
Reza bangun dulu menatap Raine yang masih tertidur pulas sambil memeluk tubuhnya .
Reza tersenyum saat mengingat kejadian semalam di mana Raine merengek kesakitan tapi malah dia yang meminta di lanjutkan.
Apa lagi saat Reza memainkan jarinya di lahan yang di tumbuhi bulu² halus
" Ka...KA Aahhhhhhh mau Pi Aahhhh " Reza terus mempercepat gerakan tangannya hingga akhirnya Raine mendapatkan pelepasan nya .
" Aaahhhhh " Raine membusung kan dada nya saat dia merasakan ada cairan yang ke luar
Nyes
Reza tersenyum saat merasakan tangannya di penuhi cairan hangat milik Raine.
" Kaka ,aku pipis tapi rasanya sangat enak " Reza hanya tersenyum .
Lalu bangun berdiri di ujung tempat tidur membuka semua kain yang melekat di tubuhnya .
Membaur Raine menelan ludahnya kasar apa lagi dia menatap senjata Reza yang sejak tadi sudah berdiri .
" Itu " Reza menatap Queen " Kau takut " Tanya Reza naik ke atas tempat tidur .
" Apa tidak bisa di Kecil kan ?? Apa itu muat " Tanya Raine pucat.
" Tentu muat sayang " Ujar Reza lalu memposisikan miliknya di lahan yang masih tersegel dengan rapat .
" I want you sayang " Ucap Reza sambil menggesekan senjatanya pada lahan Raine .
" Ta-pi kecil kan dulu kak " Ujar Raine sambil memundurkan tubuhnya menjauh dari Reza .
" Rileks sayang ,semua akan baik² saja " Ujar Reza lalu membungkam mulut Raine memberikan ketenangan pada sang kekasih .
Sambil mencoba menerobos lahan yang masih terkunci dengan gembok besar .
" Tahan lah, aku akan melakukan dengan pelan "bisik Reza membuat Raine menegang .
" Sakitnya tidak lama,Hanya sebentar jadi ...."
" Sa-kit Aaahhh " Reza memejamkan matanya mendongak keatas saat milik nya sepenuhnya masuk ke dalam lahan Raine.
Reza belum melakukan papa karena dia ingin Raine terbiasa dulu dengan senjata nya .
Reza menatap Raine lalu mengusap air matanya " Hanya sementara ,tahan lah " Raine hanya mengaguk saja .
Lalu Reza mulai bergerak dengan pelan hingga cepat ,membuat kamar Raine menjadi panas karena suara ******* dan lenguhan ke dua .
" Kaka Aaahhhhh "
" Panggil namakuhhhhh "
" RezaHhhhhhhhh "
Reza semakin menekan miliknya kedalaman lahan itu hingga membuat Riane memekik kenikmatan
Jleb.... Jleb...
" Aaahhhhhh "
" RainHhhhhhhhhhhhhhhh"
" Kaka ....sudah ..aku ...mau pip Aahhhhhh "
" Bersama sayang "
" Aaahhhh "
" aaarrgghhhh " Reza menakan miliknya hingga senjatanya meledak di dalam sana sambil menatap langit-langit kamar Raine.
Raine memejamkan matanya saat miliknya terasa hangat karena cairan dan juga cairan Reza .
" Terimakasih sayang " Ujar Reza lalu menjatuhkan tubuhnya di atas Riane .
" Be-rat " Ujar Raine terbata .
" Maaf sayang " Ujar Reza lalu turun dari tubuh Riane lalu menarik selimut menutup tubuh polos mereka .
" Raine mengantuk " Reza menarik Raine dalam pelukannya nya sehingga kulit mereka saling menyentuh .
" Istirahat lah " Raine membalas pelukan Reza hingga mereka tertidur sambil berpelukan hingga pagi harinya .
" Sayang bangun ayo " Reza mengelus pipi Raine .
" Raine " Raine membuka matanya " Kenapa Kaka ada di kamar Raine " Tanya Raine .
Seperti nya wanita itu belum sadar apa yang terjadi dengan dirinya .
" Kau lupa " Tanya Reza ,Raine merasakan kulitnya yang terasa hangat lalu dia menatap ke bawah .
" Kaka "pekik Riane kaget menatap Reza .
" Ayo aku bantu ke kamar mandi ,rendam dulu pakai air hangat agar lebih baik " Reza Bangun dari tempat duduk tanpa mempedulikan penampilan nya .
" Reza " Pekik Riane saat Reza mengangkat tubuhnya tanpa ucapan lalu membawanya ke kamar mandi .
" Aku ke kamar dulu iya mau mandi, rendam dulu agar lebih baik " Riane hanya mengangguk saja .
CUP
Reza mencium bibir Raine sekilas lalu ke luar dari kamar mandi memakai pakaiannya dan kembali ke kamarnya
Kini semuanya sudah berada di meja makan hanya tersisa Raine .
Seperti nya wanita itu kesusahan sehingga membuat Reza harus menyusul nya ke kamar Tapi belum juga berdiri .
Dia sudah melihat Riane mendekat ke arah meja makan .
Tapi ada yang membuat para peserta meja makan bingung dan heran saat melihat cara jalan Raine .
Lalu mereka menatap Reza yang menatap Raine yang berjalan secara perlahan .
" REZA " Teriak Henry memenuhi ruangan meja makan itu .
" Iya Dad " Jawab Reza tenang bahkan dia tidak merasa takut sedikitpun .
" Sini kau bajingan " Ujar Henry kesal.
" Daddy " Rengek manja Raine .
" Apa " Tanya Henry ketus .
" Kenapa Daddy marah² " Tanya Raine polos .
" Kenapa jalan mu begitu " Tanya Henry kesal .
" Tidak tahu Dad, Seperti nya milik Kaka Reza tertinggal di dalam " Ujar Riane polos .
byur ....
peserta di meja makan itu langsung tersedak makanan mereka sendiri saat mendengar ucapan abstruk Raine .
Sedangkan Raymond menatap nya tanpa ekspresi pada asisten kepercayaan nya serta adiknya itu .
" Kau melakukan nya " Tanya Raymond dingin .
" Ayo makan " Titah Daddy Radit .
" God boy " Ujar Alan terkekeh pelan .
" Kau sudah menjebolnya " Tanya Jeje Tersenyum kuda .
" Kakak kenapa tidak mele...."
" Makan iya " Ujar Reza menyumbat mulut Raine dengan roti miliknya .
" Dasar anak Jose " Umpat Henry menatap kesal ke arah Jose yang hanya tersenyum menang .
" Cepat makan Daddy harus menyelesaikan semuanya hari ini karena Daddy ingin menyusul Queen " Ujar Daddy Radit.
Mereka menatap Daddy Radit dengan wajah bingung .
" Untuk sementara Queen memilih menjauh ,jadi dengarkan Daddy baik² terutama Raymond perusaan dan urusan Queen berbeda jadi jangan kaitkan hal itu kerja² pribadi ² jangan sangkut pautkan itu paham " Raymond hanya diam saja .
" Setelah masalah Raymond selesai Daddy dan mommy akan menyusulnya ke Landon ,tapi jangan pernah katakan papa pun pada Naufal atau Eliza karena Queen ingin menangkan diri karena saat ini dia tengah hamil " Lanjutnya lagi dengan tegas .
" Aku akan ikut " Ujar Alan .
" Kau diam di sini bersama yang lainnya " Ujar Daddy Radit.
" Tapi Dad..."
" Finall " Jawab Daddy Radit ,membuat mereka tidak bisa membuka suara lagi .
" Makan sayang ,Queen baik² saja di sana " Ujar Henry lembut .
" Kenapa tidak cerita " Ujar Elvi menunduk kepalanya.
" Maaf ,karena ini permintaan Queen, saat Eliza ke sini jangan membahas tentang Queen karena dia tahunya Queen pergi bekerja " Mereka mengaguk paham .
" Kau yakin ikut " Tanya Henry menatap Adara " Iya dad " Jawab Adara .
" Baiklah makan ,setelah itu kita bertemu mereka " Titah Daddy Radit.
Elsa yang hanya diam saja membuat sang suami menghela napas panjang .
" Sayang ..."
" Kenapa putriku harus mengalami hal yang sama seperti ku " Alan terdiam sejenak lalu menatap Henry dan Elvi yang tak kalah terpukul .
" Dia wanita Kuat, aku yakin di bisa melewati semuanya dia hanya pergi menenangkan diri karena saat ini dia sedang hamil jadi dia garus memikirkan keadaan nya serta Kandungan nya " Ujar Alan lembut .
" Jika semuanya baik² saja kita akan ke sana " Elsa mengaguk paham .
Lalu mereka melanjutkan sarapan yang tentu karena Reza dan masalah Queen .
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
DUKUNG TERUS RAYMOND DAN ADARA
JANGAN LUPA JUGA DUKUNG REZA DAN RAINE
LIKE
KOMENT
VOTE
JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😘😘