
Reza menatap bingung saat Raymond ke luar dari ruangan pribadi nya dengan pakaian yang berbeda tanpa Adara
apa ranjang tempat terbaik untuk menyelesaikan masalah batin Reza berdigik ngeri
" apa yang kau pikirkan za ,mau aku potong gaji mu " tanya Raymond menatap tajam Reza
" maaf tuan, otakku lagi bermasalah " ujar Reza lalu kembali bekerja
" CK, maka buat otakmu tidak bermasalah " ujar Raymond lalu kembali ke meja kerjanya
sedangkan Reza hanya bisa membantin
apa dia Senayan kenapa selalu tau pikiran ku batin Reza menatap Raymond yang kembali bekerja
" pesan kan pakaian wanita, dan simpan beberapa di lemari di dalam jangan hanya mengumpat ku sekalian sendal untuk Adara " ucap Raymond tapi matanya fokus pada pekerjaan nya
" baik tuan " ucap Reza ,dia memilih menghubungi pihak butik dari pada nanti kena omel.
setelah itu mereka kembali bekerja seperti biasa hingga waktu sudah sore
Raymond menatap pintu kamar pribadi nya di sana tidak ada tandaΒ² bahwa penghuni nya akan ke luar
dia membereskan pekerjaan nya lalu berdiri menuju kamar pribadinya tapi langkahnya terhenti mengambil pakaian yang di pesan oleh Reza tadi
" kau belum selesai " tanya Raymond saat Melihat Reza masih bermain dengan laptopnya
" sedikit lagi tuan " ujar Reza , Raymond manggutΒ² setelah itu dia masuk dalam kamar nya
benar saja bahkan bahkan Adara sangat lelap dalam tidurnya,Ray mendekati tempat bertempur nya siang hari bersama Adara di mana di sana seorang wanita sedang terlelap karena lelah
" Dara " panggil Raymond pelan sambil mengelus kepala Adara yang sudah mengering setelah tadi basah karena ulahnya
" Dara bangun sudah sore " dara hanya menggelit saja lalu membelakangi Raymond sehingga punggung mulusnya terlihat Raymond tersenyum lalu mencium punggu putih mulus itu
CUP
" ingin mengulangi hm " ucap Raymond lembut sambil mengelus kepala Adara
" mba,aku masih ngantuk jangan menggangguku " racau Adara mungkin pikiran wanita itu dia sedang berada di apartemen
seketika matanya terbuka lebar lalu melihat sekeliling nya setelah itu membalikkan kepalanya
kenapa aku bisa berada di sini batin Adara
" sudah bangun " Adara mengaguk
" saya mau mandi " Raymond mengaguk " itu bajumu aku tunggu di luar " Adara hanya diam saja dia melilitkan selimut lalu masuk dalam kamar mandi
Raymond menatap punggung Adara sampai hilang dalam kamar mandi setelah itu dia ke luar dari kamar nya
" apa nona Adara belum bangun tuan " tanya Reza saat Melihat nya hanya ke luar sendirian
" lagi mandi " ucap Raymond lalu dia menuju sofa
Reza menatap bingung pada Raymond bukannya mereka sudah baikan lalu kenapa bos nya itu terlihat gusar sekali saat ke luar dari kamar pribadi nya
" apa bibi sudah berada di apartemen " tanya Raymond
" sudah tuan " ucap Reza
tidak berselang lama Adara sudah ke liar dari kamar pribadi Raymond
Raymond menatap Adara yang hanya melewatinya saja, dan itu semakin membuat Reza bingung
" kenapa suasananya sangat mencengkam seperti ini , seperti nonton film horor saja bahkan ini lebih seram " gumam Reza lirih
Adara melihat jam di hp nya yang di biar kan sejak tadi di atas meja kerjanya dia menghela napasnya
apa selama itu aku tidur batin Adara
lalu dia membereskan mejanya lalu memasukkan hp nya dalam tasnya
Raymond mendekati Adara sambil membawa sendal untuk nya
" buka sepatu mu, sejak tadi kamu menggunakan itu " ucap Raymond saat sudah di dekat Adara
tapi Adara tidak bergeming membuat Raymond menghela napasnya
" kau boleh marah dengan ku tapi kamu pikirkan keselamatan mereka,bukannya dokter sudah memberi tahumu " Adara melepaskan sepatunya
iya hanya anaknya bukan untukku batin Adara
" Dara " Adara memakai sendal yang di berikan Raymond setelah itu dia berdiri tanpa peduli pada Raymond yang masih berdiri di samping nya
" apa yang kau inginkan " tanya Raymond menahan tangan Adara
" cerai " Raymond mengepalkan tangannya
" dalam mimpimu " ucap Raymond ketus lalu meninggalkan Adara yang masih berdiri di tempat nya
" Raymond brengsek, bajingan aku membencimu " teriakan Adara membuat Reza kaget
" iya bencilah sesukamu aku tidak akan melarang mu " ucap Raymond lalu ke luar dari ruangan itu
" aaaakkkhhhhhhhh " Adara menarik rambutnya kasar lalu melorot ke lantai
" nona " teriak Reza panik lalu mendekati Adara yang sudah terduduk di lantai
" bawa aku pergi, aku mohon " ucap Adara lirih
" nona ...
" ke luar " Reza langsung berdiri lalu ke luar dari ruangan itu setelah mendengar suara rendah Raymond
" tolong bebaskan saya " Raymond memejamkan matanya lalu menarik napas nya
" aku akan mengikuti semua keinginan mu ,tapi tidak dengan perpisahan " ucap Raymond lembut
" saya lelah, sungguh " ujar Adara menunduk
Raymond memeluk Adara dan tidak ada penolakan dari adara
" kita ketemu Daddy " Adara menggeleng " lalu apa yang kau ingin kan " tanya Raymond
" saya ingin sendiri " Raymond memejamkan matanya
" baiklah,tapi kamu tetap bersama rehan nanti Reza menambahkan bodyguard wanita untuk temanmu" ucap Raymond lembut
maaf " lanjutnya lagi ,Adara mengaguk
" ayo, sudah terlalu sore " Raymond membantu Adara berdiri lalu merapikan rambut Adara yang sedikit berantakan
" tuan / nyonya " ucap Reza dan rehan bersamaan
" kita pulang " ucap Raymond sambil memeluk Adara menuju lift
" saya lapar " ucap Adara lirih , Raymond menghentikan langkahnya membuat rehan dan Reza ikut berhenti
" kau lapar " tanya Raymond memastikan ,Adara mengaguk dalam pelukan Raymond
Raymond menatap Reza dan rehan bergantian
" nyonya ingin makan apa " tanya Rehan lembut
" apa tadi kau tidak makan " tanya Raymond lagi " makan " ucap Adara ,Reza hanya tersenyum kuda
" saya ingin makan mie goreng tapi tuan yang buat boleh " Adara menatap Raymond dengan tatapan memohon
" saya " Raymond menunjuk dirinya sendiri,Adara mengaguk
" kau yakin " Adara kembali mengaguk " aku bukan tidak mau tapi kamu tau kan aku tidak bisa ikut ke apartemen " Adara menunduk menekuk wajahnya
" chef saja iya ,sama seperti yang buat martabaknya ,bukan kha kamu suka " Adara mengaguk pelan
" kalau semuanya sudah selesai aku akan memasak apa pun yang kamu mau ,kamu paham kan " Adara mengaguk
" ayo mas kita pulang " Raymond memejamkan matanya
" baik aku masak ,tapi tidak di apartemen aku masak di hotel bagaimana " Adara menggeleng
" saya ingin melihatnya " ucap nya lagi Raymond menarik napasnya kasar
" Dara, anak buah daddy ada di manaΒ², saya tidak ingin mereka tau sebelum aku yang memberi tahu mereka agar mereka tidak salah paham terhadap mu, kau paham kan " Adara mengaguk " di buatkan chef iya " Adara menggeleng
" mau makan mangga saja " Raymond mengaguk " tapi beli dengan rehan iya bisa kan " tanya Raymond
" bisa tuan " ucap Adara lalu menengadah kan tangannya
" apa " tanya Raymond bingung
" uang " ucap Adara polos
" bukannya kamu sudah punya kartu " tanya Raymond menatap Reza karena memang dia memberikan perintah pada Reza
" maaf tuan saya lupa " Raymond melotot kan matanya
mati aku batin Reza menelan ludahnya kasar
" lalu selama ini kamu pakai uangnya siapa " tanya Raymond serius
" uangku, tapi kadang mas rehan " ucap Adara jujur , Raymond mengeluarkan kartunya di berikan pada Adara
" uang cast "ucap Adara " aku tidak punya ,pakai ini saja " ucap Raymond terpaks Adara mengambilnya
dia bukan orang bodoh apa lagi dia sudah cukup lama kerja di dunia perkantoran jadi Black card baginya itu hal biasa tapi untuk memegang dan memiliki nya itu pertama baginya
" pakai lah, apa pun yang kamu mau beli " ucap Raymond
" termaksud mengganti uang mas rehan " tanya Adara
" itu urusan Reza, ayo kita pulang kamu sudah terlalu lama berdiri " ujar Raymond lalu mereka melanjutkan langkahnya ke arah lift
" mas kita beli buah dulu iya " rehan mengaguk
" baik nyonya " ucap rehan
" tuan, maaf " ucap Reza
" tunggu giliran mu di rumah za " Reza menelan ludah nya paksa
" jangan memarahi nya ,asisten Reza pasti lupa " ucap Adara tidak enak
" jangan membelanya " ucap Raymond tegas
" saya tidak membelahnya,saya Bicara jujur " ucap Adara
" iya aku tidak akan memarahinya kau puas " Adara hanya diam saja tangannya di genggam oleh Raymond sejak tadi
" terimakasih nona " Adara mengaguk
"terimakasih juga " ucap Adara lembut
" CK "
ππ»ππ»ππ»ππ»ππ»ππ»ππ»ππ»ππ»
like
komen
vote
hadiah bunga nya
bintang 5
terimakasih dukungan kalian yang sudah mampir
peluk sayang untuk kalian semua ππππ