ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
persiapan resepsi



Setelah makan malam kini semuanya berkumpul begitu juga dengan Adara, awalnya Adara menolak karena belum terbiasa tapi Raymond memberikan pengertian Jika Semua nya akan baik² saja sehingga Adara mengikuti nya .


"besok Radhi akan ke kembali ke Landon dan opa ingin membicarakan sesuatu pada kalian " semua orang menatap Daddy radit.


" Amanda apa kamu serius menjalin hubungan dengan rif'at " tanya Daddy radit


" se-rius " ujar Amanda gugup


" jika kamu tidak yakin, jangan memaksa nya " ujar Daddy radit


" opa " daddy Radit mengangkat tangannya membuat rif'at menghentikan ucapannya .


"seperti kata rif'at jika kamu hanya menjadi kan dia pelarian lebih baik akhiri jangan membuat hubungan kalian renggang karena masalah kalian " ujar Daddy radit


" Amanda serius opa,tapi tidak mungkin Amanda menghilangkan perasaan Amanda secepat itu " Daddy radit mengaguk paham .


" Amanda sudah meyakinkan diri bahwa Amanda tidak sendiri lagi ,ada kaka rif'at sekalipun Amanda belum membalas nya ,tapi Amanda sayang sama Kaka rif'at " lanjut nya lagi


" siapkan dirimu, kalian akan bertunangan saat resepsi Raymond dan wanita itu " Raymond mendengus kesal menatap tajam opa nya


" iya² maksudnya bersama darah merah " lanjutnya lagi membuat semua orang menahan senyumnya


" terserah opa " ucap Raymond kesal


"opa apa tidak terlalu cepat,aku tidak ingin Amanda terpaksa menjalani nya " ujar rif'at


" jika dia terpaksa dia bisa menolaknya " ujar Daddy radit cepat


" Amanda tidak keberatan jika bertunangan dengan kakak rif'at tapi apa ....


" jangan memikirkan yang belum pasti " potong Daddy Radit cepat sebelum ucapan Amanda selesai


" sayang jangan memaksakan dirimu " ujar rif'at menatap Amanda


" amanda tidak keberatan atau Kaka yang keberatan " tanya Amanda balik membuat rif'at mendengus kesal


" kalian berdua apa sudah membahas nya " tunjuknya pada alister dan Xavier


" sudah opa,Ela bilang selesai resepsi Kakak Ray dulu " Ujar alister


" vier setelah kakak Reza opa " Reza menatap jengkel pada adiknya


" kau mengejek Kaka " tanya Reza kesal


" Raine siap koh kak ,kalau Kaka kesepian " ujar Raine tersenyum kuda


" anak bau kencur " cibir Reza


" tapi Raine sudah bisa buat anak ,Kaka mau coba ayo " ajak Raine santai


" RAINE " bentak Henry menatap kesal ke arah anak bungsu nya yang beda dengan kakak nya yang lain


" kenapa dad, Kaka Reza bilang rain anak bau kencur jadi raine akan membuktikan jika raine bisa buat anak bau kencur, kaka Reza mau di bawah ,atau mau posisi berdiri atau bagaimana " ujar Raine vulgar


" RAINE ALEXANDER MATEO " teriaak Daddy Radit menggema di ruangan itu


" opa kuping rain sakit " keluh rain sedangkan yang lainnya hanya menggeleng kepala nya


"Raine Kamu itu wanita, elegan sedikit " tegur Radhi , Raine menegangkan duduk nya lalu menyimpan tangannya di atas kaki nya ,membuat mereka mendengus kesal sedangkan Reza tidak peduli


" anakmu seperti mu hen " bisik Davin, membuat Henry kesal


" tentukan resepsi kalian kapan " ujar mommy ellena


" Kaka Reza kita kapan resepsi nya " Elvi dan Henry memejamkan matanya kesal


" Raine masuk kamar " Raine langsung menutup mulutnya rapat saat mendengar suara sang ratu


" maaf mom " ujar Raine tapi sedetik kemudian dia berulah lagi


" Kaka Reza mau tunangan dulu " tanyanya lagi


" rif'at bawa adikmu ke kamar " ujar Elvi


" maaf² Raine akan diam ,Kaka Reza " Raine mengedip kan matanya saat Reza menatap nya


" astaga " Davin ,Jeje dan Alan tertawa kecil sedangkan Henry sudah kesal


" princess " Raine tersenyum kearah Jose " iya papa mertua " membuat mereka melotot kan matanya


" kau menyukai Reza " Raine mengaguk cepat " papa setuju kan !! terimakasih papa ,Raine akan membuat kan cucu yang sangat lucu seperti Raine " ujar Raine ceplos


" Reza pamit ke ruangan kerja " Reza langsung berdiri tanpa mendengar larangan sang opa


" Reza " Reza tetap melanjutkan langkahnya


" kau, wanita ulat bulu sana masuk kamar " uajr Daddy radit menunjuk Raine


" iya opa ,by Raine mau ikut kakak Reza temani calon imam kerja " ucap Raine lalu pergi begitu saja


" El apa dia anakmu " Elvi menggeleng cepat " dia anak tetangga di kampung " ujar Elvi kesal sedangkan yang lainnya tertawa


" diamlah Jo, jangan bersuara atau akan ku buat suaramu hilang " ujar Henry kesal membuat Jose menghentikan tawanya


" lalu kapan acara nya " tanya mommy ellena setelah semuanya kembali tenang


" secepatnya saja mom, karena perut Adara akan semakin membesar " ujar Jeje


" Queen apa kamu bisa menyiapkannya semuanya " Queen mengaguk " bisa yah " ujar Queen


" satu Minggu bisa " Queen menatap Henry kaget " Queen usahakan dad " ujar Queen


" iya dad " ujar Jose


" Alan sama Jeje, urus sisanya iya Pastikan semuanya aman jangan sampai terjadi masalah undang media yang bernaung di bawah perusahaan kita, jangan sampai ada artikel yang tidak mengenakan " ucap Daddy radit


" iya dad " ujar mereka bersamaan


"kau Raymond pergi meminta izin pada nenekmu nanti di temani Daddy dan mommy mu ,biarkan istrimu di sini " Raymond mengaguk paham


" Kaka ipar mau konsep seperti apa " tanya Queen menatap Adara


" terserah mana baiknya " ujar Adara tersenyum


" tidak boleh seperti itu sayang ,kamu maunya yang bagaimana ini hari bahagia mu jadi kamu harus menentukan " ujar Elvi lembut


" terserah mom, asal nyaman saja " ujar Adara


" baiklah nanti besok Queen bawa brosur nya nanti kaka ipar pilih " ujar Queen ,Adara mengaguk


" bahas bersama Amanda karena acara itu juga untuknya " ujar Daddy radit


" opa ...


" kenapa ?? mereka harus terbiasa " ujar Daddy radit


" Amanda tidak papa " ujar Amanda menatap rif'at


" cih kau bertingkah seperti suaminya " cibir Davin


" terserah rif'at " ucap rif'at santai


"jadi semuanya sudah deal kan ,Elsa sama Ana bantu anak² siapkan semuanya iya " ucap mommy ellena


" baik mom " ujar mereka bersamaan


" Radhi pulang setelah acara kakakmu ,kamu sudah tau kan " Radhi mengaguk


" ada yang ingin kamu sampaikan " tanya Daddy radit yang melihat wajah Radhi seperti menahan beban berat


" rad hanya bingung opa, tapi semuanya aman koh " ujar Radhi


" mau oma temanin " ujar mommy ellena karena dia juga tau tentang hubungan Radhi dengan sang kekasih


" Radhi bisa sendiri Oma " mommy ellena mengaguk


" apa ada masalah sayang " tanya Elvi lembut , sedangkan Henry hanya diam saja kali ini bukan saatnya untuk proter


" tidak ada mom, red hanya sedih tidak bisa ikut mempersiapkan resepsi Kaka Ray sama pertunangan kaka rif'at " elak Radhi sendu


" maka bawa kekasih mu ke sini secepatnya ,jadi kamu bisa menemani mereka "ujar Elvi ,Radhi tersenyum miris


" iya mom, Radhi usahakan " ujar Radhi tersenyum


" mommy menunggu nya " Radhi mengaguk


sedangkan Adara yang sejak tadi diam tiba² menarik ujung baju Raymond


" kenapa " tanya Raymond menatap Adara


" kau sudah mengantuk " lanjutnya lagi , Adara meggeleng sedangkan yang lainnya menatap mereka


" kenapa kaka ipar , perut mu sakit " tanya Amanda panik


" ti-dak " ucap Adara gugup karena belum terbiasa


" lalu kenapa ?? jangan membuat orang panik apa mulutmu tidak berfungsi " ujar Daddy radit kesal


" opa / Daddy " pekik mereka bersamaan


" apa ?? dia harus terbiasa jika di keluarga ini tidak ada yang basa basi " uja Daddy Radit


" mangga pesanan saya mana " bisiknya pada Raymond


raymond mendengus kesal lalu menatap kesal Adara ingin sekali dia mengacak wajah Adara sekarang


" ada di kulkas ,kau mau makan " Adara mengaguk


" dia mau apa " tanya Henry


" mangga " ucap ketus Raymond membuat yang lainnya terdiam


" nanti ibu saja " ujar Elsa berdiri


" makasih Bu " Elsa hanya mengaguk saja


" lain kali bicara saja iya ,jangan sungkan " ujar Mommy ellena


" maaf " cicit Adara menunduk


" sudah tidak papa jangan di pikirkan lagi " ujar mommy ellena. lembut


" Radhi pamit dad mom " ucap Radhi sambil memperlihatkan HP nya


" iya , jangan larut malam telepon nya " ujar Elvi


" iya mom " ujar Radhi lalu pergi meninggalkan ruangan itu


setelah itu mereka kembali berbincang membahas resepsi dan pertunangan rif'at dan Amanda ,lalu membahas hubungan Xavier dan juga alister .