
Raymond di buat kesal dengan acara yang menurutnya sangat membosankan karena hingga sampai jam 10 acara itu belum juga selesai .
Syukur anak² nya tidak rewel anteng saja di gendong orang tua nya.
" Kenapa " Tanya Jose yang melihat Raymond gelisah .
" Kapan selesainya nya ,membosankan " Ujar Raymond ketus.
"Istirahat lah di kamar " Ujar Jeje karena Raymond sudah memasang wajah Tidak ramahnya .
" Tidak Pi ,tapi bisa kah di percepat " Alan mendekati Daddy Radit yang sejak tadi bercerita dengan orang tua Vania .
" Raymond sudah bosan " Bisik Alan ,Daddy Radit mengaguk paham .
Lalu dia menatap orang tua Vania dan keluarga nya .
" Maaf sepertinya kita harus berpisah mengingat ada cicitku yang masih terlalu kecil , nikmati waktu kalian di sini jika menginginkan papa katakan saja tidak usah sungkan "
" Atau mau sekadar jalan² katakan saja pada pihak hotel agar mereka menemani kalian " Lanjutnya lagi .
" Terimakasih pak Radit " Ujar salah satu keluarga Vania .
" Tidak perlu,bukan kah kita sekarang keluarga jadi nikmati waktu libur kalian selama di sini" Ujar Daddy Radit .
" Terimakasih sudah menerima cucu perempuan ku berada di keluarga kalian ,mohon bimbingannya sekalipun kita beda keyakinan aku yakin kalian orang yang lembut " Daddy Radit tersenyum .
" Nyonya belum tahu saja " Ujar Daddy Radit tertawa begitu juga yang lainnya .
" Radhi " panggil Daddy Radit.
" Iya Opa " Daddy Radit melirik ke arah kelurga vania .
" Dad ,mom,nenek Radhi pamit iya ,jika butuh papa telepon saja jangan sungkan " Ujar Radhi lembut sambil menyalami mertuanya dan yang lainnya lebih tua dari nya .
" Dear apa masih mau di sini " Vania mengaguk " Boleh " Tanya balik Vania .
" Tentu " Ujar Radhi mengelus pipi mulus Vania .
" Langsung istirahat besok tenaga kita akan terkuras " Vania mengaguk " Kabari jika sudah sampai " Radhi mengaguk tersenyum .
Lalu keluarga Radhi berpamitan pada keluarga Vania lalu menuju mobil mereka .
" Menyebalkan " Ujar Raymond saat masuk dalam mobil .
" Apa ada masalah son " Tanya Henry menatap Raymond yang terlihat kesal .
" Kenapa lama sekali !! Hanya tinggal memasang kan Cincin kenapa harus berputar² " Ujar Raymond lalu menggulung tangan kemejanya .
" Honey "
" Diamlah Adara jangan membuat ku semakin kesal ,siapkan saja dirimu sebentar aku tidak akan berhenti " Ujar Raymond terang²an .
" Raymond " Raymond menatap istrinya " Apa ?? Daddy dan mommy sudah biasa tidak perlu malu " Ujar Raymond tanpa dosa .
" Kau buka puasa " Raymond hanya diam saja " Pantasan kau tidak sabaran " Raymond memilih mengambil HP nya menghubungi seseorang .
" Belikan pengaman semua rasa " Titahnya lalu mematikan sambungan telepon nya .
" Raymond " Tegur Elvi malu kenapa anaknya itu selalu mengatakan apa pun dalam pikiran nya .
Tanpa memikirkan kondisi dan keadaan nya sekalipun dalam mobil itu hanya ada mereka dan sopir .
" Baby " Rengek manja Raymond lalu memeluk Adara .
" Mas ,ada Daddy sama mommy " Ujar Adara lirih .
" Aku hanya mencium aroma tubuh mu baby ,bukan minta susu "
PLak
" Apa kau tidak bisa sabar hah " Bentak Henry tertahan karena kedua cucunya sedang tidur .
" Sakit Dad " Henry menatap horor anaknya yang semakin aneh jika sudah bersama istrinya .
Padahal dia pun begitu jika sudah bersama Elvi !!
Bahkan dia bisa berubah seperti anak umur 5 tahun yang memerlukan perhatian lebih pada ibunya .
" Baby " Adara memilih menunduk karena malu dengan tatapan Henry.
Sekalipun dia di terima dengan baik ,tapi jika sudah menyangkut ayah mertua nya .
Adara memilih diam karena memang pria itu tidak banyak bicara hanya tindakan saja .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Sesampainya di masion Raymond langsung turun di susul Adara yang orang tuanya .
" Ganti pakaian Twins " Titah Raymond saat melihat Nany menunggu mereka di depan pintu .
" Baik tuan " Ujar Nany .
" Biarkan malam ini mereka tidur bersama kami , siapkan saja keperluan mereka " Ujar Henry .
" Baik tuan " Jawabnya lagi .
" Daddy terbaik ,ayo baby " Raymond langsung menarik tangan Adara yang sudah menunduk malu .
" Ada apa dengan nya " Tanya Jeje yang baru turun dari mobil .
" Buka puasa " Ujar Henry kesal .
" Jadi yang membuatnya kesal karena ingin buka puasa ,shiitt " Umpat Alan yang tidak habis pikir .
" Apa istri nya sudah memasang alat kontrasepsi " Henry menggeleng .
" Dia menyuruh pengawal membeli pengamanan dengan semua rasa " Davin tertawa kecil .
" dia nakal sekali " Ujar Davin .
" Sudah ayo masuk ,aku yakin kalian pun sama " Ujar Daddy Radit .
Membuat mereka diam seketika .
" memalukan " Cibir seseorang membuat mereka melihat kearah sumber suara .
" Hei anak sialan ,apa kamu bilang " Bentak Henry yang melihat Reza manuk begitu saja .
" Hei " panggil Jose tidak terima tapi Reza pergi begitu saja .
" Anak siapa itu " Tutur Jose .
PLak
" Anak hasil dari santan kental mu " Cibir Aqila lalu masuk begitu saja .
" Ibu anak sama saja " Cibir Jose menyusul istrinya .
Sedangkan di dalam kamar , Raymond langsung menyerang istri nya sesampainya di kamar .
" Honey sebentar ,aku bersiap dulu " Ujar Adara .
" Tidak perlu baby , kamu sudah cantik " Ujar Raymond sambil memeluk Adara .
" Tapi aku ingin memberikan yang terbaik honey " Ujar Adara lembut sambil mengelus tangan Raymond yang memeluk nya .
" Kau selalu memberikan yang terbaik " Ujar Raymond menaikan tangan nya semakin ke atas.
" Aku tidak mau, aku ingin berpisah dulu bagaimana pun aku sudah rencanakan sebelumnya " Raymond tersenyum kuda .
" Warna apa yang akan kau pakai " Tanya Raymond sambil bermain di buah ceri Adara.
" hemp ,ho-ney "
" Warna apa " Tanya Ulang Raymond .
" Hitam sesuai kesukaan mu " Raymond semakin memainkan buah ceri itu .
" Ayo mandi bersama " Adara menggeleng cepat " Mas duluan " Ujar Adara .
" Ini sudah jam berapa baby, aku tidak mau membuang² waktu " Ujar Raymond .
" Malam ini aku milikmu,sampai pagi pun aku siap ,jadi sekarang biarkan aku menyiapkan diri dulu sebelum di sajikan untuk suami kuatku ini " Ujar Adara membalikkan badannya menghadap Raymond .
" Kau yakin sampai pagi ?? besok acara pernikahan mereka loh baby " Ujar Raymond mengelus pipi mulus Adara .
" Bukannya aku bilang malam ini aku milikmu,maka lakukan semaumu " Raymond langsung membungkam mulut Adara dengan lembut .
Dan Adara langsung mengalungkan tangannya di leher Raymond .
melihat Adara membalas nya Raymond langsung menahan tengkuk Adara dan menarik pinggang nya agar tidak ada jarak di antara mereka .
Hingga akhirnya Raymond melepaskan ciuman mereka .
" Aku dulu atau kamu " Tanya Raymond sambil mengelus bibir Adara menghapus salivanya .
" Aku dulu ,jika duluan mas nanti mas menunggu lama " Ujar Adara .
" Baiklah ,aku akan memilih kan gaun yang kamu pakai malam ini " Adara mengaguk saja .
" berikan hadiah " Raymond menunjuk bibirnya sendiri .
CUP
" Jangan lama baby aku sudah tidak tahan " Adara hanya mengaguk saja meninggal suaminya yang sedang tersenyum seperti orang gila .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
DUKUNG TERUS RAYMOND DAN ADARA
LIKE
KOMENT
VOTE
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😘😘
MAKASIH SUDAH MAMPIR, TINGGAL KAN JEJAK UNTUK MENYEMANGATI AUTHOR 🤣🤣🤣🤣🤣