
" angkat kepala mu, jangan pernah menunduk saat bersama ku atau pun saat kamu sendiri " ucap Raymond tegas .
Adara menatap ke arah luar ,di mana kini mobil mereka sudah berhenti di depan perusahaan yang di mana dulu dia juga ikut bekerja walaupun hanya sebulan .
" angkat kepalamu, mereka yang harus menunduk kan kepala padamu bukan kamu " lanjutnya lagi menyakinkan Adara .
Reza langsung ke luar dari mobil saat Raymond menatapnya ,sedangkan di luar pengamanan nya sudah aman ,semua petinggi bahkan karyawan sudah berjejer rapi ,saat anak buah Raymond mengatakan jika sang nyonya muda akan datang .
Awalnya mereka kaget karena belum lama di hebohkan kabar retaknya hubungan bos dan Amanda , tapi mereka tidak punya keberanian untuk bertanya karena mereka ingin masih bekerja dan selain itu masih menyayangi nyawa mereka.
Karena mereka sudah melihat contoh nya saat mereka mengusik kehidupan sang bos ,siapa yang tidak kenal Sisil dan yang lainnya yang ikut hasutan karena kabar yang tidak jelas .
Raymond ke luar dari mobil saat Reza membukanya ,lalu berjalan ke arah pintu lainnya.
Raymond membuka pintu untuk Adara .
" ayo " Raymond menunduk sedikit lalu menggegam tangan Adara .
" pulang saja iya " Raymond menatap tajam Adara membuat nyali nya ciut .
" angkat kepalamu " Adara hanya mengaguk lalu ke luar dari mobil .
Semua anak buah mendekat ke arah Raymond dan Adara agar tidak ada yang mengambil gambar istri dari bos mereka ,karena belum saatnya mereka tahu sebelum hari resepsi.
Reza masuk mendahului mereka menunggu di depan pintu masuk.
" angkat " Adara langsung mengakat kepalanya menatap semua orang yang kini di depannya .
" tundukan pandangan kalian " titah Reza tegas ,membuat mereka menunduk bahkan hanya melirik pun mereka tidak berani .
Raymond dan Adara berlaku begitu saja di depan mereka di susul Reza menuju lift .
Sedangkan yang lainnya masih menunduk kepalanya karena belum ada perintah dari asisten atau yang lainnya .
Ting
Raymond dan Adara masuk dalam lift begitu juga Reza .
Sedangkan di loby perusahaan mereka langsung menarik napas panjang .
Bahkan mereka sangat penasaran siapa istri dari sang bos tapi mereka tidak berani bersuara ,melainkan mereka melanjutkan pekerjaan nya dan menelan rasa penasaran mereka .
Adara menghela napasnya lega saat sudah berada di lantai khusus ruangan Raymond .
Tapi langkah nya terhenti saat melihat seseorang yang sangat dia rindukan .
" mas rehan ,mas Morgan " Adara berjalan cepat menghampiri mereka .
Sedangkan Morgan dan rehan menelan ludahnya paksa saat melihat tatapan dari sang bos ,sehingga mereka mundur beberapa langkah .
" kenapa " tanya Adara bingung lalu menatap ke belakang nya menatap curiga pada Raymond dan Reza .
" selamat pagi nyonya " Adara kembali membalikkan pandangan pada mereka .
" kalian dari mana ? kenapa aku jarang melihat kalian " tanya Adara kesal.
" maaf nyonya ,kami ada pekerjaan di luar kota " ujar Morgan menunduk mereka tidak punya keberanian menatap sang nyonya .
" pad.....
" masuk " titah Raymond tegas .
" nanti siang kita makan sama² iya " Morgan dan Rehan hanya mengaguk patuh .
" nyonya membuat nyawa kita di ujung pistol " ucap Rehan mengelus dadanya saat melihat bos nya masuk ruangan .
" sebenarnya aku bahagia bisa dekat dengan nyonya ,tapi sepertinya aku menyesal sekarang karena secara tidak langsung kematian kita semakin dekat " timpal Morgan menatap pintu yang sudah tertutup rapat .
" kau benar, jika bisa memilih mendingan aku di suruh menjaga mereka dari pada di sini " Morgan mengaguk setuju .
" pesan makanan Gan aku mendadak lapar " Morgan langsung mengambil HP nya memesan makanan karena dia pun lapar setelah berhadapan dengan sang nyonya .
Sedangkan dalam ruangan Raymond langsung membawa Adara menuju kursi kerjaannya .
" aku duduk di sofa saja " ucap Adara lirih sambil menatap Reza yang hanya diam saja di meja kerjanya.
" dia tidak akan berani menatap ke sini " ujar Raymond lalu menarik Adara duduk di pangkuan nya .
" tapi ...
" jangan bergerak !! kamu taukan akibatnya nanti apa " Adara langsung diam seperti patung .
" anak pintar " Raymond mencium punggung Adara dengan lembut .
Lalu dia mengakat tangan kanan Adara langsung membuka cincin pernikahan mereka .
" apa yang akan kamu lakukan " tanya Adara,sambil menahan tangan Raymond .
