
seperti biasanya adara langsung berlari saat merasakan perutnya yang seperti di aduk
dan itu membuat Raymond kaget karena gerakan Adara langsung menyibakkan selimut dengan keras
hoekk .....Hoek .....
Raymond langsung berlari ke kamar mandi saat mendengar Adara muntah
" hei kau tidak papa " Adara hanya diam saja karena dia masih mengeluarkan isi perutnya yang hanya ada cairan
" Dara " Raymond memijat tengkuk Adara dengan lembut sambil memegang rambut Adara karena nanti terkena muntahan nya
" mana yang sakit " tanya Raymond ,adara menggeleng lalu melorot ke bawah sambil berpegangan pada wastafel setelah mencuci mulutnya
apa setiap hari dia seperti ini batin Raymond menatap sendu
" apa yang harus aku lakukan karena ini pertama untukku " tanya Raymond sambil mengelus rambut Adara
" tolong bawa ke luar, kepala ku pusing " Raymond langsung menggendong Adara tanpa ada perlawanan
karena memang wanita itu terlihat sangat lemah
" minum " Adara mengambil air minum yang ada di tangan Raymond " terimakasih " ucap Adara
" tunggu sebentar iya " Raymond ke luar dari kamar itu sedangkan Adara kembali berlari ke arah kamar mandi
Raymond langsung berlari ke dapur karena memang Elvi saat bangun selalu berada di sana untuk membuat sarapan untuk mereka dan pastinya Henry selalu menemani nya
" mommy bantu Ray " Elvi dan Henry menatap Raymond
" kenapa ?? " tanya Elvi panik
" Adara mual ,Ray bingung harus bag
" dan kamu meninggalkan sendiri, kau gila " pekik Henry kesal motong ucapan anaknya
" mba ,tolong selesaikan iya ,mau lihat menantu ku dulu dan Tolong buatkan teh herbal dan bawa ke kamar Ray " ujar Elvi panik sambil melepaskan Apron nya
" baik nyonya " ujar pelayan , sedangkan Elvi sudah berlari mendahului Ray dan Henry
" jangan pernah membiarkan dia sendiri son "
" Ray hanya takut dad , soalnya Ray tidak tahu harus berbuat apa "
Raymond dan Henry mengikuti langkah Elvi yang lebih dulu ke kamar Raymond
ceklek
"mana istri mu nak " Raymond langsung masuk saat mendengar suara Elvi menanyakan Adara
tanpa menjawab dia langsung berlari ke arah kamar mandi yang sedikit terbuka
" baby " pekik Raymond saat melihat Adara sudah duduk di atas lantai kamar mandi sambil menyandarkan kepalanya
tadi Adara mendengar suara mertuanya hanya dia tidak punya tenaga untuk bersuara
" kita ke rumah sakit iya " Adara menggeleng lemah " jangan membantah Dara " ucap Raymond kesal
" angkat istri mu ke tempat tidur nak "
Raymond mengangkat Adara ke tempat tidur ,Adara sekilas melihat ayah mertua nya tapi Henry hanya memasang wajah datarnya
"mom, Ray mau antar Adara ke rumah sakit dulu "
" apa kamu sering seperti ini " Adara mengaguk lemah dalam pelukan Raymond
" lalu apa yang kamu lakukan " tanya Elvi sendu
karena selama hamil Raymond tidak pernah berada di dekatnya pasti berat untuknya tapi mau bagaimana lagi
" tidak melakukan papa " Raymond mengelus punggung Adara dengan lembut
Henry dapat melihat jika anak sulung nya itu sangat khawatir tapi mungkin dia belum tau perasaan nya seperti apa
" mau tidur lagi " tanya Raymond sambil merapikan rambut Adara
tok ...tok...
Elvi berdiri lalu mendekati pintu
" teh nya nyonya " Elvi mengaguk lalu menerima teh herbal yang dia pesan tadi
" makasih Bi " pelayan tersenyum setelah itu kembali ke dapur
" minum dulu nak, supaya perutnya lebih enak " Raymond mengambil teh nya
lalu membantu Adara minum teh herbalnya hingga habis .
" sayang ayo kita ke luar " ujar Henry,Elvi mengaguk
" kalau butuh papa nanti telepon saja iya " Raymond mengaguk " makasih mom " ucap Raymond
" mommy ke dapur dulu iya " Adara mengaguk
" maaf sudah repotin " Elvi hanya tersenyum sambil mengelus punggung Adara
mungkin menantu nya itu belum terbiasa tapi baginya itu tidak masalah
" mau tidur lagi atau mau gimana " tanya Raymond lembut
"tuan tidak mandi " bukannya menjawab Adara malah bertanya balik
" sebentar lagi,kamu mau mandi " adara mengaguk " tapi tidak ada baju ganti " ujar Adara
" ada ,semalam di antarkan, mau aku bantu ke kamar mandi " Adara mengaguk
Raymond membantunya Adara turun dari tempat tidur lalu membawa nya ke kamar mandi
" kamu yakin bisa " Adara mengaguk " tuan mandi di mana " tanya Adara
" di kamar tamu " ujar Raymond
" mandi di sini saja " Raymond menatap Adara bingung
entahlah kenapa wanita itu menawarkan diri mandi bersama
" maaf ....
