ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
Sombong



Davin menatap anak² yang duduk saling berjejeran seperti nya ceramah malam ini akan terasa panjang .


Setelah mendengar penuturan Raymond Davin hanya menggeleng .


" Kamu yakin saat nanti tidak membutuhkan mommy dan Daddy mu " Tanya Davin menatap Raine .


"Kekecewaan seorang ibu beda dengan kalian , sekalipun dia kecewa tapi dia tetap memikirkan kalian ,bohong jika dia bilang baik² saja tapi nyatanya pasti dia sangat terluka ,jika kamu tidak percaya pada ayah tanyakan pada Daddy mu " Ujar Davin .


" Apa aku sudah cocok jadi pemuka agama " Tanyanya pada Jose ,Jose mengaguk sambil menaikan jempol nya tanda setuju .


" Sudah jangan lagi marah²an lebaran masih lama jadi saling memaafkan saja " Lanjutnya lagi .


" Bibi tolong buatkan minuman aku haus,belum minum setelah berperang " Ujar Davin tanpa rasa bersalah .


" Sayang " Raine mengangkat kepala nya .


" Daddy ,mommy Raine minta maaf !! Karena sikap egois Riane melupakan perasaan kalian ! Maafkan Raine Dad,mom " Henry dan Elvi Tersenyum .


" Maafkan Daddy, jika sudah melukai hati mu tapi tidak ada niat Daddy untuk itu " Raine mengaguk .


" Ma-afkan mommy jika sudah mengabaikan mu ,Maaf...."


Riane langsung berdiri memeluk Elvi yang sudah menangis setelah itu dia berlutut di depan Elvi .


" Maafkan Riane " Ujarnya sesegukan ,Elvi mengelus rambut Raine sambil mencium kepala anaknya lalu memeluk wanita yang kini tengah berbadan dua itu .


" Mommy juga minta maaf sudah mengabaikan mu " Riane mengaguk sambil berjongkok di depan Elvi .


" Sudah ayo berdiri nanti perutmu sakit " Riane menurut lalu duduk di antara Henry dan elvi sambil bersandar di pundak Henry yang sedang menggendong baby Ed dan baby El .


"Bawa Twins ke kamar nak, biar mereka tidur lebih nyaman " Ujar Davin .


" Biar ibu bantu sayang " Ucap Elsa .


" Di kamar iya baby " Adara hanya menggaguk lalu meninggalkan ruangan itu .


Henry langsung memeluk Riane sambil mencium kening wanita itu .


" Jangan nakal lagi " Riane hanya mengaguk saja.


" Hen ,ingat bayaran iya " Timpal Davin .


Bugh


" Ssssttt Daddy " Rengek Davin lalu memeluk Daddy Radit .


" Cium aku Dad " Bisik Davin tapi nyatanya dia di berikan ciuman panas .


" Daddy " Pekik Davin saling mengelus pipinya .


" Katanya mau di cium " Ujar Daddy Radit.


" Tapi kaya Riane Daddy " Sungut Davin kesal .


Semua orang tertawa kecil ,kini keadaan kembali seperti dulu tidak tegang seperti beberapa hari belakangan ini .


" Ah iya mumpung ada Amanda , Mau iya di periksa " Raine menatap Henry .


" Memang Kaka ipar bisa " Tanya Riane mengingat mereka sama² hamil .


" Aku bisa " Ujar Amanda .


" Kamu mau yank " Raine mengaguk .


" Iya sudah ayo kita ke sana " Ujar Daddy Radit.


" Daddy sudah sehat " Daddy Radit mendengus kesal .


" Maaf Radhi harus kembali Vania sudah mengantuk " Izin Radhi .


" Iya nanti ayah susul iya " Radhi mengaguk saja .


" Ray juga ke kamar iya ,kasian Adara sendirian " Ujar Reymond saat melihat Elsa turun dari tangga .


" Radhi mana yah " Tanya Elsa .


" paviliun " Jawab Alan .


Lalu mereka pergi ke ruangan pemeriksaan bersama Amanda .


Sedangkan yang lainnya menunggu di luar ruangan sambil bertukar cerita .


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Setelah pemeriksaan di mana usia kandungan Riane masih berumur 3 Minggu yang ukurannya sebesar biji kacang ijo .


Tapi ada yang membuat mereka lebih bahagia selain keadaan baik² saja ternyata Raine mengandung dua kecebong .


Dengan bangga Reza menyombongkan dirinya sambil menatap remeh Rif'at yang di mana Amanda hanya mengandung satu kecebong .


Sehingga mengundang tawa orang di situ karena kekesalan Rifat yang hanya bisa mencetak satu kecebong .


Belum lagi Jose dan Alan memanasi nya membuat Rifat semakin kesal dan membawa paksa Amanda .


" Yank kenapa tidur di sofa lagi " Tanya Reza mendekati Riane yang sedang menonton .


Seperti nya hoby istri nya kini menonton tv karena setiap pulang bekerja atau ada waktu luang dia selalu menonton tv .


Atau mungkin karena dia bingung harus berbuat apa sedangkan kemarin dia tidak pernah ke luar dari kamar Jika sudah pulang dari kantor , sebelum masalah kehamilan .


" Nyaman saja " Jawab Raine yang masih fokus pada benda besar yang tipis itu .


" Apa kamu ketularan Eliza " Tanya Reza saat melihat tontonan Riane .


"Ayo sudah nonton nya nanti lagi " Ujar Reza .


" Sebentar " Jawab Raine tanpa melepaskan pandangannya .


" Ini sudah jam berapa Raine " Riane mendengus kesal lalu mematikan tv nya .


" Sana Kaka tidur di sana " Usir Raine .


" Ayo harus tidur di tempat tidur "


" Apa perlu aku membuang sofa ini " Riane menatap kesal ke arah Reza .


Dia merasa Reza semakin cerewet !! Apa dia salah makan ??


" Apa kamu tetap bekerja yank " Tanya Reza sambil membaringkan wanita itu dengan pelan .


" Iya ,Aku hanya mual saja setelah itu tidak ada lagi " Jawab Riane .


" Tapi kalau kamu lelah istirahat jangan di paksakan , Kamu membawa dua nyawa " Riane mengaguk saja .


" Gimana sudah baikan " Riane mengaguk " Maaf sudah membuat Kaka ...."


" Sudah jangan di bahas lagi, yang penting sekarang kamu sama baby baik² saja " Riane mengaguk Tersenyum .


" Nanti pernikahan Adrian kita pergi semua ,itu yang aku dengar dari OPA saat makan malam tadi " Ujar Reza .


" Serius " Reza mengaguk lalu memasukan tangan nya dalam baju Raine mengelus perut nya .


" Kenapa kamu bisa hamil yank ?? " Raine menggeleng cepat " Aku juga tidak tahu , seingat ku tidak perna lupa minum obatnya " Jawab Raine .


" Kamu yakin " Riane mengaguk " Waktu mereka Daddy bermalam di villa saat Kaka Ray liburan kamu minum tidak ?? Bukannya kamu tertidur di kamar ini sampai pagi karena kamu kelelahan yank " Riane kembali mengingat kejadian yang sudah lewat itu .


" Terus saat aku pulang dari luar kota juga kamu tidur di sini bukan ?? " Lanjutnya lagi .


" Tau ah pusing mikirin nya !! Tapi aku tidak pernah lupa minum " Kekeh Riane .


" Apa itu bukan obat kontrasepsi " Tanya Reza .


" Aku belinya di apotik kak,masa mereka memberikan obat yang salah " Jawab Raine .


" Aku akan menutup apotik itu !! Apa iya kamu hamil anak Jin " Raine memukul tangan Reza yang sedang mengelus perutnya .


" Bercanda sayang , CUP " Reza mengecup bibir manis Raine lalu kembali memasukan tangannya dan turun ke depan perut Riane " Sehat² di dalam iya baby ,jangan nakal soalnya Mama kalian keras kepala dia tidak ingin berhenti kerja " Ujar Reza lembut .


" Jika butuh sesuatu katakan pada Mama biar Mama menelpon Papa iya, CUP " Reza memberikan dua kecupan karena anaknya ada dua .


" Ayo tidur ,ini sudah lewat dari jamnya ibu hamil untuk tidur " Pungkas Reza setelah memberikan kecupan pada ke dua anaknya .


" Iya " Reza menarik Riane masuk dalam pelukannya sesekali dia mencium kepala Riane .


Menyalurkan rasa sayang nya pada wanita yang kini sedang mengandung anaknya tak hanya satu tapi ada dua .


Bukan kah itu suatu prestasi yang harus di banggakan Reza tersenyum tipis .


Saat mengingat kembali wajah kesal rif'at tadi .


" I Love you " Bisik Reza ,Riane pun semakin memeluk tubuh kekar itu .


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


*Sudah iya jangan lagi berdebat gays 🤭🤭🤭


Dukung terus Raymond dan Adara


Reza dan Raine


like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😚*