" bukannya aku menyuruh mu diam " ucap Raymond menatap Adara .
" tapi ken....
" diam atau kamu berakhir di ruangan pintu itu " Adara menjauhkan tangannya dari lengan Raymond .
apa ini akhirnya, bahkan aku belum melahirkan batin Adara menunduk sambil melihat Raymond melepaskan cincin pernikahan mereka .
" kau marah " Adara menggeleng pelan " lalu kenapa wajahmu seperti itu " tanya Raymond lagi .
" aku mau pulang " ujar Adara serak
" pulang lah, tapi saat kamu ke luar dari pintu itu berarti semuanya berakhir " Adara menelan ludahnya paksa dia memilih diam di tempatnya.
Sedangkan di meja lain Reza hanya bisa diam , sekalipun mendengar nya tapi dia tidak berani melihat ke arah mereka .
mendingan aku di luar saja tadi bersama rehan dan Morgan batin Reza ,tapi dia hanya ungkapan hatinya saja nyatanya pekerjaannya menumpuk.
" kenapa diam " Adara hanya menggeleng saja, Adara mengambil tasnya lalu mengeluarkan kartu yang dulu Raymond berikan di atas meja
" aku baru pakai beberapa saja ,itu pun bayar uangnya mas Rehan ,nanti aku akan ganti " Raymond hanya diam saja melihat apa yang di lakukan Adara .
" ambil saja,aku masih punya kartu yang model seperti itu " Ujar Raymond tenang .
" tidak usah terimakasih, saya sudah seperti sekarang saja sudah lebih dari cukup " ujar Adara lirih .
" setelah pulang dari sini ,aku akan pergi dari rumah mu " lanjutnya nya lagi .
"lalu kamu akan ke mana " tanya Raymond .
" kost atau kontrakan " Raymond mengagukan kepalanya .
" baiklah " Adara menatap Raymond dengan mata yang sudah siap akan tumpah .
Benarkah ini sudah saatnya mereka berpisah ,apa ini alasannya di bawah ke perusahaan .
Tuk
" aaww "
Raymond menatap Reza saat akan berdiri karena mendengar pekikan Adara.
" dia tidak papa " Reza mengaguk paham lalu kembali bekerja .
" apa kamu yakin lulus kuliah ?? kenapa otakmu tidak sebagus nilai mu ,apa kamu menyogok dosenmu " ucap Raymond .
" anda bisa meme.....
" aku tidak punya waktu memeriksa nya , pekerjaan ku menumpuk yang pasti nya sangat menguntungkan aku " ujar Raymond sombong.
" aku mau pulang " ujar Adara ketus .
" mau pulang ke mana bukannya kamu bilang akan ke luar dari rumahku " cibir Raymond ketus .
" a-ku akan mencarinya kost²an " ucap Adara gugup .
" pergilah " Adara menatap Raymond dengan lelehan air mata nya .
" makanya jangan kebanyak nonton " ujar Raymond lalu membuka laci meja kerjanya mengambil kotak kecil
Sedangkan Adara hanya diam menunduk takut .
Mata Adara melotot saat Raymond memasukkan cincin di jari manisnya ,bahkan cincin nya lebih cantik dari sebelum nya
" ho-ney " ujar Adara gugup bahkan cairan bening itu kembali ke luar tanpa seizin nya .
hiks hiks hiks
" kamu mau diam atau tidak ,jika kamu menangis terus aku akan buang cincin ini " Adara tidak peduli dengan ancaman Raymond lalu dia menarik melihat tangan Raymond
Seketika wajahnya berubah jadi cerah bahkan kini dia tersenyum manis menghadap Raymond .
" terimakasih " Raymond hanya diam saja " cincin tadi mana " Raymond melirik ke tempat sampah yang di jauh dari mejanya .
" membuang nya " Raymond mengaguk .
Dengan cepat Adara langsung turun lalu membuka tempat sampah .
" Adara " bentak Raymond menatap tajam Adara .
" sebentar honey " ujar Adara tenang sambil mencari cincin itu.
" aku bisa membelikan 10 jika kamu mau tapi jangan mencari di tempat sampah Adara ,kamu lagi hamil " ujar Raymond meninggikan suara nya .
" nona,biar OB saja mereka akan ke sini " Adara menggeleng cepat " ini cincin ku Za " ujar Adara sambil mencari nya .
" AD
" ah akhirnya dapat " ucap Adara tersenyum
" berdiri "titah Raymond kesal ,bahkan kini wajahnya sudah memerah .
" kau melawan ku hanya cincin itu " Adara menggaguk cepat " kau tidak pikir pada kandungan mu, itu kotor Adara " ucap Raymond menekan ucapan nya .
" tapi cincin nya jug...
" masuk di kamar bersihkan badan mu " ujar Raymond menatap Adara
" tapi
" mari nona saya bukakan pintu nya " ujar Reza
" iya " terpaksa Adara mengikuti langkah Reza sesekali dia menatap ke belakang melihat Raymond yang kembali fokus pada kerjaannya .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
like
koment
vote
hadiah bunganya dan bintang 5 iya 😘😘😘