
" Kenapa " Tanya Henry, sedangkan elvi sudah duduk di kursi .
Awalnya Henry tidak mengizinkan nya tapi Elvi tetap pada pendirian nya sehingga Henry memilih mengalah .
" Dada Ray sakit Dad " Ujar Raymond sambil memegang dadanya .
" Maksudnya " Raymond menggeleng tidak tahu karena memang dia selalu memeriksa kesehatan nya.
Tapi ini apa maksudnya ?? kenapa dadanya sakit .
Tidak berselang lama, para suster ke luar sambil berlari membuat yang di luar ikut panik dan takut .
" Ada apa " Tanya Davin yang menahan salah satu perawat .
" Detak jantung nyonya muda lemah ,tuan " Ujar suster
DUAR
" Siapkan semuanya" Ujar Davin lalu masuk dalam ruangan membantu anak nya .
"Daddy " Henry memegang bahu anaknya yang akan jatuh ke bawa ,begitu juga Naufal mencoba menguatkan sang sahabat .
" Ayah " Panggil Alister lega saat melihat Davin masuk dengan pakaian operasi .
" Jangan panik, ayah akan bantu " Alister dan Amanda mengaguk cepat .
" Berikan padaku " Ujar Davin ,di bantu Alister sedangkan Amanda sudah Tidka tahu dia seperti sedang kehilangan nyawanya setengah .
" Daddy, Dara baik² saja kan " Henry memeluk Raymond yang menangis sesegukan .
" Son " Raymond menggeleng kuat semoga apa yang di pikirkan tidak terjadi .
" Aku akan membencinya jika sampai dia meninggal kan kami " Ujar Raymond dalam pelukan Henry,Henry hanya bisa menahan sesak dan sakit melihat anak yang selalu kuat selama ini terpuruk seperti ini .
Hingga akhirnya suara pintu terbuka lebar menampakkan 3 orang ,siapa lagi jika buka Davin, Alister dan Amanda .
Raymond langsung berdiri saat melihat siapa yang ke luar .
"Dara baik² saja kan ayah " Davin hanya terdiam sambil menunduk .
" Davin " panggil Henry dengan suara rendahnya perasaan nya sudah di selimuti rasa takut .
" Maaf " Cicit mereka bersamaan .
" Ayah katakan dengan benar " Ujar Raymond menarik baju Davin .
" maafkan ayah, kami sudah melakukan yang terbaik tapi tuhan lebih sayang pada istri mu " Ujar Davin dengan mata berkaca-kaca
" Ayah ini Tidka lucu !! ayah bohong kan " Ujar Raymond tertawa hambar sekalipun air matanya mengalir begitu deras .
" Maaf " Raymond langsung berlari masuk ke dalam melihat Adara diikuti Henry .
" Adara bangun, bukannya kamu mencintai ku kenapa meninggalkan ku dengan anak² Adara " Teriak Raymond menggema di ruangan itu .
" ADARA " Teriak Raymond lagi sambil mengguncang tubuh Adara .
" Sayang " panggil Elvi serak .
" Tidak mommy ,adara tidak mungkin meninggalkan kami " Ujar Raymond .
Daniel mendekati Adara yang sudah memucat sekuat tenaga dia harus dalam sadarnya .
" Tugasmu belum selesai Adara ,anak²ku butuh kamu " Raymond kembali mengguncang tubuh Adara .
" Son ..."
" Tidak Pi, istriku wanita kuat dia hanya lelah ,baby bangun ini Tidka lucu " Racau Raymond .
" Aku hitung sampai tiga ,jika kamu tidak bangun aku akan membuang mu dari sini " Ujar Raymond semua orang menatap sendu karena ini pertama nya mereka melihat Raymond seperti ini
1
2
3
" Bangun Adara ,ini Tidak lucu tugas mu belum selesai ,Jangan membuat ku membencimu ADARA " Teriak Raymond kesetanan saat Adara sama sekali tidak merespon nya .
"Son ...."
" KELUAR " Teriak Raymond semua orang terdiam hanya ada suara tangisan yang terdengar dalam ruangan itu .
" Adara bangun jangan seperti ini ,kita baru bertemu dan Abang belum melakukan hal yang banyak denganmu ,jika kamu meninggalkan Abang !! kenapa harus kembali ini lebih sakit dek " Daniel tertunduk sambil menggenggam tangan Adara .
Naufal mendekati Daniel , sedangkan Queen bersama Alan .
" sakit Fal, aku benci keadaan seperti ini kenapa aku harus kembali kehilangan nya ,jika bisa memilih lebih baik aku tidak tahu sama sekali dan dia tetap hidup dari pada seperti ini ,sakit Fal " Ujar Daniel dalam pelukan Naufal suara tangisan Daniel membuat Naufal ikut menangis .
Tapi kenapa seolah takdir mempermainkan nya di saat mereka bahagia dan orang tuanya juga akan menetap di sini .
Takdir kembali mempermainkan mereka !! Ini sangat sulit untuk nya .
