
" Apa kamu akan membuat anakmu lahir secepatnya,sehingga baru ke luar kamar " Sindir Oma ellena ,bahkan Raymond dan Adara belum juga duduk dengan sempurna .
" Di mana yang lain " Raymond menatap meja yang hanya ada orang tua nya dan Oma ellena .
" Mereka masih memikirkan perut karyawannya sehingga tidak punya waktu hanya untuk mengurung diri " Raymond mengaguk paham .
" Makan lah setelah ini kita kembali ,karena Queen ingin bicara sesuatu nanti malam " Ujar Henry .
" Opa mana " Tanya Raymond.
" Ada kerjaan yang harus dia kerjakan " ujar Henry .
" Mau makan apa " tanya Raymond menatap Adara .
" Pizza dengan tabur
" Tidak untuk sekarang " potong Raymond cepat .
" tapi ..
" Jangan mendebat ku Dara " Jika sudah begini Adara hanya bisa menurut bukan .
Baiklah dia akan menurut !!!
" Iya " ujar Adara
" Buka " Adara membuka mulutnya nya sekalipun wajahnya di tekuk tapi itu tidak akan membuat Raymond luluh .
Bahkan tanpa rasa bersalah Raymond makan dengan tenang !!
Tanpa peduli pada Adara , dia hanya peduli jika mulut istri nya itu sudah tidak ada makanan nya .
Setelah makan siang, mereka langsung kembali ke rumah besar itu .
Tidak butuh waktu lama mereka pun sampai di rumah ,masing² memasuki kamar untuk istirahat.
Sepertinya acara semalam benar² membuat tubuh mereka harus istirahat total .
Lalu bagaimana yang langsung berkerja !! Apa mereka memiliki tenaga cadangan ??
Tentu saja tidak ,tapi karena tuntutan mereka harus bekerja sekalipun mereka juga lelah .
" Mau istirahat lagi " Adara mengaguk lemah.
" Kau marah hanya karena ingin pizza ?? Kau tau mereka membuatnya pakai apa ? Jangan membawa anak²ku demi kenginginan mu " Adara menghela napas berat .
Keinginan apa maksudnya ?? Apa suaminya itu tidak tahu kata ngidam .
Padahal ini bukan yang pertama dia meminta yang aneh² .
" iya maaf " Mengalah lebih baik !! Jika pun anaknya akan ileran Daddy nya banyak uang entah bagaimana harus mengehentikan ileran itu .
Apa harus operasi atau apa terserah .
" Dara " Adara bangun duduk di tempat tidur menatap Raymond yang duduk di sofa sambil menyilang kan tangannya di dadanya .
" Apa ?? aku benar² lelah apa kamu lupa berapa jam menggempur ku ?? Bahkan tulang belakang ku rasanya ingin pisah dari tubuhku ?? tidak bisa kah biarkan aku tidur tenang " Ujar Adara memohon .
" Ganti bajumu itu dari luar " ujar Raymond tanpa mendengar keluhan sang istri .
" Tapi ...
" Jangan mengajarkan anak² ku untuk jorok seperti mu " Adara mengacak rambutnya kasar.
Lalu berdiri dan pergi ke ruangan ganti sesuai ucapan sang maha benar itu .
Selalu saja anak anak anak bahkan kata itu sudah seperti jimat bagi Raymond .
Karena Adara akan selalu menurut jika sudah menyebut kata itu .
Adara ke luar sudah sedang pakaian tidur nya padahal ini siang hari.
Tapi dia bingung harus memakai apa ,jadi Adara mengambil dengan asal .
Setelah itu dia membaringkan tubuh nya yang membutuhkan istirahat karena lelah .
" Buku nikah mu " Adara langsung terbangun .
Lalu menatap Raymond ,kenapa dia sampai lupa buku itu sangat berharga untuknya .
Tapi kenapa ?? Aakkhhh
Adara mengacak rambutnya kasar lalu menatap Raymond yang sudah berdiri.
" mau ke mana " tanya Adara .
" Kerja " ujar Raymond tenang .
" Buku ...
"Itu palsu " ujar Raymond meninggal kan Adara dengan wajah keterkejutan nya .
Lalu tadi, Adara menggeleng cepat kepalanya tidak mungkin palsu kan ??
Sedikit pun Adara kembali tersadar !! Karena apa yang di inginkan suaminya itu pasti bisa dia lakukan .
Adara menatap pintu kamarnya yang sudah tertutup rapat .
Ingin mengejar tapi badannya tidak mendukung sehingga dia memilih tidur sekalipun banyak pertanyaan di kepala nya .
Dia akan menanyakan nanti saat dia sudah memiliki tenaga .
☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️
Sedangkan di tempat lain sepasang suami istri dan seorang pria paru baya sedang menunggu seseorang .
" maaf tuan sudah menunggu lama " ujarnya.
" Tidak papa, maaf mengganggu kegiatan anda ,mungkin anda sudah kenal saya siapa ?? karena kita sudah bertemu di hotel " ujar Daddy Radit .
" Apa ada yang perlu saya bantu tuan " tanyanya dengan sedikit gugup .
" aku tidak ingin bertele-tele ,apa Adara anak kandung kalian " kedua pasang itu menggeleng .
" Dulu ada seseorang wanita yang menitip kan pada kami,dan setelah itu dia pergi hingga sampai sekarang tidak pernah menjenguk Adara bahkan sekalipun tidak " ujar ibu angkat Adara .
" apa kalian tahu nama wanita itu " mereka menggeleng cepat .
" Saat itu dia buru² bahkan tidak ada alasan yang jelas ,sehingga kami beranggapan kalau Adara anak dari hubungan gelap " ujar ayah angkat .
Kedua orang tua mendengar itu hanya bisa saling menguatkan hati,bukan salah mereka jika beranggapan seperti itu .
Karena mereka pun tidak tahu papa, dengan merawat Adara pun hingga mereka sudah senang .
" Sebelumnya saya minta maaf , kedatangan kami ke sini ada kaitannya pada mereka .Karena mereka kehilangan anaknya semenjak umurnya 1 bulan, dan mungkin yang membawanya adalah pelayanan nya " Ujar Daddy Radit .
" apa dia yang mengantarnya ke sini " ujar sang suami memperlihatkan foto pelayan nya ,Ibu angkat Adara menatap suaminya.
" Dan ini foto anak kami yang masih berumur satu bulan " lagi² orang tua Adara kembali terdiam .
" apa salah satu dar bukti itu benar " mereka mengaguk lemah ,membuat wanita yang di sampingnya menangis dalam pelukan sang suami .
Akhirnya setelah penantian puluhan tahun ,kini mereka sudah menemukan sang anak perempuan sematawayangnya.
Di mana karena kehilangan dia membuatnya harus menjauh dan meninggalkan anak laki² tinggal sendirian di Indonesia .
" Kita akan melakukan tes untuk memastikan ,sebelum akhirnya kita bicara pada Adara " Ujar Daddy Radit .
" Tapi yang harus kalian ingat ,jangan memaksa apa pun biarkan dia memutuskan beri dia waktu jangan memaksanya , kandungan nya tidak sehat salah satu janinnya lemah, dan saya tidak ingin cicitku kenapa² jika kalian menolak untuk bekerja sama ,saya bisa saja membuat kalian tidak akan bertemu dengannya " kedua orang tua asli Adara mengaguk cepat .
Apapun asal mereka bertemu memeluk sang anak, dan memanggil mereka ibu,ayah hanya itu harapan mereka .
" Terimakasih sudah membesar kan putriku dengan baik , terimakasih mungkin kata itu tidak cukup tapi kami benar² berterimakasih " ujar ayah kandung Adara .
Bahkan dia melupakan siapa dia sekarang sehingga berani berlutut di depan orang tua angkat Adara di ikuti oleh sang istri .
" Saya tidak akan mengatakan papa, tapi Adara tetap anak kita ,anakku dan anakmu , sekalipun aku yang melahirkan nya tapi kalian lah yang merawatnya hingga sampai sebesar dan secantik sekarang , terimakasih sudah menjaga putri kita " ujar sang istri menangis sambil menggenggam tangan ibu angkat Adara.
" Kami tidak melakukan hal yang banyak ,tapi Adara memang anak yang kuat,mandiri kami hanya memberikan doa semangat hingga dia sampai seperti sekarang karena usaha nya sendiri " ujar ibu angkat Adara sambil mengelus tangan ibu kandung Adara .
" Apa pun itu kalian malaikat baginya bagi kami karena dia berada di tangan orang yang benar² menyayanginya " ujar sang ayah kandung .
" Ini sebagai terimakasih kasih kami ,dan kami mohon di terima " ujar sang ibu kandung mengeluarkan amplop coklat yang sudah di siapkan .
Semenjak pulang dari pesta Raymond dan Adara lebih tepatnya setelah berbicara pada Daddy Radit .
" Tapi kami ikhl...
" Terima saja ,mereka juga ikhlas memberikannya ,mungkin itu tidak sebanding tapi merksa hanya bisa memberikan itu " uajr Daddy Radit .
" Mulai besok tuan akan menjadi pemegang perusahaan cabang yang ada di kota ini ,dan itu sudah menjadi milik Anda jadi kami melepas kan diri dari perusahaan kami ,jadi tuan bisa mengelola nya sesuai keinginan tuan.Jadi jangan menolaknya dan di amplop itu hadiah dari istriku sebuah villa yang tidak jauh dari sini dan itu juga sudah menjadi milik kalian " ujar sang ayah angkat .
" tu-an, ta-pi itu " sang suami gugup hanya untuk melanjutkan ucapannya dia bingung ,kaget bahkan dia merasa seperti di mimpi .
" terima iya " ujar sang ibu kandung .
Mereka masih terdiam karena ini benar² tidak perna mereka banyangkan sebelum nya .
Mereka merawat Adara , mencintai Adara karena memang mereka tidak punya anak dan itu tidak di bedakan dengan yang lainnya .
Sehingga mereka mendirikan panti asuhan di atas kaki mereka sendiri ,hanya karena tidak ingin kesepian di saat usia mereka sudah tidak mampu lagi hanya untuk bangun .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😚😚