" kamu yakin mandi bersama " Adara hanya diam saja " baik kita mandi bersama " putus Raymond sedangkan Adara hanya mengaguk
" selamat pagi Kaka ipar " sapa rif'at saat melihat Adara dan Raymond mendekat ke meja makan
" Kaka ipar " pekik Queen tersenyum membuat yang ada di meja makan menaikan alisnya selain Raymond
" sudah minta maaf " Queen mengaguk " sudah mom semalam Queen dan kakak Ray temani Kaka ipar makan dia lapar " ucap Queen
" lapar !! jam berapa " tanya rif'at
" hebm jam 3 lewat, Queen lupa " rif'at melototkan matanya
" serius " Queen mengaguk " kenapa tidak bangunkan mommy " tanya Elvi lembut
" tidak papa mom ,ada pelayan yang masak " ujar Raymond
" semalam tangan Kaka ipar luka mom " Elvi menatap Raymond sedangkan Adara sudah menurunkan tangannya
" tapi tidak papa kan !! apa lukanya parah " tanya Elvi panik
" tidak papa mom " ujar Raymond lalu dia menatap Adara " mau makan apa " tanya Raymond lembut
" yang tuan makan saja " Raymond mengaguk paham
" tumben kakak makan carbo " tanya rif'at
" Kaka ipar tidak bisa makan nasi jika tidak di suapi Kaka " ujar Queen
uhuk ....uhuk ....
Elvi memukul lengan suaminya yang kaget karena ucapan Queen , sedangkan Raymond hanya mendengus saja
" pakai ikan " Adara mengaguk " buka mulutnya " adara membuka mulutnya
ingin sekali rif'at,Henry dan Reza tertawa tapi mereka takut jika tiba² piring yang di atas meja akan melayang
" tuan tidak makan " tanya Adara lirih
" saya minum jus dan sandwich, saya tidak makan carbo " Adara mengaguk paham lalu dia menatap Reza rif'at dan ayah mertua nya mereka makan dengan makan yang sama hanya dia sendiri yang makan nasi ,ikan, dan sayur
apa mereka menyiapkan hanya untukku batin Adara
karena Queen pun hanya makan salad sayur sedangkan ibu mertua nya makan roti bakar dan jus
" jangan memikirkan yang tidak penting makan saja " ujar Raymond menyadar kan adara
" ah iya maaf " ujar Adara, Raymond hanya Mengaguk sesekali dia makan sarapan nya
sebenarnya Adara merasa tidak enak tapi mau gimana lagi hanya itu dia bisa makan nasi
"jadi pemeriksaan nya nak " tanya Elvi
" jadi nyo...mom " ralat Adara cepat
" jam berapa " tanya Elvi
" selesai dari butik mom " ucap Raymond
" Adara ikut Queen ke butik " Queen mengaguk " Kaka ipar mau cari pakaian nya mom " Elvi mengaguk
" jika sudah ke rumah sakit nanti kabarin " ucap Elvi
" iya mom " ujar Raymond
setelah selesai sarapan mereka berpamitan, begitu juga Adara tapi dia diam di tempat nya saat akan berpamitan pada Henry
" Daddy " herny hanya mengaguk saja
" saya pamit tuan " ucap Adara menunduk kepalanya
" hebm "
Raymond menatap kesal ke arah Henry sedang Henry hanya masa bodoh
" rehan dan Morgan akan ke sana " Adara mengaguk
" Daddy ke kantor dulu iya !! jangan nakal nanti Daddy temani saat ke rumah sakit " ucap Raymond berbicara di depan perut Adara setelah itu mencium perut dan kening Adara
CUP
CUP
Henry,Elvi ,dan Queen melotot kan matanya bahkan mereka sudah menelan air ludahnya melihat sikap lembut Raymond
"pelan² bawa mobilnya Queen " ucap Raymond membuyar kan lamunan Queen
" ah iya kak ,pasti " ujar Queen cepat
" masuk lah " Adara menahan lengan Raymond " apa " tanya Raymond, Adara menarik tangan Raymond lalu mencium punggung tangan nya
" sudah sana masuk " ujar Raymond, Adara mengaguk lalu masuk dalam mobil Queen di mana di dalam sudah ada Queen
" Queen jalan " ucap Queen
" hati² sayang bawah mobilnya " ujar Henry ,Queen hanya membalas nya dengan klakson mobil
" cih "
" apa " ucap Raymond kesal
" ayo sayang kita masuk, anakmu itu sangat menjijikan " Raymond melotot kan matanya
" kenapa sih dad " tanya Elvi bingung
" tutupi lehermu dengan benar jika tidak ingin di lihat karyawan mu " rif'at dan Reza seketika melihat ke arah leher Raymond
" shiit " umpat rif'at setelah melihat tanda merah di leher Raymond
" rif'at pamit mom dad " Elvi dan Henry Mengaguk
" hati² " rif'at mengaguk
" dad mom kami jalan " izin Reza
" hati² bawa mobilnya boy " Reza mengaguk
sedangkan Raymond memilih masuk tanpa berpamitan pada ke dua orang tuanya karena kesal pada Henry