
Reza ikut bergabung setelah memastikan Raine menghabis kan makannya karena wanita itu masih enggan bertemu atau bicara dengan siapa pun .
Dengan Reza pun hanya ala kadarnya tapi itu sudah membuat Reza bahagia .
" Dad ,Reza mau bicara " Henry menatap Reza begitu intens .
" Untuk sementara kami akan tinggal di apartemen " Henry langsung membenarkan duduknya .
" Kenapa harus pindah " Tanya Daddy Radit mewakili Henry .
" Maaf, Reza juga tidak tahu ...."
" Apa ini permintaan Riane " Reza hanya terdiam .
" Aku ke atas dulu " Henry langsung berjalan ke atas dengan langkah besarnya .
Lalu di susul Jose dan Daddy Radit begitu juga Reza dan Raymond .
Sedangkan Naufal memilih diam , karena ini bukan ranahnya sekali pun dia tahu masalah mereka .
" Mommy jangan menangis " Elvi menggelengkan kepalanya " Ini semau kesalahan mommy jika saja mommy mendengarkan penjelasan nya semua tidak akan seperti ini ,mommy sudah membuat adik kalian terluka " Ujar Elvi serak .
" El " Elvi menggeleng Tersenyum sekalipun itu terpaksa .
Sedangkan di dalam kamar ,Riane di buat kaget saat pintu kamarnya terbuka dengan kasar lalu melihat para pria itu masuk termaksud suaminya .
" Jika kamu membenci Daddy dan mommy ,kami yang akan pergi meninggalkan rumah ini, tetaplah di rumah ini bersama kakakmu kami yang akan pergi malam ini juga jika itu membuat mu bahagia " Ujar Henry .
"Daddy minta maaf jika sudah membuatmu kecewa dan membuatmu terluka jaga kesehatan mu " Ujar Henry .
" Hen " Jose menahan tangan Henry .
" Biarkan aku pergi Jo, aku titip anak² bersama mu " Ujar Henry melepaskan tangan Jose .
" Apa Kamu sudah puas !! Apa kamu akan terus seperti ini Daddy sudah meminta maaf padamu begitu juga mommy ,Apa kami juga harus pergi dengan senang hati kami akan pergi " Ujar Raymond emosi .
" Son "
" Di sini bukan hanya kamu yang kecewa yang sakit , Kami juga di sini kecewa !! Apa kamu pernah mengatakan alasan nya bahkan pada Reza pun kamu hanya mengatakan maaf lalu di mana kesalahan kami ?? Apa pria itu juga pernah meminta bertemu dengan kami menjelaskan hubungan kalian ? Tidak Raine Alexander Mateo dia hanya meminta bertemu dengan Reza itu pun hanya memintanya jangan menyakiti mu ,lalu sekarang kamu bersikap seolah kami ini penjahat !! Pakai otakmu Kami diam bukan berarti kami marah padamu kami hanya tidak ingin memihak pada siapa pun " Tegas Raymond dengan emosi yang sudah memuncak .
" Son tahan dirimu, adikmu hanya butuh pengertian " Ujar Daddy Radit .
" Seharusnya dia sadar, kenapa Daddy dan mommy begitu di antara semua apa dia pernah melihat yang lainnya sedekat mereka !! Ray bukan membedakan atau mencari persamaan Merkea tapi dia bukan anak kecil lagi bahkan umur nya lebih tua dari Adara tapi kenapa dia tidak memahami nya!! Apa belum cukup buatmu saat Daddy memohon meminta maaf padamu bahkan dia harus merendahkan dirinya yang belum tentu dia lakukan pada Opa dan Oma " Ujar Raymond lalu ke luar begitu saja dia akan menahan Daddy dan mommy nya pergi .
" Sayang " Daddy Radit dan Jose mendekat ke arah Raine yang sudah menangis dalam pelukan Reza .
" Kami minta maaf jika sikap kami selama ini telah menyakiti mu tapi jauh di lubuk hati kami , kami menyayangi mu bahkan kamu sendiri bisa tahu itu, Kami bukannya tidak menerima kehamilan mu tapi kami hanya kaget karena yang kami tahu kamu meminum obat pil KB lalu Davin mengatakan kamu hamil ,kami hanya syok nak " Ujar Daddy Radit .
" Ayo sayang kita berkemas " Elvi menatap bingung ke arah sang suami .
" Ada apa ...."
" Ayo sayang kita tidak punya waktu ,kita harus pergi malam ini juga " Elvi menatap mommy Ellena ,Aqila , Queen dan Adara .
" Sayang " Elvi mengikuti suaminya ke arah kamarnya dengan langkah besar bahkan Elvi harus sedikit berlari .
Tidak berselang lama Raymond datang ke ruangan keluarga.
" Di mana Daddy " Tanya Raymond panik .
" Kamar " Jawab Adara .
