
" maaf tuan,di rumah sudah menunggu kita " ucap Reza
Raymond menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya lalu menatap jam mahal yang melingkar di tangan
Raymond membuang napasnya kasar
jika boleh memilih lebih baik dia lembur tapi apa boleh buat
" keluarga ayah Davin dan Amanda sudah di sana " Raymond menatap tajam Reza
" maaf " ucap Reza lirih lalu menatap Adara yang hanya menunduk saja karena fokus dengan kerjaan nya
Adara bukannya tidak mendengar nya hanya saja berpura² masa bodoh
" pulang lah ,nanti lanjut besok lagi " ucap Raymond datar
" tinggal sedikit lagi tuan " ucap Adara
" terserah " Raymond mengambil jasnya " ayo za " Reza hanya mengangguk saja
" kami duluan nona " darah mengaguk dan memaksa kan senyumnya
ceklek
rehan langsung berdiri saat ruangan sang bos terbuka
" ajak dia pulang " ucap Raymond
" Baik tuan " ucap rehan lalu menunduk kepalanya
sedangkan dalam ruangan Adara langsung menutup berkas nya
seketika air mata yang dia tahan tumpah juga
rehan yang baru saja masuk tentu kaget tapi dia tidak tahu harus berbuat apa sehingga kembali menutup kembali pintu ruangan itu dan menunggu di luar
setelah menunggu beberapa menit Adara ke luar dengan mata sembabnya
" apa nyonya baik² saja " Adara mengaguk
" kita langsung pulang iya " ucap Adara
" baik nyonya " rehan mengikuti langkah Adara dari belakang
bahkan dalam lift saja Adara masih saja terdiam membuat rehan semakin bingung karena biasanya sang nyonya sangat cerewet
Ting
pintu lift terbuka, Adara mundur sedikit kebelakang karena melihat pria yang tidak ingin dia ketemu
tapi belum juga pintu lift itu tertutup seseorang masuk dengan paksa saat melihat Adara dalam lift itu juga
" lepas " bentak Andika karena Sisil seolah memamerkan kemesraan mereka di depan Adara
"apa kamu malu karena dia Melihat kemesraan kita bahkan kita lebih dari ini " ucap sisil sengaja memanasi Adara agar semakin membenci Andika karena semenjak hari itu Andika selalu menjaga jarak dengannya
"apa selain jadi j**** kamu juga kehilangan urat malumu " ucap Andika ketus membuat Sisil semakin emosi
" kenapa kamu tidak pernah melihat ku sedikit saja, bahkan belum tentu dia juga masih perawan " bentak Sisil tepat di wajah Andika
PLak
Sisil memegang pipinya yang terasa panas bahkan kupingnya ikut berdenyut karena kerasnya tamparan
itu
sedangkan Andika melongo tidak percaya dengan apa yang terjadi
" jangan pikir karena anda wanita saya tidak berani menampar anda , jadi jaga mulut anda jangan seenaknya memakai nyonya muda " ucap rehan tegas, mendengar itu Andika semakin penasaran
sedangkan Adara hanya diam saja tanpa berkata papa
karena perasaan nya kini sedang tidak baik² saja
" siapa kamu yang berani menampar ku hah " bentak Sisil emosi
" bahkan saya bisa membunuhmu sekarang jika aku berkendak " ucap rehan datar dan dingin membuat Sisil menciut karena ketakutan
" apa nyonya baik ² saja " tanya Rehan khawatir
" jangan membuang tenaga mu hanya untuk menghadapi mereka " ucap Adara tak kalah datar
" sayang " rehan menahan tangan Andika yang akan menyentuh Adara
" biarkan dia bicara " rehan melepaskan tangan Andika tapi menjadi tameng untuk sang nyonya
" kamu tinggal di mana ?? aku ke kontrak kamu tidak ada kata tetangga kamu sudah pindah " tanya Andika, tapi Adara hanya diam
" sayang please jangan seperti ini, ok aku minta karena sudah bermain di belakang mu tapi itu semua terpaksa Sisil selalu menggodaku yank, bahkan dia juga menjebak ku " ucap Andika
" apa kamu bilang !! bahkan kamu menikmati nya bajingan " umpat Sisil kesal mengepalkan tangannya
