
Setelah melewati pagi yang begitu melelahkan tapi membuat melayang Raymond dan Adara turun ke bawah untuk sarapan bersama yang lainnya .
Di mana di meja makan itu sudah ada kedua mertua nya dan juga Daddy Radit dan mommy Ellena serta pasangan yang tak kalah panas nya Reza dan Raine jangan lupakan anak buntal yang kini sedang memakan sarapan mereka .
" Daddy " Raymond menatap Edward yang sedang mengaduk² makanan nya .
" Kenapa Hm " Tanya Raymond lalu mencium kepala kedua anaknya .
" Boleh ikut " Raymond hanya mengaguk saja ,karena ini sudah sering terjadi .
" Di ...El tut " Ujar baby El yang seperti nya juga akan ikut .
" No, angel tetap di rumah bersama mommy ,Oma dan Eyang" Ucap Adara tegas .
" Pa ..pa " Senjata baby El hanyalah Henry dan Daddy Radit jika tidak Mampan maka Raymond lah senjata terkuatnya .
" Main sama Oma sama Eyang iya, Nanti Opa belikan boneka " Ujar Henry lembut .
" Ang ...." Daddy Radit hanya tersenyum saja .
" Angel " Baby El memanyunkan bibirnya saat Raymond sudah bersuara .
" Mau ikut aunty Tidak "
" Jangan aneh yank² kamu sedang hamil jangan banyak tingkah jika terjadi papa dengan baby kau akan menyesalinya nanti " Raine berdecak kesal .
" Kita ke mall mau " Ucap elvi menatap sang cucu yang sudah siap meledakan tangisan nya .
" Sama Eyang , Mommy Harus istirahat " Lanjutnya lagi, baby El menatap Adara yang mengaguk Tersenyum .
Lalu dia menatap sang Daddy yang lagi menyiapkan makanan mommy nya .
" Pergilah ,jangan nakal saat bersama Oma dan Eyang " Jawab Raymond saat baby El menatapnya dan menyimpan sarapan Adara di didepannya .
Baby El tersenyum kuda dengan mata berbinar dia langsung memakan sarapannya sekali pun nanti pakaian nya akan kembali di ganti karena Raymond meminta mereka untuk makan sendiri .
Sekalipun ada Nany yang selalu menjaga mereka .
" Makan " Adara membuka mulutnya saat Raymond menyuapinya .
" Obatmu sudah ada nak " Tanya mommy Ellena.
" Sudah Oma ,mas Morgan yang mengantarnya kemarin " Jawab Adara .
Setelah itu mereka kembali fokus pada makanan masing-masing hingga selesai
Lalu Raymond dan Reza berpamitan untuk ke perusahaan tidak lupa baby Ed yang selalu mengikuti Raymond ke perusahaan .
" Daddy akan rapat nantinya ,Abang mau di ruangan tau ikut Daddy " Tanya Raymond lembut pada sang anak .
" Ikut Daddy " Raymond mengagguk saja ,lalu mengambilkan iPad milik Edward .
" Makasih Dad " Raymond mengelus pucuk kepala Edward lalu dia sendiri fokus pada iPad yang ada di tangan nya.
Sedangkan di rumah besar itu ,Elvi dan mommy Ellena menemani sang cucu baby El dan Mereka sedang bersiap untuk ke mall
Dan Adara kembali ke kamar bersama pelayan yang di tugaskan untuk menjaganya .
Dan dia tidak di izinkan ke luar tanpa persetujuan Raymond .
Ingin protes tapi dia tidak punya keberanian begitu banyak , mengingat karena semua ulahnya .
Mendapat kan izin dari Raymond untuk hamil pun sudah membuat nya senang .
Maka dari itu dia hanya bisa mengikuti ucapan sang suami ,sebelum suaminya kembali mengungkit nya .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Sedangkan di perusaan lain Riane di buat kaget dengan kedatangan Adrian dengan seorang wanita yang berhijab yang sebelumnya hanya di lihat lewat HP.
Yang terlihat sangat anggun di mata Riane, belum lagi senyum manisnya begitu memikat Riane yang masih terdiam di tempatnya .
"Sayang Kau tidak senang kami ke sini " Ucap Adrian membuat Riane kaget .
" Ah maaf ,kau membuatku kaget " Ujar Raine.
" Kenapa menunggu di luar " Ucap Raine lalu menatap Endang yang sudah menunduk .
" Kami yang memintanya , sangat tidak sopan jika kami tunggu di dalam sedangkan sang pemilik perusahaan belum sampai " Riane berdecak kesal lalu masuk ke ruangan di susul Adrian dan seorang wanita .
" Duduk lah " Ujar Riane,lalu menuju meja kerja menyimpan tasnya .
" Bawakan minuman dan juga Camilan " Ujar Riane lalu berjalan ke arah sofa .
" Kenalkan dia calon istri ku , kami ke sini ingin memberikan undangan dan dia juga ingin bertemu denganmu " Ujar Adrian.
" Denganku " Adrian menggaguk " Dia penasaran secantik apa wanita yang di sukai calon suaminya " Ujarnya terkekeh .
