ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
Para kecebong



Seolah tahu dengan keadaan di rumah besar itu twins yang sedang bermain dengan sang Kaka sepupu Eliza .


Tiba² saja menangis membuat Adara kebingungan karena dia hanya sendirian.


Oek....oek .....oek....


Bahkan Baby Ed pun menangis dengan kencang seperti baby El .


" Aunty ,Zaza tidak nakal koh !! Ade tiba² nangis " Pungkas Eliza yang ikut takut karena melihat twins nangis .


" Iya sayang tidak papa ,mungkin Ade Zaza sudah mengantuk " Ujar Adara lalu mengambil baby El di bawah ke gendongan nya .


" Bibi tolong tenangin dulu baby Ed " Pelayan yang menemani Adara sejak tadi langsung menggendong baby Ed .


Adara menenangkan baby El,bahkan sambil memberikan motor ASI nya begitu juga pelayan tapi ke dua bayi itu menolak secara kasar sambil menangis.


" Sayang ,kenapa hm apa ada yang sakit ?? Jangan buat mommy takut " Adara menepuk bokong baby El memberikan ketenangan begitu juga pelayan


Tapi bukannya tenang ke dua bayi itu malah semakin histeris .


" Nyonya " Adara menatap pelayan yang mulai ketakutan karena nanti di amuk sang tuan muda .


Raymond tidak bisa menahan dirinya jika soal anak²nya .


" Sayang jangan nangis , Edward mau apa hm ?? Mau Daddy tunggu sebentar iya ,kasian bibi sayang " Adara mengelus pipi Edwar yang sudah berair .


Padahal bayi laki² itu sangat jarang menangis bahkan hampir tidak menangis beda dengan baby El yang selalu menangis jika ada yang membuatnya tidak nyaman .


Adara semakin bingung karena anak²nya tidak pernah begini , Eliza pun langsung berlari ke arah kamar Henry .


Tapi belum sampai di sana dia sudah melihat Raymond .


" Uncle Ade menangis kencang² " Raymond langsung berjalan dengan langkah besar.


Dia yakin jika Adara pasti kebingungan karena itu sering terjadi jika baby El sudah menangis.


" Hei anak Daddy kenapa hm " Raymond langsung mengambil baby Ed yang ada di gendongan pelayan .


" Sudah tidak papa " Lanjut nya sambil mengelus punggung Adara .


" Mereka tiba² nangis mas " Ujar Adara serak


" Ed mau apa hm ?? Popok Kaka penuh Daddy lihat iya " Raymond langsung membaringkan tubuh mungil anaknya di atas karpet memeriksa Popok Edwar .


" Twins kenapa nak " Tanya Elsa .


" Tidak tahu Bu, tiba² nangis " Ujar Adara yang sudah berembun karena wajah Baby El sudah memerah .


" Biar sama ibu " Elsa mengambil baby El sedangkan Ana mendekati Raymond .


" Popoknya penuh " Raymond menggeleng lalu kembali merapikan nya " Biar sama mami " Raymond mengaguk membiarkan anaknya pada Ana .


" Cucu Oma kenapa ?? Ah mau main sama Oma " Ujar Ana menenangkan Edward .


" Apa mereka sakit mas , Edward tidak pernah menangis seperti itu " Ujar Adara yang sudah panik .


" Semua akan baik-baik saja " Ujar Raymond kini bukan hanya anaknya yang harus dia tenang kan melainkan juga istri nya .


" Biar sama aku " Henry mengambil baby El lalu meminta Ana menyimpan baby Ed di dadanya .


Seketika tangisan ke dua bayi itu berhenti membuat Henry tersenyum .


Opa tidak akan meninggalkan kalian ,Opa berjanji untuk itu Batin Henry sambil mencium kepala twins.


" Kamu lihat Hen ,bahkan baby Twins tidak menginginkan itu apa kamu tega melihat menangis seperti tadi " Ujar Jeje .


" Raine akan baik² saja, dia hanya butuh di beri penjelasan secara pelan jika kamu emosi yang ada semuanya makin runyam " Ujar Jose lembut .


" Dia lagi hamil sifatnya berubah² , kita harus paham itu kamu sudah menghadapi Elvi dua kali saat dia hamil pasti kamu sudah banyak tahu , Raine juga beda dengan saudaranya yang lain Hen mungkin karena dia anak bungsu " Ujar Alan lembut .