" jaga batasan mu kamu sudah sering melakukan itu dengan siapa saja ,jangan pikir aku tidak tahu ****** seperti mu sudah banyak berkeliaran " ucap Andika ketus menatap tajam Sisil
Ting
Adara keluar dari dalam lift itu tanpa peduli pada Andika dan sisil di ikuti rehan
" sayang ,Adara " Andika mengejar Adara tapi langkahnya terhenti saat dua pria berbadan besar menahan nya secara paksa
membuat andika kesal
" lepas " bentak Andika tapi mereka tidak bergeming
siapa sebenarnya mereka batin Sisil dan Andika
aku akan mencari tahu sendiri batin Andika sedangkan Sisil masih terdiam di depan pintu lift
" silahkan nyonya " Adara masuk dalam mobil saat pintu di bukakan oleh rehan
" terimakasih mas " rehan hanya mengangguk
" apa nyonya ingin singgah di suatu tempat " tanya Rehan saat mobil mereka sudah meninggalkan perusahaan
" tidak usah, kita langsung pulang saja " ucoa Adara
rehan merasa bingung dan aneh karena ini bukan sifat sang nyonya sekali pun baru dua hari bekerja dengan nya tapi dia sedikit tahu
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
sedangkan di kediaman keluarga Raymond di sana sudah lengkap semua nya termaksud Jose ,jeje dan Alan
Raymond hanya melirik mereka sekilas lalu pergi ke kamarnya
" son " Panggil Henry
" gerah dad " Henry hanya berdecak saja
" sayang " panggil Aqila saat melihat Reza
Reza tersenyum lalu memeluk ibunya dan mencium keningnya
" Reza mandi dulu iya " Aqila mengaguk, lalu Reza bergantian memeluk Jose
" hen, jangan memaksa anak² ,jika Raymond tidak menginginkan nya !! jangan " ucap Davin
bukan tanpa alasan tapi dia tidak ingin hubungan mereka renggang karena masalah anak² mereka
terlebih dia juga tidak ingin anak perempuan satu²nya tersakiti
" apa kamu tidak setuju " tanya Henry dingin
Davin menghembus napasnya
" aku bukannya tidak setuju hen, bahkan aku bahagia karena aku tau Amanda sangat menyukai Raymond tapi bagaimana dengan nya ,aku tidak ingin anakku tersakiti dan membuat hubungan kita renggang " ucap Davin jujur
" by, yang di katakan mas Davin benar !! bukannya aku tidak setuju tapi biarkan anak² memilih pilihannya sendiri belajar lah pada pengalaman Daddy dulu saat harus di paksa menikah oleh opa dan oma " ucap Elvi lembut
" mereka hanya akan bertunangan mom, bukan langsung menikah ,Jose juga dan Aqila dulu sepeti itu bukan " Kekeh Henry tidak mau kalah
" aku dan Aqila beda hen, sedangkan di posisi ini hanya Amanda yang melihat Ray sedangkan Ray hanya menatap mereka tidak lebih hanya sekedar adik buat nya " timpal Jose
" 2 bulan, setelah itu aku tidak akan memaksa tapi mereka tetap bertunangan ,gimana Amanda " tanya Henry meminta persetujuan
Amanda melirik ayah dan bunda nya bergantian
" ikuti kata hatimu sayang " ucap Nabilla lembut
" Amanda akan mencoba nya, Jika sampai dua bulan Kaka Ray belum juga membuka hatinya untuk Amanda ,Amanda akan mundur " putus amanda
tidak ada salah nya bukan mencoba dulu
terlebih entah nanti berhasil atau tidak tapi dia ingin berusaha dulu
" kamu yakin " tanya Davin memastikan
" iya ayah, Amanda mohon " Davin membuang nafasnya pelan, sedangkan Nabilla mengelus lengang suaminya itu
" baiklah ,tapi apa pun nanti kamu harus berbesar hati " Amanda mengaguk
" semangat dek " ucap Queen, Ela , dan syahzani
" terimakasih Kak " ucap amanda
" hubungi Daddy dan mommy Jo, dan si kembar juga harus pulang " ucap Henry
" iya " ucap Jose
tidak berselang lama Raymond dan Reza ikut bergabung bersama mereka
" Kaka kenapa tidak duduk di samping Amanda " ucap Ela tersenyum , Raymond hanya menaikan alisnya sebelah
" Ela " suara dingin Jeje membuat Ela menutup mulut nya dengan rapat
" Amanda sudah setuju,Minggu depan kalian akan bertunangan " Raymond hanya diam saja
" son " Raymond mengaguk paham
" pertunangan kalian akan di umumkan besok pagi " lagi² Raymond hanya mengaguk
membuat Jose, Jeje dan Alan saling melirik begitu juga Davin
Raymond memang selalu mengikuti apa pun perkataan kedua orang tuanya
tapi sangat aneh buat mereka jika Raymond hanya mengikuti saja tanpa membantah jika sebelumnya di awali dengan perdebatan
" kamu bisa menolak nya son " ucap Davin membuka suara
" jika hanya bertunangan Ray tidak masalah tapi jangan menuntut ku untuk menikah jika bukan aku yang memintanya " ucap Raymond tegas
" dan untuk Amanda ,saya tidak membencimu tapi perhatikan ku selama ini sama dengan yang lainnya " ucap Raymond menatap Amanda
" iya kak,Jika sampai waktunya nanti Kaka tidak membalas perasaan Amanda ,Amanda akan menerima nya " ucap Amanda tulus, Raymond mengaguk setuju
Davin menatap lembut anak kesayangan nya itu " biarkan dia berjuang dulu kita hanya bisa memberikan semangat, bunda takut jika kita menolaknya akan membuat putri kesayangannya mu semakin kecewa jadi biarkan dia berjuang dulu " bisik Nabilla lembut, Davin mengaguk walaupun dia tidak yakin jika Raymond akan membuka hatinya untuk anaknya
" persiapan semuanya za, Daddy ingin yang terbaik " ucap Henry
" baik dad " ucap Reza patuh
" ayo kita makan malam dulu,nanti makanan dingin " ucap Elvi
" iya aku sudah sangat lapar sejak tadi apa lagi baru saja melakukan olahraga ekstrim" ucap Jeje mencair kan suasana
" iya bahkan cacing di perut ku sudah minta di isi sebelum nantinya lembur " timpal Alan sambil mengedipkan matanya pada Elsa
" ayah ,papi " pekik Queen kesal
" why ?? " ucap mereka serempak
" Queen sudah cukup mempunyai Ela,sasa, Radhi,raine,amanda dan dua manusia kaku itu jadi jangan membuatkan lagi aku adik " ucap Queen tegas sambil menunjuk Reza dan alister
" terserah ayah " ucap Alan masa bodoh lalu berdiri di susul dengan yang lainnya
" awas saja jika Queen tau ibu hamil akan ku buat ayah tidur di luar " ucap Queen tapi Alan hanya menaikkan bahunya membuat Queen semakin kesal
kini mereka sudah duduk berhadapan di meja makan besar itu
masing² para istri mengambilkan makanan untuk suami mereka
Amanda menatap Raymond yang hanya diam saja
" Kaka, Amanda ambilkan makan mau " tanya Amanda memberikan diri
sedangkan yang di meja makan itu menatap Raymond dengan takut
Raymond mengaguk membuat mereka tersenyum
Karen pria dingin itu tidak menolaknya
" kakak mau makan apa " tanya Amanda lembut lalu mengambil piring Raymond
yang duduk di samping sang Kaka alister
" apa saja " Amanda mengaguk paham lalu mengambil makanan untuk Raymond
" no karbo " Amanda mengehentikan gerakan nya
" kentang mau " Ray mengaguk ,lalu Amanda mengambilkan kentang,sayur brokoli dan daging ayam
" ini kak " Raymond mengaguk lalu menyantap makanan nya
semua pergerakan mereka tidak luput dari pandangan orang tua yang ada di meja makan itu
mereka berharap semoga semua nya berjalan lancar
kalaupun tidak berarti mereka tidak berjodoh
sedangkan para manusia dewasa itu hanya diam saja
bahkan alister yang nota Ben nya Amanda adiknya dia tidak banyak bersuara tentang perjodohan adiknya dan sang penguasa muda itu
dia hanya diam saja tapi bukan berarti dia mengabaikan sang adik, dia hanya ingin membiarkan adiknya berusaha untuk hasilnya itu urusan belakang