ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
6 bulan



sesampainya di kamar Adara langsung masuk dalam kamar mandi membersihkan diri


setelah itu dia mengganti pakaian tidurnya siap untuk tidur


tapi terlebih dahulu minum vitamin nya sebelum nantinya tidur


" sayang bantu mommy iya, jika suatu saat mommy tidak bisa bersama kalian ingatlah kalau mommy selalu sayang sama kalian " ucap Adara mengelus perut nya hingga air bening itu ke luar begitu saja


" mommy mohon tolong kuat lah, mommy akan melakukan apa pun agar kalian tetap sehat dan mommy akan berusaha suatu saat kalian tetap bersama mommy sekalipun mungkin Daddy kalian lebih punya segalanya " lanjutnya lagi


" positif thinking, kamu harus membuat anakmu sehat jangan karena perasaan mu anakmu jadi korbannya ayo Adara kamu bisa demi anak²mu " ucap Adara tersenyum sekalipun cairan bening itu selalu ke luar


" kita istirahat iya sayang, nanti opa dan Oma memarahi kita " ujarnya lalu menaikan tubuh nya di atas tempat tidur


sedangkan di kamar suami istri yang sudah tidak muda lagi sedang duduk bersama di balkon kamar


" by, apa yang harus kita lakukan " tanya Elvi menatap lurus ke depan


" berikan perhatian pada wanita itu bagaimana pun dia mengandung cucu kita " Elvi mendengus kesal


" Adara by, Adara apa susah nya sih " gerutu Elvi


" aku tidak peduli siapa namanya,mau darah, mau luka atau mau apa terserah " ucap Henry acuh


" urusan Ray biarkan Daddy yang urus, mommy urus saja dia agar dia merasa tidak di abaikan " lanjutnya lagi


" apa aku salah mendidik anak² by " tanya Elvi sendu


" kamu sudah mendidik mereka dengan baik bahkan sangat baik ,mungkin Raymond belum mengerti saja karena kehidupan pernikahan mendadak baginya " ujar Henry


" tapi kasian Adara nya dad, pasti dia tertekan apa lagi dia hamil kembar sangat berat untuknya " ujar Elvi,Henry menghela napasnya


" tidak usah banyak pikiran nanti kamu sakit juga " ucap Henry


"aku hanya memikirkan anak² dad ,aku gagal menjadi ibu yang baik untuk mereka " Henry mengelus punggung Elvi dengan lembut


" kamu sudah menjadi ibu yang baik untuk anak² yank, mungkin ini hanya awal untuk kebahagiaan mereka seperti kita dulu harus banyak yang kita hadapi sebelum akhirnya bisa seperti sekarang " ujar Henry


" kapan Daddy dan mommy akan pulang " tanya Elvi menatap Henry


" lusa ,tapi dia minta kita jangan memberitahu Raymond " Elvi mengaguk paham


" apa Radhi dan Raine ikut pulang " Henry mengaguk


" benaran " tanya Elvi berbinar " iya, aku sudah bilang sama Daddy harus membawa mereka pulang jika tidak ingin apa yang mereka nikmati sekarang akan hilang " Elvi mendengus kesal


" selalu saja itu senjatanya " Henry tertawa kecil " iya dan itu membuat anak² mu patuh " ucap Henry sombong


"sudah jangan memikirkan anak sulungmu, mommy akan memberikan dia siraman rohani saat datang nanti " Elvi menatap curiga pada suaminya


" mommy sudah tau, bagaimana pun kita tidak mungkin menyembunyikan nya " Elvi membuang napasnya kasar


" siapkan obatnya ,jika terjadi sesuatu Elvi tidak akan tanggung jawab " ujar Elvi


" tenang lah ,ibu mertua mu itu sudah mengumpulkan amunisi nya sebelum ke sini " Elvi berdecak saja


" ayo jangan karena anak itu kau memangkas waktu olahragaku " lanjutnya kesal


" apa tidak bisa libur " Henry menggeleng cepat " aku akan susah tidur kau tau itu " Elvi memutar bola matanya jengah


" alasan " Henry hanya menaikan bahunya lalu menarik Elvi masuk dalam Kamar


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Adara terbangun saat jam 03.00 dini hari karena merasa lapar seperti biasanya


Adara tersenyum saat melihat di samping nya tidak ada Raymond ,lalu dia bangun dan duduk di tempat tidur bersandar di kepala ranjang.


