ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
7 bulan



Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu ,kini kandungan Adara sudah memasuki usia 7 bulan.


Dan itu membuat Raymond semakin posesif bahkan hanya untuk berjalan² saja dia harus di dampingi.


Gila bukan ?? Tapi itulah yang terjadi .


Bahkan kedua orang tua Adara dan kakak nya harus ke rumah jika ingin melihat nya .


Seperti biasa pagi ini mereka akan sarapan di meja besar itu ,di mana di sana sudah ada keluarga suaminya dengan tambahan Vania dan Reza minus Queen .


Jika ada yang bertanya bagaimana hubungan ke dua anak Henry itu, jawabannya baik² saja .


Bahkan kini Vania sudah mengikuti Radhi beberapa Minggu lalu, sedangkan Rifat dan amanda semakin lengket .


Kalau ada yang tanya Raine ,jangan di tanya bahkan kini dia masih mengejar cinta Reza yang tidak tersentuh itu.


Bahkan kini sudah berkerja di perusahaan Ela atas permintaan Opa dan Daddy nya .


" Pagi " Sapa Raymond saat sudah di meja makan .


" Pagi " Jawab mereka bersamaan.


" Mau makan apa " Tanya Raymond saat Adara sudah duduk.


" apa saja " Ujar Adara ,dengan telaten Raymond mengambilkan makanan untuk istrinya.


" Mau makan sendiri saja " Ujar Adara


" Perutmu sudah besar nanti kegencet " Tolak Raymond .


" Tapi ...


" Cih mau nurut atau aku kurang " Adara menggeleng cepat .


Mana mau dia di kurung begini saja hidup nya sudah seperti di kurung .


" Makanya nurut " Adara memilih mengalah .


" sama kaya Daddy nya dulu " Ucap Elvi tertawa kecil saat mengingat kehamilan pertamanya begitu juga saat hamil Radhi dan Raine.


" Hei kami berbeda ingat itu ,aku sekali tembak 3 dia hanya 2 " Ujar Henry tidak ingin di samakan .


" Sikapnya by ,bukan hasilnya " Ujar Elvi lagi .


" Apa pun itu beda, cih enak saja " Cibir Henry .


" Ray juga tidak ingin di samakan dengan Daddy yang sudah tua " Cibir Raymond ketus .


" yang penting aku masih mampu membuat istri ku mendesah tiap malam " Ujar Henry


PLak


" Ada Vania dad " Ujar Elvi menatap Vania yang hanya diam saja .


" Apa urusanku ?? apa kamu tidak tahu jika anak yang katamu polos itu tiap pagi ke luar kamar Vania saat orang² belum bangun "


Uhuk .....Uhuk .....


Radhi langsung menyambar gelas yang ada di samping nya lalu di minumnya sampai habis .


Radhi menatap Henry yang menatap nya sinis .


"Apa ?? Jika sudah tidak tahan menikah saja " Ujar Henry menatap Radhi .


" Rad hanya menemani nya Dad " Ujar Radhi setenang mungkin .


" Apa ada orang yang menemani tidur saat ke luar sudah seperti orang yang habis di keroyok "


Lagi² Radhi menelan ludahnya kasar saat Henry tau semua kelakuan nya .


" Menikah boy jika sudah tidak tahan " Radhi hanya mengaguk saja .


" Iya Opa " Ujar Radhi pasrah .


Setelah selesai sarapan mereka berkumpul di halaman belakang karena ini weekend seperti biasa semua anak dan cucunya akan ikut bergabung .


" Bagaimana keadaan mu " Tanya Amanda menatap Adara .


" Pegal " Amanda hanya tersenyum , meskipun dia bukan dokter yang memeriksa Adara tapi dia juga ikut memperhatikan Adara.


Dan itu membuat hubungan mereka semakin membaik tidak seperti awal dulu .


" Sudah jalan " Adara mengaguk " Ini masih istirahat sebentar baru jalan lagi " Ujarnya.


" 5 menit atau 10 menit saja sudah cukup " Ujar Davin menimpali.


" Iya yah " Ujar Adara .


" Radhi kenapa " Tanya Jose menaikan alisnya .


" Kedapatan sama Daddy habis keluar kandang pagi² " Ujar Rifat tertawa kecil .


" maksudnya " Tanya Alan yang ikut bingung .


" Seperti kamu dulu DP duluan " Cibir Henry .


" Ngaca aku masih mending, kamu langsung cebol " Balas Jose ketus .


" Kalian sama saja " Cibir Davin ikut menimpali .


" Kamu lupa di villa apa yang terjadi hah, kamu lupa di mana Alister terbentuk ,Apa perlu aku ingatkan kembali " Davin menelan ludahnya kasar .


Seperti nya di salah menjawab dan salah bicara .


Alan dan Jeje tertawa keras menatap wajah Davin yang memerah .


" Apa tidak ada yang ingin kalian bahas " Ujar Elvi kesal .


" Tau itu selalu saja urusan ranjang " Ujar Aqila ikut kesal .