" Honey ,ini yang namanya Riane " Wanita itu tersenyum .
" Salam kenal kak, saya Dian " Ujar Dian sambil tersenyum.
" Aku berasa tua di panggil kakak, panggil nama saja " Dian menatap Adrian .
" Senyaman mu saja " Ujar Adrian lembut
" Kenapa baru menemuiku " Tanya Raine kesal .
" Maaf,kamu tahu bukan apa yang harus aku lakukan " Raine mengaguk " Awalnya sangat sulit tapi akhirnya aku harus menerima nya bukan " Lanjutnya lagi sambil menatap Riane .
" Iya kau benar, kami memutuskan untuk menerima nya ,lebih tepat nya aku karena dia sendiri sejak tahu perjodohan ini dia sudah menerima nya , Dan dia sudah tahu tentang hubungan kita ,aku banyak bercerita padanya dan dia juga tidak keberatan dengan itu dia malah memberikan nasehat dan mensuport aku, dia wanita luar biasa bukan " Puji Adrian pada Dian.
Membuat wanita itu semakin menunduk malu .
" Kamu membuatnya malu " Uang Raine tertawa kecil .
" Benarkah ,Honey " Dian memalingkan wajahnya ke samping sambil memegang pipi nya yang terasa panas .
"Kau malu pada kekasihku Hm " Dian menggeleng tapi tetap memalingkan wajahnya .
" Honey "
" By " Rengek manja Dian membuat Riane tergelak sambil memegang perutnya .
" Kau membuat nya semakin malu " Adrian memeluk Dian sambil mengelus lengan wanita itu .
" Jangan malu ,kau harus terbiasa mulai sekarang di depan kekasihku " Dian mengaguk lalu menetralkan perasaan nya .
" Maaf kak " Ujar Dian lembut.
" Tidak papa ,apa kalian sibuk " Tanya Riane menatap mereka .
" Iya kami harus ke butik kakakmu untuk mengukur setelah itu ke mall " Jawab Adrian .
" Makan siang bersama gimana " Ujar Riane .
" Aku terserah Dian " Jawab Adrian .
" Gimana Honey mau ? " Lanjutnya menatap Dian .
" Boleh " Jawab Dian.
Tok ....tok ....
" Masuk "
Endang masuk sambil membawa minuman dan kue untuk tamu bosnya .
" Makasih Nda " Endang mengaguk Tersenyum ,lalu ke luar dari ruangan itu setelah di susun di atas meja .
" Minum dulu " Adrian dan Dian mengaguk lalu mengambil secangkir minuman hangat itu .
" Nanti kabari saja mall di mana kalian, nanti aku dan kak Reza akan ke sana " Lanjutnya lagi
" Kau hamil berapa bulan yank, perutmu besar sekali " Tanya Adrian menatap perut Riane .
" 4 bulan " Jawab Raine .
" Kau bercanda,Mana ada hamil empat bulan seperti orang hamil 6 bulan " pekik Adrian tak percaya .
" Aku hamil kembar ,kau puas " Adrian melotot kan matanya .
" Relly " Raine menggaguk " Aku harus belajar dari tuan Reza lalu membuat Dian hamil kembar juga " Ujar Adrian serius .
" Kau tahu semuanya tidak gratis bukan " Adrian mendengus kesal .
" Iya sudah kami pamit dulu,nanti kami hubungi jika sudah di mall " Raine menggaguk .
" Ayo honey " Dian menerima uluran tangan Adrian dan ikut berdiri.
" Uncle pergi dulu iya ,nanti kita ketemu di mall , sayang aku pergi iya " Riane mengaguk kepalanya .
"Hati², katakan pada Risna asisten Kaka Queen biar aku yang bayar semuanya " Adrian menghentikan langkahnya untuk berbalik .
" Kau serius " Raine menggaguk " Aku akan menelpon nya nanti, hadiah " Adrian Tersenyum kuda .
" Kau terbaik sayang ,ayo honey kita harus menguras uang nya " Dian hanya menggeleng saja sekalipun umurnya lebih muda dari kedua orang itu tpi pemikiran nya sangat dewasa .
Dan dia sudah mendengar semua cerita Adrian tentang Raine ,dan tidak ada rasa iri atau dengki karena Adrian masih memanggil Raine dengan panggilan sayang .
Menurutnya itu hal yang wajar sekalipun awalnya dia sendiri kaget tapi seiring berjalan nya waktu dia sudah bisa paham hanya butuh waktu 2 bulan untuk meyakinkan diri begitu juga Adrian
Apa lagi saat bertemu dengan Raine wanita yang ternyata sangat lembut dan gampang akrab dengan nya tanpa melihat status atau jabatan nya .
" Makasih kak, Dian Harap kakak bisa datang saat akad maupun resepsi " Uang Dian sungguh².
" Aku pasti datang " Jawab Raine serius .
" Makasih kak " Ucap Dian Tersenyum .
" By sayang " Riane mengaguk saja lalu kembali ke meja kerjaan nya saat kedua orang itu sudah ke luar dari ruangan kerjanya.
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
*Dukung terus Raymond dan Adara
Reza dan Raine
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟*