengagukan kepalanya .
" Iya tuan " Jawab Reza di sela makannya sambil menggendong baby El begitu juga Raymond yang menggendong baby Ed .
Sedangkan Adara bisa makan tenang tanpa di ganggu dua ikan buntal itu .
" Jangan merasa tertekan ,jika kamu butuh waktu kami tidak akan memaksa mu kami tahu perasaan mu jadi pikirkan yang menurut mu itu baik untuk kalian berdua " Ujar Raymond bijak .
"Iya tuan, tapi bagaimana pun saya akan tetap bertanggung jawab dengan apa yang sudah saya perbuat " Ujar Reza .
Adara Tersenyum mendengar jawaban Reza di mana dia kembali mengingat kejadian awal dia masuk dalam kehidupan suaminya .
Hanya karena kesalahan satu malam dia harus terikat dalam pernikahan yang awalnya dia tidak ingin kan .
" Apa yang kamu pikirkan " Adara menggeleng Tersenyum.
"Kau ingin berbohong "
" Aku hanya ingat awal pertemuan kita " Raymond berdecak saja .
Lalu kembali melanjutkan makan siang nya .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
DUKUNG TERUS RAYMOND DAN ADARA
REZA DAN RAINE
LIKE
KOMENT
VOTE
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 🌟🌟🌟🌟🌟