" apa kalian lapar " tanya adara sambil mengelus perutnya


" sayang bisa besok tidak ,mommy tidak tau harus bagaimana di sini tidak ada paman rehan ,bibi Rosna juga tinggal di belakang tidak enak membangun kan mereka " ucap Adara mengajak anaknya berbicara


"baiklah kita ke dapur iya, mommy akan memasak makanan yang bisa kita makan " ujar Adara lalu turun dari tempat tidur


Adara mengedarkan pandangannya sambil menuruni tangga


" besar sekali " gumam Adara lirih


sesampai nya di dapur Adara langsung membuka kulkas mencari apa yang bisa dia makan


" masak nasi goreng saja iya, tapi apa aku bisa ?? " Ucap Adara


lalu dia mulai memotong bahan² yang sudah dia siapkan sebelumnya


setelah 25 menit nasi goreng masakan nya sudah jadi lalu dia menyajikan di piring lalu di simpan di meja makan


" kita makan iya sayang ,maaf mommy hanya bisa masak ini maaf jika kalian Tidak menyukai nya " ujar Adara lalu duduk makan


sedang kan di Ruangan kerja Raymond terbangun saat mereka tidur nya tidak nyenyak karena tidur dengan posisi duduk di sofa


" kenapa aku bisa tidur di sini " gumam Raymond lalu menatap jam tangannya


seketika matanya melotot saat melihat jam hampir jam 4 dengan cepat dia langsung ke luar dari ruangan kerja nya


" semoga dia tidak bangun " gumam Raymond panik sambil berlari ke kamarnya


ceklek


Raymond menarik napas nya kasar ,lalu masuk dalam kamarnya


" kosong " gumam Raymond lalu berjalan ke arah kamar mandi tapi kosong juga hingga akhirnya dia memilih ke luar dari kamar tujuannya dapur


lalu dia turun sambil berlari menuju dapur !!


"makasih sayang kalian menerimanya " ujar adara lembut mengingat dia susah makan nasi dan di muntahkan kembali


lalu dia berdiri membersihkan piring dan alat masaknya tadi !!


tapi gerakan nya terhenti saat mendengar suara yang sangat dia kenal


" kau habis makan " Adara membalikkan tubuhnya tersenyum " iya tu...honey " ujar Adara lalu kembali melanjutkan kerjaannya


" simpan saja nanti pelayan yang melanjutkan nya " ucap Raymond mendekati lemari pendingin mengambil botol air


" tidak papa,ini sudah mau selesai " ujar Adara tetap melanjutkan kerjaan nya


setelah itu dia membersihkan yang ada di sekitar itu sampai bersih lalu dia mencuci tangannya


" mau kembali ke kamar " adara hanya mengaguk, Raymond menggenggam tangan Adara lalu mereka meninggal dapur


dia hanya memikirkan anaknya bukan kamu ,jadi jangan goyah sehingga kamu tidak terlalu sakit nantinya batin Adara


hingga sampai di kamar tidak ada yang membuka suara


" tidur lah ini masih jam 4 masih ada waktu untuk tidur lagi " Adara mengaguk lalu mendekati tempat tidur dan merebahkan tubuhnya


Adara memejamkan matanya sekalipun dia tidak ingin ,tapi dia harus memikirkan kandungan nya,dia tidak ingin anak nya ada yang bermasalah lagi , sedangkan Raymond memilih duduk di sofa menatap adara yang sudah tidur


i love you anak mommy batin adara tersenyum


Raymond menarik napas nya kasar ,lalu di hembuskan begitu kasar


" jika ada yang membuatmu terganggu katakan jangan memendamnya " ujar Raymond


" Adara " panggil Raymond saat Adara hanya diam saja


" saya baik² saja " ucap Adara serak


" jika kamu baik² saja tidak mungkin mereka ada yang bermasalah Adara " ucap Raymond


" maaf saya akan usahakan mereka akan baik² saja " ucap Adara lembut


" iya lakukan itu " Adara mengaguk " iya " jawab Adara


" bagaimana tentang kontrak nya " tanya Adara memberikan diri


" sesuai perjanjian, selama 6 bulan setelah mereka lahir kamu bersama mereka setelah itu kamu bisa meninggalkan mereka dan mencari pria yang kamu cintai " ujar Raymond


" apa saya tidak bisa mengasuh mereka hingga besar " tanya Adara


" apa kamu bisa memenuhi kebutuhan mereka !! saya tidak ingin anak² ku kekurangan apa pun itu " ucap Raymond tegas


" akan saya usahakan " ujar Adara memastikan


" kamu usahakan berarti belum tentu bisa kan ,jadi tidurlah jangan mengajakku berdebat gunakan waktu yang aku berikan untuk bersama mereka sebelum kamu menemui pria yang kamu cintai " Adara memilih diam sambil mengelus perutnya


kalian tau kan ,mommy menyayangi kalian ini bukan keinginan mommy tapi mommy Harus pergi,mommy janji suatu saat akan kembali menemui kalian lagi batin Adara


jangan takut di sini ada opa,Oma serta uncle dan aunty yang menyayangi kalian dan banyak lagi lanjutnya lagi dalam hati