
Adara tersenyum² sendiri saat mobil sudah berhenti di pekarangan rumah orang tuanya .
Mereka hanya pergi berempat tanpa Nany dan tentunya di antar sang sopir sebelum sopir nya kembali ke rumah besar milik keluarga Raymond .
" Ingat mama masih jantungan " Adara hanya mengaguk saat sang suami menegur nya .
Kaki mereka melangkah masuk langsung menuju dapur karena ini sudah memasuki jam makan malam .
Tapi perhatian ke empat orang yang ada di meja mengalihkan mereka saat mendengar suara Twins yang menangis.
Oek ....oek....
" Adara " Pekik Marni saat melihat anak,menantu dan cucu nya berjalan ke meja makan .
Bahkan dia langsung menyimpan piring yang ada di tangan nya langsung menuju Adara sambil membersihkan tangannya di pakaian nya .
" Kenapa tidak bilang mau ke sini " Ucap Marni sambil mengambil baby Ed di gendongan Adara .
" Tuan " Raymond mengaguk lalu duduk di kursi yang sudah di tarik Daniel .
" Mas Raymond juga mendadak kasih tau nya " Ucap Adara .
" Hai " Risna menggaguk tersenyum " Selamat malam nyonya " Ucap Risna sungkan .
" Panggil Adara saja ,bukannya kamu pacarnya Abang " Risna hanya membalas nya dengan senyuman .
" Kalian sudah makan " Tanya Adit yang sudah duduk di kursinya .
" Belum Pa" Jawab Adara .
" Apa belum semua nya Bu " Tanya Adit menatap sang istri .
" Sudah yah, tinggal makan " Ucap Marni sambil menggendong Cucu nya .
" Biar sama Adara saja Ma " Ucap Adara .
" Tidak usah nak, Ayah biarkan ambil sendiri makanan nya ,kalian makan saja ,Ibu mau main dulu sama Ed " Ujar Marni sambil duduk di kursinya .
" Baby El biar sama saya tuan " Ucap Daniel .
" Kau yakin bisa " Daniel mengaguk,lalu Raymond memberikan baby El pada Daniel .
Adara melayani sang suami dengan baik , sedangkan Daniel merasa kesusahan membuat Adara tersenyum .
" Mba seperti nya Abang kesusahan " Ucap Adara lembut .
" Sayang bisa minta tolong " Ujar Daniel memohon ,Risna pun berdiri mengambilkan makanan untuk kekasih nya .
" Bukannya tadi bilang bisa " Daniel hanya menyengir kuda .
" Sekalian suapin iya " Risna menatap sekeliling nya lalu menggeleng .
" Suapin saja ,anggap saja kami Tidak ada " Celetuk Adit,membuat wajah Risna bersemu merah .
" Baby ikannya " Adara mengambil ikan menyimpan di piring nya memisahkan tukang dan dagingnya .
Adit dan Marni tersenyum melihat Adara melayani suaminya dengan telaten .
Ibu panti sangat pintar mengajarkan anak mereka tentang kelembutan .
" Jangan bagian perutnya " Adara mengaguk paham karena memang suaminya Tidak suka .
" Ada lagi " Raymond menggeleng " Cukup !! makanlah " Setelah itu Adara barulah mengambil makanan untuknya sendiri .
" Sayang, Aku juga mau ikan " Raymond tersenyum saja mendengar Daniel meminta ikan pada Risna .
" Kau ingin meminta membukakan tulang nya juga" Tanya Marni tersenyum .
" Iya Bu " Marni,Adit dan Adara hanya tertawa kecil " Apa kau iri " Tanya Adit.
" Tidak " Sanggah Daniel cepat ,mana mau dia mengaku kalau iri lihat Adara dan suaminya .
" Makanya cepat lah menikah " Celetuk Marni .
" Sabar Bu " Ujar Daniel sambil menerima suapan dari tangan Risna .
" Nanti mba Risna di ambil orang Lo bang " Ujar Adara .
" Aku akan meminta bantuan sama tuan Raymond biar dia ratakan tukang dadanya " Ujar Daniel tersenyum .
" Kalau mba Risna nya juga mau gimana coba " Adara kembali mengompori sang Kakak .
" Aku ikat kaki nya dan tangannya lalu aku kunci dalam kamar tidak akan aku biarkan dia pergi " Ucap Daniel sungguh² .
" Mas " Daniel langsung membuka mulutnya.
" Perempuan itu butuh kepastian ,kalau hanya status pacaran siapa pun bisa pergi ,yang menikah saja bisa kabur " Ucap Adit .
" Daniel tau yah, kami pun sudah membahasnya " Ujar Daniel.
Setelah itu keheningan terjadi hingga mereka selesai makan makan malam .
Tapi mereka masih duduk di situ karena Marni belum makan karena sejak tadi bermain dengan baby Ed .
" Nanti malam jangan nangis seperti itu hari iya ,kalau nangis uncle akan cubit " Ancam Daniel pada baby El .
" Tidak uncle ,kami sudah besar " Jawab Adara yang duduk di samping sang suami .
" Iya sudah besar mau 3 bulan iya " Adara mengaguk.
" Mas Raymond Tidak mau yah " Jawab Adara .
" Kenapa " Tanya Marni .
" Sudah cukup Ma, yang penting sudah ada baby Ed baby El sepasang " Jawab Raymond cepat .
" Iya juga sih " Jawab Adit .
" kalau Abang nanti mau banyak biar ramai rumah ini ,Tidak sunyi kaya kuburan " Ujar Daniel .
" Mau cerai selusin " Daniel tertawa kecil .
" Tidak tuan ,tapi setidaknya Tidak sunyi jika orang² sudah pada pergi bekerja . " Jawab Daniel .
" Saya hanya trauma jadi lebih baik berhenti toh sudah ada Edward dan Ella " Jawab Raymond .
" Semua Masalah pasti ada jalannya ,dan tidak akan mungkin Tuhan memberikan kita ujian jika hambanya tidak mampu melewati itu semua ,sama halnya denganmu Tuhan tahu kamu kuat kamu bisa makanya dia memberikan ujian itu , seperti Papa dan Mama sekalipun kami tidak sekuat yang orang lihat karena selain kehilangan Adara ,ayah harus menerima cobaan lagi di mana ibu kalian serangan jantung sehingga memilih menjauh dan meninggalkan Daniel di sini sendirian hidup mandiri sejak kecil hanya bersama pelayan dan orang tua Naufal yang sesekali membawanya ke sana " Ucap Adit .
" Sekalipun yah, Daniel saja tidak akan mampu " Jawab Daniel , Raymond mengaguk setuju .
" Secinta apa pun kamu pada istri, suami atau anakmu bahkan keluarga mu yang lain siap atau tidak semuanya akan kembali pada penciptanya bahkan kekayaan yang kita miliki tidak akan membeli itu " Ucap Marni bijak .
" Jangan bahas itu, Adara merinding " Ujar Adara sambil mengelus tangannya .
" Ah iya orang tua mba masih ada " Risna mengaguk " Di kampung non " Ujar Risna.
" Jauh dari sini " Tanya Adara lagi .
" Sekitar 2 atau 3 jam " Jawab Risna .
" Pasti sangat indah di sana,nanti kapan-kapan ajak kami ke sana iya " Risna mengaguk tersenyum " Iya non " Jawab Risna
Jika di rumah orang tua Adara sedang bertukar cerita layaknya keluarga pada umumnya .
di gazebo depan sepasang kekasih sedang duduk berduaan di bawah gelapnya malam .
"Kenapa diam hm " Reza membawa Raine dalam pelukannya dan bersandar di dadanya.
" Hanya kangen pada Kaka Radhi seperti nya dia sangat bahagia sehingga tidak mengingat ku " Ucap Raine sendu .
CUP
" Kau tahukan mereka harus berhasil menyetak cicit untuk Opa jika tidak ingin di usir " Raine menggaguk .
" Lagian Opa ada² saja aturan honeymoon nya, kalau belum rezeki gimana " Riane melingkarkan tangannya di perut rata Reza dan kotak² .
" Itu hanya ancaman saja ,agar mereka fokus Opa juga pasti punya alasan untuk itu " Jawab Reza .
" Kaka " Reza menundukkan kepalanya menatap Raine .
CUP
Reza hanya tersenyum saat Raine mencium bibirnya .
" Apa Raine seperti anak kecil " Reza menggeleng " Kamu berubah anak kecil hanya pada Kami tidak pada orang di luar sana " Jawab Reza .
"Kaka tidak risih " Tanya Raine lagi .
" Tidak ,aku malah suka tapi bisa kah mulutnya di tahan malu sayang ,Apa kamu di luar negeri kamu tidak bergaul " Raine tertawa kecil .
" Aku bergaul tapi hanya dengan Kaka Radhi kadang aku sering memergoki Kaka sedang berciuman kak " Ucap Raine .
" Lalu kamu " Tanya Reza padahal dia sendiri sudah tahu jika Raine tidak bergaul sama siapa pun di sana selain Radhi dan kuliah .
" Aku kan milik kaka ,lagian di sana tidak ada yang ganteng hanya Kaka " Reza tersenyum sambil mengacak rambut kekasihnya .
" Mulutmu manis sekali " Raine tersenyum .
" Ayah Sama papi pasti kesepian iya kan kak " Reza mengaguk " Makanya Kaka Rifat dan Radhi berbagi untuk tinggal di rumah ayah dan papi " Jawab Reza.
" Apa jika nanti kita menikah akan tinggal di rumah Papa " Tanya Raine.
" Memang kita akan menikah " Raine memukul dada Reza " Kaka ich " Raine memanyunkan bibirnya kesal .
" Kita akan tetap tinggal di sini !! Nanti sesekali kita ke sana " Jawab Reza .
" I love you " Reza hanya membalas nya dengan anggukan kepala membuat Raine mendengus kesal .
Sulit sekali membuat kekasihnya mengatakan hal semacam itu apa karena dia lama bergaul dengan Kaka nya sendiri .
sehingga kepribadian mereka sangat mirip dingin dan tegas bahkan sama pasangan mereka sekalipun .
Raine berdecak jika mengingat kelakuan kakaknya sama seperti kekasihnya , seperti nya dia memang harus seperti kakak iparnya .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
DUKUNG TERUS RAYMOND DAN ADARA
JANGAN LUPA JUGA DUKUNG REZA DAN RAINE
LIKE
KOMENT
VOTE
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😘😘😘