ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
Tidak ingin kecewa dan marah



Reza memulai harinya seperti biasa yaitu bergulat dengan pekerjaan yang menumpuk di mana dia harus memeriksanya terlebih dahulu sebelum di berikan pada Raymond sang atasan .


"Za "


" Iya tuan " Jawabnya saat sudah di dekat Raymond.


"Apa hanya ini kerjaan ku " Tanya Raymond .


" Iya tuan ,sebagian saya belum periksa " Jawab Reza .


" Kenapa tiap hari kita berhadapan dengan kertas² ini apa tidak bisa sehari saja meja ini kosong " Ucap Raymond.


" Maaf tuan " Raymond menghela napas " Kapan aku bisa menikmati waktuku dengan anak istri ku " keluhnya lagi .


" Bagaimana apa Raine masih keras kepala " Reza menutup mulutnya rapat .


" Masih " Reza tetap memilih diam .


" Anak itu susah betul di bilangin " Ujar Raymond kesal .


" Tidak papa tuan ,selagi itu bisa buat senang karena mungkin saat bersama ku dia tidak mendapatkan itu " Jawab Reza bijak .


" Dia akan keterusan Za, kamu itu laki² jangan lemah "


" Saya bukan lemah tuan,tapi saya hanya menahannya saya tidak ingin dia kecewa atau marah " Jawabnya lagi .


" Lalu kamu "


" Saya akan baik-baik saja tuan , melihat nya bahagia itu sudah cukup untukku " Jawabnya membuat Raymond menggeleng .


" Mendingan kamu selesaikan kerjaan mu ,semakin lama di sini kertas² itu semakin menumpuk " Ujar Raymond .


" Baik tuan " Jawab Reza ,lalu kembali ke meja kerjanya .


Belum juga duduk ada notif pesan masuk di Hp nya dan itu pesan seseorang untuk Raine .


Reza hanya tersenyum kecut melihat isi pesan dimana Adrian mengajak Raine untuk makan siang dan itu sudah sering terjadi .


Lalu dia kembali menyimpan HP nya,dia bukan Tidak bisa melakukan hal yang seperti di lakukan orang lain .


Hanya itu dia tidak mau Raine kecewa atau marah padanya yang penting Raine bahagia itu sudah cukup untuknya .


Kini Reza kembali fokus pada pekerjaan nya bagaimana pun dia harus membedakan urusan pribadi dan pekerjaan .


Waktu terus berjalan hingga akhirnya waktu makan siang pun tiba .


Raine mengalihkan pandangannya saat ada pesan masuk dan ternyata itu dari Adrian .


" Ke ruanganku "


Ceklek .


" Iya non " Jawab Endang .


" Kita makan di luar " Ucap Raine .


" Baik Non " Jawab Endang .


Dia sudah menebak jika itu pasti bersama Adrian lagi karena itu sudah sering terjadi .


" Ayo " Ujar Raine saat sudah siap , Endang pun mengikuti Raine Tidak lupa dia pun mengambil tas nya .


Singkat nya kini Raine telah sampai di restoran tempat janjinya dengan Adrian .


Mereka langsung masuk dalam ruangan yang sudah di pesan Adrian terlebih dahulu .


Ceklek .


" Sayang " Raine hanya membalasnya dengan senyuman .


" Maaf ,apa kamu sudah lama " Adrian menggeleng .


" Tidak, Aku kira kamu tidak akan datang karena di larang kekasihmu " Raine hanya tertawa kecil .


" Jika dia melarang ku kau tidak akan melihat ku di sini " Jawab Riane .


" Benar juga ,tapi apa dia benaran tidak melarang mu " Riane menggeleng .


"Apa kamu sudah pesan " Adrian mengaguk " Pesanlah " Riane langsung mengambil buku menu .


Begitu Endang ,tapi wanita itu sesekali mencuri pandang pada Adrian bukan karena menyukai nya .


Dia hanya curiga jika pria itu memiliki rasa yang lain pada bosnya ,dan itu bisa dilihat dari pancaran matanya .


" Biar saya saja non " Ujar Endang .


" Makasih Endang " Endang mengaguk lalu ke luar dari ruangan itu .


" Bagaimana kerjaan mu " Tanya Adrian sambil menatap Raine yang duduk di sampingnya .


