
Raymond terbangun lebih awal,dia membuka matanya secara perlahan saat mendengar ada yang mengetuk pintunya .
Dengan pelan dia melepaskan tangan Adara yang melingkar di perut nya , setelah itu dia turun secara perlahan agar tidak membangunkan istrinya .
Ceklek .
" apa " tanya Raymond menatap pelayan .
" maaf tuan ,saya di minta mengantarkan sarapan " Raymond mengambil ahli troli ,dia tidak mungkin membiarkan pelayan masuk dalam kamar sementara istrinya masih tidur dengan damai .
Setelah itu dia membawa sarapan mereka ke arah sofa , Raymond menatap jam tangan mahalnya .
Lalu dia langsung bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya .
Tidak butuh waktu lama Raymond ke luar hanya dengan lilitan handuk di pinggang nya ,dia langsung menuju tempat tidur Adara lalu duduk di samping nya .
" Baby bangun "Raymond mengelus pipi halus Adara dengan pelan .
CUP
" Bangun ayo ,kamu belum sarapan nanti setelah ini istirahat lagi " Adara membalikkan badannya memeluk pinggang Raymond .
Keras !! apa ini, handuk
Adara terus meraba apa yang kini ada di pelukan nya.
" Baby " Adara langsung membuka matanya saat mendengar suara berat Raymond .
" Jam berapa ini " tanya Adara serak .
" lepaskan dulu baby " Adara melihat tangannya lalu menarik nya dengan cepat .
" maaf " cicit Adara saat tidak sadar menyenggol sesuatu .
" maaf baby ,kamu harus menyelesaikan nya " ujar Raymond .
" tapi mas, a- apa yang honey lakukan " Adara mulai gugup saat Raymond sudah berada di atasnya .
" menyelesaikan " tunjuk Raymond pada benda pusaka nya,lalu membuang selimut yang masih menutup tubuh Adara .
" tapi aku
Sreekkk
Hanya sekali tarik kain yang di kenakan Adara kini sudah tidak berbentuk .
Dengan cepat Adara menutup bagian depan nya tapi sayang gerakan suaminya lebih cepat dari nya.
" ho-ney aku belum mandi "
" Aaahhh " desah Adara saat tangan kekar suaminya memainkan skuat pink coklat miliknya .
" mau di sini atau di kamar mandi ?? aku tidak keberatan jika mandi ulang " tanya Raymond menatap sayu Adara .
"aku bel aakkkk "
" di kamar mandi akan lebih bagus " ujar Raymond lalu membawa tubuh Adara ke kamar mandi .
Jari Raymond mulai bermain saat Adara sudah berada di atas wastafel .
" Aahh....honey "
" Kau basah baby " Raymond langsung mengakat tubuh Adara masuk dalam bathup dan mendudukkan di pangkuan nya .
Kini tubuh mereka sudah tidak tertutup selai benang pun.
" Sakit " Adara menggeleng dengan cepat sambil berpegangan pada bahu suaminya.
" Belum baby "
" Ini sudah penuh "
" Baru ujung nya baby " Raymond memejamkan matanya saat miliknya di jepit Adara .
Jleb
" Aaahhh " Jerit Adara saat semuanya masuk .
" Bergerak babyhhh" Raymond mendesah saat Adara mulai bergerak terasa penuh dan sesak .
Bagaimana milik Raymond besar panjang dan di paksa masuk dalam sana .
Raymond membantu Adara menggerakkan bokongnya karena Adara seolah menyiksanya karena gerakan pelannya .
Plak
" Aaahh "
Raymond tersenyum penuh kemenangan ,Adara mulai menikmati sensasi yang di berikan suaminya apa lagi Raymond memberikan pukulan pada bokongnya sehingga dia mempercepat gerakannya di atas sang suami sambil berpegangan pada pundaknya .
" Aaarrgghhhh lebih cepat baby " Adara menggerakkan bokongnya semakin liar saat Raymond bermain dengan bagian depan nya bahkan tangan dan mulutnya berkerja sama membuat Adara semakin terbakar .
Hingga akhirnya suara erangan kepuasan terdengar dalam kamar mandi itu .
Adara menjatuhkan tubuhnya di dada Raymond,bahkan hanya untuk berdiri dia sudah tidak sanggup .
Raymond menatap Adara,merapikan rambut yang berantakan dan membiarkan Adara bersandar di dadanya sambil mengatur napasnya .
Hingga Adara mengakat wajahnya kaget , sedangkan Raymond hanya tersenyum penuh arti .
CUP .
" sudah on fire baby,one more time !! aku yang akan bekerja kamu hanya perlu mendesah dan menikmatinya " ujar Raymond lalu membalikkan badannya sehingga kini Adara sudah membelakangi nya .
" kau siap baby " Dengan sisa tenaga Adara hanya mengaguk di putaran ke dua ini Raymond melakukan dengan panas dan itu membuat Adara memekik kenikmatan begitu juga Raymond .
Sampai akhirnya mereka selesai saat akan memasuki jam makan siang ,bahkan Adara melupakan perut nya yang harus di isi karena ada mahkluk yang hidup di sana .
" I love you so much baby " Raymond langsung mengakat tubuh lemah Adara menuju shower untuk membersihkan diri .
Raymond tersenyum saat melihat karyanya yang begitu banyak menghiasi tubuh Adara .
" maaf apa Daddy menyakiti kalian " Di usapnya lembut perut buncit Adara " setelah ini Daddy akan melayani kalian " ujar nya .
Raymond menggendong Adara ke luar dari kamar mandi, sedangkan Adara hanya diam saja karena memang dia sangat lelah .
" Itu saja ,aku benar² sudah lapar " ujar Adara lirih .
" Tapi itu sudah dingin baby " Adara menatap Raymond bingung .
Apa karena kegiatan tadi suami nya itu menjadi romantis .
Tuk
" sakit " Adara mengelus keningnya,merasa bersalah Raymond mengelus kening istrinya .
" aku makan itu saja, perut ku benar² lapar " Raymond menghela napasnya kasar .
" baiklah " Raymond mengambil piring makanan yang seharusnya di makan beberapa jam yang lalu .
Tapi karena kegiatan yang membuat mereka terperangkap dalam kamar mandi Berjam².
" Apa mereka sudah kelaparan " Adara mengaguk cepat saat Raymond menyuapinya .
"maaf ,Daddy membuat kalian kelaparan "
Plak
" Why " tanya Raymond kaget karena Adara memukul lengannya .
" Aku juga lapar ,bukan hanya mereka " ucap Adara kesal
" Selalu saja mereka, mereka ,mereka ,mereka " ujar Adara emosi .
" Kau tahu itu Dara ,mereka hidup ku " Adara mendengus kesal .
CUP
" kondisi kan bibirmu ,aku masih sanggup bermain di sini sekarang " Adara melotot kan matanya tajam ke arah Raymond .
Raymond menyuapi Adara hingga makanan yang di piring tandas ,dengan lembut Raymond membersihkan mulut dan memberikan air minum dan vitamin Adara .
" buka lah laci itu " ujar Raymond sambil mengambil gelas kosong dari tangan Adara .
Adara menatap Raymond lalu membuka laci yang di katakan tadi .
Adara menatap isi laci itu lalu menutup kembali lalu memeluk Raymond dengan erat .
" Kenapa " Adara hanya menggeleng sambil memeluk Raymond.
" aku membencimu " Raymond hanya tersenyum sambil mengelus punggung Adara yang bergetar karena menangis .
" ayo,kamu harus siap² ,mungkin kita sudah di tunggu di meja makan " ujar Raymond lembut karena ini sudah masuk jam makan siang .
Karena mereka memang hanya memakai bathrobe .
Adara melepaskan pelukannya pada Raymond lalu membuka kembali laci tadi dan mengambil buku nikah mereka .
terimakasih aku akan menjaga nya batin Adara sambil memeluk buku nikahnya .
" hei itu hanya buku !! kenapa kau menangis jika menginginkan nya aku bisa membuat kan lebih dari itu " Adara hanya diam saja sambil menatap buku itu.
Dia enggan meladeni ucapan sang suami karena dia masih saja menatap buku itu .
" Aku hitung sampai 3 jika kamu tidak bergerak akan ku buat buku itu menjadi surat panggilan pengadilan " Adara langsung menyimpan kembali buku itu dalam laci .
" tunggu sebentar iya " ujar Adara sebelum menutup laci itu .
" berdiri " Adara langsung berdiri seolah tenaga nya kembali begitu saja saat melihat buku itu .
" pakai bajumu " Adara langsung mendekat ke arah lemari sambil tersenyum .
" apa kau gila " Adara membalikkan badannya dan mengaguk tersenyum .
Tanpa rasa malu Adara melepaskan bathrobe nya begitu saja membuat Raymond menggeram kesal .
" Dara " Adara dengan cepat memakai kain yang segitiga dan cangkang penutup buah ceri nya .
" Kau sengaja " Adara menggeleng cepat lalu membalikan badannya setelah memakai pakainya .
CUP
" I love you "
deg
Raymond menatap mata Adara dengan tajam,untuk pertama kalinya Adara menciumnya lebih dulu dan mengatakan hal itu .
Dengan berani Adara mengalungkan tangannya di leher suaminya ,dan menyatukan bibir mereka kali ini Adara yang memulai nya bahkan dengan gerakan lembut dia mengisap secara bergantian mengisap bibir tebal yang tidak ada balasan tapi Raymond masih menatap Adara yang juga menatap nya .
Hingga akhirnya Raymond membalas nya menahan tengkuk sang istri ,hanya ciuman biasa tidak ada nafsu atau yang lainnya .
" Terimakasih " ucap Adara saat ciuman mereka sudah berkahir .
" For " tanya Raymond menghapus sisa Saliva nya di bibir manis sang istri .
" Semuanya " ujar Adara lalu kembali mencium bibir Raymond tapi hanya sekilas .
" Kau semakin berani " Adara hanya tersenyum " Tunggu aku pakai baju dulu " ujar Raymond .
sayang apa kalian senang ,ayo kita mulai hidup baru bersama Daddy batin Adara mengelus perut nya sambil menatap Raymond .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
maaf telat up,karena si kecil lagi sakit .
Doakan semoga cepat sehat dan kembali ceria
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 iya 😘😚