ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
salah sasaran



rehan membukakan pintu ruangan bosnya setelah itu menyusul bosnya ke ruangan pribadi nya


Raymond menatap Adara saat sudah di baringkan di atas tempat tidur


eug


" Adara "


" nyonya "


Adara memegang kepala nya yang terasa pusing dia kembali memejamkan matanya untuk mengumpulkan kesadaran nya


" tunggu sebentar dokter akan datang " ucap Raymond lembut sambil menggegam tangan Adara sebelah kiri


" tidak usah, aku baik² saja " tolak Adara lembut


" jangan membantahku adara " ucap Raymond tegas


" tolong ,jangan paksa " ucap Adara memohon menatap Raymond


" batalkan za " Reza hanya mengangguk lalu ke luar dari ruangan itu


" apa kamu butuh sesuatu " Adara menggeleng


" nyonya belum makan tuan " ucap rehan


" kau belum makan " tanya Raymond sedikit meninggi kan suara nya


" aku masih kenyang, mas rehan tolong aku mau balik ke apartemen " ucap Adara


" aku akan mengantarmu " Adara menggeleng


" biarkan mas rehan yang mengantarku " ucap Adara


bukannya apa,jika Raymond yang mengantar nya


mereka akan semakin mencaci nya habis²an


mereka akan beranggapan apa yang mereka ucapkan tadi benar ada nya !!


jadi lebih baik rehan saja toh mereka juga tinggal di apartemen dan di lantai yang sama tapi beda unit


" mas tolong " lanjutnya lagi


rehan menjadi di lemah ingin membantu tapi takut bosnya ,tapi menolak pun sama mereka sama² bosnya


Adara berusaha bangun sendiri karena rehan tidak bergerak sedikit pun


" bantu dia" ucap Raymond lalu ke luar dari ruangan itu tanpa melihat Adara lagi


" nyonya apa tidak sebaiknya istirahat dulu " Adara menggeleng


mau tidak mau akhirnya rehan membantu Adara untuk berdiri,


sedangkan Reza menatap Raymond Bingung


" nona Adara tuan " tanya Reza bingung


" sama rehan " ujar Raymond berjalan menuju meja kerjanya


Reza menatap ke arah kamar pribadi bosnya


di mana Adara sudah ke luar di bantu rehan


" asisten Reza ,saya pinjam sebentar jas nya nanti kalau sudah bersih saya kembalikan " ucap Adara


" iya nona Adara " ucap Reza


" mau saya antar nona " Adara menggeleng


" sama mas rehan saja ,asisten Reza pasti banyak kerjaan ,saya baik² saja " ucap Adara


" makasih sebelumnya ,permisi " ucap Adara pamit tapi sebelum ke luar dari menatap Raymond yang hanya fokus pada laptopnya


" tasnya nyonya " ucap rehan ,Adara hanya mengaguk saja setelah itu berhenti di ambang pintu menunggu rehan mengambil tasnya


" berikan " titah Raymond saat Adara dan rehan sudah ke luar dari ruangan nya


Reza langsung memberikan ipadnya pada Raymond


Raymond menatap serius pada layar itu


di mana saat Adara dan rehan masuk mereka sudah Mulai melempar telur tepat di wajah dan badan nya


cacian yang ke luar dari mulutnya mereka membuat Raymond mengepalkan tangannya lalu matanya fokus pada seseorang yang sedang tersenyum


" di mana dia sekarang " tanya Raymond tanpa mengalihkan pandangannya


" di ruangannya tuan " ucap Reza


" lakukan setelah pulang kerja ,dan bawah mereka yang telah menghina Adara " ucap Raymond dingin


Reza mendengar suara itu merasa merinding sendiri


ini buka. pertama baginya tapi melihat bosnya seperti itu dia selalu merinding


kalian telah menggali kuburan kalian sendiri batin Reza


lalu dia mengambil HP nya dari saku jas nya !!!


" lakukan tugas kalian, cari wanita yang berada di video itu bawah mereka di tempat biasa " ucap Reza setelah itu mematikan sambungan telepon tanpa mendengar jawaban dari seberang


Raymond menyandarkan tubuhnya di kursi kerjaannya lalu memijat pangkal hidung nya dengan kuat


" tuan " panggil Reza


" hebm "


" maaf tentang tadi " Raymond hanya mengaguk saja


bukannya dia tidak tahu ,dia sangat tau karena sebelum itu Raymond sudah berada di belakang mereka


