ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
Lamaran



" Baby " Adara menatap Raymond yang sedang berbaring di tempat tidur yang ukurannya king size milik mereka sambil bermain dengan anaknya.


" Kau ingin ikut nanti malam " Adara menaikan alisnya sebelah " Kalau bisa aku di rumah saja bersama twins " Ujar Adara .


Karena jujur dia masih terlalu gugup jika berhadapan dengan orang banyak terlebih harus berada di samping Raymond menurutnya tidak pantas .


Mengingat dia hanya orang biasa sedangkan Raymond !! Adara hanya bisa menghela napas panjang.


" Alasannya " Tanya Raymond menatap Adara yang duduk di sofa sambil menonton TV.


" risih , banyak orang " Ujar Adara jujur.


" Hanya keluarga saja baby, tidak ada yang lain " Ujar Raymond sambil memanggil Adara untuk mendekat .


" tunggu " Adara langsung mematikan tv lalu mendekat suami dan anaknya yang sudah tidur.


" Sini " Adara langsung masuk dalam pelukan suaminya .


" Apa kamu belum terbiasa " Adara mengaguk " Maka kamu paksa " Lanjutnya lagi .


" Aku tidak mungkin selalu sendirian atau di temani Reza ke acara pesta Adara,lalu apa gunanya kamu jika hanya untuk penghuni masion ini , pelayan sudah lebih dari cukup " Ujar Raymond sambil mengelus rambut panjang Adara .


Bugh .


" Aku hanya merasa tidak pantas berada di samping mu " Ujar Adara jujur.


" Lalu kau ingin berpisah ,biar kamu pantas "


Ah Adara salah bicara !!


Dia lupa siapa suami nya ini .


" Bu- kan begitu maksudnya honey " Ujar Adara gugup sambil mencari alasan yang bagus .


Raymond masih terdiam menunggu Adara kembali bersuara .


"Lalu " Tanya Raymond setelah lama terdiam .


" itu apa ! hm semua orang sudah mengenal mu dan tidak jarang wanita juga ingin bersanding denganmu bahkan mereka jauh lebih cantik,tinggi ,badannya juga bagus begitu juga materi bisa dibilang sempurna sedang kan aku " Adara menatap Raymond yang sudah menatapnya tajam .


" Minggir " Adara tetap memeluk Raymond .


Apa dia salah !! Adara hanya mengeluarkan isi hatinya .


Lalu di mana salah nya ??


" Minggir " Ucap Raymond lagi dengan suara tertahan .


" Masuk ambil twins " Tidak berselang lama Nany masuk mengambil anak² nya .


" Siapkan pakaian nanti malam untuk mereka ,kalian tidak perlu ikut " Titah Raymond sebelum Nany ke luar dari kamarnya menuju kamar twins .


" Baik tuan " Ujar Nany .


" Awas " Raymond langsung melepaskan tangan Adara dari pinggang nya.


Raymond kesal ,kenapa Adara selalu merasa dirinya tidak pantas bersama nya.


Apa selama ini belum cukup untuk mengetahui kalau dia mencintai wanita itu .


Lalu apa dia lupa siapa dirinya yang sekarang selain menjadi istri nya dia juga punya keluarga yang terpandang .


Tapi kenapa dia selalu merasa tidak pantas .


" Honey " Raymond menatap tajam Adara membuat Adara takut .


Tapi sekuat mungkin dia menahan rasa takutnya .


Dengan langkah gugup Adara mendekati suaminya.


" Apa mas marah " Adara menatap suaminya sambil memainkan jarinya di dada Raymond .


" baiklah aku akan biasakan dan mulai belajar " Lanjutnya lagi .


Bugh .


" Aku yang menentukan siapa yang pantas dan tidaknya pendamping ku, dan sekarang mendesaahh lah dengan keras dan nikmat " Raymond tersenyum seringai .


Adara menelan ludah nya kasar dia tidak yakin jika nanti dia di beri bernapas apa lagi hanya menidurkan juniornya butuh waktu lama.


Srek .


Adara melotot kan matanya lagi² pakaian yang harganya tidak main² harus berakhir mengenaskan .


" Aaahhhhh "


" Kau suka "


" Raymondhhhhhh "


Hingga akhirnya siang menuju sore hari itu di habiskan dengan pertempuran sekalipun tidak menyatu


Hingga Raymond mencapai puncak kenikmatan dalam waktu 3 jam membuat Adara lelah .


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


Raymond terbangun saat mendengar ketukan dari pintu kamarnya ,dengan pelan dia bngun mengambil boxer nya lalu menuju pintu .


" Apa " Rif'at yang di tugaskan memanggil Kakaknya hanya bisa mendengus kesal saat melihat Raymond hanya menggunakan boxer .


" D tunggu di bawa " Raymond mengaguk " duluan aku masih mau mandi " Ujar Raymond lalu menutup pintu nya tanpa peduli pada Rifat .


Dengan perasaan kesal Rifat turun ke bawah dengan wajah yang di tekuk .


" Kenapa boy " Tanya Jose tersenyum.


" Bukannya tadi Rifat sudah bilang tidak mau kenapa memaksa, Kaka baru bangun dengan angkuh nya membuka pintu hanya menggunakan boxer " Semua orang tertawa .


Mereka sudah bisa menebak Apa yang di lakukan dua manusia itu di dalam kamar .


Pasti tidak akan jauh dari urusan itu .


Setelah menunggu 30 menit Raymond dan Adara mulai bergabung di ruangan keluarga .


Dia hanya bisa menunduk karena malu ketahuan oleh mereka .


" Apa semua sudah siap " Tanya Raymond tanpa menjawab pertanyaan Daddy Radit .


" Sudah siap, jam 8 kita akan ke hotel " Raymond mengaguk berarti masih ada waktu 2 jam bukan .


" Lalu untuk apa berkumpul di sini " Tanya Raymond menatap mereka satu persatu .


" Apa kalian ikut " Tanya Henry .


" Iya Dad / tidak Dad " Jawab Raymond dan Adara berbeda membuat mereka bingung .


" Dia tidak ikut karena malam ini terkahir nya melihat anak²nya dan dunia " Adara menelan ludahnya kasar saat suara Raymond seperti pedang samurai rendah tapi tajam .


" A-ku ikut " Jawab Adara gugup .


" Tidak usah bersiap saja untuk kematian mu " Ujar Raymond meninggalkan Adara begitu saja .


" Itu hari saat melahirkan twins dia seperti orang gila , Sekarang bicaranya seolah dia tidak akan gila kembali " Cibir Jeje menggeleng .


" maaf Adara pamit ke bawah " Ujar Adara lalu mengejar suaminya .


Sesampainya di kamar Adara mencari suaminya ,yang ternyata berada di dalam walk in close .


" Honey " Ujar Adara lembut sambil memeluk suaminya .


" Aku sudah bersih " Bisik Adara sensual.


Benar saja Raymond langsung membalikan badannya menatap Adara .


" Kau bohong " Adara menggeleng tersenyum " Kenapa tidak bilang sejak tadi " Ujar Raymond kesal .


" Aku hanya takut jika masih ada dan kamu sudah ingin sekali tapi tadi sudah tidak ada " Ujar Adara lembut.


" Jangan lupa beli sarung iya " Raymond mengaguk tersenyum .


" Bantu aku bersiap " Adara langsung mengambil pakaian formal suaminya .


" Tidak usah pakai jas " Adara mengaguk lalu dia membantu suaminya bersiap


Melihat penampilan suaminya yang hanya menggunakan kemeja putih dan celana kain saja membuat Adara ingin mengurung suaminya di kamar .


Di mana Raymond sengaja membuka kancing kemejanya bagian atas sehingga memperlihatkan dada bidang nya .


Ingin protes tapi takut orang di bawah lama menunggu mereka .



" Aku tunggu di bawah bersama twins ,jangan yang terbuka " Ujar Raymond tapi sebelum itu dia mencium bibir Adara bahkan sedikit ******* nya .


" Jangan lama baby " Ucapnya lagi


" Iya " Jawab Adara lalu berjalan menuju lemari khusus pakaian ke luar.


" Apa harus " Gumam Adara sambil mengambil pakaian nya .


Setelah itu dia memoles wajah nya dengan makeup tipis saja .


Agar tidak terlihat pucat dan jelek .


Setelah semua nya siap Adara mengambil sendal dan tasnya menyusul suaminya ke bawah .


Ini kali kedua berpakaian seperti ini dan pertama saat acara Queen .


"Waow Kaka Ipar cantik sekali " Ujar Raine membuat peserta ruangan keluarga balik menatap Adara



Di mana rambut panjang nya di urai begitu saja sehingga membuat penampilan nya sangat sempurna .


belum lagi barang yang melekat di tubuhnya yang harganya tidak main² .


" Kau mau ke mana " Tanya Raymond menatap Adara .


" Acara Radhi " Ujar Adara lalu mencium pipi baby El yang ada di gendongan suaminya .


" Kenapa begitu penampilan mu " Ujar Raymond tidak suka .


" Jelek ?? Aku ganti " Raymond mendengus kesal karena istri nya itu terlalu cantik sehingga dia enggan membawa nya pergi .


Jika tidak memikirkan acara Radhi ingin sekali menggempur nya apa lagi dia mengatakan sudah bersih .


" shiittt " Umpat Raymond kesal .


" Kenapa son " Tanya Alan tersenyum .


" Cepat kita berangkat " Ujar Raymond yang merasa tubuhnya sudah panas .


" Sebentar lagi " Ujar Henry tenang .


Raymond membuang napasnya kasar lalu menatap Reza .


" Siapkan jas " Reza hanya mengaguk saja ,pasti itu di gunakan untuk Kaka ipar .


Memang jika sudah cinta apa pun dilakukan di luar batas pikiran sekali pun menurut mereka sah² saja tapi tidak untuk manusia dingin seperti Reza .


Padahal dia pun begitu juga jika saja Raine memakai pakaian yang terbuka .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


DUKUNG TERUS RAYMOND DAN ADARA


LIKE


KOMENT


VOTE


JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😘😘😘😘😘