ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
Otak suci



" Kamu baru mandi yank "


Setelah menempuh seharian di luar rumah sebagai tanggung jawab kini dia kembali saat azan magrib .


Begitu juga Raymond dan Adara yang baru pulang bahkan saat Twins di antar orang tuanya mereka belum pulang .


" Iya ,dari tadi tungguin kak tapi lama " Reza menaikan alisnya saling bertautan.


" Kenapa tungguin " Tanya Reza.


" Mau mandi sama² biar lebih enak " Jawab Raine sekenanya .


" Jangan memulai yank, aku tahu seharian apa yang kamu lakukan di kamar ini" Raine tertawa kecil .


" Kakak mau mandi " Reza mengaguk " Diam saja di situ dan ganti sprei " Titah Reza .


" Baik Tuan " Reza hanya berdecak saja lalu membuka pakaian yang melekat di tubuhnya satu persatu .


" Wow so hot, Ah melihatnya saja membuatku ingin " Ujar Raine membuat Reza tercengang .


" Astaga, sebenarnya aku punya istri dari alam mana !! Dia sangat mengerikan " Gumam Reza ,lalu masuk dalam kamar mandi dengan cepat .


Sedangkan Raine hanya tertawa kecil lalu dia masuk dalam ruangan walk in close sebelum nantinya memasang sprei yang baru .


Dia terlebih dahulu menyiapkan pakaian untuk suaminya yang selalu memberikan kehangatan yang luar biasa menurutnya .


" Kenapa aku berubah jadi wanita murahan iya " Kekeh Riane sambil mencari pakaian untuk suaminya .


" Mana ada murahan kalau sama suami sendiri ,tapi serius dia seperti kakak saat dia ranjang Ah Otaku suciku " Raine memukul pelan kepalanya .


Lalu dia mengambil kaos biasa dan juga celana pendek yang biasa di gunakan Reza jika berada di rumah .


Tidak lupa bagian dalamnya itu adalah hal yang paling penting .


" Sprei aku datang " Ujar Riane saat sudah berada dan berjalan ke arah lemari .


" Kalian semua berwarna putih karena penghuni kamar ini tidak menyukai warna lain " Raine mengambil sprei yang sudah di atur bersamaan dengan betcover dan juga yang lainnya .


Lalu memasang nya tapi sebelum itu dia sudah membuka terlebih dahulu sprei yang lama dan menyimpan nya di keranjang kotor .


Ceklek .


Reza ke luar melihat kamar nya sudah rapi kembali bahkan wanita yang membuat kehebohan sudah sedang duduk di balkon .


Entahlah apa yang dia pikirkan sehingga duduk di sama ,bahkan seharian ini dia hanya mengurung diri di kamar .


Tidak ingin berlama-lama Reza langsung memasuki ruangan walk in close untuk memakai bajunya.


" Ternyata bosan juga seharian di kamar " Gumam Raine lirih .


" Apa karena aku terbiasa bertemu dengan orang sehingga membuatku bosan ,harusnya aku bahagia karena terlepas dari urusan kantor " Lanjutnya lagi .


" Baby apa kalian menikmati libur hari ini ,Mama sangat bosan apa kalian juga " Tanya Raine sambil menatap perutnya .


"Kenapa kalian tidak pernah menjawab Mama ,Apa begitu sayang kah kalian pada Papa hanya mengelus perut Mama saja kalian sudah merespon nya , menyebalkan " Gerutu Riane kesal .


" Kenapa memarahi baby yank " Raine menatap ke sumber suara lalu kembali fokus pada perutnya .


" Tau ah mereka hanya sayang sama Kaka , Aku tidak " Reza duduk di samping Raine lalu mencium pipi wanita itu.


" Jangan nakal baby, kasian Mama " Riane melototkan matanya saat ada tendangan kecil di perut nya .


" Jangan di bahas " Sanggah Reza saat melihat wajah kesal Raine .


" always defend them when i'm angry, am i just a mold ?? "


" I love you more " Riane hanya berdecak saja .


" Sudah Ayo kita ke bawah " Raine mengaguk lalu melingkarkan tangannya di lengan sang suami .


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Raymond dan Adara ikut bergabung ke bawah setelah memberikan diri .


Dan langsung di sambut dengan pekikan Twins ,tapi itu membuat Adara kesal .


" Dad....di " Pekik Twins berlari ke arah Raymond


" Nanti jatuh " Ujar Raymond pada twins .


Hap .


" Urus anank²mu " Ujar Adara kesal lalu meninggalkan mereka di tangga terkahir .


" Kalian membuat mommy marah " Bukannya sedih twins malah diam saja dan merentangkan tangan untuk di gendong .


