
Setelah masuk dalam kamar Raine langsung masuk dalam kamar mandi membersihkan diri .
Lalu mengganti pakaian tidurnya di ruangan walk in close .
" Syukurlah dia baik² saja " Gumam Raine sebelum akhirnya ke keluar dari ruangan walk in close .
Tapi langkahnya terhenti saat melihat seseorang yang tengah duduk di atas tempat tidurnya tangannya di simpan di dada nya .
" A-ada apa kak " Tanya Raine gugup lalu dia menatap pintu kamarnya yang sudah tertutup rapat .
Mungkin juga pria itu sudah menguncinya terlebih dahulu.
Secara perlahan Riane mendekati Reza dengan perasaan entahlah !! karena Reza menatap nya tajam .
" Ada yang Kakak butuh kan " Tanya Raine saat sudah di dekat Reza .
Reza melempar beberapa lembar foto saat Riane duduk di samping nya tapi ada jarak .
" Kakak dapat di mana " Tanya Raine panik saat dia menatap foto itu .
" Kau ingin bicara sendiri atau aku yang bicara duluan " Riane menelan ludahnya kasar .
" Kenapa aku harus bicara !! Bukan kah Kaka sendiri yang meminta berpisah " Reza menatap horor ke arah Raine .
" Jadi tidak masalah bukan kalau Raine dekat dengan siapa pun termaksud dia "Lanjutnya lagi dengan berani .
" Termaksud dia memelukmu di depan orang banyak bahkan memanggilmu sayang " Tanya Reza sinis .
" I- ya " Jawab Raine terbata .
" Apa jika dia meminta tubuhmu kamu juga akan memberikan nya " Tanya Reza kesal .
" Apa aku serendah itu di mata Kakak " Tanya Raine menatap kecewa ke arah Reza.
" Dia memeluk mu begitu muda dan kamu pun menerimanya dengan baik ,lihat lah bahkan teman dan sekertaris mu pun kaget ,Tidak menuntut kemungkinan kan , bahkan orang di rumah ini tidak sembarang memeluk Riane kau tahu itu, Xavier Alister apa mereka pernah memeluk mu seperti dia memeluk mu ?? Radhi , Kaka Raymond kakak Rifat apa mereka pernah memanggil mu sayang selain aku ,bahkan mereka hanya memakai namamu , Ela dan syahzani apa kau perna melihat ku memeluk mereka seperti kamu dengannya " Tanya Reza beruntun .
"kenapa kak harus membahas itu ??Riane mau jalan ,mau peluk atau apa pun itu ? Semua sudah tidak ada kaitannya sama kakak " Ujar Raine kesal .
" Tidak ada kaitannya ?? Jadi kau meminta kita mengakhiri semuanya iya " Raine terdiam " Jawab Raine kau ingin mengakhiri nya " Tanya Reza lagi .
" Bukan Kaka yang memintanya? Kenapa menanyakan sama Raine " Jawab Raine emosi .
Dia masih ingat betul saat dia ingin menyelesaikan masalah secara baik² .
Tapi malah kekecewaan yang dia dapat di mana Reza memintanya mengakhiri semuanya .
" Apa kau kira aku laki² bajingan setelah mengambil sesuatu langsung melepaskan begitu saja " Tanya Reza emosi bahkan kini suaranya sedikit meninggi .
" Mana HP mu " Tanya Reza
" Buat apa " Tanya Raine .
" Mana HP mu Raine Alexander Mateo " Ucap Reza dingin .
" Katakan dulu ..."
" RAINE " Bentak Reza " Jangan menguji ku Raine kamu Sudah pernah melihatku marah " Ujar Reza meninggi .
" Iya aku sudah pernah ,tapi bukan kah sangat tidak pantas ..."
" Apa kau takut aku menghapus kenangan kalian yang kau simpan di HP mu " ucap Reza memotong ucapan Raine .
" Apa dia begitu berarti untukmu ?? " Lanjutnya lagi .
" Baiklah ,diam mu aku anggap jawaban " Ujar Reza lalu berdiri dari duduknya .
" Apa yang ingin kamu katakan " Tanya Reza saat Raine menahan tangan nya.
" Ja-ngan me... lukainya " Ucap Raine terbata .
" Aku tidak akan mengusik kehidupan orang lain termasuk dia " Ucap Reza lalu melepaskan tangan Raine .
" Sebelum aku pergi malamnya di menelpon mu dan ternyata kalian bertemu benaran " Ujar Reza sinis lalu ke luar dari kamar .
Sedangkan Riane masih di buat bingung ,lalu dia mengambil HP nya mencari riwayat panggilan sebelum Reza pergi urusan pekerjaan .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Pagi harinya di meja makan itu terasa dingin membuat Henry bingung .
" Kenapa boy " Reza menatap Henry lalu menggeleng .