" itu harus sayang, demi kelangsungan hidup " Ujar Jose tersenyum kuda .


" Kelangsungan hidup apa ?? memang kalian saja yang gatal " Cibir mommy Ellena


" pabrik nya juga begitu mom " Ujar Jeje menatap Daddy Radit yang hanya mendengus .


" Dia harus menyelesaikan pekerjaan nya " Ujar Elvi


" anak itu ,suaminya kaya apa yang dia cari lagi " Ujar Jeje bingung .


" Uang apa lagi " Ujar Jose polos .


" terserah " Ujar Jeje kesal .


" Sampai kapan menundanya terus " Ujar Opa Radit menatap Alister dan Ela .


" Sedikit lagi Opa, Raine belum mau di tinggal " Ujar Ela itu lah alasan nya kenapa mereka mengundurkan pernikahan mereka .


" Dia bukan anak kecil lagi, jika kamu tidak tegas dia akan seperti itu "


Opa ....iya Kaka Ela boleh koh tinggal kan Raine " Ujar Raine pasrah saat melihat tatapan tajam Daddy Radit.


" Kamu yakin dek,Kaka tidak papa. " Raine menggeleng cepat " Raine baik² saja " Ujar Raine yakin .


" Kamu yakin " Raine mengaguk " Baiklah nanti di urus sekertaris ku untuk penyerahan jabatan " Raine hanya mengaguk saja.


" Bagaimana kabar orang tuamu "


" Baik Opa " Ujar Vania


" Jika kamu merindukan nya pergilah,tidak usah menunggu Radhi libur karena dia tidak punya waktu libur ,apa lagi Adara akan melahirkan waktunya akan habis di perusahaan " Ujar Opa Radit .


Bukan hal yang muda buat Vania apa lagi ini pertama kalinya berjauhan dengan keluarga nya .


Terlebih dia anak perempuan satu²nya di keluarga nya .


Tapi dia bersyukur mendapatkan keluarga yang sangat mengerti nya seperti keluarga Radhi .


" Kamu ingin ke sana " Vania menatap Radhi lembut .


" Apa boleh " Radhi mengaguk tersenyum " Tentu tapi jangan lama² " Ujar Radhi .


" makasih " Radhi mengacak rambut Vania .


" Nanti aku antar ke sana setelah itu aku balik " Ujar Radhi .


" Tidak usah ,Vania bisa sendiri kan kamu banyak kerjaan " tolak lembur Vania .


Dia tidak ingin Radhi kelelahan belum lagi dengan urusan perusahaan .


" Biarkan pengawal yang menemaninya ,lagian dia akan memakai jet jadi tidak perlu khawatir " Ujar Daddy Radit .


" Iya Opa " Ujar Radhi mengalah .


" Jika kamu takut nanti Oma temani dia " Ujar mommy Ellena


" terimakasih Omaku Sayang ku cintaku "


" Jauh " Daddy Radit langsung mendorong tubuh Radhi yang akan memeluk istrinya.


" Apa ?? Dia pria dewasa " Ujar Daddy Radit menatap tajam istrinya .


" ya astaga aku ingin pergi menjauh dari sini " Ujar Jeje


" Aku ingin tenggelam saja ,dulu dia menginginkan cucu sekarang entahlah " Ujar Jose menggeleng .


" Kenapa " Tanya Raymond menatap Adara .


" sakit " Raymond langsung mengelus pinggang belakang Adara .


" Begini " Adara mengaguk .


" sssstttt "


" Kenapa lagi " Tanya Raymond khawatir .


" Sayang jangan nakal ,mommy kesakitan " Ujar Raymond mengelus perut Adara .


Bukannya berhenti malah ke dua anaknya semakin kencang menendang perut Adara .


Membuat Adara harus memejamkan matanya kuat .


" Hei bukannya Daddy bilang jangan nakal, kalian membuat istri ku kesakitan " bentak Raymond karena ini bukan hal pertama .


Entahlah kenapa anak² itu sangat aktif padahal baru dalam perut .


Lalu bagaimana saat mereka lahir dan tumbuh nantinya .


" Mas " ujar Adara lirih .


" Kau baik-baik saja " Tanya Henry


" Iya Dad " Ujar Adara karena masih ada tendangan sesekali .


" Mereka hanya ingin ikut mengobrol " Ujar mommy Ellena .


" Nanti kalau mereka sudah lahir " Ujar Raymond .


" Kalian sejak tadi hanya membahas ,Ela,Radhi, Raine kalian lupa menyapa mereka " Ujar Elvi menimpali .


" Memang kami di izinkan dekat dengan istri nya " Ujar Jeje menatap Raymond .


" Untuk apa dekat dengan istri ku, kalian bisa bisa dari situ " Ujar Raymond ketus .


" Lihatlah " Ujar Jeje memutar bola matanya jengah.


Setelah itu mereka menghabiskan weekend bersama keluarga ,dan itu selalu terjadi jika sudah berkumpul di hari libur .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


like


koment


vote


jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