
" Sayang " Reza membangun Riane yang masih berada di alam mimpinya .
Sedangkan dia sendiri sudah siap dengan pakaian kerjanya .
" Sayang " Panggil Reza lagi .
" Capek kak " Ujar Riane lirih .
" Tapi kamu harus ke kantor yank " Ujar Reza lagi .
"Badan Raine sakit kak " keluhnya lagi .
" Iya sudah kamu istirahat saja ,nanti aku bilang sama Endang " Ujar Reza, Raine hanya mengaguk saja .
CUP
Reza mencium kepala Riane lalu berpindah ke perut Riane yang masih di tutupi selimut .
"Papa kerja dulu iya ,jangan buat Mama sakit" Reza mencium perut Raine lalu kembali mencium kepala Riane .
" Nanti pelayan antarkan sarapan mu " Raine hanya mengaguk saja " Ini karena Kaka " Ucap Riane kesal.
" Kamu yang memulai dan membuatmu begini " Riane hanya berdecak saja .
" Aku kerja dulu iya , CUP " Reza meninggalkan kecupan di bibir Raine lalu ke luar dari kamar mereka .
Sesampainya di bawah Reza langsung meminta pelayan untuk mengantarkan makanan untuk sang istri.
" Riane kenapa nak " Tanya mommy Ellena.
" Kenapa lagi ?? Kalau bukan cape habis kunjungan " Cibir Henry .
" Jadi Riane tidak ke kantor " Tanya Elvi menatap Reza .
" Gimana mau kerja mom ,kalau badannya sakit semua mungkin berjalan pun Raine Tidak bisa " Jawab Raymond menatap sinis Reza .
" Riane hanya ingin libur mom tapi besok dia kembali kerja " Jawab Reza Tersenyum.
" Hanya ingin ....iya lah tuh alasan paling masuk akal " Ujar daddy Radit .
" Sudah ayo makan " Lerai mommy Ellena .
" Mau makan apa " Tanya Raymond menatap Adara .
" Anak² jam berapa pulang " Tanya Adara .
" Kan Papa bilang sore " Jawab Raymond .
" Aku ikut mas ke kantor boleh " Raymond menaikan alisnya " Kamu tidak berniat kerja kan " Adara menggeleng .
" Hanya ingin ke sana saja " Jawab Adara.
" Sekarang isi perut mu, aku tidak ingin membawa wanita hamil yang kelaparan " Ujar Raymond .
" Suapin "
" Bukannya kemarin aku memintamu jangan hamil ?? Jika mau urus diri sendiri " Ujar Raymond tapi dia mengambil piring Adara dan menyuapi nya .
" Menyusahkan saja " Bukannya marah Adara hanya tersenyum tulus .
" Makan " Ucap nya ketus ,Adara pun membuka mulutnya lebar .
" Jika sampai di perusahaan banyak mau mu, aku akan membuang mu dari lantai atas " Lanjutnya lagi .
" Astaga , Raymond " Ujar Elvi kesal .
" Menantumu menyusahkan mom " Ujar Raymond .
" terserah " Ujar Elvi pasrah .
" Honey ,ayamnya " Raymond menatap tajam Adara lalu mengambil kan ayam untuk sang istri.
" Dada nya " Raymond menghela napas panjang .
" Jangan membuat suami mu semakin kesal " Adara hanya tersenyum kuda .
" Bawaan baby Opa " Daddy Radit hanya menggeleng saja .
" Makan jangan banyak tingkahmu " Adara menggaguk lalu menerima suapan dari sang suami .
Setelah selesai sarapan Adara langsung mengambil Tas dan HP yang berada di kamar tentunya di temani sang suami
Lalu mereka berpamitan pada penghuni rumah itu sebelum kembali beraktivitas .
" Honey "
" Hebm " Adara menatap Raymond yang menatap iPad nya lalu dia kembali memeluk tubuh pria itu .
"Kamu ingin jenis kelaminnya apa " Tanya Adara .
" Terserah " Jawab seadanya.
" Aku ingin perempuan " Raymond menatap Adara sekilas lalu kembali menatap iPad nya .
" Kamu akan di musuhi anakmu " Adara hanya tersenyum .
" jika mereka laki ² lagi pasti nanti mereka sibuk kaya Mas ,kalau perempuan kan banyak waktunya di rumah " Terang Adara .