" Princess " Raine juga memilih menggeleng sebagai jawaban nya .
" Kau tidak dapat jatah " Celetuk Henry tapi ke dua orang itu diam saja .
" Cih menyebalkan , ingat umur kalian tidak pantas bersikap seperti remaja " Cibir Henry kesal.
"Jika Daddy cerewet sampai kapan selesai sarapan nya !! Tidak mungkin kami menunggu Daddy pesawat jam 8 Dad " Ujar Raymond .
" Jangan seperti orang susah " Cibir Henry .
" Besok jika ingin sarapan atau makan malam dan yang lainnya masing² punya meja iya " Ucap elvi kesal .
Selalu saja meja makan itu Tidak pernah bisa tenang ada saja ocehan yang membuatnya naik darah setiap hari nya .
Setelah itu mereka kembali makan dengan tenang tanpa ada gangguan lagi.
" Baik kak " Jawab Reza .
" Kaka jam berapa berangkat nya " Tanya Rif'at yang baru saja datang bersama pasukan paviliun .
" Jangan bilang kalian mau ikut ,akan ku minta mereka menahan kalian " Ujar Raymond menatap tajam mereka satu persatu .
" Kami juga kan pergi ,jangan terlalu GR " Ujar Alan ketus .
" Princess mau ikut Daddy " Tanya Henry .
" Maaf Dad ,Raine hm itu ada janji " Ujar Raine takut ,karena masih ada Reza .
" Siapa " Tanya Henry menaikan alisnya sebelah .
" Sama endang Dad " Ujar Raine ,Reza hanya tersenyum sinis Mendengar alasan Raine.
" Ada urusan apa ?? Ini weekend kalian tidak membahas pekerjaan ka " Tanya Henry lagi .
" Tidak Dad,hanya urusan wanita " Ujar Raine lagi .
" Baiklah ,hati² " Riane mengaguk saja .
" Ingat jam pulang " Titah Henry sebelum meninggal kan Raine dan Reza .
Belum juga ke laur keluarga Adara sudah masuk dalam dalam rumah .
" Kami hanya pergi liburan bukan pergi naik haji " Ujar Raymond kesal menatap orang yang akan ikut ke bandara .
"Jika kamu ingin langsung ke sana tidak papa son " Ujar Jeje membuat Raymond berdecak .
" Maaf apa kami terlambat " Tanya Adit saat sudah di dekat mereka . .
" Tidak ,ayo kita pergi " Ucap Henry lalu berdiri dari kursinya begitu juga Elvi.
Sedangkan baby El dan baby Ed sudah di tangan Alan dan jeje saat melihat anak ikan buntal itu mereka langsung menggendong nya .
" Tidak ikut " Tanya Rif'at menatap Reza .
" Tidak kak,Reza masih lelah ingin istirahat saja " Jawab Reza .
" Aku kira kamu ikut Raine " Reza hanya membalas nya dengan senyuman .
" Kakak ayo " Panggil Amanda menarik Rifat .
" Sabar sayang, Za kami pergi dulu " Reza hanya mengaguk lalu ikut pergi meninggalkan Raine yang hanya sendirian di meja makan itu .
Riane hanya bisa menghela nafas panjang nya lalu menyusul Reza ke atas .
Tok ...tok ...
" Kak, Riane boleh masuk " Panggil Raine dari depan pintu .
Ceklek .
" Apa " Tanya Reza saat pintu itu sudah terbuka .
" Bisa bicara " Tanya Raine gugup .
" Bicara lah " Ujar Reza masih berdiri di depan pintu begitu juga Raine .
" Hm itu hm ..."
" Kau ingin bertemu dengan nya bukan ?? Pergilah " Potong Reza .
" Dengarkan Raine dulu " Ujar Raine menahan lengan Reza saat pria itu akan kembali masuk ke dalam kamar.
" Apa lagi ?? bukannya kamu bilang sendiri kita tidak punya hubungan ,dan tidak ada kaitannya dengan ku jadi untuk apa kamu meminta izin padaku ?? Kau bebas Raine ingin bertemu dan dekat dengan siapa " Ujar Reza tegas .
" Kakak ...."
" Pergilah nanti dia menunggumu terlalu lama ,ingat pesan Daddy pulangnya jangan lewat jam yang sudah di tentukan " Ujar reza lalu menutup pintu kamarnya dengan keras membuat Raine kaget .
Tok ....tok ...
" Kaka, dengar kan dulu Raine "
"Kakak " Riane kembali mengetuk pintu kamar Reza tapi tidak ada hasilnya .
Riane menghela napas panjang nya lalu meninggalkan kamar Reza .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
DUKUNG TERUS RAYMOND DAN ADARA
JANGAN LUPA JUGA DUKUNG REZA DAN RAINE
LIKE
KOMENT
VOTE
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😘😘