ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
Susah napas



" Baby kamu kenapa " Tanya Raymond panik saat mendengar suara Adara muntah dalam kamar mandi .


" Baby hei " Raymond menghampiri istrinya sambil memegang pundak nya .


" Mas , kepala ......." Raymond langsung memeluk tubuh sang istri .


" Adara Hei jangan membuatku takut Adara " Bentak Raymond lalu membawa Adara kembali ke tempat tidur .


Lalu dia mengambil HP nya menghubungi seseorang .


" Ke kamar sekarang " Titah Raymond entah kepada siapa .


"Baby " Raymond kembali membangun Adara ,dan bertepatan dengan itu Twins masuk dalam kamar mereka .


" Mi ...mi ....."


" Mom " Panggil kedua bayi itu sambil berjalan ke arah tempat tidur tali baby El masih di bantu Nany .


" Mommy masih tidur, duluan ke bawah iya " Ujar Raymond lembut .


Baby Ed menatap sang Daddy seperti ada yang di sembunyikan sekalipun umurnya belum cukup setahun tapi dia cukup paham dengan keadaan orang tuanya .


Edward pun merentangkan tangannya pada Nany lalu mereka ke luar dari kamar itu begitu juga baby El .


" Ada apa " Tanya Reza yang baru saja masuk bertepatan dengan baby twins yang baru ke luar.


" Telepon ayah atau Alister " Reza menatap tempat tidur lalu mengaguk ke luar dari kamar Raymond karena HP nya berasa di kamar nya .


" Kenapa son " Tanya Henry yang baru masuk dalam kamar Raymond bersamaan dengan elvi .


" Ray tidak tahu Dad ,tadi Adara muntah setelah itu pingsan " Henry menatap Elvi yang juga menatap nya .


" Apa istri mu sakit sebelumnya " Tanya Henry .


"Iya dia hanya mengeluh pusing itu saja " Jawab Raymond .


" Ray ...."


" sudah hubungi ayah mu " Tanya Henry memotong ucapan Elvi lalu menggeleng menatap sang istri .


" Reza lagi hubungi " Jawanya,tidak berselang lama Raine ikut masuk dalam kamar Raymond .


" Kaka Ipar kenapa kak " Raymond hanya menggeleng .


Elvi mendekati Adara sambil mencium kan minyak telon yang di ambil di kamar Twins .


Keluarga saling berdatangan memenuhi kamar Raymond, bahkan di antara mereka ada yang sudah siap dan belum siap untuk bekerja.


Tidak berselang lama Davin pun datang bersama Alister .


" Kenapa " Raymond langsung berdiri membiarkan Davin memeriksa istri nya.


" Istrimu kenapa " Tanya Davin lagi sambil mengeluarkan alat medisnya .


" Tidak tahu yah " Jawab Raymond lirih, ingatannya kembali berputar saat melahirkan Twins .


Tidak mungkin kan Adara meninggalkan mereka ,apa lagi belakangan ini dia mengeluh pusing dan enggan di bawah periksa ke rumah sakit .


" Hei jangan menangis " Tegur Jeje saat melihat Raymond sudah menunduk .


" Istri mu akan baik² saja " Ujar daddy Radit lembut,Henry menatap sang anak lalu memeluknya .


" Dulu dan sekarang berbeda son " Bisik Henry lembut sambil mengelus punggung Raymond .


Davin menatap semua orang yang ada di ruangan itu lalu menghela napas saat matanya bertemu dengan Amanda .


Seperti nya bencana akan terjadi setelah ini pikir Davin .


" Dara akan baik² saja " Ujar Alan lembut , Raymond hanya mengaguk .


" Eug " Raymond langsung menatap ke arah tempat tidur tanpa menunggu lagi dia langsung naik ke atas tempat tidur .


" Baby...."


" Kita ke rumah sakit iya " Ujar Raymond panik .


" Pusing " Jawab Adara lirih .


" Kali ini nurut iya kita ke rumah sakit " Adara menggeleng pelan .


" Minum dulu sayang " Raymond mengambil minuman dari tangan Elsa .


Lalu memberikan pada Adara setelah Davin membantu nya untuk bangun sambil bersandar.


" Adara sakit apa Nak " Tanya Daddy Radit.


Davin menghela napas panjang lalu menatap Raymond .


" Istrimu meminum obatnya " Raymond mengaguk " Kau yakin " Raymond kembali mengaguk .


" Tiap malam aku memberikan jika kami selesai main " Lagi² Davin menghela napas panjang .


"Kenapa yah, apa Adara sakit karena obat itu " Tanya Raymond dengan wajah datarnya .


