
***flashback on
tok ....tok...
ceklek
" Kaka, Raine boleh masuk " Reza hanya mengaguk saja .
" Kaka sibuk iya " tanya Raine basa basi
" seperti yang kamu lihat " ujar Reza tapi matanya fokus pada layar di depan nya .
" Kaka " panggil Raine lagi, Reza menyimpan laptopnya lalu menatap Raine
" apa " tanya Reza
GLEK
Raine menelan ludahnya kasar saat Reza membalikkan badannya menghadap nya .
" ka-ka " gumam Raine lirih sambil memegang dadanya yang seperti orang yang ikut lomba lari .
" bicaralah aku akan dengar " ujar Reza lalu kembali Mengambil laptopnya .
" apa Kaka tidak menyukai Raine " Reza menghela napasnya .
Dia bingung sendiri melihat sikap Raine yang menurutnya bar² dan ceplas-ceplos saat mengutarakan perasaannya .
" aku menyukai mu " jawab Reza singkat .
" sebagai apa " tanya Raine
" adik " seketika wajah Raine berubah sendu " apa tidak lebih " tanya Raine .
" di luaran sana banyak yang menyukai mu ,bahkan mungkin tidak bisa terhitung ,lalu kenapa harus aku Raine " ujar Reza frustasi.
" apa Raine harus punya alasan untuk menyukai Kaka " tanya Raine,membuat Reza terdiam .
" Raine akan buktikan jika aku tidak main² dengan apa yang Raine katakan " ujar Raine lalu berdiri dari duduknya .
" jangan begadang kak, nanti sakit " lanjutnya lalu ke luar dari ruangan itu .
" dasar bar² " cibir Reza, lalu kembali menatap laptopnya tapi percuma karena pikirannya menjadi kacau karena Raine
flashback off***
Pagi ini keluarga Raymond mengantar Radhi di depan setelah sarapan bersama, Elvi tidak henti² nya menangis padahal sebelum acara Raymond dia sudah kembali di sini ,jadi kemungkinan hanya beberapa hari saja di Landon .
" mom ,please jika seperti ini rad tidak bisa pergi karena Daddy akan membunuhku " keluh Radhi menekuk wajahnya ,karena sejak tadi Henry menatap nya dengan tatapan datar
" pergi lah ,mommy biar Daddy yang urus " Radhi mengaguk " bawa dia kesini, kami menunggu nya " lanjutannya,Radhi langsung memeluk Henry " doakan Radhi " Henry mengaguk
Setelah itu Radhi berpamitan pada yang lainnya ,lalu dia menghentikan langkahnya tepat di depan adik kembar nya .
" jangan nakal, tunggu aku, aku akan membantumu " Raine mengaguk saja " kau sudah bicara padanya " Raine mengaguk " dia seperti patung " gerutuh Raine kesal , membuat Radhi tertawa kecil
" Radhi pamit ,mom jangan menangis terus " Elvi hanya mengangguk " by semua nya ,dad " Henry mengaguk
" hati² son ,kabari kami jika semua nya lancar " ujar Alan ,Radhi hanya membalasnya dengan senyuman .
" cepat pulang, jika kamu tidak pulang aku akan menutup semua akses tentang mu" ancam Raymond tegas
" siap kak, Radhi masih mau hidup tenang " ujar Radhi sebelum masuk dalam mobil .
" By Kaka ipar " uang Radhi sebelum mobil jalan .
Setelah kepergian Radhi kini saat nya Raymond dan yang lainnya berpamitan untuk ke perusahaan
" Kak Ray nanti pulang nya jangan malam iya, soalnya nanti Risna ikut ke sini untuk membahas resepsi Kaka nanti setelah itu dia kembali ke butik ,kasian kalau dia pulang pergi " Raymond mengaguk .
" langsung ke kamar iya ,jangan melakukan apa pun " Adara mengaguk " hati² " Raymond hanya diam saja lalu dia berjongkok di depan perut Adara .
" Daddy kerja dulu iya, jangan sakit lagi cepat sembuh " ujar Raymond lembut lalu mencium perut dan kening Adara
CUP
CUP
Amanda memalingkan wajahnya ke arah lain " tidak papa " tanya rif'at lembut ,Amanda hanya membalas nya dengan senyuman
"sudah sana kerja , jangan pulang larut " ujar Henry memecahkan keheningan
" Kaka rif'at sama Amanda jangan pulang telat juga iya ,karena sekalian " ucap Queen
" iya "jawab rif'at
" iya kak " jawab Amanda
" boleh belikan cake " Raymond menatap Adara bingung " masih lapar " Adara menggeleng" rasa apa " tanya Raymond
" coklat putih " Raymond mengaguk " za jangan lupa beli cake yang ada coklat putihnya " ujar Raymond
" iya " jawab Reza
" ayo sayang " ujar mommy ellena menuntut Adara masuk dalam rumah .
" terimakasih Oma " uajr Adara lembut , sedangkan Daddy radit dan Henry hanya mengekor saja di belakang .
" apa kamu tidak ingin coba senam hamil " tanya mommy ellena
" iya sayang coba dulu ,dulu mommy juga ikut senam hamil saat hamil Raymond dan adiknya " ujar elvi
" apa tidak membahayakan " tanya Adara polos
" mereka itu sudah profesional jadi mereka tau gerakan apa yang cocok untuk ibu hamil " ujar mommy ellena
" ayo duduk dulu " lanjutnya lagi, Adara mengaguk lalu duduk di samping Elvi
"bagaimana apa yang kamu rasakan " tanya mommy ellena
" baik " ujar Adara
" tidak sakit atau keram " Adara menggeleng " hanya saat pagi saja mual, kadang sampai lemas " ujar Adara
" itu wajar, semoga nantinya sampai 3 bulan saja setelah itu normal kembali dan kamu bisa menjalani kehamilan mu dengan baik " ujar mommy ellena
" HP mu di mana " tanya Daddy radit tiba²
" kemarin di ambil tuan, tapi belum di kembalikan " ujar Adara jujur , Daddy radit mengaguk
" apa kamu tidak ingin mengundang anak panti " Adara menunduk kepalanya
" tidak mom " cicit Adara lirih
" kenapa " Adara hanya menggeleng " gimana nanti setelah resepsi kita adakan acara bersama mereka di sini " Adara langsung menatap mommy ellena,tapi setelah itu dia kembali menunduk .
mengingat tentang perjanjian nya dengan Raymond,dia tidak ingin ibu pantai mengetahui nya karena setelah itu pasti dia akan bertanya dan ikut sedih karena nya .
" tidak usah Oma " mommy ellena menatap Elvi hany juga menatap nya .
" kenapa tidak usah,bukannya mereka keluarga mu juga "Adara hanya diam saja .
" nanti Oma bicarakan sama Raymond iya,jika kamu takut padanya " Adara hanya mengaguk lemah .
jika boleh jujur dia bahagia di hari bahagianya ada orang² terdekat nya ,tapi apa boleh buat dia harus mengurungkan niatnya itu mengingat pernikahan nya hanya di atas kertas .
" Reza apa kamu menghukum ku " tanya Raymond saat melihat tumbukan berkas yang nilainya tidak terhitung .
" maaf tuan, tapi itu yang harus di periksa sisa nya masih saya tahan di meja saya sendiri " uajr Reza sambil menunjuk mejanya .
" baru sehari aku libur ,tapi sudah setinggi ini " gumam Raymond lalu berjalan ke arah kursi nya .
" apa Semua nya ini diperlukan secepatnya za " tanya Raymond lagi sambil membuka kancing jasnya
" iya tuan " ujar Reza, Raymond mendengus kesal saat mendengar jawaban Reza
" bagaimana aku mau pergi liburan jika hanya sehari saja sudah setinggi ini ,bisa² aku tidak liburan " gumam Raymond lalu mengambil berkas yang ada di depannya .
" suruh rehan atau Morgan membelikan pesanan Adara ,setelah itu di antar ke rumah " ucap Raymond tanpa mengalihkan pandangannya .
" apa hanya cake coklat putih tuan " Raymond mengakat kepalanya menatap Reza
" belikan saja semua rasa, orang hamil kadang berubah² dan itu aku sudah mengalami nya beberapa hari ini " ucap Raymond kesal
Saat mengingat keinginan Adara yang menurut nya tidak masuk akal .
" ada lagi tuan " tanya Reza lagi
PLak
Raymond membanting pena mahalnya dia tas meja.
" sekalian belikan sama toko nya za dan sekali lagi kamu bertanya aku pastikan detik itu juga kamu sudah berada di bawah " ucap Raymond menatap tajam Reza
glek
" baik tuan " ujar Reza, menelan paksa ludahnya saat melihat tatapan Raymond .
ini lah yang membuat ku takut menjalin hubungan pekerjaan ku saja sudah membuatku pusing ,apa lagi di tambah wanita batin Reza menggeleng
ah kenapa aku memikirkan dia ,Reza sadar ..sadar lanjutnya lagi dalam hati .
Setelah itu dia memilih menghubungi rehan dan kembali bekerja agar pikiran nya bisa tenang .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻 maaf telat up.karena lagi ada urusan yang tidak bisa di tinggalkan ,hari ini satu bab saja dulu iya
like
koment
vote
Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 iya 😘😚😚😚