ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
I will drive



Setelah pembahasan pernikahan Queen, Daddy Radit meminta Raymond ke ruangan kerja begitu juga Henry dan yang lainnya .


Sehingga mereka harus ke ruangan kerja sebelum menyusul istri mereka masing² .


Dan Raymond meminta Raine untuk menemani Adara untuk sementara sebelum dia kembali dari ruangan kerja .


" Ada apa Dad " tanya Henry memulai pembicaraan .


" Besok Daddy akan membawa Adara ke rumah sakit " Raymond langsung menatap Daddy Radit .


" Istriku baik² saja kenapa harus di bawa ke rumah sakit " Ujar Raymond cepat .


" Iya Opa tahu, tapi setelah acara kalian saat itu ada sepasang suami istri yang merasa jika Adara anaknya " Semua yang ada di ruangan itu melotot kan matanya kaget .


" Ada buktinya " tanya Jose mewakili semua nya .


" Makanya tadi pagi Daddy pergi bersama mereka ke panti asuhan di mana Adara di besarkan ,dan di sana kami mendapat jawaban yang membuat Daddy kaget bahwa Adara memang anak mereka " Ujar Daddy Radit tenang .


"Dan Daddy meminta pada mereka untuk melakukan tes DNA agar memperkuat nya ,jadi jika tes nya memang benar baru kita bicara pada Adara , selebihnya terserah dia bagaimana mengatasinya " Lanjutnya lagi .


" Tapi Opa Adara lagi hamil ?? Apa tidak masalah pada kandungan nya " Tanya Reza ,bukan tanpa alasan dia bertanya begitu.


Tapi mengingat kandungan istri dari kakaknya membuatnya sedikit takut .


" Kita tidak perlu megambil darahnya,beberapa helai rambut saja kita sudah bisa melakukan itu " Ujar Davin .


" Kita bisa meminta tolong pada Amanda atau dokter Lisa dokter kandungan nona Adara sebelumnya ,Karena Nona Adara juga sudah waktu nya memeriksa kandungan nya " Sahut Reza membuat mereka melihat ke arah nya .


" Sudah ada di jadwal " Lanjutnya saat Reza merasa tidak nyaman dengan tatapan mereka .


" Oh ,aku kira kamu main di belakang kakakmu " Reza mendengus kesal .


" Aku masih waras " Ujar Reza ketus .


" Sudah jadi besok kalian akan ke rumah sakit kan ,tapi jangan membuat Adara curiga dulu " Raymond mengaguk paham .


" Nanti Amanda menunggu kalian di sana " Ujar Henry .


" Maaf dad ,kalau untuk itu Ray tidak bisa memutuskan ,karena Adara sudah nyaman dengan dokter sebelumnya " Dia tidak ingin mengambil keputusan sendiri, mengingat sebelum nya Amanda mantan tunangan nya.


Sekalipun tidak ada perasaan apa pun dan Amanda juga sudah bertunangan dengan sang adik .


" Di mana pun tidak papa ,asal pemeriksaan DNA di rumah sakit di sana " Ujar Daddy Radit .


" iya Opa " Ujar Raymond .


Setelah pembahasan itu kini mereka kembali ke kamar mereka masing² ,mau tidak mau Davin dan istrinya menginap di sana.


Sedangkan Alister dan Amanda sudah lebih pulang meminta izin ,begitu juga Xavier yang meminta izin pulang lebih dulu,Sedangkan Jose dan Aqila harus bermalam.


Ceklek .


" Belum tidur " tanya Raymond saat melihat penghuni kamar itu duduk bersandar di kepala ranjang .


" Raine sudah kembali " Adara menggaguk " Baru saja karena dia sudah mengantuk " Jawab Adara .


" Tunggu lah, aku membersihkan diri dulu " Raymond langsung masuk dalam kamar mandi ,dan seperti biasa Adara akan menyiapkan piyama tidur untuk Raymond .


" Besok kamu periksa bukan " Raymond langsung memeluk Adara dari belakang .


" Mungkin, kan Reza yang atur " Ujar Adara .


" Iya besok kamu akan periksa di tempat biasa atau mau ganti " tanya Raymond masih memeluk Adara .


" Bisa tetap di tempat biasa ? Maksudnya aku tidak nyaman jika harus Manda yang memeriksaku " Ujar Adara sambil menahan tangan Raymond yang sudah mulai tidak diam .


" Iya sudah ganti pakaianmu " Raymond menahan Adara , membuat semakin gugup.


" Tunggu sebentar " Ujar Raymond .


"Kalau begitu tangannya di kondisikan " Ujar Adara kesal .


" Aku hanya ingin memegang mereka baby " Raymond membuka satu persatu kancing piyama Adara .


" Tapi " Adara memegang meja kaca tempat jam tangan mahal dan dasi Raymond .


" wow mereka semakin menantang " Raymond membalikkan badan Adara sehingga kini mereka saling berhadapan .


" Rileks baby saya hanya bermain sebentar dengan mereka " Raymond tersenyum seringai sambil memainkan skuat coklat pink kesukaannya .


Adara mengepal tangannya agar tidak mengeluarkan suara ,yang nantinya akan membuat Raymond semakin menggila .


Hap


Adara menegang kaku ,saat mulut Raymond sudah menyusu seperti bayi sambil mendorong nya duduk di sofa .


Raymond tidak kehilangan akal, dengan nakalnya dia mendudukan Adara di pangkuannya .


Dia menahan pinggang Adara agar tidak ada jarak di antara mereka .


" Ho-ney " panggil Adara terbata.


" Hebm "


Raymond hanya bisa derdehem karena mulutnya masih bermain dengan benda kesukaan nya .


Adara sudah tidak tahan , Raymond benar² jago dalam hal seperti ini .


" Masuki aku " Ujar Adara Bahkan kini dia sudah menggoyang kan pinggulnya menggesekkan bokongnya .


" Kau masih lelah baby, aku tidak ingin menyakiti kalian " Raymond sebisa mungkin menahan nya,karena gesekan Adara membangun kan benda keramatnya.


Adara berjongkok di depan Raymond lalu dengan cepat menarik celana nya.


Raymond melotot kan matanya melihat aksi Adara yang berani membuka celananya dengan sekali tarik .


" Babyhhhhh " Geram panjang Raymond memenuhi ruangan walk in close saat Adara mulai memasukkan dalam mulutnya.


Adara menatap wajah Raymond yang sudah memerah sambil sambil meremas sofa tempatnya dia duduk sekarang .


" Si-apa... Yang .... Mengajarimu Aaarrrggggghhhhhhh "


Raymond benar² di buat gila dengan permainan mulut Adara.


Wanita yang kini di bawahnya berubah bagaikan monster dimana dia memainkan miliknya seperti orang kesetanan .


" Babyhhhhh ini enakhhhhh " Racau Raymond saat miliknya di hisap layaknya lolilop yang sangat enak .


Raymond memegang rambut Adara ,ingin melihat wajah Adara saat memainkannya benda keramat miliknya .


" Kau suka " Tanya Adara sambil memainkan tangannya menatap Raymond .


" hebm "


Raymond memejamkan matanya dengan kuat saat Adara kembali mengisapnya .


Hingga beberapa saat Adara merasa milik Raymond membengkak semakin besar , Dengan nakalnya Adara mengisap keseluruhan nya .


" AdaraHhhhh " Geram panjang Raymond bertepatan dengan ke luarnya lahar putih itu .


Adara tersenyum saat lahar putih itu ke luar begitu saja mengenai sofa di ruangan itu .


" Kau nakal baby " Ujar Raymond di sela napasnya .


" Kau yang memulai " Ujar Adara lalu duduk di pangkuan Raymond .


" I will drive " Ujar Adara ,sambil membasahi lahannya dengan menggosok kan benda keramat yang sudah kembali bangun .


Jleb ....


" Baby aaarrgghhhh perutmu " Ujar Raymond terbata saat miliknya sudah masuk sepenuhnya di dalam benda yang sangat sempit dan sesak .


" Aaaahhhhhhh "


Suara erangan dan lenguhan ke duanya memenuhi ruangan walk in close, di mana Adara memimpin permainan.


Dan itu membuat Raymond heran tapi dia juga bahagia karena inilah yang dia harapkan .


Hingga satu jam Adara bergerak diatas Raymond kini ke duanya akan mendapatkan puncak permainan .


" Faster....baby Aaarrgghhhh "


" Aaahhhh ini enak Raymondhhhhhh "


Jleb ...Jleb ....Jleb ....


Raymond menahan pinggul Adara hingga menyentuh GSpot milik istri nya


Aaarrrggggghhhhhhh


aaahhhhh


Adara tumbang di bidang dada suaminya yang sudah di penuhi keringat hasil percintaan mereka .


Raymond mengelus rambut Adara yang basah karena keringat nya .


" Kau baik² saja " Tanya Raymond,adara mengaguk lemah sambil memeluk Raymond .


" Ada apa dengan mu " Tanya Raymond .


" A-ku juga tidak tahu ta-pi pengen saja " ujar Adara terbata karena dia masih mengatur napasnya .


" Apa kau mengidam " Adara menaikan bahunya tanda tidak tahu .


" Ayo bersihkan diri dulu, setelah itu kita istirahat " Adara mengaguk.


" Gendong ,aku tidak kuat " Raymond langsung mengakat Adara sehingga penyatuan mereka terlepas begitu saja .


" Tunggu " Raymond mengentikan langkahnya " Apa " tanya Raymond .


Adara menarik tisu basa dan tisu biasa yang ada di atas meja ,lalu membersihkan sisa cairan kental milik Raymond yang di keluarkan di awal permainan .


" Sudah " Adara mengaguk , Raymond mengangkat Adara ke kamar mandi .


Setelah membersihkan tubuh mereka dan memakai pakaian kini mereka sudah berada di atas tempat tidur mereka .


" Dara bagaimana jika suatu saat kamu bertemu orang tua kandung mu " Adara tertawa mendengar ucapan suaminya, menurut nya itu sangat tidak mungkin .


" Bahkan aku tidak memikirkan itu !! kenapa mas menanyakan itu " tanya Adara bingung


" Entahlah ,tiba² saja itu melintas di kepala ku " Elak Raymond mengelus punggung Adara .


" Aku juga tidak tahu, tapi aku hanya akan menanyakan kenapa mereka meninggalkan ku di sana hingga sebesar sekarang bahkan aku pun tidak tahu wajah mereka seperti apa " Ujar Adara melekuk suaminya sambil menghirup aroma tubuh sang suami .


" jika mereka memiliki alasan ? " Adara kembali terdiam .


" Entahlah tapi aku akan mendengar kan itu , sekalipun aku butuh waktu " Raymond mengaguk lega .


" istirahat lah besok kita akan periksa kandungan mu " Adara mengaguk.