"Ini memang salah ku ,tidak seharusnya aku bersikap seperti itu hari !! Tapi bukan tanpa alasan saya marah karena dia sendiri yang berkata memakai obat ,lalu hamil setelah pernikahan mereka yang baru 2 Minggu lebih ,siapa pun pasti berpikiran sama apa lagi kalian tahu permasalahan mereka karena apa " Ujar Henry dengan helaan napas panjang .


" Jo, tolong telepon Davin dada Daddy sakit " Jose langsung menatap ke belakang di mana mommy Ellena membantu Daddy Radit berjalan .


Membuat Alan dan jeje langsung berdiri dengan cepat .


" Kenapa bisa sakit Mom ?? Daddy tidak punya penyakit apa pun " Pungkas Jose karena memang seluruh keluarga di sarankan per 6 bulan selalu memeriksa kesehatan Mereka .


" Daddy tidak papa ,hanya karena emosi saja " Ujar Daddy Radit lalu ikut duduk di sofa .


" Daddy yakin " Tanya Jeje, Daddy Radit mengaguk .


" Ke rumah utama sekarang ,aku tidak peduli dengan kegiatan panasmu jika sampai dalam waktu 20 menit tidak sampai aku akan membuat rumah warisanmu rata " Pungkas Jose saat panggilan itu sudah terhubung.


" Opa "


" Opa baik² saja ,jangan menangis " Ujar Daddy Radit menatap cucunya satu persatu .


" Eyang sakit " Tanya Eliza polos , Daddy Radit mengaguk lalu menunjuk dadanya.


" Sini Zaza urut ,Kalau Opa Faisal sakit Zaza sering Urut begini " Pungkas Eliza lalu mengurut dada Daddy Radit yang menurut nya tidak berasa papa .


Tapi itu membuat Daddy Radit tersenyum lalu dia mengangkat Eliza duduk di pangkuan nya .


" Yang keras princess ,apa ayahmu tidak memberikan makan "sedangkan yang di sebut namanya hanya Tersenyum.


" Opa " Daddy Radit hanya tersenyum " Jangan menangis " Ujar Daddy Radit menatap Amanda .


" Princess ke kamar sama bibi dulu iya " Ujar Naufal lembut .


Eliza menurut lalu pergi bersama pelayan ke kamar Queen yang kini menjadi tempat mereka tidur .


" Daddy " Daddy Radit hanya mengaguk saja .


" Duduk " Titah Daddy Radit .


" Aku bersama mu " Bisik Reza lembut .


" Ini rumah Opa dan siapa pun berhak tinggal di sini tapi bukan berarti semua orang bisa sesuka hatinya meninggalkan rumah ini "


" Riane katakan apa yang membuat mu tidak nyaman di rumah ini " Lanjut nya lagi .


" Tidak ada " Jawab Raine seadanya.


" Jika tidak ada apa yang membuat mu mengurung diri berhari-hari di kamar ?? Lalu ingin tinggal di apartemen bahkan saat Jose dan Aqila memilih tinggal di rumah orang tua Aqila Reza memilih tinggal di sini " Pungkas Daddy Radit.


" Apa karena kami melarang mu berhubungan dengan nya , bukan kah suami mu mengizinkan nya lalu apa yang membuat mu tidak nyaman " Pungkas Daddy Radit.


" Bukan kha mommy dan yang lainnya yang tidak nyaman jika Riane berada di sini, di sini hanya Kaka ipar yang peduli dengan ku !! Kalian bahkan Kaka Reza pun tidak selama seminggu Raine pergi pagi pulang malam apa kalian peduli Hah " Bentak raine .


" Tidak , Hanya Kaka ipar yang selalu mengirimkan pesan padaku menanyakan aku sudah makan atau belum, jam berapa pulang ,jangan kerja terlalu keras ,dia orang luar tapi dia lebih tahu perasaan ku ,Riane hanya mengikuti keinginan kalian di mana saat Raine ke meja makan mommy memilih meninggalkan meja makan ,pernikahan bahkan ibu dari suamiku pun tidak datang begitu juga Riane, apa semenjijikan itu sehingga mereka enggan Melihat Raine "


' Riane tidak masalah dengan pernikahan sederhana I don't care , Ok Riane salah Raine minta maaf sudah membuat kalian kecewa itu kesalahan terbesar Raine , Raine tidak membela diri atau apa pun itu tapi harus kah semua orang memusuhi ku, kak Ray ,kak Rifat, kak Queen, bahkan kembaran ku sendiri tidak peduli untuk itu , Riane memilih pergi agar mereka nyaman karena di saat Riane mendekat semua orang akan terlihat seperti patung yang bernyawa Riane tidak ingin membuat kebahagiaan kalian rusak " Pungkas Riane panjang lebar .


" Kalian marah hanya karena Riane meminum obat pil ,lalu kalian menuduh anakku hasil dari hubungan dengan orang lain " Raine tertawa sambil menangis ,mengatakan hal itu membuat dadanya semakin sesak " Apa aku se...."


" Sayang " Reza langsung memotong ucapan Raine " Apa ada lagi kata² yang lebih menyakitkan ,Bahkan Adrian tahu jika aku berhubungan dengan Kaka Reza sebelum menikah " Lanjut nya lagi .


" Sayang sudah, kamu sedang hamil ingat kondisi mu " Ujar Reza lembut .


" Kalian sangat berbeda saat Mendengar tentang kehamilan menantu kalian serta yang lainnya " Sindir Riane .


Karena memang Amanda ,Vania, Ela ,dan syahzani mereka hamil hampir berdekatan hanya beda hari saja .


" Percuma Raine di rumah ini jika hanya seperti orang asing, Riane juga ingin tenang " Lanjutnya.


" Sayang sudah " Ujar Reza sambil mengelus perut rata Raine .


" Siapa yang sakit " Ujar Davin yang datang dengan wajah tegangnya .


" Tutupi lehermu bajingan " Umpat Alan kesal .


" Tidak sempat, aku buru² " Ujar Davin bahkan dia meninggalkan Nabilla begitu saja di atas ring pertempuran mereka .


" Menjijikan " Umpat Jeje lagi .


" Periksa Daddy mu , dada nya sakit " Davin menaikan alisnya sebelah " Sakit , karena " Tanya Davin lalu menatap sekeliling nya .


" Apa kalian membuat orang tua ini marah " Tebak Davin lalu memeriksa Daddy Radit .


" Jangan sering emosi Dad,dengar jantung Daddy berlarian seperti saat Daddy memompa mommy di atas ranjang di iringi dengan ******* dan Erangan panjang mommy bahkan lebih cepat " Canda Davin .


PLak .


" Sakit Dad " Keluh Davin sambil mengusap kepala nya bahkan dia melepaskan tangannya yang sedang memegang alat .


" Davin sarankan malam ini libur dulu,jika tidak lutut Daddy juga ikut sakit, atau Jika mommy mau mommy bisa bergoyang pasti Daddy cepat sembuh "


" Davin " Pekik Henry ,Jose ,Jeje dan Alan membuat ke dua bayi yang sudah tertidur kaget .


Henry pun langsung menenangkan ke dua bayi itu sehingga kembali tertidur .


" Apa kalian masih membahas yang kemarin ?? Astaga dengar aku baik² kalian kecebong yang sudah besar cih " Davin berdecak menatap anak².


" Kau Raine ,apa pantas bersikap seperti itu Kamu akan menjadi ibu dari bayi yang kamu kandung suatu saat kamu akan merasakan apa yang di rasakan mommy mu , lalu kalian para kecebong yang sudah di tumbuhi kecebong "Tunjuknya satu persatu " Permasalahan orang tua tidak harus kalian ikut Daddy dan mommy kalian marah mendiamkan Raine bukan berarti kalian harus ikut diam !! Kau anaknya Davin , dan yang satunya aku tidak tahu nama ayah mu " Ujarnya pada Vania .


" Kalian tidak punya hak untuk mendiamkan Riane kalian orang luar sekalipun kalian menikah tuan rumah ,itu saja harus di ajarin " Cibir Davin melipat tangannya di dada bahkan alatnya di biarkan begitu saja .


" Apa susah nya saling terbuka bukan malah mengurung diri dan menjauh begini kan jadinya " Lanjutnya lagi .


" Kau di minta memeriksa Daddy bukan ceramah " Pungkas Jeje .


" Aku harus ceramah ,karena kegiatan ku terganggu " Ucap Davin kesal .


" Ayo saling maafan ,setelah ini jangan lagi menghubungi ku jika sudah malam ,hubungi saja Alister " Pungkas Davin sambil memerintah anak² .


" Apa bisa Daddy ganti dokter saja " Tanya Jose membuat Daddy Radit Tersenyum .


Kehadiran Davin membuat suasana menjadi lebih baik tidak setegang tadi .


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


*Dukung terus Raymond dan Adara


Reza dan Raine


like


koment


vote


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😘😘😘😘*