
Adara memejamkan matanya lalu menarik napas nya kasar saat Raymond mengucapkan ijab kabul
apa jalan hidupku harus seperti ini batin Adara tersenyum miris
setelah selesai dengan urusan pernikahan siri,Kini Raymond dan Adara kembali ke mobil sedangkan Reza masih berada dalam ruangan itu
mengurus sesuatu
" jangan berharap lebih pada pernikahan ini " ucap Raymond saat kedua sudah berada dalam mobil
" iya tuan " ucap Adara
pandangan Adara menatap ke arah jalan
memikirkan jalan hidup yang selalu saja rumit
belum sembuh luka di hatinya kini harus menghadapi kenyataan pahit di mana dia harus menikah hanya karena tanggung jawab
dan dia menerima pernikahan itu karena memikirkan tempat dia tumbuh dulu sehingga membuatnya hidup mandiri hingga sekarang
apa boleh dia mati saja !!! tanpa terasa air matanya ke luar begitu saja
" maaf nona Adara apa ada masalah " tanya Reza tiba²
yang baru saja masuk dalam mobil dan dia mendapatkan Adara menangis
" ah tidak tuan asisten " ucap Adara lalu menghapus air matanya
sedangkan Raymond hanya diam saja tidak peduli pada percakapan mereka
" antar dia ke apartemen " ucap Raymond
" baik tuan " ucap Reza
" bisa singgah di kont.....
" semua kebutuhan mu sudah di sana, jangan mengotori apartemen ku dengan barang murahan mu " ucap Raymond tegas
" Jika tuan merasa kotor dengan barang² ku lebih baik aku tinggal di kontrakan aku tidak memaksa Anda untuk memberikan tempat tinggal padaku, dan satu yang harus anda ingat anda yang memaksa saya tinggal di sana dan masuk dalam lingkaran hidup anda " ucap Adara kesal
" maaf nona, barang penting anda sudah berada di apartemen " ucap Reza menenangkan kedua suami istri siri itu
" lalu yang lainnya " tanya Adara
" buang " ucap Raymond ketus ,Adara menatap Raymond
apa tadi katanya di buang !!!
" sebutkan saja berapa nanti aku ganti " lanjutnya lagi
" cih orang kaya sombong,arogan " cibir Adara
lebih baik mengalah dari pada dia harus berdebat dengan bos nya yang kini merangkak menjadi suaminya
yang bisa membuat kepalanya sakit !!!
sedangkan yang di singgung hanya diam saja begitu juga Reza dia hanya fokus pada kemudinya
sesampai nya mereka di apartemen,Reza menyuruh anak buah nya mengantar Adara ke apartemen milik Raymond
sedangkan mereka harus kembali ke perusahaan karena sebentar lagi jam istirahat telah selesai
" silahkan nyonya " ucap sang pengawal
" makasih pak,tidak usah sungkan di sini kita sama " ucap Adara lalu turun dari mobil tapi dia kembali duduk
" apa " tanya Raymond menatap Adara yang sedang kebingungan
" maaf tuan, sekalipun pernikahan kita hanya sekedar di atas kertas ,tapi bagaimana pun saya istri sah anda " Raymond menaikan alisnya menatap Adara
"lalu " tanya Raymond memotong ucapan Adara
" cepat katakan waktu ku terbuang hanya karena menunggumu bicara " Adara memejamkan matanya
dia harus terbiasa dengan keadaan ini bukan !!
Adara mengarahkan tangannya di depan Raymond
" Reza berikan uang pada nya " ucap Raymond yang tak mengerti maksud Adara membuat Adara kesal
" Baik tuan " ucap Reza lalu mengambil dompetnya di saku belakang
" saya punya uang " Adara menarik tangan Raymond lalu mencium punggung tangan Raymond
membuat Raymond mematung di tempatnya
bahkan Adara ke luar dari mobil pun dia masih terdiam
" tuan " panggil Reza , Raymond menatap Reza setelah kembali tersadar
" jalan " titah Raymond ,Reza hanya mengaguk saja
pikiran Raymond kembali pada sikap Adara tadi
" tuan " panggil Reza lirih karena Raymond kembali diam
" jangan beri tahu siapa pun za, nanti aku jelaskan sendiri " ucap Raymond
" maaf tuan, tapi Daddy ...