" Ndu ...di " Ujar manja baby El yang di anggukan baby Ed kini mereka sudah berada di gendongan sang Daddy


" Tadi bikin apa di rumah kakek " Tanya Henry lembut .


" Main Opa sama Mama sama nenek " Jawab Edward .


"Mama Risna tidak kerja " Tanya Elvi lembut .


" Kata Papa libur " Jawab Edward lagi .


" Wah sudah kembali keponakan Aunty yang sangat manis " Ujar Raine yang ikut bergabung.


" Opa kira kamu selamanya dalam kamar " Cibir Daddy Radit.


" Kenapa tidak lanjutkan saja " Ujar Henry .


" Kakak Reza cape ,padahal Riane pengen " Ujar Riane Tersenyum.


" Sayang kamu diam atau kembali ke kamar "Ancam Reza yang sudah mulai kesal .


" Opa sama Daddy yang duluan Kak, apa mereka tidak tahu seharian menahan Hhhmmmppp "


" Ayo kembali ke kamar " Riane menggeleng cepat " Maka diam " Raine mengaguk barulah Reza membuka tangannya .


" Seperti nya dia anaknya Alan ,atau Jeje mungkin saja Davin " Ujar Daddy Radit .


" Kaka ipar bikin apa di perusahaan " Tanya Raine menatap Adara .


" Hanya duduk, makan, keliling ,terus tidur siang ,bangunnya makan lagi lalu pulang " Jawab Adara .


" Ah tidak seru " Adara menaikan alisnya " Tidak seru bagaimana " Tanya Adara bingung .


" Kaka Ipar tahu ,tadi aku nonton Hhhmmmppp "


" Riane " Bentak Reza kesal .


" Tutup saja mulut istrimu ,jangan sampai otak istri dan anak²ku tercemar karena mulutnya " Ujar Raymond .


" Astaga ,anak ini kamu lahir dari lubang mana sih " Ujar Elvi kesal .


" lubang milikmu yang menggigit " Bisik Henry Tersenyum nakal .


" Daddy merindukan ******* mu mom, apa kita balik ke kamar " Elvi melotot kan matanya tajam .


" Jangan aneh ² " Balas Elvi berbisik .


" Kalau begitu sebentar 3 rounde satu kamu pimpin tidak boleh menolak atau kamu mau anak ² ..."


" Deal " Henry Tersenyum puas lalu mencium pipi Elvi .


" Jika sudah tidak tahan ke kamar " Bentak Daddy Radit kesal .


" Kami bisa menunggu sampai sebentar Dad " Jawab Reza Tersenyum .


" kenapa " Tanya Raymond menatap Adara .


" Pusing " Gumam Adara berbaring di sandaran sofa .


" Sama Opa dulu atau Eyang iya, Daddy bantu mommy dulu " Baby Twins turun dari pangkuan Raymond lalu berlari ke arah Henry dan Daddy Radit.


" Mau ke kamar " Adara menggeleng lalu merebahkan tubuhnya di sofa dan membenamkan wajahnya di perut Raymond .


" Ambilkan selimut " Titah Mommy Ellena .


" Baik nyonya " Ujar pelayan .


" Mau muntah " Adara hanya menggeleng.


" Apa yang kalian lakukan di kantor " Tanya Elvi.


" Tidak ada Mom ,dia hanya makan, tidur ,keliling itu saja " Jawab Raymond sambil mengelus punggung Adara .


" Tuan " Raymond mengambil selimut dan menutupi bagian bawah hingga pinggang Adara .


" Mas telepon dulu Amanda " Raymond menatap Adara " Apa ada yang sakit " Tanya Raymond panik .


" Telepon dulu" Ujar Adara .


" Biar aku saja kak " Reza langsung berdiri menuju paviliun kalau menelpon belum tentu di angkat karena jam segini dia pasti membantu Ana .


" Baby " Adara hanya memejamkan matanya .


" Hei Adara " Panik Raymond saat melihat Adara berkeringat .


" Bawa anak² ke ruangan main " Titah Henry pada Nany .


" Baik tuan " Jawab Nany lalu membawa twins ke lantai atas dimana ruangan bermain Mereka .


" Adara , kamu bisa dengar Oma " Adara hanya menggaguk pelan .


" Sakit " Lirih Adara pelan .


" Bawa istri mu ke ruangan ,sebelum Amanda datang ' Raymond langsung mengangkat tubuh Adara yang tampak lemas


🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Hayo Adara kenapa ??


Dukung terus Raymond dan Adara


Reza dan Raine


like


koment


dan vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