
di dalam ruangan CEO, Raymond dan Amanda sudah selesai makan siangnya ,amanda membersihkan tempat makan mereka sekalipun Raymond melarangnya
Raymond mengatakan nanti OB yang membersihkan nya tapi Amanda beralasan akan membawa tempat itu
saat hendak berdiri membuang sisa makanan ke tempat sampah berat badan Amanda tidak seimbang sehingga jatuh di atas pangkuan Raymond dan tidak sengaja bibir mereka bersentuhan
untuk beberapa detik mereka masih terdiam dengan mata yang saling bertatapan,dan hingga akhirnya Raymond menarik pinggang Amanda dia laki² dewasa normal
tangan Raymond satunya menahan tengkuk leher Amanda, Amanda bukan orang bodoh hal semacam itu dia tahu sekalipun dia belum pernah melakukan nya dia mengikuti nalurinya
dengan cepat Amanda mengalungkan tangannya di leher Raymond dan memejamkan matanya mulut mereka saling membelit saling bertukar Saliva
hingga kesadaran ke duanya kembali saat mendengar seseorang dari pintu
" maaf "
Raymond langsung melepaskan ciuman,lalu menatap ke arah pintu
shiittt batin Raymond
Amanda memeluk leher Raymond dan menyembunyikan wajahnya di sana
" Kaka " rengek manja Amanda
" sudah tidak papa, siap² lah bukannya kamu kembali lagi ke rumah sakit " Amanda mengaguk
lalu berdiri dari pangkuan Raymond dan merapikan rambutnya dan pakaiannya yang sedikit berantakan karena ulah Raymond
setelah itu dia kembali membereskan kotak makan nya tadi .
sedangkan di luar ruangan Adara masih saja terdiam,
Niat hati ingin kembali mengambil vitaminnya tapi dia harus melihat Ray dan Amanda berciuman mesra
" Nona " panggil Reza ,karena dia juga melihat nya walaupun hanya sekilas karena Adara sudah menutup pintu
" ah iya asisten Reza " Jawab amanda
" nona tidak papa kan " Adara mengaguk
" saya izin ke toilet dulu iya "
" saya antar nano " Adara menggeleng " saya bisa sendiri asisten Reza ,serius saya baik² saja " ucap Adara yang mengerti ke khawatiran Reza
Reza hanya bisa mengangguk sedangkan rehan bingung karena bukannya masuk sang nyonya malah ke luar
tidak berselang lama setelah kepergian Adara,Amanda ke luar dari ruangan Raymond
" kak Reza , Amanda balik iya " Reza mengaguk
" iya hati² " ujar Reza tersenyum paksa karena bagaimanapun dia masih memikirkan istri dari bosnya itu
ceklek
" Adara " tanya Raymond saat melihat Reza masuk
" di toilet tuan " Raymond menghela napasnya " seperti nya nona melihat nya tuan " lanjutnya lagi, Raymond mengaguk
" tadi itu tidak sengaja, dia jatuh saat akan berdiri dan bibir kami bertemu, saya laki² normal za dan kamu sudah tau aku seperti apa " Reza hanya diam saja
" apa dia sudah lama ke sana nya " tanya Raymond
" sebelum Amanda ke luar " ujar Reza
sedang kan di toilet Adara terus mencuci wajahnya entah kenapa air matanya selalu ke luar mengingat kejadian tadi
beberapa kali dia harus menarik napasnya karena harus menghilangkan rasa sesak nya
" bertahan sedikit saja, hanya untuk mereka tidak papa sakit sedikit yang penting kalian bahagia " ucap Adara sambil menatap pantulan dirinya di kaca besar toilet dan mengelus perutnya
saat merasa sudah tenang, dia kembali ke ruangan Raymond untuk melanjutkan kerjaannya
" nyonya " Adara tersenyum kuda " kenapa ??mas sudah merindukan ku padahal hanya sebentar aku ke toilet " canda Adara tertawa kecil
" saya hanya khawatir nyonya " Adara tersenyum " aku baik² saja mas " ucap Adara lalu masuk dalam ruangan Raymond
ceklek
"nona Adara " Adara mengalihkan pandangannya pada Reza
" iya, ada yang bisa saya bantu " tanya Adara
" tidak ada nona " ucap Reza, Adara mengaguk lalu kembali ke meja kerjanya
syukurlah batin Reza karena dia mengkhawatirkan sejak Adara meminta izin ke toilet tadi
tok ...tok ...
ceklek
" maaf tuan " ucap rehan yang baru saja membuka pintu " nyonya apa vitaminnya sudah di minum " tanya Rehan
karena seingatnya tadi Adara belum masuk ruangan langsung meminta izin ke toilet jadi dia takut minum vitamin yang di berikan dokter
" astaga, makasih mas " ucap adara lalu menarik tasnya mencari vitaminnya
karena pikirannya yang tiba² kacau membuat dia lupa tujuan utamanya kembali ke ruangan tadi
jika saja rehan tidak mengingatkan nya entah apa yang terjadi pada anak² nya
" iya nyonya , permisi " pamit rehan setelah melihat Adara sudah meminum vitaminnya,sudah dia duga kalau istri bosnya itu lupa mungkin karena belum terbiasa
keadaan seperti apa ini ,apa aku harus terjebak seperti ini tiap hari batin Reza dalam hati saat melihat Raymond menatap Adara sejak dia masuk tadi
setelah itu Adara kembali fokus pada kerjaan nya begitu juga Reza , tapi tidak dengan Raymond
Raymond berdiri dari duduknya menuju meja kerja Adara !!!
" ikut " Raymond memegang tangan Adara
" saya masih kerja tuan " Raymond menatap tajam Adara
" ikut atau saya paksa " akhirnya Adara menurut dia tidak ingin terjadi papa dengan kandungan nya
Raymond membawa Adara masuk dalam ruangan pribadi nya
sedang kan Reza hanya menatap sekilas lalu kembali bekerja
kini Adara sudah duduk di ujung tempat tidur bagian bawah sedangkan Raymond duduk di sofa menghadap Adara
" ada yang ingin tuan sampaikan " tanya Adara karena sejak tadi Raymond hanya diam saja
" kau melihatnya " tanya Raymond ,Adara mengaguk
" maaf tadi saya hanya ...
" apa yang kau pikirkan " potong Raymond cepat
" saya tidak memikirkan papa, itu hak tuan ingin berciuman dengan siapa ,apa lagi dia tunangan anda " ucap Adara serak
" kau hanya salah paham ak....
"maaf, Jika tuan memanggil saya hanya membahas yang tadi ......
" jangan memotong ucapan ku Adara " ucap Ray tegas
" maaf saya permisi " Raymond berdiri menahan tangan Adara
" kamu sudah tau jika aku marah " Adara memalingkan wajahnya ke arah samping
" Adara " panggil Raymond memegang dagu Adara untuk menatap nya tapi lagi² Adara enggan melihatnya
" baiklah " ucap Raymond lalu menarik paksa dagu Adara lalu membungkam mulutnya dengan kasar
Adara mendorong paksa Raymond dengan sekuat tenaga nya tapi Tenaga Raymond benar² besar
Raymond menahan tangan Adara lalu tarik ke atas kepala nya, Adara memalingkan wajahnya Raymond menahan tengkuk Adara ciuman itu semakin memanas
Marasa Adara kehabisan nafas dia melepaskan ciuman nya lalu menatap Adara ,setelah itu dia kembali membungkam mulut Adara bahkan kini ciuman Raymond sudah beralih pada leher jenjang Adara membuat Adara meremas jas Raymond
" hemp "
merasa adara sudah lebih baik,dia membawa Adara ketempat tidur tanpa melepaskan isapan nya di leher jenjang Adara bahkan sesekali dia bermain di kuping Adara hingga basah
kini ke dua nya saling berpandangan saat Adara sudah duduk di tempat tidur, Raymond mengelus pipi Adara dengan lembut lalu mencium kening nya
setelah itu dia kembali mencium bibir Adara yang sudah bertambah volume karena ulahnya
Raymond membaringkan tubuh Adara dengan pelan !!
" aku menginginkan nya " bisik Raymond di telinga Adara lalu mencium leher jenjang Adara hingga meninggalkan bekas
kegiatan panas itu kembali terjadi di siang hari di ruangan itu untuk yang ke dua kalinya
suara erangan dan lenguhan Adara menambah kegiatan panas itu semakin menggairahkan untuk Raymond
tapi Raymond sadar jika saat ini ada calon anaknya sehingga dia bermain dengan pelan sekalipun gairahnya tidak bisa dia tahan, Raymond semakin bergerak cepat saat merasakan jepitan di bawah sana saat milik Adara berdenyut begitu juga miliknya yang semakin membesar sehingga membuatnya sesak
dan itu membuat Raymond mengumpat dalam hati karena rasa yang di berikan Adara membuatnya melayang
" aaahhhh "
"bersama "
aaarrrkkkk
aaarrrggggghhhhhhh
erang Raymond panjang dia mengeluarkan semua cairan itu dalam milik Adara ,setelah itu dia membaringkan tubuhnya di samping Adara saat merasa cairannya sudah keluar semuanya Raymond menarik Adara dalam pelukannya
" aku membenci mu " ucap Adara serak , Raymond membalikkan tubuh Adara menghadap nya
dia mencium kening Adara dengan lembut lalu mengakat dagu Adara dan mencium bibirnya sekilas
CUP
" tadi tidak sengaja Amanda jatuh di pangkuan ku dan bibir kami bertemu, aku laki ² normal dara " Ucap Raymond sambil mengelus punggung polos Adara menenangkan wanita itu
apa sebuah kata maaf susah untuk anda ucap kan batin Adara dalam hati
hingga akhirnya Adara terlelap karena kelelahan menangis dan ulah Raymond yang menggempurnya siang hari
sekalipun hanya sekali tapi memakan waktu hampir dua jam !!!
Raymond melepaskan pelukannya dengan pelan agar tidak mengganggu tidur Adara
" maaf,Jika membuatmu terluka " Raymond beralih ke perut Adara " maafkan daddy " ucap Raymond lirih lalu mencium perut Adara
CUP
setelah itu dia menutup tubuh polos Adara dengan selimut sedangkan dia memilih membersihkan diri di kamar mandi yang ada di ruangan itu .