" Iya sesukamu saja ,asal kamu jelaskan sendiri pada Edward " Jawab Raymond .
" Mas bantuin "
" Hebm "
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
"mas Morgan,ehs ada yang baru " Ujar Adara Tersenyum.
' Temannya mas " Morgan hanya mengaguk saja .
" Siapa namanya " Adara mengulurkan tangannya ingin bersalaman .
"Maaf , Arif nyonya " Jawab nya sambil menunduk, Adara membalikkan badannya menatap kesal ke arah Raymond dan Reza .
" Mas Rehan mana " Tanya Adara .
"Masuk atau pulang "
" Mas ehz , by mas " Adara melanjutkan langkahnya masuk dalam ruangan .
" Hukum mereka berani sekali menatap istriku "
Glek
Morgan dan Arif menelan ludahnya secara paksa sambil menunduk .
Hus ....hus ....hus ...
Morgan dan Arif langsung menarik napas panjang saat kedua bosnya masuk menyusul sang nyonya dalam ruangan .
" Kenapa aku harus berada di sini " Gumam Arif .
" Aku sudah sering mendapatkan ini,dan lagi² nyonya membuatku ingin mati " Ujar Morgan .
" Kenapa pria itu harus memintaku ke sini " Ujar Arif kesal .
" Kamu tahu kesibukan nya bukan hanya jadi bodyguard tuan muda "
" Hus ,lagian ngapain nikah jika menyusahkan " Jawab Arif yang masih kesal .
Sedangkan dalam ruangan Raymond dan Reza langsung fokus pada pekerjaan, sedangkan wanita hamil itu berkeliling di dalam sambil berjalan ke arah kaca besar yang berada di belakang suaminya .
" Honey "
" Apa ada yang mati saat terjun dari sini "
" Jika kamu penasaran bisa mencoba nya " Ingin sekali Reza tertawa tapi dia tidak ingin berkahir seperti Morgan dan Arif nantinya .
Apa lagi Raymond mengatakan nya tanpa membalikkan badannya ,lagian sang nyonya juga aneh jangankan lantai tertinggi dari lantai 3 saja .
Jika ada yang terjun tanpa pengaman sudah di pastikan kuburan tempat nya terakhir.
" Memang kalau aku terjun mas tidak sedih " Tanya Adara membalikkan badannya menatap punggung Raymond .
" lakukan lah ,biar kamu tahu aku sedih atau tidak "Adara membalikkan badannya kembali menatap ke arah luar .
Mengajak suaminya berbicara sama saja kita meminta pada Tuhan agar mencabut nyawa kita .
Karena selain kesal emosi juga semakin menaik dan mengakibatkan darah tinggi dan serangan jantung .
Beda Adara beda lagi Riane yang sangat menikmati waktunya, selesai sarapan dia kembali membaringkan tubuhnya di tempat tidur bahkan dia masih keadaan polos .
Syukur semalam Reza susah membersihkan bagian bawahnya sehingga dia tidak merasa risih dan lainnya .
"Aku merindukan keadaan seperti ini, bangun, makan dan tidur kembali " Gumam Riane Tersenyum .
Lalu dia menyalakan tv mencari Chanel yang bisa membuatnya betah dalam kamar .
Karena dia hanya ingin berada di dalam kamar bahkan untuk makan saja dia sudah meminta pelayan untuk mengantar nya ke kamar Nanti nya .
" Apa yang di lakukan suami ku !! " Gumam Raine menatap HP nya yang tampak hening tidak ada pesan ataupun panggilan dari sang suami .
Iya begitu lah Reza jika tidak penting dia tidak akan menghubungi istri nya .
Lalu dia kembali fokus pada layar besar yang menempel di dinding kamarnya .
Dia memilih menonton film luar yang menurut nya sangat menantang apa lagi tak jarang ada adegan 21+++
Dan itu membuat Raine semakin gila dan Tersenyum sendiri layaknya orang kesurupan .
" Ah dia Tidak seperti Kak " Ujar nya sambil tertawa kecil .
"Memikirkan saja membuatku basah kembali " Lanjutnya lagi sambil menatap ke arah bawah .
" Apa kakak masih lama " Gumam Raine merasa risih pada bagian bawahnya .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Dukung terus Raymond dan Adara
Reza dan Raine
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