
Di sebuah ruangan yang gelap seorang wanita sedang membanting semua barang yang ada di dekat nya .
" Kenapa hanya membunuh wanita itu Tidak bisa hah ' Bentak Sisil pada anak buah sugar Daddy nya .
" Maafkan kami nona "
" Maaf ,aku ingin kalian membunuh nya bodoh " Umpat Sisil lagi
Jika bukan karena tuan, sudah sejak tadi aku membunuh wanita sialan ini Batin salah satu anak buah .
" Kalian ke luar " Ujar Fandi yang ikut membantu Sisil dalam pembunuhan Adara .
Tapi sayang anak buahnya salah sasaran karena target tiba² bergerak ,dan dia sudah pasti kan jika keluarga Mateo tidak tinggal diam .
Jadi dia akan mengakhiri nya tapi sebelum itu dia ingin bermain puas dulu .
" Baik tuan " Lalu mereka ke luar dari ruangan yang minim pencahayaan.
" Kenapa menyuruh mereka ke luar " Ujar Sisil kesal ,Fandi menarik lengan Sisil sehingga duduk di pangkuan nya .
" Bukan kah kita punya waktu hm, setidaknya kejadian kemarin sudah membuat mentalnya down bukan " Ujar Fandi memasukan tangan nya di dalam kimono Sisil karena memang mereka baru selesai bermain .
" Kau benar dan secara perlahan aku akan membuatnya takut dan mati ' Sisil tersenyum seringai .
" Aku menginginkan mu sayang " Bisik Fandi sambil mencium leher jenjang Sisil.
Sisil langsung merubah posisi nya menghadap Fandi bahkan dikakinya sudah di lilitkan di pinggang pria itu .
" Kau tidak pernah puas " Ucap sisil tersenyum.
" Karena lahanmu sangat enak babe " Ucap Fandi lalu dia menyatukan bibir mereka dengan ganas .
Sisil yang memang sudah pro ,Tidak ingin kalah sehingga dia menggesek kan bokongnya pada benda tumpul yang sudah berdiri seperti tiang listrik .
" Kau bangun " Ucap sisil tersenyum .
" Ledakan dia babe " Ujar Fandi .
Dengan senang hati Sisil langsung turun dari pangkuan Fandi lalu berjongkok di depan Fandi yang duduk sofa .
" UuuHhgg "
Fandi menggeram nikmat saat Sisil mengisap sosis berurat miliknya di mana sisil terus memainkan lidahnya dan mulut nya mengisap .
" Aaarrrggggghhhhhhh "Fendi semakin gila saat mulut sisil bermain dengan cepat .
" Faster....Babe ..." Sisil melakukan nya hingga Fandi meledak dalam sana .
" Aaarrgghhhh " Fandi menekan Kapala Sisil saat merasakan santan kental miliknya ke luar .
" Ingin lanjut " Tanya Sisil menatap Fandi yang masih mengatur napasnya.
" Lakukan jika kamu ingin " Sisil naik ke pangkuan Fandi dan melanjutkan kegiatan mereka .
Entah Merkea melakukan berapa kali pastinya mereka pasti melakukan sampai puas
Sedangkan di kediaman Raymond ,dia selalu menemani istrinya bersama para ibu² dan ibu mertua nya ,sedangkan ayah mertuanya ada urusan di luar .
" Jangan takut lagi " Adara mengaguk tersenyum " asal mas selalu di sini " Raymond mengacak rambut acara .
" Pastinya baby " Ujar Raymond tersenyum .
" Adara sudah pernah ke villa belum " Ujar Aqila membuka suara .
" villa " tanya Adara ,Aqila mengaguk " Iya villa yang dekat sini " Lanjutnya lagi .
" Belum " Jawab Adara jujur .
" Kau ingin ke sana " Tanya Raymond .
" Apa boleh " Raymond mengaguk " Tentu boleh baby itu milikmu , Weekend gimana " Tanya Raymond .
Semoga saja dengan adanya ini Adara bisa lebih baik lagi .
" Tapi ..."
" Kita pergi ramai² sayang ,sama keluarga mu juga ,iya kan Bu " Potong Elvi cepat sambil menatap besannya .
" Tentu ,Ibu juga sudah lama tidak liburan karena ayahmu sibuk mengurus ibu dan perusahaan , abang mu juga begitu " Ujar Marni antusias.
" Bagaimana sayang ,mau kan " Tanya Nabilla ,Adara menatap sang suami meminta jawaban.
" Jangan takut kita pergi sama² tanpa terkecuali " Ujar Raymond meyakinkan Adara .
" Tapi jika mereka menyerang kita di jalan lalu ..."
" Mereka tidak akan berani , percaya lah !!! Jika pun itu terjadi aku akan melindungi kalian jadi Tidak usah khawatir ' Ucap Raymond tenang .
" Terus rumah sama siapa " Tanya Adara polos .
Mereka harus sabar menghadapi Adara ,karena saat ini rasa takut nya lebih dominan dari pada akalnya .
" Di sana sejuk sayang ,bahkan dulu saat pertama kali ke sana tidak ingin kembali mau menetap di sana saja jika Tidak memikirkan ayahmu kerja " Ujar Elsa jujur .
" Tapi Adara takut " Ujar Adara menunduk sambil memainkan tangannya .
" Jangan takut ,ada kami !! Abang juga akan menemanimu " Adara mengangkat kepalanya menatap Daniel yang baru saja datang .
" Abang ' Daniel tersenyum lembut " Kita liburan iya , Inikan liburan pertama kita setelah kita berkumpul gimana " Ujar Daniel tersenyum menatap Adara .
" Jangan memikirkan yang belum tentu terjadi, apa kamu meragukan suami mu dan keluarga mu, yang kemarin hanya kecelakaan ,Jadi jangan lagi memikirkan nya ,lihat lah Twins mereka pasti sedih jika melihat mu selalu takut untuk ke luar ,bagaimana jika nanti mereka meminta untuk di temani bermain di luar , dan pikirkan juga tuan Raymond dek " Ujar Daniel lembut .
" Maaf " Cicit Adara .
" Jangan meminta maaf, seharusnya Abang yang minta maaf karena tidak bisa menjagamu dari dulu hingga sekarang ,tapi Abang mohon kembali lah seperti dulu " Uang Daniel sendu .
" Jangan di pikirkan Baby ,yang penting kamu baik² saja " Ujar Raymond lembut .
" APa di villa pagarnya tinggi " Raymond dan para wanita Mateo mengaguk .
" Gimana sayang " Tanya mommy Ellena harap² cemas .
" Apa boleh bawa pengawal " Tanya Adara lagi, dia hanya ingin jaga² .
" Tentu sangat boleh sayang,bukannya di saat kita ke luar memang selalu di ikuti pengawal" Ujar Aqila cepat.
" Mau " Adara mengaguk " Jangan terpaksa baby " Adara menggeleng " Aku tidak terpaksa asal di sana ramai² " Raymond mengagukan kepalanya .
" Nanti saat Opa dan yang lainnya pulang kita akan bahas ini gimana " Tanya Nabilla .
" Abang bisa kan " Tanya Adara .
" Tentu " Jawab Daniel , sekalipun tidak bisa di akan tetap pergi .
Kapan lagi kan bisa liburan bersama keluarga nya apa lagi ini liburan pertama mereka setelah kehilangan Adara .
Dan Daniel akan mengabadikan momen ini apa lagi bonus Twins dan Raymond .
" Hm maaf apa Daniel boleh memb...."
" Bawah saja " Potong Raymond cepat, dia tahu arah pembicaraan Daniel .
" Terimakasih tuan " Ujar Daniel menunduk kepalanya.
"Jangan macem-macem nak, kamu mau apa " Tanya Marni menatap Daniel .
" Daniel hanya meminta izin mau bawa Risna Bu " Marni melotot kan matanya .
" Jangan macem² ini khusus keluarga jangan aneh² iya " Ujar Marni kesal .
"Tidak papa Bu ,bukannya dia kekasih Daniel berarti keluarga juga buka ' Tanya mommy Ellena tersenyum.
" Tapi Bu ...."
" Tidak papa Ma ,Daniel hanya ingin memperkenalkan Risna pada keluarga jadi Tidak usah di perpanjang " Ujar Raymond .
" Iya Ma ,toh mba Risna juga sudah dekat dengan keluarga mas Raymond begitu juga keluarga kita " Marni menghela nafas panjang.
" Baiklah " Jawab Marni ,Dia bukannya tidak suka atau tidak mau tapi jika ingin mengajak Risna nanti saat khusus keluarga nya saja.
Dia hanya merasa tidak enak ,apa lagi status Daniel dan Risna masih pacaran belum ada kemajuan sama sekali .
Entah anak sulung nya itu menunggu apa ? Hilal kali atau menunggu burung gagak berubah menjadi putih atau menunggu Sampai cucunya menikah ,entahlah .
" Jangan terlalu di pikirkan Bu " Ujar Elvi tersenyum.
" Iya Mba " Ujar Marni yang memang memanggil Elvi dan Aqila Mba karena merasa masih muda sangat tidak cocok di panggil Ibu seperti yang lainnya .
" Jadi kita masak² kan " Timpal Ana kegirangan .
" Deal " Teriak Elvi,Elsa ,Nabila serta Aqila yang sudah sangat hebat dalam hal dapur Tidak seperti dulu yang hanya bisa menatap mereka saat sudah waktu masak .
Adara tersenyum bahagia melihat antusias keluarga suaminya dan juga keluarga nya .
Raymond memeluk Adara " Jangan takut lagi " Adara mengaguk tersenyum .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
DUKUNG TERUS RAYMOND DAN ADARA
LIKE
KOMENT
VOTE
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😚😚😚