
sedangkan dalam kamar Raymond menenangkan Adara yang sejak tadi menangis
" apa yang harus aku lakukan ?? sungguh aku tidak tau jika sudah berhadapan dengan wanita " ujar Raymond
" saya ingin pulang " ucap Adara lirih sesegukan
" baik kita balik ke apartemen tapi setelah makan malam iya " Adara menggeleng cepat " setelah itu kita ke apartemen, apa kau ingin melihat mommy kecewa " Adara hanya diam saja
bagaimana pun hanya wanita itu yang menerima nya sejak tadi, bahkan dia mendekati nya hanya sekedar menanyakan kehamilan nya dan keadaan nya
" bisa kan " Adara mengaguk pelan " kalau begitu aku mandi dulu iya ,kamu tunggu di sini jangan melakukan hal² yang aneh " Adara mengaguk
setelah kepergian Raymond Adara berdiri mencari letak walk in close untuk menyiapkan pakaian Raymond setelah mengedarkan matanya beberapa kali hingga di mendapat pintu yang menurutnya itu walk in close
karena kamar Raymond sangat lah luas bahkan bisa 3x lebih lebar dari kamar yang di apartemen
saat Adara membuka pintu ruangan itu dia tersenyum tebakan nya benar karena di dalam itu hanya ada dua pintu yang satunya nya entahlah itu pintu apa
tanpa membuang waktu Adara masuk dalam ruangan itu untuk sesaat dia terdiam di tempatnya menatap ruangan besar itu belum lagi pakaian yang berjejer sesuai warnanya sepatu ,tas dan semuanya tersusun rapi
Adara sampai menggeleng " butuh berapa hari mereka merapikan ini " gumam adara heran
" bahkan semua tersusun sesuai warna dan bentuknya " ucap Adara lagi
lalu dia mengambil switer abu² dan celana pendek warna hitam setalah semuanya selesai dia ke luar dan menunggu Raymond di sofa tempat duduknya tadi
tidak berselang lama Raymond ke luar dari kamar mandi hanya menggunakan lilitan handuk di pinggang nya dan tangannya menggosok rambutnya yang basah
Adara menelan ludahnya kasar setelah itu dia memalingkan wajahnya ke sisi lain , Raymond mengeritkan keningnya melewati Adara yang menurutnya aneh lalu masuk ke ruangan walk in close
" apa dia tidak punya rasa malu,kenapa dia Tidak memakai bathrobe kenapa harus bertelanjang dada " gumam Adara lirih
" apa dia yang menyiapkan ini ?" gumam Raymond
karena memang hanya dia bukan di kamar ini ,bahkan pelayan pun masuk ke kamarnya jika ada hal penting itu pun merapikan kamarnya dan ruangan walk in close
setelah itu mereka ke luar bahkan pelayannya pun khusus yang ke ruangan nya tidak semua pelayan bisa ke luar masuk kamar Raymond
" kamu masuk dalam ruangan itu " Adara menggaguk gugup
" maaf jika saya sudah
" tidak papa, saya hanya bertanya " potong Raymond cepat ,Adara mengelus dadanya lega
" kita ke bawah ayo " Adara menatap Raymond entah lah kenapa dia mendadak takut jika kembali bertemu dengan mereka " ada aku " lanjutnya saat melihat ketakutan dari Adara
" tapi,jangan seperti tadi !! saya tidak ingin tuan ....
" iya saya paham " ujar Raymond
sedangkan di bawah semuanya sudah berkumpul dan Jose sudah datang bersama Aqila dan Xavier
" sebenarnya ada apa hen " tanya Jose, Alan dan Jeje menatap Henry dengan pertanyaan yang sama
" tunggu lah sebentar lagi mereka akan turun " ujar Henry
" siapa " tanya Alan
" anak sulung mu " ucap Henry tenang
" kenapa dengan nya !! " tanya Jeje
"diam lah, tunggu saja dan kalian akan tau " ujar Henry
semua orang menatap ke arah tangga saat mendengar seseorang turun dari atas
" papa koh sudah datang " tanya Reza kaget
" bukannya kamu menelpon ku ,cepat karena Daddy mu yang menyuruh kami ke sini " Reza tersenyum kuda lalu mendekati Aqila dan dia memberikan ciuman di pipi wanita cantik itu
" jauh anak sialan " bentak Jose ,Aqila hanya menarik napas panjang karena ini sudah biasa baginya
" apa papa mau di cium Kaka Reza " ujar Xavier tersenyum
" apa kau ingin aku meratakan perusahaan ke banggaanmu itu " ucap Jose kesal
" astag,kenapa rumah ini tidak bisa damai jika para suami posesif berkumpul " ucap rif'at yang baru saja turun
" kau, utang penjelasan pada ayah " ucap Alan menatap rif'at yang hanya tersenyum kuda
" jangan tersenyum " bentak Jeje kesal, rif'at hanya menaikan bahu nya lalu duduk di samping Queen
" are you ok " Queen mengaguk pelan
hingga tidak berselang lama Ray turun bersama Adara , semua mata menatap ke arah tangga
merasa di tatap Adara langsung menundukan kepalanya
" ada aku ok " Adara mengaguk pelan
" dek/ Elvi " Elvi hanya mengaguk saja
sedangkan Jeje Alan dan Jose menatap ke arah Henry meminta jawaban tapi yang di tatap hanya diam saja
" Adara " panggil syahzani seketika Adara mengakat wajahnya
" nona syahzani " ucap Adara lirih
" sayang kamu kenal " Sasa mengaguk " dia karyawan Sasa yah " ujar syahzani
" son " Raymond menghela napasnya " dia istri ku pa ' ujar Raymond
" you're serious " tanya Jeje
" apa Ray perna main² dengan apa yang ray katakan ,bahkan sekarang dia lagi hamil " terang Raymond
" what's " pekik mereka tidak kecuali keluarga Raymond dan Reza
" hen " Henry mengaguk membetulkan
" lalu tentang semalam apa ada kaitannya " tanya Alan
" tidak ada kaitannya ,bahkan sebelum tunangan kami sudah menikah " ujar Raymond
" kamu baik² saja kan " tanya Raymond lembut ,Adara mengaguk pelan
" apa amanda sudah tahu " tanya Jose
" pa,.please kenapa kalian selalu mengaitkan dengan kekasihku ?? Amanda dan Kaka Ray sudah tidak memiliki hubungan papa ? apa kalian sangat berharap dia bersama Kaka Ray " ujar rif'at mulai jengah dan kesal
" apa begitu penting perasaan Kaka Ray, dibandingkan dengan ku " lanjutnya lagi
" Kaka " rif'at melepaskan tangan Queen " aku sudah jengah mendengar ucapan kalian , aku diam bukan berarti aku selalu mengalah, saat Daddy merencanakan semuanya apa rif'at menolak tidak bukan karena Kaka Ray menerima nya ? lalu kenapa di saat Kaka Ray sudah memutuskan hubungan dengan Amanda kalian selalu mengaitkan padanya , Kaka Ray sudah punya istri bahkan istrinya sedang hamil !! lalu kalian mau salah kan siapa ?? Kaka ipar karena telah menghancurkan impian kalian ?? maka katakan pada Kaka Ray jika kalian menentang nya !! dan saat itu juga jangan harap kalian bisa melihat ku di rumah ini " ucap rif'at lalu meninggalkan mereka begitu saja
" biar Daddy yang bicara dengan nya " ujar Henry menahan Elvi untuk mengejar anaknya
" tapi ....
" tenanglah " ujar Henry ,Elvi mengaguk tapi sorot matanya menatap kepergian anaknya
" kenapa diam ?? " tanya Raymond
" Kaka, Queen minta maaf " ujar Queen menunduk
" untuk " tanya Raymond menaikan alisnya
" Reza antar Adara ke kamar tamu " ujar Raymond ,Adara menggeleng cepat
" tunggulah di sana ,jika sudah selesai kita akan balik ke apartemen " Adara Menatap Raymond " aku selesaikan ini dulu iya " ucap Raymond lembut lalu mencium kening dan perut Adara dan itu membuat mereka melototkan matanya tajam untuk pertama kalinya mereka melihat Raymond bersikap lembut pada orang lain selain keluarga nya bahkan pada yang lainnya pun tidak seperti tadi
CUP
CUP
" mari nona Adara " mau tidak mau Adara mengikuti Reza membawanya ke kamar tamu
" katakan apa yang ingin kalian katakan " tanya Raymond
Jeje,Alan ,dan Jose langsung menutup rapat mulutnya setelah mendengar ucapan rif'at tadi
" sudah berapa bulan kandungan nya nak , kelihatan nya sudah besar " tanya Ana lembut
" dua bulan mi ,anak Ray kembar " mereka melotot kan matanya benar² berita yang sangat mengejutkan bagi mereka
" selama di apartemen siapa yang menemaninya nak " tanya Elsa
" ada pelayan sama rehan " ujar Raymond jujur " lalu kalau dia menginginkan sesuatu Sayang " tanya Aqila ,Jose yang ingin protes lalu dapat tatapan tajam sehingga dia mengurung kan niatnya membuat Alan,Jeje dan Henry tersenyum ke arah lain
"rehan ma, tapi kadang chef hotel yang siapkan Baru di antar apartemen " ujar Raymond
" apa kandungan nya baik² saja " tanya Elvi
"katanya baik ,karena pemeriksaan pertama dia di temani rehan !! besok pemeriksaan lagi Ray akan temani " ucap Raymond
"mommy ,mama ,ibu mami ikut " teriak mereka bersamaan
" Sasa/ Ela juga ikut iya kak " ucap mereka memohon
" terserah " ujar Raymond
" jam berapa sayang " tanya Ana tersenyum " diam " Ucap ana saat Jeje menarik tangannya
" belum tau mi, nanti tanyakan sama Adara " mereka mengaguk setuju
" jaga lah keluarga mu dengan baik !! di sini kamu paling tertua ,kamu juga punya tanggung jawab yang besar ,jangan abaikan istri mau pun anakmu " Raymond mengagguk paham
" tetaplah tinggal di sini , Daddy tidak terima penolakan mau atau tidak nya istri mu kalian tetap di sini " lanjutnya lagi
" bicarakan padanya jika keluarga akan mengadakan pesta " Raymond mengaguk paham
" lebih baik Daddy melihat rif'at dulu, karena dia selalu merasa di abaikan. " Henry mengaguk
" aku ikut hen " ucap Jose ,Alan dan jeje juga ikut berdiri
" Kaka, Queen minta maaf tentang yang tadi " ucap Queen
" katakan padanya jangan padaku " ujar Raymond
" iya kak " ucap Queen mengaguk
" apa yang dia lakukan " tanya Raymond saat Reza sudah kembali
" duduk kak, tapi dia ingin kembali ke apartemen " Ray hanya mengaguk saja
" biarkan saja nanti aku bicara dengan nya " Reza mengagguk