" Biarkan mereka menyelesaikan kerjaannya nak " Ujar Daddy Radit .
" Jangan berani mendekat " Raymond menatap tajam para perawat bahkan auranya sangat kuat .
" Son " Raymond menatap Henry tajam " Ke luar " Bentak Raymond .
" Son ,kasian Adara dia harus ....
" KELUAR BANGSAT " umpat Raymond emosi bahkan matanya sudah merah.
" jika sampai kalian menyentuh istri ku ,akan ku habisi kalian saat ini juga " Ancam Raymond Tidka main² .
" Kaka ..."
" Menjauh " Bentak Raymond saat Queen mendekati nya .
"Menjauh jika kalian ingin masih hidup, aku tidak peduli siapa kalian " Bentak Raymond kembali saat Elvi mendekatinya .
" Sadar nak ,kasian Adara jangan menyiksanya biarkan mereka menyelesaikan kerjaannya " Ujar Elvi lembut dari jauh .
" Adara hanya lelah karena habis melahirkan anak² kami, dia tidak meninggalkan kami " Ujar Raymond dingin .
" Tapi sayang ..."
" KELUAR, jika kamu hanya ingin mengatakan omong kosong ke luar " Teriak Raymond ,Elvi memegang dadanya menangis .
Dia tidak menangiskan Raymond membentaknya hanya dia menangis karena melihat anaknya seperti kehilangan hidupnya
Bugh
" Sekalipun kamu anakku ,aku tidak segan membunuhmu , siapa kamu hah, berani berteriak pada istri ku hah " hardik Henry sambil menatap tajam Raymond ,jeje membantu Raymond berdiri .
" Tahan dirimu " Ujar Alan ,Henry menarik napas kasar .
" Bukan hanya kamu yang kehilangan lihat semua orang sama seperti mu ,lalu kita harus apa ?? Davin, Alister dan Amanda sudah berjuang selebihnya tuhan yang menentukan hidup seseorang " Ujar Raymond kesal .
" Daddy bicara seperti itu karena tidak tahu perasaan Ray !! Apa Daddy siap kehilangan mommy ?? Tidak bukan jadi lebih baik ke luar aku tidak butuh Daddy berada di sini " Ujar Raymond sambil menatap Adara.
" Iya aku akan ke luar silahkan meratapi nasib mu,bahkan kamu lupa jika ada dua malaikat yang ada di samping mu yang membutuhkan kamu , sedangkan kamu hanya berdiam diri seperti orang gila " Ujar Henry ketus lalu ke luar dari ruangan itu .
Raymond hanya bisa menangis sambil menggenggam tangan Adara .
" Baby aku mohon bangun, anak² membutuhkan mu baby jangan membuatku membencimu begitu juga mereka " Ujar Raymond sesegukan .
" aku membencimu Adara ,bangun ADARA " Teriak Raymond sambil memegang dadanya yang terasa sesak .
mommy Ellena maju memeluk Raymond dengan erat sambil mengelus punggung cucu terkuatnya itu .
"Kuatkan hatimu ,ada kita di sini kamu tidak sendiri ada juga anak² mu malaikat kecil yang di berikan istrimu ,Oma tahu kamu pria kuat kamu harus ikhlas kasian Adara jangan menyiksanya lagi, jangan membuatnya sedih karena melihat mu seperti ini " Ujar mommy Ellena lembut .
" Ray mencintai nya Oma kenapa dia meninggal kami ,apa dia tidak mencintai kami " mommy Ellena menggeleng cepat " Dia sangat mencintai kalian makanya dia memberikan malaikat yang lucu untukmu agar kamu tidak sendirian dan selalu mengingat nya " Ujar mommy Ellena lembut.
" Biarkan mereka menyelesaikan iya,kasian Adara " Raymond mengaguk pelan .
" Selesai kan " Ujar mommy Ellena , Raymond hanya bisa memeluk mommy Ellena tanpa ingin melihat adara untuk yang terakhir nya .
" Kaka " Rifat,Queen ,Ela , syahzani , alister, Xavier ,Reza dan Amanda memeluk Raymond yang hanya sesegukan dalam pelukan mommy Ellena .
" Fal " Naufal mengaguk tersenyum " Kamu masih bisa melihatnya dia meninggal keponakan yang cantik bukan " Daniel hanya bisa menangis .
Entahlah dia harus berbuat apa sekarang ,dia kembali mengingat ibu nya .
Alan,Jeje,Davin,Jose serta Henry menenangkan istri mereka yang menangis sejak tadi
Sedangkan Daddy Radit hanya bisa mematung di tempatnya hal ini kembali terjadi saat dia harus kehilangan cucunya anak Alan dan Elsa ,lalu ini apa ??
Jika kekayaan nya bisa membeli nyawa seseorang dia akan menukarkan semuanya.
Tidak apa dia hidup miskin asal anak dan cucu nya bahagia,dia bisa memulai dari awal lagi .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
jangan lupa dukungannya Kaka cantik /ganteng
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😚😚