" Seperti biasanya ,berkas , meeting ,rapat,ini itu membosankan " Ujar Raine .


" Kenapa tidak berhenti Hm " Tanya Adrian sambil mengelus pucuk kepala Raine .


"Di rumah pun aku bosan itu saja aku sering di bantu Kaka Ela di perusahaan tapi tetap saja masih menumpuk " Ucap Raine cemberut.


Adrian mencubit pipi halus Raine dengan lembut .


" Kau semakin menggemaskan Cantik " Ucap Adrian


" Aku serius Raine ,kamu itu cantik orang yang bilang kamu jelek itu pasti katarak " Balas Adrian Tersenyum .


" Kenapa jadi gombal " Ujar Raine sambil memegang pipinya yang terasa panas .


" Aku serius ,coba hadap sini " Riane menggeleng " Tidak mau " Jawabnya.


" Hadap sini dulu " Raine menghadap Adrian yang sudah menatapnya " Lihat aku !! Apa aku terlihat berbohong " Raine memberanikan diri membalas tatapan Adrian .


" Tidak " Jawabnya lirih membuat Adrian Tersenyum " Lalu kenapa kau bilang aku gombal " Tanya Adrian yang memegang tangan Raine .


" Tau ah, malu tahu ih " Ujar Raine Kembali menunduk .


" Raine, Jika aku bilang mencintai mu apa kamu keberatan " Riane menatap Adrian dengan mata terbuka lebar .


"Tapi aku tidak akan memaksa mu ,menjadi temanmu pun aku sudah bahagia yang penting kamu sudah tahu perasaan ku !! Tapi aku harap kamu tetap seperti ini sekalipun kamu sudah mengetahuinya " Lanjutnya lagi .


"Kamu kebanyakan nonton film Luar makanya otakmu makin tidak beres " Adrian tertawa kecil .


" Riane "


CUP


Adrian mencium pipi Raine dan itu membuat Raine membeku di tempat nya .


" Kau marah " Raine menggeleng lalu menatap pintu ,setelah itu dia menghela napas panjang .


" Giman kalau ada Endang yang melihat kita ,kamu aneh² de " Ujar Riane memanyunkan bibirnya .


" Berarti jika tidak ada Endang boleh kan " Raine menatap tajam Adrian membuat pria itu semakin Tersenyum.


Bukannya takut Adrian malah semakin gemas melihat tingkah Riane saat ini .


Ceklek


Pelayan masuk bersama dengan Endang yang membawa pesanan mereka.


" Ayo makan sayang " Raine hanya mengaguk saja .


" Apa setelah ini kamu akan kembali ke kampus " Adrian mengaguk .


" Ada beberapa yang aku harus urus ,terus jam 3 ada jadwal ku mengajar " Jawabnya .


" Kamu " Lanjutnya lagi setelah makanan masuk dalam mulutnya .


" Kembali ke perusahaan " Adrian menggaguk saja .


Lalu mereka kembali melanjutkan makan siang itu .


Sedangkan di perusahaan Reza dan Raymond sedang makan siang mereka milih makan saja di perusahaan dari pada ke luar lagi cukup memakan waktu menurut Raymond.


Tok ...tok ...


" Masuk "


Ceklek


" Maaf tuan "


' Simpan saja di atas meja " Ucap Reza .


" Bawa sini " Titah Raymond .


Orang suruhan Reza jadi bingung antara mengikuti Reza atau Raymond .


" Apa kau tidak mendengar ku " Orang itu bergeming .


" Berikan saja " Akhirnya dia memberikan itu pada Raymond.


"kalau begit saya pamit tuan "


Hebm


" Apa ini tentang Raine "


" Maaf tuan " Jawab Reza .


" Berarti dia bertemu lagi dengan pria itu bukan " Reza hanya terdiam .


Karena memang itu nyata dan setiap di tanya tentang Raine dia memilih diam .


menjawab pun dia tidak tahu harus menjawab apa .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


MAAFKAN AUTHOR BEBERAPA HARI INI TEKAT UP .


DUKUNG TERUS RAYMOND DAN ADARA


REZA DAN RAINE


LIKE


KOMENT


VOTE


JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 🌟🌟🌟🌟🌟