
Hari yang di tunggu² telah tiba. rencana siang hari mereka akan ke hotel karena acaranya malam hari .
Pagi ini semua keluarga berkumpul sarapan di meja makan hanya kurang Jose dan Davin ,mereka akan bertemu saat di hotel nanti .
Orang tua angkat Adara pun sudah di jemput sejak pagi sesuai janji Raymond pada mereka nanti mereka akan langsung di bawah ke hotel .
" mau makan bakso " bisik Adara , Raymond langsung menatap Adara cepat .
" sekarang " Adara mengaguk cepat .
" kenapa son " tanya Henry , Raymond langsung melihat Henry .
" mau bakso , apa tidak bisa nanti saja " tanya Raymond kembali menatap Adara .
" mau nya sekarang " cicit Adara menunduk .
" buatkan bakso " ujar Henry menatap pelayan .
" baik tuan " ucap pelayan .
" ini masih pagi dad ,dia belum makan nasi " ujar Raymond keberatan .
" masakan saja " pelayan pun mengaguk saat opa Radit ikut bersuara.
" maaf nyonya , baksonya mau seperti apa " tanya pelan pada Adara dengan lembut .
" baksonya banyakin, pakai sawi jangan pakai mie " ujar ada lembut .
" baik nyonya " ujar pelayan lalu meninggalkan meja makan .
" buka mulutmu " ucap Raymond ketus , Adara langsung membuka mulutnya patuh .
" awas jika terjadi papa pada kandungan mu " ucap Raymond menekan ucapan nya .
" Ray / son " Raymond hanya diam saja .
" iya " cicit Adara menunduk,selalu saja hanya kandungan nya yang di khawatirkan.
" kenapa boy " tanya Jeje menatap Radhi " makanannya tidak enak atau kamu sakit " lanjutnya lagi .
" tidak papa pi "mereka hanya bisa menghela nafas panjang.
Setelah kepulangan dari Landon Radhi selalu banyak diam dan selalu menyendiri .
" maaf tuan mengganggu di depan ada sepasang suami istri " mereka semua menatap ke arah penjaga .
" siapa " tanya Alan serius .
" lupa saya tanya tuan ,tapi katanya penting " ujar penjaga .
" bawa mereka masuk " ujar opa Radit.
" kenapa di suruh masuk dad ,gimana kalau ...
" di luar banyak penjaga " potong opa Radit cepat .
" baik tuan " ujar penjaga .
" apa mereka tidak punya etika bertemu saat pagi hari, mau minta sarapan " cibir Alan .
" mungkin beras mereka habis atau mau ikut makan bakso " ujar Jeje .
" ayah / papi " kedua laki² itu kembali diam .
Tidak berselang lama pelayan datang membawa semangkok bakso sesuai pesanan Adara,lengkap dengan kecap saos dan sambal nanti Adara sendiri yang meraciknya.
" terimakasih bibi " ujar Adara lembut ,lalu dia meracik sendri bumbunya.
" apa kau ingin bunuh diri " tanya Raymond saat Adara memasukan sendok penuh sambal.
Tapi Adara tetap memasukannya memikirkan saja sepertinya enak .
" maaf tuan " semua orang menatap ke arah suara , sedangkan Adara fokus pada baksonya .
" Om Tante " ujar Radhi berdiri karena kaget .
" maaf Tuan jika kedatangan kami telah mengganggu sarapan nya ,kami ke sini ada hal penting " ujar Andre serius .sedangkan Dania menunduk sejak masuk tadi .
" apa terjadi sesuatu dengan Vania " tanya Radhi cepat karena wanita itu tidak bersama mereka , kedua orang tua Vania mengaguk lemah .
" di mana Vania " tanya Radhi panik .
" boy tenang dulu " ujar Henry lembut " tapi dad ,baik " ujar Radhi kembali duduk sekalipun dia tidak tenang .
" ayo tuan ,kita sarapan dulu tidak usah sungkan saya yakin kalian belum sarapan karena terlalu khawatir" ujar Henry lembut .
" tidak usah...
" kami tidak suka jika seorang tamu perutnya kosong " potong opa Radit .
" terimakasih tuan " ujar mereka bersamaan , sekalipun ucapan nya pedas tapi mereka tau niat nya bagus.
" bibi ambilkan piring " pelayan langsung mengambil piring untuk tamu sang tuan .
" maaf kami ada nya hanya ini " ujar Henry .
" tidak papa tuan " Ujar Andre
" ayo ,setelah itu baru kita bicara, tidak usah sungkan kita di sini keluarga " Ujar Oma ellena lembut .
" terimakasih nyonya " Oma ellena mengaguk tersenyum.
" habiskan sarapanmu ,setelah ini kita bahas " Radhi mengaguk patuh .
" mau makan " tanya Adara mengarahkan bakso di mulut Raymond .
hap
Raymond langsung memakannya tanpa menjawab,lalu pandangan langsung menatap Adara tajam .
" son " Raymond hanya menghela napas panjang nya ,karena mengingat ada tamu jadi sebisa mungkin dia menahan amarahnya .
" tambah " tanya Adara saat Raymond menghadap nya .
" makan saja ,aku tidak suka pedis " Adara mengaguk paham .
Andre dan Dania melihat keharmonisan keluarga Radhi merasa tersentuh ada rasa nyaman dalam hati mereka .
" Kaka,Raine boleh minta " Adara mengaguk " ayo sini " ujar Adara lembut.
" aku juga " ujar Queen , syahzani dan Ela .
" mas boleh pindah " Raymond berdiri lalu pindah duduk di samping sang Daddy .
" kaka " Rif'at dan Reza pun harus pindah tempat duduk karena dua wanita itu ingin ikut makan .
" Queen duduk saja di pangkuan ibu " Queen mengaguk paham lalu duduk di pangkuan Elsa .
syahzani dan Ela mendekat kursi nya ke meja Adara .
" seperti nya kurang , bibi tambah lagi " ujar Queen lembut .
"iya nona muda " ujar pelayan lalu pergi ke arah dapur .
" maaf tuan jika tidak nyaman " ujar mommy ellena.
" tidak nyonya ,justru kami senang melihat kedekatan mereka " ujar Andre jujur .
" Dara " Adara mengagguk mengerti .
" biarkan dia makan " lagi² Raymond harus mengalah .
Setelah selesai sarapan kini semuanya kembali terdiam ,tapi tidak dengan wanita pencinta bakso itu .
" apa yang membuat Tuan ke sini " tanya Opa Radit .
" maaf jika kami sudah menganggu ketenangan kelurga tuan,tapi kami terpaksa ke sini semenjak kepulangan Radhi ke sini ,putriku sudah tidak baik² bahkan dia sudah berani minum alkohol untuk menghilangkan kecewanya terhadap kami " Radhi langsung melotot kan matanya .
" semenjak itu juga dia tidak makan hingga akhirnya dia sakit dan harus di rawat, sebenarnya dokter masih melarang kami membawanya pulang, tapi mommy nya memaksa dan ingin membawa nya ke sini ,karena hanya di sini putri kami bisa kembali lagi " ujar Andre sendu.
" di mana Vania " tanya Radhi, dia ingin segera menemui Vania.
" di hotel xx kamar 301 pin xxxxxx" ujar Andre ,Radhi langsung berdiri meninggalkan meja makan begitu saja .
" saya titip putriku bersama kalian ,sayangi dia sebagai yang lainnya hanya satu permintaan ku saat nanti hari penting kami saya harap mereka bisa ke sana melihat kami ,saya yakin kalian bisa menjaga nya seperti kami menjaga nya " Andre menjeda ucapannya " saya sudah ikhlas jika nantinya dia akan mengikuti kalian karena dalam ajaran kami kita semua sama sekalipun kita berbeda dalam ibadah, putriku orang nya tertutup di sana pun hanya bersama Radhi temannya bertukar cerita, jadi kami mohon terima dia dengan tangan terbuka sekalipun kami berbeda jauh dari kalian " ujar Andre menunduk .
" jangan merasa terbebani, bagi kami siapa pun nanti pasangan anak dan cucuku asal mereka bahagia kami tidak keberatan , seperti kata tuan kita berbeda jauh tapi di mata tuhan ku kita semua sama ,materi yang kami dapat tidak ada artinya di banding kebahagiaan mereka " ujar opa Radit .
" terimakasih, setidaknya kami bisa tenang kembali ke sana " ujar Andre.
" tetaplah di sini untuk sementara karena malam nanti ada acara resepsi Kaka nya Radhi " ujar Henry lembut .
" tapi tuan kami sudah membeli tiket " ujar Andre jujur .
" tinggallah sebentar saja ,nanti pakai jet di antar Radhi dan Vania " ujar opa Radit .
" gimana mom " tanya Andre menatap istrinya ,Dania hanya mengaguk .
" baik tuan " ujar Andre .
" antar mereka ke kamar untuk istirahat ,tidak usah khawatir putri anda aman bersama Radhi " ujar Henry .
" mari tuan " ujar pelayan .
" terimakasih tuan " ujar mereka bersamaan.
" apa mommy sudah tenang " Dania mengaguk " mereka baik semua " ujarnya di anggukkan Andre .
" Dara " Raymond menatap tajam Adara , karena sejak tadi wanita itu tidak berhenti makan bakso saat pelayan mengantar kan lagi .
" sudah kenyang " tanya Raymond kesal , Adara mengaguk cepat lalu tersenyum manis .
" cih,kau makan seperti orang yang kesurupan " Adara hanya diam saja .
" ini sangat enak " ujar Raine mengelus perutnya .
" sakit baru tahu rasa " cibir Reza ,Raine hanya menatap kesal ke arah Reza .
" seringlah mengidam kak, kami siap menemani " ujar Ela .
" Jangan mengajari istriku yang tidak² " ucap Raymond kesal .
" kami hanya bantu makan kak " ujar syahzani.
" sekalipun " ujar Raymond menatap tajam mereka satu persatu .
" ayo ke kamar ,jika kamu di sini bisa² kamu jadi gajah " cibir Raymond menghampiri Adara .
" lihat kamu keringatan " ujar Raymond lalu menghapus keringat adara menggunakan tangannya .
" ayo kamu harus mandi ulang " Raymond membantu Adara berdiri .
" mandi atau mandi " celetuk Alan .
" mandi 21+++ " Ujar Jeje .
" tua Bangka " cibir Raymond membawa Adara menjauh dari meja makan .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
ayo teman-teman apa pakaian pesta nya sudah siap ??
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5