ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
ada apa dengan ku ???



" kamu menginginkan seperti apa " tanya Raymond lembut


Kini mereka sudah berada di dalam kamar setelah tadi dia menemani Adara makan makan dengan yang lainnya .


Adara duduk di ujung tempat tidur sedangkan Raymond duduk di sofa .


" saya terserah saja ,tanpa resepsi juga tidak papa karena pernikahan nya juga akan berakhir ...


" Adara " panggil Raymond dengan suara rendah menatap tajam Adara


" maaf " cicit Adara saat melihat tatapan Raymond


" setelah resepsi jika kandungan mu baik ,kita akan honeymoon sekalipun sudah terlambat babymoon juga tidak masalah " ujar Raymond datar


" iya " Jawab Adara karena melawan pun percuma bukan


"kamu ingin ke mana " tanya Raymond


" pantai " Raymond menaikan alisnya satu " pantai " Adara mengagguk.


" apa yang akan kau lakukan di pantai " tanya Raymond heran


" berkemah " jawab Adara singkat


" kau yakin !! kita akan honeymoon dan kamu memilih pantai " Adara mengaguk


" tidak usah jauh² dengan resepsi saja sudah membuang uang banyak apa lagi honeymoon , karena semuanya per.....


" stop !! apa kamu akan terus membahas itu " bentak Raymond berdiri dengan menahan emosi


" lalu saya harus seperti apa tuan !! saya di rumah ini hanya tinggal be....


" ADARA " teriak Raymond menggelegar di dalam kamar itu membuat Adara memejamkan matanya


" apa kau akan membuat kandungan mu lemah lagi hah!!dengan memikirkan yang tidak penting atau itu caramu agar mereka pergi jadi seolah² aku yang di salah kan atas semuanya memberikan kamu tekanan batin dan lainnya iya " bentak Raymond wajahnya sudah tidak baik² saja menahan emosi


" bukan ....


" istirahat lah , seperti nya kamu masih lelah " ujar Raymond lalu ke luar dari kamar itu


BRAK


Adara memegang perutnya saat Raymond ke luar dari kamar dan membanting pintu .


" kenapa kak " tanya Radhi yang baru saja lewat dia pun ikut kaget


" tidak papa ,kenapa kamu belum istirahat " tanya Raymond mengalikan pembahasan


" baru selesai teleponan kak, haus mau ke bawah " Raymond mengaguk paham


" kau yakin besok balik " Radhi mengaguk sambil menuruni tangga bersama dengan Raymond


" iya Kak, mungkin setelah itu Radhi akan menetap di sini " ujar Radhi


" iya itu lebih baik, bantu aku di perusahaan " ujar Raymond


" Radhi mau kelola usaha sendiri kak " Raymond menghentikan langkahnya lalu menatap Radhi .


" jangan bilang kau ingin seperti rif'at memilih membangun perusahaan lain dan membiarkan aku mengelola perusahaan sendirian " ujar Raymond menetap tajam Radhi


" Radhi akan membantu Kaka ,tapi Radhi juga akan mengelola perusahaan yang di berikan Opa " ucap Radhi


" baiklah, aku tunggu di perusahaan nanti Reza memberikan posisi yang sesuai dengan bakat mu " ujar Raymond


" iya kak ,Kaka mau ke mana " tanya Radhi


" kerja " ujar Raymond singkat lalu meninggal Radhi yang akan ke arah dapur


" baru sehari libur tapi kerjaan nya sudah menumpuk " gumam Radhi menggeleng


Raymond masuk dalam ruangannya dengan napas yang memburu dia selalu saja kelepasan saat Adara membahas tentang perpisahan entah lah .


dia memilih duduk di sofa sambil mengangkat kakinya di atas meja.


lalu dia memijat kepalanya yang tiba² saja terasa sakit setelah mendengar ucapan Adara tadi sehingga tanpa sadar dia kembali meninggikan suaranya.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Sedangkan rif'at dan Amanda memilih duduk berdua setelah pembahasan pertunangan mereka . di taman belakang dekat kolam renang


" sayang apa kamu yakin " Amanda mengaguk cepat


" tapi sayang aku tidak mau kamu terpaksa hanya karena aku yank " ujar rif'at lagi ,Amanda mendengus kesal


" Kaka ehz apa tidak ada yang di bahas selain itu ,bukan harusnya Kaka senang karena hubungan kita naik satu tahap " rif'at menggeleng cepat


" aku ingin kamu meminta nya sendiri sendiri tanpa permintaan orang lain " ujar rif'at


" yang penting Amanda tidak keberatan sayang, toh Amanda baik² saja " ujar Amanda menekan kata sayang karena sudah merasa jengah


rif'at tertawa kecil " iya² maaf, aku hanya takut yank " ujar rif'at tersenyum


" kamu mau konsep seperti apa " tanya rif'at


" aku terserah Kaka ipar mau bagaimana nanti kita ikut saja " ujar Amanda


" iya sudah nanti kalian bahas berdua saja ,tapi kamu tidak papa " Amanda mengaguk


" memang nya kenapa dengan ku " tanya Amanda balik


" siapa tahu kamu sakit h.....


Amanda menatap tajam rif'at dan menutup mulut rif'at , rif'at membuka melepaskan tangan Amanda dari mulut nya


CUP


" kau manis kalau sedang marah " ucap rif'at


" cih "


rif'at hanya tertawa kecil " jangan mengumpat sayang tidak baik " ujar rif'at Amanda hanya mengaguk


" apa kalian tidak bosan sejak tadi di situ bahkan mataku sudah sakit melihat kalian "


Amanda dan rif'at melihat ke arah samping di mana suara itu berada


" Kaka / alister " ucap mereka bersamaan


" akan aku beritahu ayah, kalian berciuman " ujar alister berdiri meninggalkan mereka


" sedang apa kau di sini " tanya rif'at sebelum alister menjauh


" mau tenangkan pikiran kak, tapi mata suci ku ternodai dan tidak perawan lagi setelah melihat ciuman live " ujar alister tenang


" bedakan ciuman dan kecupan " ujar rif'at kesal


" yang penting bibir Kaka menyentuh bibir Amanda " ujar alister lalu meninggalkan mereka


" sudah kak " ujar Amanda menahan tangan rif'at yang kembali akan bersuara


" cih kau selalu membelah nya ,lalu tadi kenapa kamu pasrah saja saat dia menciummu hah " bentak rif'at kesal


" jangan membelanya atau aku akan membuat mu menyesal seumur hidup " lanjutnya sebelum Amanda membuka suara


" iya tadi terkahir nya " ujar Amanda mengalah


tapi aku tidak janji lanjutnya dalam hati sambil tersenyum


Sedangkan di dalam kamar seorang bujang sedang mengacak² rambutnya setelah tadi di ganggu oleh seorang gadis yang mengejarnya


Siapa lagi kalau bukan Raine bahkan Reza tidak bisa fokus hanya untuk sekedar mengetik Karena Raine selalu saja menempel padanya


Dia bukannya tidak suka tapi hanya ingin fokus bekerja dulu dan belum memikirkan tentang pacaran apa lagi pernikahan,setelah melihat rumitnya hubungan Raymond dan Adara dan itu membuatnya semakin susah untuk membuka hati untuk orang lain sekalipun itu Raine Alexander Mateo yang notabennya adiknya sepupunya sekalipun mereka tidak sedarah.