" nanti aku jelaskan dengan baik,kita tunggu sedikit lagi " ucap Raymond
" baik tuan " ucap Reza
" siapkan semua kebutuhan nya di apartemen,dan juga sopir untuk mengantar jemput nya " ucap Raymond lagi
setelah itu dia kembali berdasar pada sandaran kursi mobil
" baik tuan " ucap Reza
" jangan mengikuti jejak ku, sekalipun kau menggilai ku, sekalipun kau tau jika kejadian ini karena ulah manusia kotor " ucap Raymond dingin ,Reza hanya mengangguk saja sekalipun Ray tidak melihatnya
" apa kamu sudah bereskan manusia kotor itu " tanya Raymond kesal sekalipun dia memejamkan matanya
tapi Reza dapat lihat bagaimana amarah Raymond karena ulah manusia itu
" sudah tuan, kita tinggal tunggu kapan saatnya mereka memohon " ucap Reza tersenyum jahat
" kau selalu bekerja dengan cepat " Reza hanya tersenyum ketika Raymond selalu memuji nya karena hasil kerjanya
sedang kan di apartemen milik Raymond, Adara masih menatap kagum pada apartemen itu
yang kini akan di tinggali nya tapi entah sampai kapan dia akan tinggal di sana
" maaf nyonya jika butuh pa....
" jangan memanggilku seperti itu ,bukannya aku sudah mengatakan kita sama panggil nama saja " ucap Adara
" maaf nyonya tapi saya tidak bisa karena anda istri dari tuan muda " ucap bodyguard Adara
" istri di atas kertas " ucap Adara ketus
" siapa namamu " lanjutnya lagi
" rehan nyonya " ucap rehan menunduk kepalanya
" sepertinya kamu lebih tua dariku ,jadi sangat tidak sopan jika aku memanggil nama mu ,jadi aku panggil mas saja iya " tanya Adara, rehan hanya mengangguk
" baiklah, mas bisa menganggap kita teman agar tidak canggung seperti ini, karena aku risih " ucap Adara lalu lebih dalam ke dalam apartemen itu
" ah iya apa mas akan tinggal di sini atau gimana " tanya Adara menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap rehan
" tidak nyonya, saya tinggal di samping apartemen anda ,jadi jika butuh papa anda bisa menelpon saja " ucap rehan ,dia harus tinggal di lantai yang sama pada istri tuan nya itu dan tinggal di apartemen milik Reza demi menjaga keamanan sang nyonya dan itu atas perintah Reza ,Adara mengaguk mengerti
" terimakasih " ucap Adara ,rehan hanya membalas nya dengan senyuman
"sebentar lagi pelayan yang bertugas di apartemen ini akan datang jadi nyonya tidak perlu melakukan kerjaan yang lain " ucap rehan, Adara mengaguk
" di mana kamar ku " tanya Adara
" di lantai dua nyonya, pas depan tangga " ucap rehan
" terimakasih mas rehan, mas juga istirahat lah nanti aku hubungi jika membutuhkan papa " ucap Adara
" baik nyonya ,permisi " ucap rehan lalu meninggalkan Adara sendirian di apartemen besar itu
Adara Melanjutkan langkahnya menuju kamar yang akan dia tepati
ceklek
Adara menatap kamar yang cukup luas bahkan kamar di kontrakan nya 3x lipat dari kamar ini
lalu dia masuk sambil memeriksa setiap sudut kamar itu
hingga akhir nya di kelelahan setelah keliling kamar dari kamar mandi ruangan walk in close yang cukup luas bahkan semua perlengkapan nya sudah ada di dalam ruangan itu
tidak lupa kamar mandi luas bahkan bisa untuk bermain bola dalam ruangan itu
lalu kamar yang luas bahkan bisa di tinggali 2 keluarga
Adara duduk di sofa yang ada dalam kamar itu
" bahkan saat waktu nya nanti semua nya ini akan hilang begitu saja " ucap Adara lirih
" kenapa jalan hidupku selalu seperti ini, selalu di hadapkan pada pilihan yang sulit " Adara menarik napasnya lalu di hembuskan begitu kasar
dari pada memikirkan yang tidak pasti Adara memilih tidur di sofa empuk itu
semoga setelah bangun nanti pikiran nya kembali tenang
sekalipun hanya sedikit saja !!!!!
" selamat datang hidup baru !! semoga setelah ini tidak ada lagi luka " gumam Adara lirih sebelum memasuki alam mimpinya