" Ada apa nak " Tanya mommy Ellena lembut.
" Daddy akan pergi dia akan yang pergi untuk kenyamanan Riane " Mommy Ellena, Aqila dan Queen langsung menyusul Henry dan Elvi ke kamar mereka membuat Naufal harus ikut karena memikirkan Queen .
" Jaga anak² " Adara hanya mengaguk karena memang mereka sudah meminta Nany untuk istirahat .
Sesampainya di kamar Henry sedang mengambil koper kecil .
" Kamu tidak apa kan tinggal di rumah ibu " Elvi hanya menggaguk ,dia tidak berani bersuara karena takut tangisan pecah .
" Jangan takut ,aku bersama mu ,anak² sudah memiliki kehidupan mereka , Aku mencintaimu , CUP " Akhirnya !!
Sekuat apa pun Elvi menahan akhirnya pecah juga ,Henry memeluk dan memberikan kekuatan untuk istrinya .
" Anggap saja kita honeymoon sekalipun di rumah ibu " Elvi mengaguk lalu melepaskan pelukan suaminya, mulai mengeluarkan beberapa pakaian dari lemari .
" Jika Daddy pergi ,kalian akan melihat Queen dalam keadaan tidak bernyawa " Pekik Queen membuat ke dua orang itu menatap ke arah pintu .
" Alexa, Queen " Ujar mereka hampir bersamaan .
Queen harus mengakhiri nya jika mereka tidak ada yang mengalah dia yang akan membuat nya berakhir .
Tanpa berpikir panjang Queen mendekati meja itu lalu mengambil gelas nya .
pyaar .
" Sayang, Queen "
" Daddy ingin pergi bukan ?? Maka lakukan itu " Ancam Queen .
" Queen jangan gila " Bentak Henry keras dan melepas pakaian yang ada di tangannya begitu saja .
" Sayang jangan aneh² kamu sedang hamil, ingat Eliza sayang " Ujar Naufal panik .
" Queen jangan gila, ingat kandungan mu " Ujar Raymond .
" Daddy " Raymond menatap memohon pada Henry bahkan kini matanya sudah berembun menahan tangisannya .
Di sini dia yang tertua jadi dia harus bisa membimbing adik²nya di saat seperti ini .
" Queen ,kakak mohon jangan begini " Ujar Raymond lirih .
" Jika Daddy dan mommy pergi maka Queen juga akan pergi bahkan tidak akan Kembali lagi " Ujar Queen yang sudah menangis .
" Sayang .."
" Menjauh " Queen meletakan pecahan gelas itu di lengan nya .
" Daddy , Naufal mohon Dad " Naufal berjongkok di depan Henry dan Elvi .
" Naufal mohon Daddy " Ujarnya lagi,keadaan kamar itu semakin tegang bahkan tidak terkendali lagi .
Sehingga membuat yang tinggal di paviliun ke rumah besar saat Mendengar laporan pengawal .
Tidak berselang lama Daddy Radit dan Jose menyusul ke kamar Henry sedang kan Reza masih menenangkan Raine .
Begitu juga yang tinggal di paviliun .
" Queen " Panggil mereka bersamaan saat melihat wanita itu memegang pecahan kaca ,lalu mereka menatap Naufal yang sudah duduk di lantai mengahap Henry dan Elvi Radhi dan Jose membantu Naufal berdiri .
" Keluar " Bentak Daddy Radit .
" KELUAR " teriak nya lagi .
" Apa perlu aku sendiri yang akan membunuh kalian " Daddya Radit menarik laci yang menang dia tahu itu tempat senjata Henry .
Dor
Kaca besar penghubung dengan taman pecah begitu saja .
" Aku tidak akan rugi hanya kehilangan anak dan cucu seperti kalian, KELUAR " teriak nya lagi.
" Daddy " Panggil mommy Ellena .
' Baik jika kalian memilih mati " Daddy Radit sudah menarik pelatuk pistol nya siap menembus jantung siapa saja .
" Mommy mohon ke luar lah " Jeje dan Alan Langsung menarik Henry ,begitu juga Raymond dan Rif'at langsung menarik Queen dan melempar kan pecahan kaca itu ke sembarang arah.
Sendang kan Aqila dan Ana menarik Elvi sebelum mertua Meraka mengamuk .
Karena apa yang ke luar dari mulut nya adalah kenyataan .
Daddy Radit memegang dadanya yang terasa sakit ,mommy Ellena mengambil pistol itu dengan pelan .
Lalu mengelus punggung Daddy Radit dengan lembut hingga membuat Daddy Radit sedikit lebih tenang .
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
*Jangan tegang iya rileks , tarik napas lalu hembuskan .
Vote² nya yang banyak lope² ku 😘😘😘😘😘
Dukung terus Raymond dan Adara
Reza dan Raine
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟*