
Suster di buat kaget saat melihat Adara menetaskan air matanya .
Seketika mereka di buat takut dan gugup sehingga membuat mereka harus menghentikan gerakan .
" Dok-ter " panggil suster terbata.
Alister membalikkan badannya menatap ke arah tempat tidur .
Seketika rasa sesak yang menghimpit dadanya tadi seketika terangkat hilang begitu saja
" MINGGIR " bentak alister membuat yang ada di ruangan itu kaget.
Alister langsung memasang alat pendeteksi detak jantung Adara .
Benar saja alat itu menunjukkan pergerakan statistik ada gerakan jantung .
"Dara baby " Ujar Raymond lirih mendekati Adara
" Kalian lihat kan Istri ku kembali " Ujar Raymond tersenyum .
" Biarkan kami periksa dulu,jadi mohon ke luar dulu " Henry mengaguk lalu menarik Raymond ke luar .
terimakasih dek sudah kembali terimakasih banyak batin Daniel di sela langkahnya ke luar dari ruangan itu .
" Daraku kembali Dad " Racau Raymond memeluk Henry " Bukannya Daddy sudah bilang dia wanita kuat " Raymond mengaguk lemah ,lalu dia menatap wanita yang tadi dia bentak lalu dia melepaskan pelukannya.
Tanpa banyak kata dan ucapan dia memeluk Elvi sangat erat dan Elvi mengelus punggung Raymond dengan lembut .
" Maaf " Elvi hanya mengangguk pelan " Semua baik² saja " Ujar Elvi .
Sedangkan di tempat lain Daddy Radit memeluk Daniel yang sedang terisak .
" Jangan menangis lagi ,dia sudah kembali " Daniel mengaguk lemah " Saya hanya takut kami baru bertemu " Ujar Daniel .
"Semuanya akan baik² saja ,jangan lupa kabarin orang tuamu " Ujar Daddy Radit ,Daniel hanya mengaguk .
Tidak berselang lama Davin dan Alister ke luar Raymond langsung melepaskan pelukannya menghampiri mereka .
"Ini kuasa Tuhan dan ini pertama kalinya terjadi dalam hidupku, Istri mu baik² saja ,Alister menyuntikan obat agar dia kembali tidur karena dia baru saja pendarahan dan melewati banyak hal jadi dia harus banyak istirahat ,setelah semua selesai dia akan di pindahkan " Ujar Davin sebelum Raymond kembali bertanya .
Semua orang menarik napas lega " Alhamdulillah " Ujar mereka bersamaan .
" Pulang lah ini sudah larut " Ujar Raymond menatap Queen .
" Tapi .."
" Pulang " titahnya tidak ingin di bantah
" iya Queen pulang " Ujar Queen akhirnya .
Lalu dia berpamitan pada yang lainnya .
" Bawa mommy pulang Dad " Ujar Raymond .
" Iya pulang lah ,ini sudah malam biar kami yang temani Raymond,kalian juga belum makan malam " Ujar Davin menatap mereka .
Jangankan makan malam bahkan untuk minum pun mereka lupa apa lagi bernafas seakan sesak buat mereka .
" terimakasih " Ujar Henry ,Davin hanya Mengaguk .
" Tu-an ...."
" tetap lah sini " Daniel mengamuk cepat karena memang itu keinginan nya .
" pulanglah ,hati² bawa mobil " Ujar Davin menatap Amanda
" Biar Rifat yang antar bunda sama Manda yah " Davin mengembangkan senyumnya " jangan balap² " Rifat mengaguk patuh .
" kabari kami secepatnya jika terjadi sesuatu " Davin mengaguk cepat .
" pastinya " Jawabnya .
" Papi balik dulu ,besok nanti ke sini lagi " Raymond mengagukan kepalanya.
" istirahat jangan begadang besok kamu akan mengurus twins " Raymond tersenyum kuda " Iya ayah " Jawab Raymond
" kami balik dulu ,nanti ke sini lagi " pamit Jose.
" Iya pa , terimakasih " Ujar Raymond tulus .
" No rekening papa masih sama belum berubah sama sekali " Jawaban jose membuat mereka tertawa .
" Reza akan mengurusnya nya " Jawab Raymond .
"Uang papa sudah banyak,kami balik iya " Ujar Jose tersenyum kuda .
" Hati² pa " Jose hanya mengangguk
" Kaka kami pamit iya " Raymond hanya menaikan jempolnya .
" Ayo kita makan dulu " Ujar Davin .
Setelah kepergian kelurganya hanya menyisakan dia , Raymond, Alister dan Daniel
" Di kantin yah " Davin mengagukan kepalanya .
Lalu mereka menuju kantin rumah sakit yang sebagian orang sudah masuk dalam ruangan dan hanya menyisakan beberapa perawat dan dokter saja yang memang bertugas malam .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Kini Raymond sudah berada di ruangan Adara bersama Daniel, sedangkan Alister ke ruangannya membersihkan diri karena dia belum mandi sama sekali dan Davin memilih ikut bersama Alister .
" Sudah hubungi mama " Tanya Raymond kini mereka berdua sedang duduk di sofa sambil menatap Adara .
" Belum tuan ,mungkin besok saja karena nanti ibu kambuh lagi " Raymond mengaguk paham mengingat keadaan ibu mertua nya memang kurang baik
Semenjak kehilangan Adara waktu kecil dulu .
" Apa yang kamu pikirkan " Tanya Raymond .
"Aku sempat membenci takdir ,karena kami baru bertemu lalu kenapa aku harus kembali kehilangan nya ?? jika bisa memilih aku memilih untuk tidak bertemu dengannya karena melihat nya seperti tadi membuatku lebih sakit " Ujar Daniel .
" Hubungi mereka ,di sana mungkin saatnya makan siang , katakan pada mereka jika Adara sudah melahirkan tapi jangan mengatakan yang baru apa saja terjadi " Ujar Raymond .
" Baik tuan " Ujar Daniel lalu ke luar dari ruang Adara .
Di mana Adara di pindah kan di ruangan khusus milik keluarga suaminya .
yang fasilitas nya jangan di tanya lagi bahkan dia memiliki ruangan tamu layak nya apartemen .
Raymond mendekati tempat tidur Adara lalu menggegam tangan istrinya itu .
" Apa mimpi mu sangat indah baby ?? bangunlah apa kau tidak ingin melihat twins, my angel sangat cantik apa lagi bibirnya " Ujar Raymond .
" Tapi nanti jangan marah iya saat kamu melihat mereka ,karena dia hanya mengambil bibirmu saja tidak dengan yang lainnya " Lanjutnya lagi sambil tersenyum .
" Bangunlah karena mereka belum mempunyai nama,aku menunggumu " Ujar Raymond .
" Jika nanti kamu sudah sembuh kita akan berkemah bersama twins seperti keinginan mu " Lanjutnya lagi .
Tok ...tok...
Ceklek
" Istirahat dulu son " Raymond mengaguk lalu mendekati Davin dan Alister .
" Mungkin besok pagi baru dia bangun jadi istirahat saja dulu ayah tau kamu pasti lelah " Ujar Davin setelah mendarat kan bokongnya di sofa .
" Maaf " Ujar Raymond menatap Alister .
" Tidak papa " Ujar Alister tersenyum .
Dia paham akan sikap Raymond mungkin jika dia berada di posisi kakak nya itu .
Bisa saja dia melakukan hal yang lebih dari Raymond .
" Daniel mana " Tanya Davin .
" menelpon orang tuanya " Jawab Raymond ,Davin mengaguk paham .
Tidka berselang lama Daniel masuk ikut bergabung bersama mereka .
" Bagaimana " Tanya Raymond .
" mereka tidak bisa pulang cepat karena harus menunggu hasil pemeriksaan ibu dan menyelesaikan semua pekerjaan ,agar urusannya cepat selesai " Terang Daniel .
"Aku hanya mengatakan jika Adara baik² saja dan dia sedang tidur sedangkan twins di ruangan " Lanjutnya lagi .
" Istirahat lah " Ujar Raymond .
" Tidak papa ,biar Adara saya yang jaga tuan istirahat saja " tolak Daniel halus .
" Kita istirahat semua ,Adara Tidka akan bngun " Timpal Davin .
" Ayah tidur saja di sana " Ujar Raymond menunjuk tempat tidur yang tidak jauh dari tempat tidur Adara .
" Kamu saja yang tidur di sana ,ayah tidur di sini saja " Ujar Davin .
"Kami biar tidur di sofa depan " Timpal Alister .
" Baiklah " Jawab Raymond .
Lalu Alister dan Daniel ke luar dari ruangan itu meninggal Davin dan Raymond .
" Kamu sangat mencintainya " Raymond hanya mengangguk saja.
" Cih bahkan kau meninggalkan adikmu karena dia " Cibir Davin bercanda .
" Dia wanita unik ayah, bahkan dia sangat cantik " Uang Raymond sambil menatap wajah teduh Adara .
Sekalipun masih pucat tapi tidak sepucat tadi !!
" Amanda juga cantik " Raymond menggeleng cepat " Tidak , dia jelek " Ujar Raymond sambil tertawa kecil .
" Berbahagialah ,ayah bahagia melihat mu bisa tertawa " Raymond mengaguk saja .
" Good night Baby mimpi indah maaf malam ini aku tidak bisa memelukmu ,tapi aku tidur di sebelah mu " Ucap Raymond lalu mencium kening dan bibir Adara .
" Dia belum sadar kendalikan dirimu ,bahkan dia sadar pun kamu harus puasa " Raymond menaikan alisnya sebelah lalu balik menatap Davin .
" Kamu tidak tahu " Tanya Davin tertawa kecil .
" Tahu apa ?? kenapa aku harus puasa ?? " Tanya Raymond .
" iya tentu harus puasa ,bahkan 3 bulan " Ujar Davin sambil menaikan tangannya .
Uhuk .....uhuk .....
Raymond langsung tersedak saat mendengar penuturan Davin .
"Ayah bohong " Ujar Raymond menatap tajam Davin
" Ayah pernah mengalami nya son dan jika kamu tidak percaya tanyalah pada Daddy mu " Raymond menelan ludahnya kasar saat melihat keseriusan Davin .
" Selamat berpuasa son " Ejek Davin lalu merebahkan tubuhnya di sofa .
" Juniorku " gumam Raymond lalu menatap ke bawah .
" Tidak papa yang penting Adara sudah kembali bersama ku ,setahun pun aku sanggup " Ujarnya yakin lalu meninggalkan Adara dan tidur di ranjang yang ada dalam ruangan itu .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
dukung terus Raymond dan Adara
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