" kita pulang za, kepala ku sakit " ucap Raymond


" apa perlu saya panggil kan dokter " tanya Reza


"CK , aku tidak selemah itu " cibir Raymond


lalu mengambil jasnya dan mejanya di biarkan begitu saja ,Reza melihat itu hanya menggeleng saja


lalu dia berlari ke arah meja merapikan sedikit dan menutup kembali laptopnya


lalu menyusul Raymond yang sudah duluan ke kaur


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


" tuan, apa yang terjadi dengan nyonya " tanya Rosna menghampiri rehan


" bikinkan minuman hangat dan bubur ,nyonya belum makan " ucap rehan


" baik tuan " ucap Rosna lalu berlari ke dapur


sedangkan rehan kembali ke apartemen Reza untuk membersihkan diri baru setelah itu kembali ke apartemen Raymond


Adara merendam tubuhnya dengan pakaian lengkapnya


setelah itu dia menenggelamkan kepalanya ke dalam


dasar wanita murahan


****** suka menggoda tuan muda


berapa tuan muda membayar mu


pasti kamu menjual tubuhmu sehingga bisa menjadi sekertaris tuan muda


mana ada orang yang mengaku dirinya ******


menjijikan


pelakor


Adara bangun dengan napas yang ngos²an matanya kembali berembun saat kata² itu kembali terngiang² seolah mereka sekarang berada di depannya


" aku buka lajang ,aku bukan wanita murahan aku bukan pelakor " gumam Adara menarik rambutnya kasar


" aaaakkkkkhhhhh " teriak Adara keras setalah itu dia kembali menangis


setelah merasa sudah baikan Adara berdiri dari bathup dan mandi terlebih dahulu


tok .....tok ....


" nyonya bisa saya masuk " ucap Rosna dari luar


" apa nyonya sedang istirahat " gumam Rosna


" tapi kata tuan rehan nyonya belum makan " lanjutnya lagi


" lebih baik masuk saja " ucap Rosna


ceklek


Rosna masuk dalam kamar Adara ,tapi dia tidak melihat wanita itu di dalam sana


tapi dia mendengar suara air dari arah kamar mandi


baru saja akan mendekat pintu kamar mandi terbuka dari dalam


membuat keduanya kaget baik Adara maupun Rosna


" maaf nyonya " ucap Rosna memegang dadanya


" saya mengantar kan anda minuman hangat dan bubur kata tuan rehan anda belum makan " lanjutnya lagi


" makasih mba " ucap Adara lembut


" nyonya baik² saja " Adara mengaguk tersenyum


" kalau begitu saya ke bawah dulu, jika butuh papa nyonya bisa memanggil saya " ucap Rosna


" iya mba ,makasih buburnya maaf sudah repotin harus antar ke sini " ujar Adara


" tidak papa nyonya ,kalau begitu saya tinggal,permisi " ucap Rosna


lalu ke luar dari kamar Adara dan menutup kembali pintu kamar itu


sedangkan di rumah besar itu Henry dan Elvi menatap heran pada Raymond dan Reza yang pulang lebih awal


" kamu sakit nak " tanya Elvi panik


" Ray sehat mom " ujar Raymond dingin dan berlaku begitu saja


"apa ada masalah " Raymond menghela napasnya lalu berbalik menatap Elvi


" Raymond baik² saja tidak ada masalah papa ,apa Ray tidak bisa pulang cepat ,harus lembur terus tiap hari " ucap Raymond kesal


" bukan begitu sayang , mommy khawatir " ucap elvi lembut


" bukannya Ray sudah bilang ,Ray baik² saja ,lagian Ray sudah besar stop memperlakukan ku seperti Ray yang berumur 10 tahun " ucap Raymond ketus


" RAYMOND " bentak Henry


" mommy mu hanya khawatir apa salahnya ?? " ucap Henry menatap tajam anaknya


" sorry, Ray hanya lelah " ucap Raymond lalu pergi meninggalkan mereka


" za ,katakan sama Daddy " titah Henry menatap Reza


" Kaka Hanya pusing dan lelah dad " kilah Reza menatap balik Henry


" kau tidak bohong " Reza menggaguk pasti


" baiklah kamu bersihkan tubuhmu " Reza mengaguk lalu pergi menuju kamarnya


Henry menatap pintu kamar anaknya dia yakin betul pasti ada yang di sembunyikan dari mereka


dan dia akan mencari tau itu


" By " Henry memeluk Elvi


" it's ok, anak sulung mu hanya lelah " ucap Henry menenangkan Elvi


" tapi ...


" sudah jangan di pikirkan lagi iya " Elvi mengaguk patuh


sedangkan di dalam kamar Raymond susah menghancurkan kaca besar yang ada di ruangan walk in close nya


darah segar mengalir dari tangannya tapi rasa sakit itu tidak berarti papa untuknya


setelah itu dia masuk dalam kamar mandi membersihkan tubuhnya karena setelah ini dia akan ke luar bersama Reza


dia akan membuat mereka menyesal bahkan di setiap helaan nafasnya


Raymond menatap kaca Yang ada di kamar mandinya lalu menyapunya dengan lembut


" kalian sudah terlalu jauh melangkah " gumamnya dengan seringai nya