" Katakan dengan jelas ,kau membuat kami bingung sialan " Umpat Jeje kesal .


" Adara hamil "


Raymond tertawa Mendengar ucapan Davin.


" Ayah bercanda kan " Tanya Raymond masih dengan tawanya .


" Ayah serius son " Raymond langsung menghentikan tawanya lalu menatap Adara .


" Kita punya cucu ...." Henry langsung menghentikan Elvi sambil menatap Raymond yang sudah berubah .


Raymond langsung membuka laci obat Adara yang berada di samping nya lalu memberikan pada Davin .


" Dia selalu meminum nya yah, mana bisa dia hamil bahkan sebelum kami main pun aku selalu memintanya minum " Ujar Raymond membuat Davin semakin frustasi .


" Sejak kapan kamu meminum ini " Kali ini Davin bertanya pada Adara .


" Setelah tamu bulanan " Jawab Adara lirih .


" Ini obat penyubur kandungan son, memang bentuknya mirip tapi manfaat nya beda " Ujar Davin pada akhirnya .


Raymond langsung menatap tajam Adara yang kini sudah siap dengan amukan sang suami .


" Mas dengarkan......."


" Siapa yang mengizinkan mu " Tanya Raymond dingin.


" Son jangan sakiti istri mu dia lagi hamil " Ujar henry lembut .


" Aku tidak memintanya Dad " Jawab Raymond tanpa menatap Henry .


" Anak itu rezeki Nak ,jangan begini kasian anak kalian pasti dia sedih karena orang tuanya tidak menginginkan nya " Ujar Elvi lembut .


" Bukannya kamu sudah tahu kenapa aku melarang mu hamil !! Aku tidak siap Adara Bahkan tidak akan pernah siap " Ujar Raymond dengan suara sedikit meninggi .


" Kamu tahu gimana perasaan ku saat kamu berjuang melahirkan Twins sekalipun itu SC kau membuatku kehilangan napas , Bukannya kita sudah Bahas ini " Lanjutnya lagi sambil mengepalkan tangannya .


" Maaf, tapi Aku hanya memberikan twins adik, saat mereka besar dan sibuk sekolah aku hanya sendirian di rumah " Raymond menarik napas panjang.


" Aku sudah berulang kali bicara padamu ,gunakan uangku , bahagiakan dirimu kau ingin ke mana silahkan pergi !! aku tidak akan melarang mu asal itu membuatmu bahagia ,belanja sesukamu !! apa aku mengurung mu dalam rumah sehingga kami bilang sendirian bahkan di rumah ini ada pelayan penjaga jika kamu bosan ajak mereka bermain " Ujar Raymond .


" Ray sudah nak, jangan berdebat ini bukan kesalahan Adara atau pun kesalahan mu ,hargai kehadiran nya nak " Ujar mommy Ellena lembut .


Raymond menarik napas panjang lalu di hembuskan dengan pelan .


" Jangan pernah ke luar dari kamar tanpa ada aku, bahkan mandi pun kau harus menunggu ku , akan ada pelayan yang menjaga mu selama aku di kantor, " Ucap Raymond tegas .


" Iya mas " Lebih baik begini bukan !! Setidaknya Raymond sudah bisa menerima kehamilan nya .


" Jangan berani membantah ucapan ku Adara, atau kamu tidak bertemu keluargamu bahkan anakmu sekalipun " Ancam Raymond serius,lalu dia menatap Amanda yang sudah menunduk .


" Amanda " Amanda langsung bersembunyi di belakang sang suami.


" Maaf kak, Kaka ipar memaksaku " Ujar Amanda jujur .


" 2 bulan kedepan kau tidak di gaji "


" Tidak papa kak, Amanda siap " Ujar Amanda cepat ,itu lebih baik dari pada di pindahkan tugasnya .


" Kau nakal sayang " Amanda hanya tersenyum kuda menatap sang suami .


" Bersyukur lah Kaka tidak membunuhmu " Ujar Riane menatap Amanda yang tersenyum.


" Sudah ayo kita turun sarapan " Ujar daddy Radit.


" Jangan lupa antar istrimu ke rumah sakit son " Raymond hanya mengaguk sebagai jawaban .


" Iya opa " Jawab mereka .


" Duluan saja Opa ,kami belum mandi " Daddy Radit mengaguk.


Lalu mereka ke luar dari kamar itu menuju lantai bawa sedangkan yang belum bersiap Kemabli ke kamar mereka .


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Vote yang banyak kak sayang ,likenya juga iya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻


*Dukung terus Raymond dan Adara


Reza dan Raine


like


koment


vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟*