
Dengan langkah besarnya Amanda langsung berjalan ke rumah utama ,tanpa memikirkan keadaan nya sendiri yang juga tengah hamil .
" Sayang hati² " Amanda hanya mengaguk saat mendengar ucapan Rif'at .
Hingga kini mereka sudah berada di depan ruangan perawatan dan Amanda langsung menorobos masuk ke dalam .
" Tolong bantu istri ku "
" Kaka jangan takut ,Kaka ipar akan baik² saja iya " Amanda langsung mengambil alat yang akan di gunakan.
Sedangkan Raymond hanya bisa menatap wajah pucat sang istri .
" Apa yang terjadi " Tanya Jeje pada Henry .
" Jika kami tahu, apa kami sepanik ini " Jawab Henry dingin .
" Apa yang dia lakukan di perusahaan Za " Tanya Daddy Radit.
" Tidak melakukan papa Opa ,dia hanya berkeliling dalam ruangan, berdiri di dekat dinding kaca ,makan ,tidur dan duduk di sofa sambil main hp Hanya itu saja " Jawab Reza jujur .
Kegaduhan di luaran sana tidak jauh berbeda dengan di dalam ruangan .
" Baby ,aku mohon jangan begini apa kau akan membuat ku kembali membencimu seperti dulu " Ujar Raymond serak .
" Ada apa dengan istri ku Manda " Tanya Raymond saat Amanda memasang infus pada Adara .
" Kehamilan Kaka ipar sama yang pertama itu tidak jauh berbeda kak, jadi Amanda mohon tetap jaga Kaka ipar jika terus seperti ini bisa saja kandungan Kaka ipar lemah terus dan bisa keguguran " Raymond menundukkan kepalanya menarik napas berat .
" Apa lagi Kaka ipar hamil anak kembar lagi ,bisa saja yang terjadi dulu akan kembali terulang kecil dan lemah " Lanjutnya lagi .
" Tapi selain itu tidak ada hal yang lain lagi kan " Amanda mengaguk .
" Kau dengar bukan apa kata Amanda !! jadi bisa kah setelah ini jangan membuat ku takut lagi " Gumam Raymond .
"Amanda ke luar dulu,pasti mereka sedang menunggu ku " Raymond mengagukan kepalanya .
Amanda ke luar dari ruangan itu setelah melakukan pemeriksaan dan memasang infus pada Adara .
Dan benar saja di luaran sana sudah mereka sudah menghadang Amanda dengan wajah khawatir.
" Kaka ipar tidak papa ,tidak perlu khawatir dan kandungan nya juga baik² saja tapi tidak baik sepenuhnya jadi saran Amanda kalau bisa kamar Kaka Ray di pindah kan ke bawah dulu untuk sementara atau jika mereka ingin tetap di atas pakai lift saja atau kursi roda untuk sementara sampai kandungan Kaka ipar melewati masa trimester pertama " Terang Amanda dengan tenang .
Semua orang menarik napas panjang setidaknya Adara baik² saja .
" Yank kamu tidak papa kan " Tanya Rif'at.
" Aku baik² saja " Ujar Amanda Tersenyum.
" Kau membuatku hampir mati " Amanda tertawa kecil " Maaf kak ,Amanda benar² panik " Jawab Amanda .
"Apa kami bisa masuk " Amanda mengagukan kepalanya.
Sedangkan yang didalam ruangan Raymond terus menggegam tangan Adara sambil menatap wajah sang istri .
"Istirahat lah, aku akan menemanimu " Ujar Raymond lembut .
Ceklek .
" Son " Raymond hanya mengangguk saja sebagai jawaban nya .
" Istri mu akan baik² saja begitu juga anak² mu " Raymond hanya menghela napas panjang .
" Entahlah yah ,Ray sendiri bingung !! Apa ini akibat dari perbuatan Ray selama ini tapi kenapa harus Adara dan anak²ku yang menerima nya bukan aku ,Apa tuhan sedang menghukum ku " Tanya Raymond tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah cantik sang istri .
" Mereka pantas mendapatkan semua itu karena mereka sendiri yang meminta nya sehingga berani mengusik ketenangan kita " Ujar Jeje .
" Kita tidak pernah meminta mereka atau pun mencari masalah dengan mereka tapi mereka sendiri yang datang dengan suka hati ,lalu kesalahan kita di mana ? Kita hanya melindungi dan menjauhkan mereka dari keluarga kita " Lanjut nya lagi .
Raymond hanya terdiam mendengar ucapan Jeje ,tidak ada yang salah jika saja mereka menyayangi mereka sendiri bahkan hanya untuk mengulang pun tidak .
Tapi mereka selalu mencari masalah sekalipun Raymond sudah membebaskan mereka .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Setelah menemani Adara dan Raymond di ruangan perawatan,Dan juga sudah makan malam yang terasa hambar itu .
Mereka kembali ke kamar masing-masing begitu juga Alan dan Jeje serta Radhi dan Rifat .
Termasuk Henry dan Elvi dan sejak tadi Elvi hanya terdiam hingga sampai di kamar .
" Kenapa Hm " Henry langsung memeluk Elvi dan menarik wanita ke atas tempat tidur .
" Apa tidak bisa kita hidup seperti biasa " Ujar Elvi sendu .
" Kita sudah hidup biasa yank, tapi aku tidak bisa hanya diam jika anak-anak ku di usik " Ujar Henry .
" Tapi Dad ...."
" Dengarkan aku baik² ,apa kamu perna melihat ku mengganggu orang terlebih dahulu " Adara menggeleng " Lalu " Tanya Henry .
" Aku hanya tidak ingin anak² kenapa² jika memang itu hukuman dari Tuhan biarkan aku yang...."
" Jangan mengatakan apa pun !! jika tidak ingin melihat ku marah, anak² kan akan baik² saja begitu juga kamu " Ujar Henry kesal .
" Maaf " Cicit Elvi .
Setelah selesai membersihkan diri Henry membawa istrinya ke walk in close .
mengganti piyama tidur dan baju tidur untuk Elvi yang sering di katakan baju haram oleh kebanyakan orang .
Elvi hanya diam saja saat suaminya membuka semua kain yang melekat di tubuhnya .
Cup
Henry mencium dua benda kenyal yang selalu membuatnya nya puas .
Elvi hanya membiarkan saja apa yang di lakukan suaminya .
" Ayo sudah selesai " Ujar Henry setelah dia sendiri sudah memakai piyama tidurnya tapi hanya celana saja .
" Kenapa lagi Elvina " Tanya Henry saat Elvi hanya terdiam .
" Aku hanya memikirkan ...."
" Cukup, jangan membuat ku marah " Ujar Henry .
" Tapi Hhhmmmppp " Henry membungkam mulut Elvi dan membawa wanita itu berdasar di pintu walk in close yang masih tertutup rapat .
Bahkan kini tangannya sudah memasuki gaun transparan yang hanya menutupi bagian tertentu saja .
" Kau sudah tahu bukan " Elvi hanya mengaguk saja ,lalu Henry membalikam tubuh Elvi dan berpegangan pada pintu .
Jika sudah begini Elvi hanya bisa pasrah dan menerima toh dia juga menikmati nya .
" Aahhhh " Desah Elvi saat senjata Henry sudah memasuki lahanya yang sudah basah karena Saliva suaminya .
" HenryHhhhhh" Erangan Elvi semakin membuat Henry kebakaran gairah .
"Aku memintamu hanya bahagiakan dirimu ,bukan memikirka yang tidak ²" Ujar Henry sambil berpacu di belakang Elvi .
" Aaarrgghhhh " Geram Henry panjang sambil menahan pinggul sang istri .
" Aaakkhhh " Pekik Elvi saat Henry menarik miliknya dengan kasar lalu membawanya ke arah sofa .
" Bergerak " Ujarnya saat Elvi sudah berada di atas pangkuan nya .
Jleb
" Aaarrgghhhh " Erangan panjang Henry memenuhi ruangan itu .
" Ayo Sayang ,malam ini kamu harus menikmati nya dan aku tidak akan membuatmu tidur " Henry membantu Elvi bergerak di atas .
" Kau ....selalu ... membuatku ...Puas EeUugh " Henry menengadah ke atas lalu menatap Elvi yang bergerak di atas nya .
Hap
" Aaahhhh " Elvi membusung kan dadanya saat mulut Henry bermain di dadanya dan itu membuat Elvi semakin bergerak liar .
Henry menggeram tertahan menikmati servisan sang istri yang selalu membuatnya lupa diri .
" Aaahhhh.... Mainkan Hubby " Henry Tersenyum lalu memainkan dua benda itu bergantian sambil meremas dan mengisap nya dengan penuh nikmat .
" Aaahhhhh Hubby " Desah Elvi bergerak dia atas Henry sambil meremas pelan rambut sang suami .
" Ini sangat..... Aahhh nikmat " Racau elvi lagi .
Suara ******* dan lenguhan di ruangan itu di penuhi suara kenikmatan dari Elvina hingga akhirnya mereka merasakan puncak nirwana yang akan siap meledak .
Dengan cepat Henry membalikan keadaan dan mempin permainan .
" Buka dengan lebar " Elvi langsung membuka lebar kedua kakinya membuat Henry Tersenyum .
" Aahhhh ...."
" Bersama sayang " Ujar Henry perpacu di atas sang istri dengan cepat .
Hingga ke duanya mendapatkan apa yang mereka inginkan yaitu sebuah pelepasan .
" Aaahhhh "
" Aaarrrggggghhhhhhh " Hentakan Henry merupakan penutup kegiatan malam mereka yang penuh peluh membasahi tubuh mereka .
🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀
Buat yang kangen sama generasi ke dua ,author Kasih part iya 😁😁😁😁😁😁😁
Dukung terus Raymond dan Adara
Reza dan Raine
like
koment
vote
jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 🌟🌟🌟🌟🌟